Monday, September 28, 2020

SHALAT FARDHU

 

Penjelasan Singkat Terkait Shalat Fardhu

Shalat bertujuan untuk mendekatkan hamba dengan Penciptannya


MATERI 1

Pengertian Shalat Fardhu    

    Salah satu ibadah yang mendekatkan diri manusia kepada hambanya dalam Islam ialah shalat. Bentuk peribadatan ini salah satu tugas utama manusia diciptakan di dunia. shalat juga merupakan bentuk keimanan kita pada Allah SWT yang diwujudkan dengan perkataan, perbuatan, dan keyakinan hati. Sebenarnya apa sih pengertian dari sholat fardhu itu sendiri? Berikut penjelasannya.

    Sholat berasal dari bahasa arab yang artinnya ''do'a''. Sedangkan menurut isltilah sholat adalah ibadah yang dimulai dengan bacaan takbiratul ikhrom dan diakhiri dengan mengucap salam dengan syarat dan ketentuan tertentu. Segala perkataan dan perbuatan yang termasuk rukun sholat mempunyai arti dan makna tertentu yang bertujuan untuk mendekatkan hamba dengan Penciptannya.

Shalat Fardhu Terdiri dari 2 Macam.

Salat fardhu ialah salat yang diwajibkan untuk mengerjakannya. Salat fardhu terbagi lagi menjadi dua, yaitu:

  1. Fardu ain adalah kewajiban yang diwajibkan kepada mukalaf langsung berkaitan dengan dirinya dan tidak boleh ditinggalkan ataupun dilaksanakan oleh orang lain, seperti salat lima waktu, dan salat Jumat (fardhu 'ain untuk pria).
  2. Fardu kifayah adalah kewajiban yang diwajibkan kepada mukalaf tidak langsung berkaitan dengan dirinya. Kewajiban itu menjadi sunnah setelah ada sebagian orang yang mengerjakannya. Akan tetapi bila tidak ada orang yang mengerjakannya maka kita wajib mengerjakannya dan menjadi berdosa bila tidak dikerjakan, seperti salat jenazah.

Rasulullah shallallahu alaihi wa salam bersabda,

Islam itu dibangun di atas lima perkara, yaitu: bersaksi bahwa tiada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah dan sesungguhnya Muhammad adalah utusan Allah, menegakkan sholat, mengeluarkan zakat, mengerjakan haji ke Baitulloh, dan berpuasa pada bulan Romadhon.” (HR Muslim 16).

Materi lain terkait shalat lihat disini:

Shalat Sunah

Akibat Meninggalkan Shalat

Shalat Jamak plus Qashar

Tata Cara Shalat Jamak dan Qashar


Syarat Wajib Shalat Fardhu

  1. Beragama Islam. Syarat wajib shalat yang pertama yaitu beragama Islam (muslim). Maka orang kafir tidak punya kewajiban untuk melaksanakan shalat dan mengqadhainya ketika masuk islam. 
  2. Sudah Baligh. Syarat wajib shalat yang kedua, yaitu sudah baligh atau dewasa, Ada sedikit perbedaan antara balighnya perempuan dan laki-Laki. Perempuan baligh, yaitu perempuan yang sudah keluar darah haid atau jika belum haid, batas balighnya sampai berumur 15 tahun. Laki-Laki baligh, yaitu laki-laki yang sudah pernah ihtilam  atau jika belum ihtilam, batas balighnya sampai berumur 15 tahun.
  3. Berakal Sehat. Syarat wajib Shalat yang ke tiga, yaitu berakal sehat, Maka orang gila atau orang yang tidak berakal sehat, tidak diwajibkan untuk melaksanakan shalat.
  4. Telah tiba waktu shalat. Shalat tidak wajib dilaksanakan sebelum datang waktunya secara tepat.


MATERI 2

Rukun Shalat Fardhu

    Rukun salat adalah setiap perkataan atau perbuatan yang akan membentuk hakikat salat. Jika salah satu rukun ini tidak ada, maka salat pun tidak teranggap secara syar’i dan juga tidak bisa diganti dengan sujud sahwi.

  1. Berdiri bagi yang mampu.
  2. niat dalam hati
  3. Takbiratul ihram.
  4. Membaca surat Al Fatihah pada tiap rakaat.
  5. Rukuk dan tuma’ninah.
  6. Iktidal setelah rukuk dan tumakninah.
  7. Sujud dua kali dengan tumakninah.
  8. Duduk antara dua sujud dengan tumakninah.
  9. Duduk tasyahud akhir
  10. membaca tasyahud akhir.
  11. Membaca salawat nabi pada tasyahud akhir.
  12. Membaca salam yang pertama.
  13. Tertib melakukan rukun secara berurutan.


Hal-hal Yang Membatalkan Shalat

    Dalam menjalankan ibadah sholat, tidak hanya mengetahui rukun dan syarat sholat, tapi seorang muslim juga sebaiknya mengetahui hal-hal apa saja yang dapat membatalkan sholat. Karena mengetahui penyebab batalnya sholat, juga sama pentingnya dengan mengetahui rukun dan syarat sholat.

    Untuk menjaga ibadah tetap khusyu dan sah, berikut ini beberapa penyebab batalnya sholat yang wajib diketahui oleh setiap umat muslim.

1.Makan dan minum dengan sengaja. 

2.Berbicara dengan sengaja, bukan untuk kepentingan pelaksanaan shalat.

“Dari Zaid bin Arqam Radhiallaahu anhu, ia berkata, ’Dahulu kami berbicara di waktu shalat, salah seorang dari kami berbicara kepada temannya yang berada di sampingnya sampai turun ayat: ‘Dan hendaklah kamu berdiri karena Allah (dalam shalatmu) dengan khusyu’([2]), maka kami pun diperintahkan untuk diam dan dilarang berbicara.” (Muttafaq ‘alaih)

3.Meninggalkan salah satu rukun shalat atau syarat shalat yang telah disebutkan di muka, 

4.Banyak melakukan gerakan, karena hal itu bertentangan dengan pelaksanaan ibadah dan membuat hati dan anggota tubuh sibuk dengan urusan selain ibadah.

Adapun gerakan yang sekadarnya saja, seperti memberi isyarat untuk menjawab salam, membetulkan pakaian, menggaruk badan dengan tangan, dan yang semisalnya, maka hal itu tidaklah membatalkan shalat.

5.Tertawa sampai terbahak-bahak.

6.Tidak berurutan dalam pelaksanaan shalat, 

seperti mengerjakan shalat Isya sebelum mengerjakan shalat Maghrib, maka shalat Isya itu batal sehingga dia shalat Maghrib dulu, karena berurutan dalam melaksanakan shalat-shalat itu adalah wajib, dan begitulah perintah pelaksanaan shalat itu.

7.Kelupaan yang fatal, seperti menambah shalat menjadi dua kali lipat, umpamanya shalat Isya’ delapan rakaat, karena perbuatan tersebut merupakan indikasi yang jelas, bahwa ia tidak khusyu’ yang mana hal ini merupakan ruhnya shalat.


MATERI 3

Melakukan Shalat Fardhu Dalam Kehidupan Sehari-hari

    SEBAGAI umat Islam, kita diwajibkan melaksanakan shalat lima waktu dalam sehari semalam, yakni subuh, zuhur, asar, magrib dan isya. Kemudian, salat lima waktu itu hukumnya wajib dan berdosa kalau tidak melaksanaannya. Shalat dalam Islam adalah sebagai tiang agama. Orang yang mendirikan salat berarti yang bersangkuta telah menegakkan agama, sebaliknya, bila orang tersebut tidak melaksanakan salat berarti dia telah meruntuhkan agamanya

Firman Allah SWT. QS. Taha : 14  Artinya : “Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah salat untuk mengingat Aku.” (QS. Taha : 14).


Hikmah Sholat yang Wajib Dipahami Setiap Muslim

Mencegah dari Perbuatan Mungkar

Sholat yang dilakukan dengan khusyuk akan membentuk pribadi yang mencegah seorang Muslim dari perbuatan buruk. Allah berfirman dalam surat Al-Ankabut ayat 45 yang artinya: “Sesungguhnya shalat itu mencegah dari perbuatan keji dan mungkar.”

Mendidik menjadi Pribadi yang Disiplin

Sholat adalah ibadah yang dilakukan pada waktu-waktu tertentu. Bila sudah tiba waktunya harus segera dilaksanakan. Sehingga, secara tidak langsung perintah sholat tepat waktu mengajarkan manusia untuk disiplin dan bertanggung jawab.

Melatih menjadi Pribadi yang Tangguh

Orang yang sering berkeluh kesah biasanya tidak mempunyai sandaran hidup. Ia mudah goyah dan terombang ambing. Sedangkan orang yang khusyuk saat sholat akan merasa memiliki sandaran hidup, yaitu Allah.

Membersihkan Kesalahan dan Dosa

Orang yang sholat dengan khusyuk akan selalu berusaha untuk menjaga lahir dan batinnya selalu bersih. Untuk kebersihan batin mencakup soal kebersihan rumah, badan, hingga pakaian.

Meraih Pertolongan Allah

Ketika sholat, seorang hamba berada pada posisi yang sangat dekat dengan Allah. Kedekatan tersebut sangat baik untuk dimaksimalkan dengan berdoa dan memohon pertolongan-Nya.


MATERI 4

Keutamaan Shalat Fardhu

Sholat berjamaah 27 derajat lebih baik. Dari Abdullah Ibnu Umar, Rasulullah ﷺ bersabda:

"Sholat berjamaah lebih utama dua puluh tujuh derajat daripada sholat sendirian.” (HR Bukhari).

Pergi ke masjid untuk sholat wajib akan mendapatkan pahala yang besar. Pahala akan dihitung berdasarkan jarak yang ditempuh. Demikian mereka yang menunggu sholat lima waktu dari satu ke lainnya dengan ibadah akan diganjar pahala.

Sholat pada awal waktu jadi amalan yang paling dicintai Allah SWT

Dari Abdullah bin Masud RA, dia berkata, “Aku bertanya kepada Nabi SAW, 'Amalan apa yang paling dicintai Allah?' Beliau menjawab, 'Sholat awal waktu.'”

Laki-laki yang terpaut dengan masjid dinaungi Allah SW hari kiamat kelak

Didoakan malaikat

Malaikat akan mendoakan seseorang dari kalian selama berada di tempat sholatnya dan belum berhadas. Malaikat berkata, “Ya Allah ampunilah dia, ya Allah rahmatilah dia.


Ketentuan Waktu Shalat Fardhu

    Sholat fardhu ini harus dilaksanakan setelah dikumandangkan azan hingga sebelum batas akhir waktu sholat berikutnya. Hal ini dapat dipahami, bahwa sholat fardhu tidak boleh dilakukan sebelum memasuki waktu sebab hukumnya menjadi tidak sah. Berikut beberapa ketentuan waktu pelaksanaan sholat fardhu:

Sholat Subuh, Sholat subuh dilaksanakan mulai dari terbitnya fajar sidiq hingga terbitnya matahari.

Sholat Dhuhur, Sholat dhuhur dilaksanakan mulai sejak tergelincirnya matahari dari ufuk barat hingga memasuki waktu azan ashar. 

Sholat Ashar, Sementara itu, azan ashar sebagai tanda dimulainya dholat ashar, yaitu ketika bayangan benda sama panjangnya dengan benda tersebut, hingga batas terbenamnya matahari. 

Sholat Magrib, Selanjutnya, sholat magrib dimuai sejak terbenamnya matahari hingga hilangnya awan berwarna merah dari cakrawala.

Sholat Isya, Terakhir sholat isya dimulai sejak selesai waktu magrib hingga terbitnya waktu fajar sebagai pertanda masuknya ibadah subuh. Dibandingkan beberapa sholat fardhu lain, sholat isya memang mempunyai rentang waktu yang lebih panjang. Namun jika dilaksanakan ketika waktu subuh telah tiba, jelas sholat tersebut menjadi tidak sah.






Sunday, September 27, 2020

RPP Pendidikan Aqidah Akhlak Kelas 7 - SMP/MTs

   

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

(RPP)


Satuan Pendidikan :  SMP Muhammadiyah 1 Moyudan

Mata Pelajaran :  Pendidikan Aqidah Akhlak

Kelas/ Semester :  VII/Satu

Materi Pokok :  Iman Kepada Kitab Allah

Alokasi Waktu :  2 pertemuan (4 JP)


A.Kompetensi Inti

KI 1 : Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya.

KI 2 : Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, percaya diri dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya.

KI 3 : Memahami pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata.

KI 4 : Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori.


B.Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi

No. Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi

1 1.1Beriman kepada Allah 1.1.1Menjelaskan pengertian beriman kepada Allah

1.1.2Menyebutkan dalil naqli tentang iman kepada Allah

2 2.1Dalil naqli beriman kepada Allah 2.1.1Patuh pada tata pada aturan Allah 

2.1.2Mengamalkan ajaran Rasulullah

3 3.1Menyajikan dalil naqli tentang beriman kepada Kitab-kitab Allah Swt 3.1.1Mengumpulkan contoh perilaku yang mencerminkan iman kepada Allah

3.1.2Mendemonstrasikan makna dan contoh perilaku yang mencerminkan iman kepada Allah


C.Tujuan Pembelajaran

Pertemuan 1

 Setelah melalui pembelajaran dengan metode diskusi  dan evertone is a teacherhere siswa dapat menjelaskan pengertian iman kepada Allah swt

1.Setelah melalui pembelajaran dengan metode diskusi  dan evertone is a teacherhere siswa dapat menjelaskan danil naqli iman kepada Allah.

Pertemuan 2

1.Setelah melalui pembelajaran dengan metode diskusi dan evertone is a teacherhere siswa dapat diberikan kesempatan untuk menjelaskan dalil aqli iman kepada Allah.

2.Setelah melalui pembelajaran dengan metode diskusi  dan evertone is a teacherhere siswa dapat menjelaskan contoh perilaku yang mencerminkan iman kepada kitab-kitab Allah.


D.Materi Pembelajaran

1.Pengertian Iman kepada Allah

Iman kepada Allah berarti membenarkan dengan hati, mengikrarkan dengan lisan dan mengamalkan dengan anggota badan. Mengamalkan segala perintah Allah dan menjauhi segala larangannya.

2.Dalil Naqli Tentang Iman Kepada Allah

QS An Nisa : 136


يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ ءَامِنُواْ بِٱللَّهِ وَرَسُولِهِۦ وَٱلۡكِتَٰبِ ٱلَّذِي نَزَّلَ عَلَىٰ رَسُولِهِۦ وَٱلۡكِتَٰبِ ٱلَّذِيٓ أَنزَلَ مِن قَبۡلُۚ وَمَن يَكۡفُرۡ بِٱللَّهِ وَمَلَٰٓئِكَتِهِۦ وَكُتُبِهِۦ وَرُسُلِهِۦ وَٱلۡيَوۡمِ ٱلۡأٓخِرِ فَقَدۡ ضَلَّ ضَلَٰلَۢا بَعِيدًا  

Artinya : Wahai orang-orang yang beriman tetaplah beriman kepada Allah dan Rasul Nya dan kepada kitab yang Allah turunkan kepada RasulNya serta kitab yang Allah turunkan sebelumnya. Barang siapa yang kafir kepada Allah, malaikat-malaikatNya, kitab-kitabNya, Rasul-rasulNya dan hari kemudian, maka sesungguhnya orang itu telah sesat sejauh-jauhnya, ( QS An Nisa : 136)

3.Dalil Aqli Tentang Iman Kepada Allah

Diantar bukti adanya Allah adalah :

-Adanya Al Quran yang telah dijamin kebenarannya

-Terciptanya alam semesta dan isinya

-Semua peristiwa alam yang terjadi. Seperti pergantian siang dan malam, pergantian musim dan sebagainya.


E.Metode Pembelajaran

1.Pembelajaran berkelompok

2.Strategi pembelajaran Everyone is a teacherhere


F.Media Pembelajaran

1.Media

a.Video Pembelajaran tentang kisah Nabi dan Rasul

b.Power Point

2.Alat dan Bahan 

a.Laptop.

b.LCD Projector


G.Sumber Belajar

1.Buku pelajaran Pendidikan Akidah Akhlak SMP Muhammadiyah kelas 7

2.Al Quran dan terjemahan kemenag

3.Himpunan Putusan Tarjih Muhammadiyah


H.Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran

1.Pertemuan 1

a.Pendahuluan  (10 menit)

1)Guru membuka pembelajaran dengan salam dan berdoa bersama dipimpin oleh seorang peserta didik dengan penuh khidmat.

2)Guru memulai pembelajaran dengan pembacaan al-Quran surah ayat pilihan yang dipimpin oleh salah seorang peserta didik.

3)Guru memperhatikan kesiapan diri peserta didik dengan mengisi lembar kehadiran dan memeriksa kehadiran, kerapihan pakaian, posisi, dan tempat duduk peserta didik.

4)Guru memberikan motivasi dan mengajukan pertanyaan secara komunikatif yang berkaitan  dengan  materi pembelajaran.

5)Guru menyampaikan kompetensi inti, kompetensi dasar, dan tujuan yang akan dicapai.

6)Guru mengkondisikan peserta didik untuk duduk secara berkelompok.


b.Kegiatan inti (60 menit)

1)Mengamati:

a)Peserta didik memahami pengertian iman kepada iman kepada Allah

b)Guru memandu siswa dalam pembelajaran.

c)Guru membagikan selembar kertas kosong kepada siswa dan setiap siswa menuliskan pertanyaan yang sesuai dengan materi Iman Kepada Allah dan dalil naqli QS An Nisa ayat 136.

d)Guru mengumpulkan pertanyaan yang telah ditulis siswa lalu bagikan kesemua siswa.

e)Secara acak guru meminta siswa untuk menjawab pertanyaan dan guru memberikan ulasan.

2)Menanya:

a)Setiap siswa mengajukan pertanyaan yang berkaitan dengan bacaan.

b)Siswa saling mengajukan pertanyaan yang berkaitan dengan materi pembelajaran.


3)Mengumpulkan informasi:

a)Guru mengamati semua kegiatan siswa yang sedang berdiskusi.

b)Guru memandu siswa mempresentasikan hasil pertanyaan temannya secara  bergantian.

c)Guru memandu siswa untuk mendengarkan dan menanggapi hasil kerja dari kelompok yang mempresentasikan.


4)Mengasosiasi:

a)Peserta didik menunjukkan kesadaran akan pentingnya iman kepada Allah.

b)Dengan bimbingan guru, peserta didik mengetahui materi iman kepada Allah.


5)Mengomunikasi:

a)Setiap siswa secara bergiliran mempresentasikan hasil jawabannya.

b)Setiap siswaa memberikan tanggapan atas presentasi teman lainnya.


c.Penutup (10 menit)

1)Guru bersama-sama para peserta didik melakukan refleksi terhadap pembelajaran yang telah dilaksanakan.

2)Guru memberikan reward kepada “peserta didik terbaik”.

3)Secara Bersama-sama siswa membaca QS. An Nisa ayat 136.

4)Guru menjelaskan materi yang akan dipelajari pada pertemuan berikutnya dan menyampaikan tugas mandiri terstruktur.

5)Guru bersama-sama peserta didik menutup pelajaran dengan berdoa.


2.Pertemuan 2

a.Pendahuluan (10 menit )

1)Guru membuka pembelajaran dengan salam dan berdoa bersama dipimpin oleh seorang peserta didik dengan penuh khidmat;

2)Guru memulai pembelajaran dengan pembacaan al-Quran surah/ayat pilihan (Sesuai dengan ayat pada bab yang bersangkutan) yang dipimpin oleh salah seorang peserta didik;

3)Guru memperlihatkan kesiapan diri dengan mengisi lembar kehadiran dan memeriksa kerapihan pakaian, posisi, dan tempat duduk disesuaikan dengan kegiatan pembelajaran.

4)Guru memberikan motivasi dan mengajukan pertanyaan secara komunikatif yang berkaitan  dengan  materi pembelajaran.

5)Guru menyampaikan kompetensi inti, kompetensi dasar, dan tujuan yang akan dicapai.

6)Guru meminta peserta didik berkelompok seperti pertemuan sebelumnya.


b.Kegiatan inti (60 menit)

1)Mengamati:

f)Peserta didik memahami materi sebelumnya terkait pengertian iman kepada Allah.

g)Guru memandu siswa dalam pembelajaran.

h)Guru membagikan selembar kertas kosong kepada siswa dan setiap siswa.

i)Setiap siswa menuliskan pertanyaan yang sesuai dengan materi dalil Aqli Iman Kepada Allah dan perilaku yang mencerminkan iman kepada Allah.

j)Guru mengumpulkan pertanyaan yang telah ditulis siswa lalu bagikan kesemua siswa.

k)Secara acak guru meminta siswa untuk menjawab pertanyaan dan guru memberikan ulasan.

7)Menanya:

a)Setiap siswa mengajukan pertanyaan yang berkaitan dengan materi iman kepada Allah.

b)Siswa saling mengajukan pertanyaan yang berkaitan dengan materi pembelajaran iman kepada Allah.


8)Mengumpulkan informasi:

a)Guru mengamati semua kegiatan siswa yang sedang berdiskusi.

b)Guru memandu siswa mempresentasikan hasil pertanyaan temannya secara  bergantian.

c)Guru memandu siswa untuk mendengarkan dan menanggapi hasil kerja dari kelompok yang mempresentasikan.


9)Mengasosiasi:

a)Peserta didik menunjukkan kesadaran akan pentingnya iman kepada Allah.

b)Dengan bimbingan guru, peserta didik mengetahui materi iman kepada Allah. 

c)Dengan bimbingan guru, peserta didik mengetahui materi persamaan dan perbedaan Allah.


10)Mengomunikasi:

a)Setiap siswa secara bergiliran mempresentasikan hasil jawabannya.

b)Setiap siswaa memberikan tanggapan atas presentasi teman lainnya.


c.   Penutup (10 menit)

1)Guru bersama-sama para peserta didik melakukan refleksi terhadap pembelajaran yang telah dilaksanakan.

2)Guru memberikan reward kepada “ peserta didik terbaik dan teraktif”.

3)Guru menjelaskan materi yang akan dipelajari pada pertemuan berikutnya.

4)Guru bersama-sama para peserta didik menutup pelajaran dengan berdoa.


I. Penilaian 

1.Penilaian Sikap Spiritual

No Teknik Bentuk Instrumen Contoh buti intrumen Waktu Pelaksanaan Keterangan

1 Observasi Jurnal Lampiran 1 Saat pembelajaran berlangsung Penilaian untuk dan pencapaian pembelajaran

2 Penilaian antar teman Lembar penilaian antar teman Lampiran 2 Setelah pembelajaran selesai Penilaian sebagai pembelajaran


2.Sikap Sosial

No Teknik Bentuk Instrumen Contoh buti intrumen Waktu Pelaksanaan Keterangan

1 Observasi Jurnal Lampiran 1 Saat pembelajaran berlangsung Penilaian untuk dan pencapaian pembelajaran

2 Penilaian antar teman Lembar penilaian antar teman Lampiran 2 Setelah pembelajaran selesai Penilaian sebagai pembelajaran


3.Penilaian Pengetahuan

No Teknik Bentuk Instrumen Contoh buti intrumen Waktu Pelaksanaan Keterangan

1 Tertulis Soal esay Lampiran 3 Setelah pembelajaran usai Penilaian pencapaian pembelajaran

2 Portofolio Sempel pekerjaan terbaik hasil penugasan atau tes tertulis Saat pembelajaran usai Data untuk penulisan deskripsi pencapaian pengetahuan


4.Peniaian Keterampilan

No Teknik Bentuk Instrumen Contoh buti intrumen Waktu Pelaksanaan Keterangan

1 Produk Soal keterampilan produk Lampiran 4 Saat pembelajaran berlangsung/ setelah usai Penilaian untuk, sebagai, dan/ atau pencapaian pembelajaran

2 Portofolio Sempel pekerjaan terbaik hasil penugasan atau tes tertulis Saat pembelajaran usai Data untuk penulisan deskripsi pencapaian pengetahuan


5.Pembelajaran Remidial

Pembelajaran remidial siswa diminta mencari “Perilaku yang mencerminkan beriman kepada Allah dalam kehidupan siswa di lingkungan sekolah dan masyarakat” baik melalui buku-buku ataupun dari internet yang mencantumkan sumber aslinya.

6.Pembelajaran Pengayaan

Pembelajaran pengayaan, para siswa menghafal terjemahan QS. Al Nisa : 136 dan hadis nabi


     Moyudan, 3 Februari 2020


Kepala Sekolah



Sudarmono S.Ag

NBM. 1148 772

Guru Mata Pelajaran



Nur Hadi, M.Pd.I

NBM. 1201 853



Lampiran 1 : Instrumen Penilaian (Aspek Sikap Spiritual)

Petunjuk:

a.Amati perkembangan sikap siswa menggunakan instrumen jurnal pada setiap pertemuan.

b.Isi jurnal dengan menuliskan sikap atau perilaku siswa yang menonjol, baik yang positif maupun yang negatif. Untuk siswa yang pernah memiliki catatan perilaku kurang baik dalam jurnal, apabila telah menunjukkan perilaku (menuju) yang diharapkan, perilaku tersebut dituliskan dalam jurnal (meskipun belum menonjol).

No Waktu Nama Siswa Catata Perilaku Butir Sikap Tanda Tangan Tindak Lanjut

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

13

14

15


………………., Tanggal : ……..……...

Guru Mata Pelajaran


(………………………………....………….)


Lampiran 2 : Instrumen Penilaian (Aspek Sikap Sosial)

Nama Siswa yang dinilai

Kelas/Semester :

: ..........................................

VII / Gasal

Teknik Penilaian : Penilaian Antar teman .


Petunjuk:

a.Dibuat kelompok peserta didik dengan anggota masing-masing  5 – 10 orang.

b.Tiap-tiap anggota kelompok menilai anggota lain dalam kelompoknya, termasuk menilai dirinya sendiri.

c.Membuat rekap penilaian untuk tiap-tiap peserta didik dalam kelompok secara keseluruhan.


No. Pernyataan Pilihan Jawaban Skor

Selalu Sering Kadang-

kadang Tidak Pernah

1 Bersikap dengan baik saat bertemu dengan teman

2 Berdoa saat akan beraktifitas

3 Membaca Al Quran setelah sholat

4 Selalu menjaga ucapan dan perilaku sesua Al Quran

Jumlah Skor

Keterangan Nilai Nilai Akhir

Pilihan

Selalu

Sering

Kadang-kadang

Tidak pernah Positif

= Skor 4

= Skor 3

= Skor 2

= Skor 1 Negatif

= Skor 1

= Skor 2

= Skor 3

= Skor 4 Skor yang 

diperoleh

-------------------- X  100  =  -----

Skormaksimal

Catatan:  

………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………



……………………., Tanggal : ……..……...

Siswa Penilai,



(………………………………..…………….)


Lampiran 3 : Instrumen Penilaian (Aspek Pengetahuan)

Kelas / Semester : VII / Gasal

Kompetensi Dasar

Indikator : Siswa mampu membaca Al Quran setiap hari

Siswa mampu menjelaskan perngertian beriman kepada Allah.

Siswa mampu menunjukan dalil Naqli tentang beriman kepada Allah. 

Siswa mampu menunjukan dalil Aqli tentang beriman kepada Allah.

Penilai : Guru


No. Indikator Instrumen

1. menjelaskan perngertian beriman Allah. Jelaskan pengertian beriman kepada Allah!

2. Siswa mampu menunjukan dalil Naqli tentang beriman kepada Allah. Jelaskan dalil Naqli tentang beriman kepada Allah!

3. Siswa mampu menunjukan dalil Aqli tentang beriman kepada Allah. Jelaskan dalil Aqli tentang beriman kepada Allah.

No Jawaban

1. Iman kepada Allah adalah yakin dan membenarkan dengan sepenuh hati bahwa Allah itu benar Tuhan kita dan mengamalkan perintah Allah serta menjauhi laranganNya.

2. QS. An Nisa ayat 136

3. Bukti adanya Allah

1.Adanya Al Quran

2.Terciptanya alam semesta

3.Semua peristiwa alam yang terjadi



……………………., Tanggal : ……..……...

Guru Mata Pelajaran,


(…………………………………………….)



Lampiran 4 : Instrumen Penilaian (Aspek Ketrampilan)

NamaPesertadidik : …………………………………………………

Kelas / Semester : VII / Gasal

Kompetensi Dasar : Beriman kepada Allah

Teknik Penilaian : Tes Praktek

Penilai : Guru

No. Indikator Instrumen

1. Menghafal QS An Nisa :136 dan artinya

Praktekkan  Menghafal QS An Nisa :136 dan artinya  dengan baik dan benar

RUBRIK PENILAIAN

No. Nama Siswa Kriteria Skor

Hafalan ayat Hafalan arti

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

Skor Tertinggi

Keterangan Nilai Nilai Akhir

Fashih

Tartil

Kurang Tartil

Tidak Tartil = Skor 4

= Skor 3

= Skor 2

= Skor 1 Skor yang 

diperoleh

-------------------- X  100  = ----

Skormaksimal

Catatan Guru

………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………

……………………., Tanggal : ……..……...

Guru Mata Pelajaran,


(………………………………………….)








Organisasi Otonom Muhammadiyah

  MATERI 1  Organisasi Otonom Muhammadiyah Organisasi otonom Muhammadiyah terdiri dari 7 bagian, yakni Aisyiyah, Pemuda Muhammadiyah, Nasyia...