Wednesday, September 1, 2021

TAUHID MULKIYAH



MATERI 1

Pengertian Tauhid

    Dari segi bahasa ‘mentauhidkan sesuatu’ berarti ‘menjadikan sesuatu itu esa’. Tauhid (Arab :توحيد) dilihat dari segi Etimologis yaitu berarti ”Keesaan Allah”, mentauhidkan berarti mengakui keesaan Allah; mengesakan Allah atau mengiktikadkan bahwa Allah SWT itu Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya.

    Tauhid diambil kata : Wahhada Yuwahhidu Tauhidan yang artinya mengesakan. Satu suku kata dengan kata wahid yang berarti satu atau kata ahad yang berarti esa. Dalam ajaran Islam Tauhid itu berarti keyakinan akan keesaan Allah. Kalimat Tauhid ialah kalimat La Illaha Illallah yang berarti tidak ada Tuhan melainkan Allah.Dari segi syari’ tauhid ialah ‘mengesakan Allah didalam perkara-perkara yang Allah sendiri tetapkan melalui Nabi-nabi Nya.


Pengertian Tauhid Mulkiyah

    Mulkiyah (dari kata Mulk: Kerajaan) merupakan gambaran Allah yang Kekal sebagai Al-Malik (Raja/Penguasa) di Alam Semesta. Semua kejadian pada alam semesta merupakan pelaksanaan dari KehendakNya sesuai Rubbubiyah Allah. Penciptaan, Penghancuran dan Pemeliharaan serta Pengaturan Alam Semesta yang dilakukan oleh Allah sesuai dengan kehendakNya sebagai Sang Raja.

    Pada pelaksanaannya, Mulkiyah Allah dilakukan oleh para Rasul yang diberi mandat sebagai Wakil Allah di muka bumi, untuk selanjutnya diteruskan oleh para Kalifah, sehingga manusia tetap bertindak sesuai prinsip-prinsip Allah dalam Rubbubiyah-Nya. Kekalifahan terdiri dari berbagai wilayah yang dipimpin oleh Imam (Pemimpin ummat), Amir(pemerintah / eksekutif), Wali(pemimpin regional / lokal) atau Sultan (pemimpin militer), tetapi mengakui hanya satu Kalifah sebagaimana halnya raja-raja Indonesia dahulu mengakui para Khalifah dari dinasti Ottoman sebagai pemimpin ummat Islam.

    Melalui sifat mulkiyah-Nya,Allah berhak menentukan apa saja untuk makhluk-Nya. Sebagai pemilik segala yang ada,Allah ada raja atau penguasa. Raja menjadi berfungsi sebagai penguasa manakala ia adalah pemimpin yang harus dipatuhi. Allah menjelaskan sifat-Nya sebagai pemimpim (Al-Waliyy) absolut alam semesta.

    Keberadaan keyakinan mulkiyah ini membedakan antara pribadi muslim dan bukan muslim. Orang-orang kafir menolak kepemimpinan Allah dan menolak hukum Allah. Kehidupan mereka hanyalah berorientasi kehidupan dunia belaka. Pemimpin mereka adalah thagut. Sebagai konsekuensi kepemimpinan thagut,dalam bertakhim mereka mengikuti syariat thagut dengan meninggalkan syariat Allah.


MATERI 2


Aplikasi Tauhid dalam Kehidupan

    Contoh penerapan tauhid dalam kehidupan sehari hari adalah dengan selalu mentaati perintah Nya dan menjauhi larangan Nya, seperti beribadah, puasa, nadzar, berdoa hanya kepada Allah, ibadah apapun yg dilakukan semata mata diniatkan hanya karna Allah, tidak berlebih-lebihan dalam mencintai sesuatu. Tawakal dan bersabar dalam menghadapi musibah.

    Aplikasi secara sederhana dari kalimat tauhid “laa ilaaha illallah” adalah keyakinan yang mutlak yang patut kita tanamkan dalam jiwa bahwa Allah Maha Esa dalam hal mencipta dalam penyembahan tanpa ada sesuatu pun yang mencampuri dan tanpa ada sesuatu pun yang sepadan dengan-Nya kemudian menerima dengan Ikhlas akan apa-apa yang berasal dari-Nya baik berupa perintah yang mesti dilaksanakan ataupun larangan yang mesti di tinggalkan semua itu akan mudah ketika hati ikhlas mengakui bahwa Allah SWT itu Maha Esa.


Contoh pengamalan tauhid Mlkiyah

-menyelesaikan segala urusan baik yang ada di langit maupun dibumi

-membenarkan adanya hari akhir

-membalas segala perbuatan makhluk-Nya


Makna tauhid mulkiyah yang benar

    Tauhid mulkiyah adalah meng-esa-kan Allah dalam segala perbuatan-Nya di akhirat kelak. Atau dengan kata lain tauhid mulkiyah adalah menetapkan keesaan Allah dalam kekuasaan-Nya di akhirat, terutama kekuasaan-Nya dalam menegakkan hari akhir, menyelesaikan segala urusan, menegakkan keadilan dan membalas semua perbuatan.

    Selama ini kita telah mengenal tauhid rububiyah yaitu meng-esa-kan Allah dalam segala perbuatan-Nya. Namun pada kenyataannya penjabaran tauhid rububiyah ini lebih kepada perbuatan Allah di dunia seperti mencipta, menguasai dan mengatur seluruh alam semesta. Sedangkan perbuatan Allah lainnya jarang sekali disebutkan terutama segala perbuatan-Nya di akhirat kelak.

    Oleh sebab itu, memang perlu untuk memisahkan tauhid mulkiyah ini dari tauhid rububiyah. Sebab demikianlah penggunaan kata “Rabb” (Tuhan) dan “Malik” (Raja) lebih dikhususkan dalam Al-Quran, terutama surat pertama dan terakhir.


Fungsi dan Hikmah Tauhid

    Perlu diketahui, bahwa pada hakikatnya tauhid ini bukan hanya sekedar diketahui dan dimiliki oleh seseorang, tetapi lebih dari itu, ia harus dihayati dengan baik dan benar, karena apabila tauhid telah dimiliki, dimengerti, dan dihayati dengan baik dan benar, maka kesadaran seseorang akan tugas dan kewajibannya sebagai hamba Allah akan muncul dengan sendirinya. inilah salah satu manfaat dari ilmu tauhid.

    Selain itu, tauhid juga berfungsi sebagai pembimbimbing umat manusia untuk menemukan kembali jalan yang lurus seperti yang telah dilakukan para Nabi dan Rasul, karena jika diibaratkan sebuah pohon, tauhid adalah pokok akar untuk menemukan kembali jalan Allah, yang dapat membawa umat manusia kepada puncak segala kebaikan



TAUHID ULUHIYAH

 


MATERI 1

Pengertian Tauhid

    Dari segi bahasa ‘mentauhidkan sesuatu’ berarti ‘menjadikan sesuatu itu esa’. Tauhid (Arab :توحيد) dilihat dari segi Etimologis yaitu berarti ”Keesaan Allah”, mentauhidkan berarti mengakui keesaan Allah; mengesakan Allah atau mengiktikadkan bahwa Allah SWT itu Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya.

    Tauhid diambil kata : Wahhada Yuwahhidu Tauhidan yang artinya mengesakan. Satu suku kata dengan kata wahid yang berarti satu atau kata ahad yang berarti esa. Dalam ajaran Islam Tauhid itu berarti keyakinan akan keesaan Allah. Kalimat Tauhid ialah kalimat La Illaha Illallah yang berarti tidak ada Tuhan melainkan Allah.Dari segi syari’ tauhid ialah ‘mengesakan Allah didalam perkara-perkara yang Allah sendiri tetapkan melalui Nabi-nabi Nya.


Pengertian Tauhid Uluhiyah

    Uluhiyah Allah adalah mengesakan seluruh bentuk ibadah kepada Allah, seperti berdo’a, meminta, tawakal, takut, berharap, menyembelih, bernadzar, harapan dalam cinta, dan selainnya dari jenis-jenis ibadah yang telah diajarkan Allah dan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam. Memperuntukkan satu jenis ibadah kepada selain Allah termasuk sikap Zalim yang besar di sisi-Nya yang sering diistilahkan dengan syirik kepada Allah. Dengan mengesakan Allah dengan tauhid uluhiyah-Nya maka, orang tersebut sudah bisa dikatakan orang beriman. Maka tak ayal, banyak ulama yang mengatakan bahwa tauhid uluhiyah memiliki keutamaan yang lebih dan paling penting dalam bertauhid. Berbeda dengan Tauhid rububiyah yang memang dimiliki oleh orang beriman maupun kafir, sehingga tidak menjadikan pelakunya sebagai orang yang beriman kepada Allah.


Contoh Tauhid Uluhiyah

1. Beribadah hanya kepada Allah

2. Takut hanya kepada Allah

3. Mencintai juga karena Allah


Nama-nama lain dari tauhid uluhiyah :

  1. Tauhid Ibadah, karena tauhid uluhiyah mengenai beribadahan / perbuatan hamba kepada Rabbnya
  2. Tauhid Amal, karena bentuk dari tauhid in iadalah amalan – amalan kebajikan yang dilakukan dengan iklas kepada ALLAH
  3. Tauhid at talabi , yaitu permintaan, karena dalam ibadah ada permintaan dan keinginan seorang hamba yang dipanjatkan dalam doa kepada ALLAH ta’ala
  4. Tauhid al Fiil , yaitu perbuatan, karena bentuk dari tauhid ini adalah perbuatan baik dalam hati maupun dalam seluruh anggota tubuh.
  5. Tauhid irodah , yaitu kehendak, karena dalam tauhid ini ditekankan oada keihlaksan untuk beribadah kepada ALLAH Ta’ala. Dan untuk mendapatkan ridhoNYA
  6. Tauhid Qosd, yaitu maksud, karena menjadikan peribadahan yang disertai keiklasan menjadikan ALLAH ta’ala sebagai maksud hidup.


Penyimpangan Tauhid Uluhiyah

    Contoh penyimpangan uluhiyah di antaranya saat kita mengalami musibah di mana ia berharap bisa terlepas dari musibah itu. Lalu orang itu datang kepada seorang dukun. Kita meminta di tempat itu supaya penghuni tempat itu atau sang dukun bisa melepaskannya dari musibah yang sedang menimpanya. Ia berharap dan takut jika tidak terpenuhi keinginannya.


MATERI 2

Dalil naqli  Tauhid Uluhiyah

يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ ٱعْبُدُوا۟ رَبَّكُمُ ٱلَّذِى خَلَقَكُمْ وَٱلَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ


Terjemah Arti: Hai manusia, sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu, agar kamu bertakwa,  (Al Baqarah ayat 21)


Perilaku mencerminkan tauhid uluhiyah

    Penerapannya dalam kehidupan sehari-hari adalah kita hanya melakukan ibada hanya untuk Allah, tidak untuk manusia atau hal lainnya. Ikhlas 100% untuk Allah. Berdoa kepada Allah, meminta kepada Allah, melibatkan Allah dalam semua aktivitas kita. Tidak mendatangi dukun, tidak mempercayai ramalan, dan tidak mencontek saat ujian, karena kita meyakini bahwa Allah Maha Melihat.

Contoh Tauhid Uluhiyah

1. Beribadah hanya kepada Allah

2. Takut hanya kepada Allah

3. Mencintai juga karena Allah


Fungsi dan Hikmah Tauhid

    Perlu diketahui, bahwa pada hakikatnya tauhid ini bukan hanya sekedar diketahui dan dimiliki oleh seseorang, tetapi lebih dari itu, ia harus dihayati dengan baik dan benar, karena apabila tauhid telah dimiliki, dimengerti, dan dihayati dengan baik dan benar, maka kesadaran seseorang akan tugas dan kewajibannya sebagai hamba Allah akan muncul dengan sendirinya. inilah salah satu manfaat dari ilmu tauhid.

    Selain itu, tauhid juga berfungsi sebagai pembimbimbing umat manusia untuk menemukan kembali jalan yang lurus seperti yang telah dilakukan para Nabi dan Rasul, karena jika diibaratkan sebuah pohon, tauhid adalah pokok akar untuk menemukan kembali jalan Allah, yang dapat membawa umat manusia kepada puncak segala kebaikan.




TAUHID RUBUBIYAH

 




MATERI 1

Pengertian Tauhid

    Dari segi bahasa ‘mentauhidkan sesuatu’ berarti ‘menjadikan sesuatu itu esa’. Tauhid (Arab :توحيد) dilihat dari segi Etimologis yaitu berarti ”Keesaan Allah”, mentauhidkan berarti mengakui keesaan Allah; mengesakan Allah atau mengiktikadkan bahwa Allah SWT itu Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya.

    Tauhid diambil kata : Wahhada Yuwahhidu Tauhidan yang artinya mengesakan. Satu suku kata dengan kata wahid yang berarti satu atau kata ahad yang berarti esa. Dalam ajaran Islam Tauhid itu berarti keyakinan akan keesaan Allah. Kalimat Tauhid ialah kalimat La Illaha Illallah yang berarti tidak ada Tuhan melainkan Allah.Dari segi syari’ tauhid ialah ‘mengesakan Allah didalam perkara-perkara yang Allah sendiri tetapkan melalui Nabi-nabi Nya.


Pengertian Tauhid Rububiyah

Tauhid artinya penegasan, keyakinan, kesaksian, serta keimanan manusia terhadap ke-Esa-an Allah dengan segala sifat kesempurnaan. Berdasarkan Al-Qur’an, ke-Esa-an Tuhan itu meliputi tiga hal, yaitu Esa Zat, Esa Sifat, serta Esa Af’al-Nya.

    Tauhid Rububiyah atau Rububiyah Allah adalah mengesakan Allah dalam tiga perkara yaitu penciptaan-Nya, kekuasaan-Nya, dan pengaturan-Nya. Semua hal bisa dilakukan Allah seperti menciptakan, menghidupkan, mematikan, memberi rizki, mendatangkan segala manfaat dan menolak segala mudharat. Dzat yang mengawasi, mengatur, penguasa, pemilik hukum dan selainnya dari segala sesuatu yang menunjukkan kekuasaan tunggal bagi Allah. Dari sini, seorang mukmin harus meyakini bahwa tidak ada seorangpun yang menandingi Allah dalam hal ini.


Ruang lingkup Tauhid Rububiyah Allah

    Maknanya, menyakini bahwa Allah adalah Dzat yang membikin, menghidupkan, mematikan, memberi rizki, mendatangkan segala mamfaat dan menolak segala mudharat. Dzat yang mengawasi, mengatur, penguasa, pemilik hukum dan selainnya dari segala sesuatu yang menunjukkan kekuasaan tunggal untuk Allah. Dari sini, seorang mukmin harus meyakini bahwa tak telah tersedia seorangpun yang menandingi Allah dalam hal ini. Allah mengatakan: “’Katakanlah!’ Dialah Allah yang Maha Esa. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya sgala sesuatu. Dia tak beranak dan tak diperanakkan. Dan tak telah tersedia seorangpun yang setara dengan-Nya.” (QS. Al Ikhlash: 1-4)


Sebutkan 10 perbuatan syirik yg dapat merusak tauhid.

  • Bersumpah Dengan Selain Allah.
  • Memakai Gelang dan Benang Penangkal.
  • Mengalungkan Jimat.
  • Ruqyah (Mantera atau Jampi)
  • Sihir.
  • Tanjim (Ramalan Perbintangan)
  • Tiwalah: Sihir dan Syirik.
  • Perdukunan dan Ramalan.


MATERI 2

Dalil naqli Tauhid Rububiyah


وَفِى خَلْقِكُمْ وَمَا يَبُثُّ مِن دَآبَّةٍ ءَايَٰتٌ لِّقَوْمٍ يُوقِنُونَ


Artinya: “Dan pada penciptakan kamu dan pada binatang-binatang yang melata yang bertebaran (di muka bumi) terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) untuk kaum yang meyakini” ( QS Al-Jatsiyah Ayat 4)

    Dalil naqli selain ayat diatas Tauhid rububiyah juga dijelaskan dengan sangat lengkap dalam surat Al-Ikhlas ayat 1-4 yang berisi tentang bagaimana Allah berkuasa dan pengesaan Allah. Allah sangat jelas menyatakannya dalam surat Al Ikhlas,

Artinya: “Katakanlah!’ Dialah Allah yang Maha Esa. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya sgala sesuatu. Dia tidak beranak dan tidak diperanakkan. Dan tidak ada seorangpun yang setara dengan-Nya.” (QS. Al Ikhlash: 1-4)


Contoh Tauhid Rububiyyah Dalam Kehidupan Sehari-hari

    Tauhid rububiyah dapat diyakini melalui kejadian-kejadian yang hanya bisa dilakukan oleh Allah. Contohnya seperti menciptakan makhluk, menghidupkan makhluk, mematikan makhluk, memberi serta membagi rizki kepada seluruh makhluk, mengubah takdir, atau mendatangkan  manfaat dan pertolongan kepada makhluk bahkan menolak dan mendatangkan segala mudharat atau kerusakan.

Percaya Allah yang Mampu Menciptakan

Salah satu contoh tauhid rububiyah adalah percaya bahwa hanya Allah yang mampu menciptakan segala sesuatunya bukan mahluk atau zat lainnya. Tidak ada zat lain yang mampu menciptakan alam semesta, bahkan sebuah biji yang paling kecil pun adalah ciptaan Allah. Tidak ada mahluk lain yang memiliki kemampuan menciptakan seperti Allah. 

Percaya Allah yang Mengatur Semua

Tidak ada mahluk atau zat lain yang mampu mengatur seluruh isi alam semesta kecuali Allah SWT 

Percaya Allah yang Memberi Rezeki

Hanya Allah lah yang mampu memberikan rezeki kepada setiap mahluk karena sesungguhnya semua mahluk tidak akan bisa mendapatkan rezekinya sendiri kecuali atas ridho Allah SWT.


Fungsi dan Hikmah Tauhid

    Perlu diketahui, bahwa pada hakikatnya tauhid ini bukan hanya sekedar diketahui dan dimiliki oleh seseorang, tetapi lebih dari itu, ia harus dihayati dengan baik dan benar, karena apabila tauhid telah dimiliki, dimengerti, dan dihayati dengan baik dan benar, maka kesadaran seseorang akan tugas dan kewajibannya sebagai hamba Allah akan muncul dengan sendirinya. inilah salah satu manfaat dari ilmu tauhid.

    Selain itu, tauhid juga berfungsi sebagai pembimbimbing umat manusia untuk menemukan kembali jalan yang lurus seperti yang telah dilakukan para Nabi dan Rasul, karena jika diibaratkan sebuah pohon, tauhid adalah pokok akar untuk menemukan kembali jalan Allah, yang dapat membawa umat manusia kepada puncak segala kebaikan.



Organisasi Otonom Muhammadiyah

  MATERI 1  Organisasi Otonom Muhammadiyah Organisasi otonom Muhammadiyah terdiri dari 7 bagian, yakni Aisyiyah, Pemuda Muhammadiyah, Nasyia...