Sunday, November 15, 2020

Jual Beli dan Qiradl

 Jual Beli dan Qiradl



Pengertian Jual Beli (Bai’)

    Arti jual beli secara bahasa adalah menukar sesuatau dengan sesuatu. Jual beli menurut syara’ adalah akad tukar menukar harta dengan harta yang lain melalui tata cara yang telah ditentukan oleh hukum Islam. Yang dimaksud kata “harta” adalah terdiri dari dua macam, Pertama; harta yang berupa barang, misalnya buku, rumah, mobil, dll. Kedua harta yang berupa manfaat (jasa), misalnya pulsa telephone, pulsa listrik dll.


Syarat Penjual dan Pembeli atau pihak yang bertransaksi (akid) adalah

a) Baligh

b) Berakal

c) Ruṣdu (memiliki kemampuan untuk bisa melaksanakan urusan agama dan mengelola keuangan dengan baik)

d) Suka sama suka, yakni atas kehendak sendiri, tanpa ada paksaan dari orang lain :

Rasulullah Saw. bersabda:

Nabi Muhammad Saw.  bersabda  sesungguhnya jual beli itu sah, apabila dilakukan

atas dasar suka sama suka” (HR. Ibnu Hibban dan Ibnu Majjah)


Syarat Barang yang diperjualbelikan atau Objek jual beli (Ma’qud alaih)

a) Suci

b) Bermanfaat

c) Dalam kekuasaaan penjual dan pembeli

d) Dapat diserah terimakan

e) Barangnya, kadar dan sifat harus diketahui oleh penjual dan pembeli


Pengertian Qiraḍ

    Qiraḍ adalah penyerahan harta dari Shahib al mal (pemilik dana) kepada pengelola dana, sebagai modal usaha. Keuntungan nya di bagi sesuai dengan nisbah (perbandingan laba rugi) yang disepakati.

    Qiraḍ dalam perbankan Syari’ah sering disebut dengan istilah muḍarabah, yakni bentuk pinjaman modal tanpa bunga dengan perjanjian bagi hasil. Modal 100% dari pemilik dana/ Lembaga Keuangan Syari’ah (LKS) dan pengelola usahanya adalah nasabah (Peminjam).

    Dari penjelasan di atas dapat di ambil kesimpulan, bahwa Qiraḍ/ Muḍarabah adalah : Usaha Bersama antara pemilik modal (Perseorangan atau LKS : BMT, BPR Syari’ah, dll) dengan orang yang menjalankan usaha dengan system bagi hasil, dengan syarat-syarat tertentu.

Hukum Qiraḍ

Hukum Qiraḍ /Muḍarabah adalah boleh atau dibolehkan. Qiraḍ mengandung unsur saling tolong menolong, antara pemilik modal (Perseorangan / LKS ) dengan pelaku usaha yang membutuhkan dana atau modal.

Dalam Hadis Nabi riwayat Imam Ṭabrani :

Abbas bin Abdul Muthalib jika menyerahkan harta sebagai Muḍarabah, ia mensyaratkan kepada mudharibnya agar tidak melewati lautan dan menuruni lembah, dan tidak membeli hewan ternak, Jika persyaratan itu di langgar, Ia (mudharib) harus menaggung resikonya. Ketika persyaratan yang ditetapkan Abbas itu di dengar Rasulullah Saw., beliau membolehkannya” (HR. Ṭabrani)


Rukun dan Syarat Qiraḍ

a. Rukun Qiraḍ ada enam, seperti yang di sebutkan dalam kitab Hasyiyah al-Baijuri, juz 2, hlm. 22

Rukun Qiraḍ ada 6 :

1). Malik / Pemilik modal 2). Amil / Pengelola

3). Mal / Modal / dana 4). ‘Amal / usaha

5). Ribh / Laba / Keuntungan

6). Ṣigat ijab kabul / ucapan serah terima (akad)


Syarat Qiraḍ

1). Pemilik dan pengelola modal sudah dewasa dan sehat akal dan ada kerelaan (tidak boleh ada paksaan ). Pengelola modal tidak boleh menyalahi hukum

2). Modal harus di ketahui jumlah dan jenisnya.

3). Kegiatan usaha pengelola dana (nasabah) tidak ada campur tangan pemilik dana tapi berhak melakukan pengawasan.

4). Pembagian keuntungan harus dinyatakan di awal dan di catat dalam perjanjian (akad)

5). Akad Ijab kabul harus dinyatakan oleh kedua pihak untuk menunjukan tujuan kerjasama, dan sebaiknya tertulis




Friday, November 6, 2020

Hizbul Wathan

MENGENAL LEBIH DALAM TENTANG HIZBUL WATHAN


Logo Kepanduan Hizbul Wathan


MATERI 1

Apa Itu Hizbul Wathan?

    Bermula dari perjalanan dakwah yangdilakukan Kiai Ahmad Dahlan ke Surakarta pada tahun 1920, berdirinya Hizbut Wathan merupakan inovasi terbuka dan kreatif untuk membina anak- anak muda dalam keagamaan dan pendidikan mereka. Ketika melewati alun-alun Mangkunegaran, Kiai Dahlan melihat anak-anak muda berseragam ( para anggota Javaannsche Padvinder Organisatie ), berbaris rapi, dan metakukan berbagai kegiatan yang menarik. Mereka kelihatan tegap dan disiplin. Sekembalinya di Yogyakarta, Kiai Dahlan memangit beberapa guru Muhammadiyah untuk membahas metodologi baru dalam pembinaan anak-anak muda Muhammadiyah, baik di sekolah-sekolahmaupun di masyarakat umum. Kiai Dahlan mengungkapkan bahwa alangkah baiknya kalau Muhammadiyah mendirikan padvinder untuk mendidik anak-anak mudanya agar memiliki badan yang sehat serta jiwa yang luhur untuk mengabdi kepada Allah.

    Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan (disingkat HW) adalah salah satu organisasi otonom (ortom) di lingkungan Persyarikatan Muhammadiyah. HW didirikan pertama kali di Yogyakarta pada 1336 H (1918 M) atas prakarsa KH Ahmad Dahlan, yang merupakan pendiri Muhammadiyah. Prakarsa itu timbul saat dia selesai memberi pengajian di Solo, dan melihat latihan Pandu di alun-alun Mangkunegaran. Gerakan ini kemudian meleburkan diri ke dalam Gerakan Pramuka pada 1961, dan dibangkitkan kembali oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah. 

Asas dan Tujuan HW

HW berasaskan Islam. HW didirikan untuk menyiapkan dan membina anak, remaja, dan pemuda yang memiliki aqidah, mental dan fisik, berilmu dan berteknologi serta berakhlak karimah dengan tujuan terwujudnya pribadi muslim yang sebenar-benarnya dan siap menjadi kader persyarikatan, umat, dan bangsa. 

Tujuan HW:

  1. Menjadikan manusia yang berarti, bertaqwa kepada Allah, berbudi luhur, kuat mental dan bermoral tinggi.
  2. Memiliki kecerdasan yang tinggi dan mempunyai ketrampilan yang handal.
  3. Berbadan sehat, kuat, tangkas jasmaninya.
  4. Menjadi warga Negara RI yang setia, patuh serta menjadi anggota masyarakat yang berguna bagi diri sendiri, masyarakat, bangsa dan Negara.
  5. Menegakkan  dan  menjunjung  tinggi  Agama  Islam,  sehingga  terwujud  masyarakat  Kepanduan yang Islami.


MATERI 2

Sifat HW

HW adalah sistem pendidikan untuk anak, remaja, dan pemuda di luar lingkungan keluarga dan sekolah

  • bersifat nasional, artinya ruang lingkup usaha HW meliputi seluruh wilayah Negara Kesatuan Repulik Indonesia.
  • bersifat terbuka, artinya keanggotaan HW terbuka untuk seluruh lapisan masyarakat, tanpa membedakan gender, usia, profesi, atau latar belakang pendidikan. Penggolongan keanggotaan HW menurut usia hanyalah untuk membedakan status sebagai peserta didik atau anggota dewasa (pembina)
  • bersifat sukarela, artinya dasar seseorang menjadi anggota HW adalah suka dan rela, tanpa paksaan atau tekanan orang lain.
  • tidak berorientasi pada partai politik, artinya secara organisatoris HW tidak berafiliasi kepada salah satu partai politik dan HW tidak melakukan aktivitas politik praktis. Induk organisasi HW adalah Persyarikatan Muhammadiyah.

Identitas HW

  1. HW adalah kepanduan islami, artinya pendidikan kepanduan yang dilakukan oleh HW adalah untuk menanamkan aqidah Islam dan membentuk peserta didik berakhlak mulia.
  2. HW adalah organisasi otonom Muhammadiyah yang tugas utamanya mendidik anak, remaja, dan pemuda dengan sistem kepanduan

UNDANG-UNDANG PANDU HW :
1. Pandu Hizbul Wathan itu dapat dipercaya
2. Pandu Hizbul Wathan itu setia dan teguh hati
3. Pandu Hizbul Wathan itu siap menolong dan wajib berjasa
4. Pandu Hizbul Wathan itu cinta perdamaian dan persaudaraan
5. Pandu Hizbul Wathan itu sopan santun dan perwira
6. Pandu Hizbul Wathan itu menyayangi semua makhluk
7. Pandu Hizbul Wathan itu siap melaksanakan perintah tanpa membantah
8. Pandu Hizbul Wathan itu sabar dan pemaaf
9. Pandu Hizbul Wathan itu teliti dan hemat
10. Pandu Hizbul Wathan itu suci dalam hati, pikiran, perkataan dan perbuatan.


JANJI PANDU HIZBUL WATHAN :
Mengingat harga perkataan saya, maka saya berjanji dengan sungguh-sungguh :
1. Setia mengerjakan kewajiban saya terhadap Allah, Undang-Undang, dan Tanah Air.
2. Menolong siapa saja semampu saya.
3. Setia menepati Undang-Undang Pandu Hizbul Wathan

MATERI 3

Tanda Pengenal dan Atribut HW

    Seragam dalam pengertiannya adalah satu ragam atau satu kesamaan jadi pakaian bisa dikatakan sebagai seragam bila dipakai lebih dari 2 orang dan memiliki warna, bentuk, cara pemakaian, waktu penggunaan yang sama. Untuk ketentuan seragam Pandu Pengenal yang digunakan sudah ditentukan oleh Kwartir Pusat Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan. berikut ulasanya.

    Fungsi dari pakaian pandu HW adalah untuk menyatakan jati diri, mempekuat jiwa karsa, menambah daya tarik, mengendalikan disiplin, menjalin kebersamaan dan mencerminkan kerapian.

    Atribut merupakan kelengkapan/tanda-tanda yang dikenakan seorang pandu untuk menunjukkan lokasi, jabatan, kecakapan yang telah ditempuh dan lain sebagainya.

1.Topi untuk Pandu Pengenal Putra dan Putri

  • Topi Pandu Pengenal putra adalah baret berwarna dasar hijau dengan tanda baret berwarna merah.
  • Topi pandu pengenal putri adalah topi dengan pet lebar, berwarna dasar hijau dan bergaris merah dengan tanda topi berwarna merah,


2.Tanda Topi dan Baret untuk Putra dan Putri

  • Tanda topi dan baret Pandu pengenal persegi panjang dengan sudut tumpul dan ditengahnya terdapat gambar matahari bersinar 12 ditengahnya terdapat gambar melati dan di kanan kiri terdapat sayap.
  • Tanda topi berwarna merah



3.Jilbab Putri

  • Jilbab Pandu Pengenal berwarna kheky atau berwarna sama dengan atasan kemeja Hizbul Wathan.
  • Penggunaan jilbab pandu pengenal dimasukkan ke dalam kemeja.
4.Hasduk untuk Putra dan Putri
  • Hasduk/Kacu pandu pengenal berbentuk segitiga dengan warna dasar hijau dengan garis berwarna merah putih
  • Lambang Hizbul Wathan dengan diameter 8 cm pada bagian runcing garis.



5.Ring Hasduk Putra dan Putri

  • Ring pengikat Hasduk pandu Pengenal terbuat dari Rotan

6.Ikat Pinggang Pandu Pengenal

  • Ikat pinggang berwarna Hitam

7.Kemeja Pandu Pengenal Putri

  • kemeja pandu pengenal berwarna keky.
  • menggunakan lidah pundak berkancing.
  • menggunakan 4 buah saku 2 diatas ikat pinggang, 2 dibawah ikat pinggang.
  • Lengan menggunakan manset berkancing.
  • saat digunakan kemeja tidak dimasukkan ke celana.

8.Kemeja Pandu Pengenal Putra

  • kemeja pandu pengenal berwarna keky.
  • menggunakan lidah pundak berkancing.
  • menggunakan 2 buah saku diatas.
  • Lengan menggunakan manset berkancing.
  • saat digunakan kemeja dimasukkan ke celana

9.Celana Pandu Pengenal Putra dan putri

  • Celana Pandu Pengenal berwarna biru dongker.dengan 2 buah saku disamping kanan dan  kiri (mambo).

10.Badge Lokasi Kwartir Wilayah/ Propinsi

  • untuk gambar bagian bawah disesuaikan dengan daerah masing-masing dipasang di lengan kanan kemeja.


11.Badge Lokasi Kwartir Daerah/Kota/Kabupaten

  • untuk nama Kwartir/Qobilah juga disesuaikan dengan daerah masing-masing.
  • dipasang di lengan kanan kemeja di atas badge lokasi Kwartir Wilayah.


12.Tanda Pelantikan Umum Pandu Pengenal

  • warna dasar merah dengan gambar kuning/ emas.
  • dipasang ditengah saku kiri.




Wednesday, November 4, 2020

 PERILAKU JUJUR DAN MENEPATI JANJI


MATERI 1

Pengertian Jujur

    Jujur berasal dari Bahasa Arab yaitu ash shidiqu yang berarti memiliki arti nyata atau berkata benar. Artinya kejujuran merupakan bentuk kesesuaian antara ucapan dan perbuatan atau antara informasi dan kenyataan. Istilah ini juga dijadikan julukan untuk Nabi Muhammad Saw. yaitu siqiq Yang memiliki arti atau sifat jujur. Ada sebuah hadist mengatakan bahwa orang munafik adalah orang yang berkata dusta. 

    Jujur merupakan salah satu sifat mulia dari empat sifat wajib Nabi Muhammad SAW yang merupakan sosok mulia dan teladan sempurna bagi seluruh umat manusia. Nabi Muhammad SAW sudah dikenal sebagai pribadi yang jujur dan amanah bahkan sejak beliau belum diangkat menjadi seorang Nabi/Rasul. Orang yang jujur akan dicintai oleh Allah SWT. Jujur membutuhkan keteguhan hati, terkadang terasa berat, pahit, dan mengundang resiko. Tetapi segala sesuatu yang diniatkan karena Allah tentu akan mendapatkan jaminan balasan yang terindah dari Allah pula yaitu berupa surga yang penuh dengan kenikmatan dan keabadian.


Dalil naqli

(QS. Al ahzab 70-71)

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ وَقُولُوا۟ قَوْلًا سَدِيدًا

يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَٰلَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ ۗ وَمَن يُطِعِ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا

Artinya :

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar,

Niscaya Allah memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan mengampuni bagimu dosa-dosamu. Dan barangsiapa mentaati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar.” (QS. Al ahzab 70-71)


Manfaat Perilaku Jujur

  • Hidup menjadi lebih mudah.
  • Dipercaya banyak orang.
  • Membimbing kita kepada kebaikan dan surga.
  • Memberi pahala.
  • Membebaskan kita dari golongan orang-orang munafik

Contoh penerapan sikap jujur dikehidupan sehari hari antara lain:

  • Tidak menyontek ketika ujian.
  • Tidak melakukan titip absen kepada temannya demi bisa membolos.
  • Tidak malu bertanya kepada guru apabila belum memahami materi pembelajaran yang disampaikan.
  • Membayar harga barang yang dibeli sesuai ketentuan kantin sekolah.
  • Mengembalikan buku yang dipinjam dari perpustakan sesuai tenggang waktu yang ditentukan.

Hikmah Berperilaku Jujur

  • Perasaan enak dan hati tenang.
  • Mendapat kemudahan dalam hidupnya.
  • Selamat dari azab dan bahaya.
  • Dijamin masuk surga.
  • Dicintai Allah SWT dan Rasul-Nya.   
Berbagai akibat atau dampak negatif dari perbuatan tidak jujur!

Berbagai akibat negatif dari perbuatan tidak jujur yang dapat kita dan orang lain rasakan, antara lain :
  • Menjadikan diri tidak tenang dan senantiasa was-was karena takut kebohongannya terbongkar.
  • Dijauhi orang-orang disekitar kita karena hilangnya rasa kepercayaan mereka terhadap kita.
  • Mendatangkan keburukan-keburukan yang banyak baik bagi diri sendiri dan orang lain.
  • Menjadi pribadi yang suka berkhianat dan berbohong.
  • Menjadi manusia yang senantiasa terkena dosa-dosa.

MATERI 2

PENGERTIAN MENEPATI JANJI
    Janji menurut Kamus Bahasa Indonesia adalah perkataan yang menyatakan kesediaan dan kesanggupan untuk berbuat. Pengertian lain menyebutkan, bahwa yang disebut dengan janji adalah pengakuan yang mengikat diri sendiri terhadap suatu ketentuan yang harus ditepati atau dipenuhi. Menepati janji berarti berusaha untuk memenuhi semua yang telah dijanjikan kepada orang lain di masa yang akan datang. Orang yang menepati janji orang yang dapat memenuhi semua yang dijanjikannya. Lawan dari menepati janji adalah ingkar janji.

Dalil naqli
Surat Al-Ma’idah Ayat 1

 يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ أَوْفُوا۟ بِٱلْعُقُودِ ۚ أُحِلَّتْ لَكُم بَهِيمَةُ ٱلْأَنْعَٰمِ إِلَّا مَا يُتْلَىٰ عَلَيْكُمْ غَيْرَ مُحِلِّى ٱلصَّيْدِ وَأَنتُمْ حُرُمٌ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ يَحْكُمُ مَا يُرِيدُ 

Terjemah Arti: 
Hai orang-orang yang beriman, penuhilah aqad-aqad itu. Dihalalkan bagimu binatang ternak, kecuali yang akan dibacakan kepadamu. (Yang demikian itu) dengan tidak menghalalkan berburu ketika kamu sedang mengerjakan haji. Sesungguhnya Allah menetapkan hukum-hukum menurut yang dikehendaki-Nya.” (surat al-maidah-1)

MACAM-MACAM JANJI
Sayyid Ridha dalam tafsir Al Manar, membagi janji itu ke dalam tiga bagian, yaitu : janji kepada Allah janji kepada diri sendiri janji kepada sesama manusia. Bagi kita insan beriman, ketiga-tiganya biasa kita lakukan :
  1. Janji kita kepada AllahSWT
  2. Ketika kita menjalankan shalat, pada doa iftitah
  3. JanjiTerhadapDiriSendiri
  4. Misalnya seorang mahasiswa mengatakan, “Jika saya lulus ujianku, aku akan menyembelih kambing untuk dibagikan kepada orang lain”.
  5. JanjiTerhadapSesamaManusia
  6. Ini banyak ragamnya. Ada yang beijanji dengan seseorang untuk hidup semati, ada yang janji mau membayar hutang setelah rumahnya laku terjual, ada yang janji memberangkatkan haji kepada orang tuanya nanti setelah proyeknya seselai.dll seperti yang sudah kami sebut.



DAMPAK MINUMAN KERAS, PERJUDIAN DAN PERTENGKARAN

 DAMPAK MINUMAN KERAS, PERJUDIAN DAN PERTENGKARAN


MATERI 1

Pengertian Minuman Keras

    Khamar adalah minuman yang memabukan atau minuman keras (miras). Orang yang mengkonsumsi khamar dapat menyebabkan akalnya tertutup sehingga tidak dapat mengingat siapa dirinya sendiri (mabuk). Minuman keras dalam hukum Islam disebut khamr serta disebut dan identik dengan minuman beralkohol. Alkohol merupakan zat berbahaya dalam tubuh bila dikonsumsi.

    Rasulullah saw. menetapkan khamar(miras) tidak semata dari bahan untuk membuat khamar (miras), tetapi lebih dari pengaruh yang ditimbulkan, yaitu memabukkan.  Khamar yang dapat membuat seseorang menjadi mabuk dan dapat mengakibatkan hilangnya akal pikiran, seperti ganja, arak, Tuak, dan sejenisnya, hukumnya adalah haram.


Dalil Naqli Tentang Minuman Keras

يَسْـَٔلُونَكَ عَنِ ٱلْخَمْرِ وَٱلْمَيْسِرِ ۖ قُلْ فِيهِمَآ إِثْمٌ كَبِيرٌ وَمَنَٰفِعُ لِلنَّاسِ وَإِثْمُهُمَآ أَكْبَرُ مِن نَّفْعِهِمَا ۗ وَيَسْـَٔلُونَكَ مَاذَا يُنفِقُونَ قُلِ ٱلْعَفْوَ ۗ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ ٱللَّهُ لَكُمُ ٱلْءَايَٰتِ لَعَلَّكُمْ تَتَفَكَّرُونَ

Terjemah Arti:

 "Mereka bertanya kepadamu tentang khamar dan judi. Katakanlah: "Pada keduanya terdapat dosa yang besar dan beberapa manfaat bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfaatnya". Dan mereka bertanya kepadamu apa yang mereka nafkahkan. Katakanlah: "Yang lebih dari keperluan". Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu supaya kamu berfikir," (Al-Baqarah Ayat 219)


Dampak Fisik (Kesehatan Fisik/Fisiologis) 

  • Mengkonsumsi minuman beralkohol dapat membuat seseorang menjadi mabuk dan menyebabkan seseorang mengalami sakit kepala, mual, muntah serta nyeri pada bagian tubuh tertentu. 
  • Berat badan menjadi naik karena minuman beralkohol memiliki kadar kalori dan gula yang tinggi. Tekanan darah tinggi karena minuman beralkohol dapat pemicu tekanan darah. 
  • Menurunnya kekebalan tubuh dan tubuh dapat dengan mudah terserang infeksi. 
  • Semakin sering dan semakin banyak jumlah alkohol yang anda konsumsi, semakin besar resiko terjangkit penyakit kanker, penyakit jantung, gangguan pernafasan dan gangguan pada organ hati. 

Cara Menghindari 

  • Mendekatkan diri kepada Allah Swt. dan selalu ingat terhadap tujuan hidup kita. 
  • Menjaga diri kita dari hal-hal yang sekiranya merusak dan tidak berguna bagi diri sendiri atau orang banyak. 
  • Dapat membedakan mana yang boleh dilakukan dan mana yang tidak boleh dilakukan. 
  • Menanamkan sifat yang baik dan memberi contoh yang baik pada kepada anggota keluarga agar tidak terjerumus pada minuman keras dan pergaulan yang tidak wajar.


MATERI 2

Perjudian
        Al-maisir artinya mudah, yakni mengambil harta orang lain dengan mudah tanpa susah payah atau yang sering disebut dengan berjudi. 
Sedangkan menurut Imam Syaukani: setiap permainan yang tidak lepas dari merampas harta orang lain atau merugikan orang lain dinamakan berjudi. 
    Sehingga dari keterangan diatasdapat disimpulkan bahwa berjudi adalah suatu aktivitas yang direncanakan ataupun tidak dengan melakukan spekulasi ataupun rekayasa untuk mendapatkan kesenangan dengan menggunakan jaminan atau taruhan, sehingga yang menang akan diuntungkan dan yang kalah akan merasa dirugikan


Dalil naqli

Quran Surat Al-Baqarah Ayat 219 

۞ يَسْـَٔلُونَكَ عَنِ ٱلْخَمْرِ وَٱلْمَيْسِرِ ۖ قُلْ فِيهِمَآ إِثْمٌ كَبِيرٌ وَمَنَٰفِعُ لِلنَّاسِ وَإِثْمُهُمَآ أَكْبَرُ مِن نَّفْعِهِمَا ۗ وَيَسْـَٔلُونَكَ مَاذَا يُنفِقُونَ قُلِ ٱلْعَفْوَ ۗ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ ٱللَّهُ لَكُمُ ٱلْءَايَٰتِ لَعَلَّكُمْ تَتَفَكَّرُونَ 

Terjemah Arti: Mereka bertanya kepadamu tentang khamar dan judi. Katakanlah: "Pada keduanya terdapat dosa yang besar dan beberapa manfaat bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfaatnya". Dan mereka bertanya kepadamu apa yang mereka nafkahkan. Katakanlah: "Yang lebih dari keperluan". Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu supaya kamu berfikir,


Dampak Perjudian
  • Berjudi termasuk perbuatan setan yang dapat merugikan pribadi dan orang lain. 
  • Dapat merugikan ekonomi karena ketidakpastian usaha yang mereka lakukan dan dapat menimbulkan permusuhan dan kedengkian. 
  • Dapat menyebabkan kelalaian dalam melaksanakan kewajiban. 
  • Tertutupnya kepekaan rasa manusiawi dan hilangnya rasa malu dan kasih sayang sesama manusia. 
  • Seseorang menjadi malas bekerja sehingga dapat melakukan perbuatan yang dilarang agama. 
  • Dapat menghancurkan kestabilan, kerukunan, dan keharmonisan keluarga. 
  • Dapat menimbulkan kesedihan dan penyesalan dikemudian hari. 

Cara Menghindari Judi
  • Senantiasa beramar ma’ruf nahi mungkar di setiap kesempatan. 
  • Menyosialisasikan dengan jelas tentang bahaya judi. 
  • Menindak secara tegas para pelaku perjudian oleh aparat yang berwenang. 
  • Berusaha menghindari pergaulan dengan penjudi dan lebih banyak bergaul dengan orang yangjeias-jelas baik. 
  • Senantiasa berusaha mencari rizki yang halal dan qona’ah akan pemberian Allah Swt. 
  • Senantiasa beristighfar dan selalu memohon ampunan serta perlindungan dari Allah agar tidak terjerumus perjudian.


Kerja Keras dan Mandiri

Kerja Keras dan Mandiri 


MATERI 1 

Pengertian Kerja Keras

    Kerja keras adalah kegiatan yang dikerjakan secara sungguh-sungguh tanpa mengenal lelah atau berhenti sebelum target kerja tercapai dan selalu mengutamakan atau memperhatikan kepuasan hasil pada setiap kegiatan yang dilakukan. Kerja keras dapat diartikan bekerja mempunyai sifat yang bersungguh-sungguh untuk mencapai sasaran yang ingin dicapai. Mereka dapat memanfaatkan waktu optimal sehingga kadang-kadang tidak mengenal waktu, jarak, dan kesulitan yang dihadapainya. Mereka sangat bersemangat dan berusaha keras untuk meraih hasil yang baik dan maksimal. 

    Secara istilah, kerja keras memiliki makna semangat yang berkobar, memiliki kemampuan dan kemauan besar. Semua akan dilakukan secara sungguh-sungguh untuk mencapai hasil maksimal. Bekerja adalah suatu aktivitas agar manusia bisa memenuhi kebutuhan hidupnya. Setiap individu dapat meraih prestasi kerja, jika pekerjaannya ia lakukan secara sungguh-sungguh dan pantang menyerah. Pekerjaan pun senantiasa harus dilakukan dengan penuh semangat agar mencapai hasil terbaik.


Cara Membiasakan Perilaku Kerja Keras

Agar terbiasa bekerja keras dalam mengerjakan sesuatu, lakukanlah beberapa hal berikut ini.

  1. Bekerja harus dilandasi niat yang baik. Niatkan untuk beribadah kepada Allah swt.
  2. Awali suatu pekerjaan dengan menyebut nama Allah.
  3. Kerjakan dengan sepenuh hati dan sungguh-sungguh.
  4. Akhiri dengan menyebut nama Allah.Serahkan segalanya kepada Allah swt ( Tawakal ) .


Dalil Naqli

Dalam Al Quran banyak sekali kata yang memilikiarti bekerja. Perintah untuk bekerja terdapat dalam Al Quran surat Al Qashah ayat 77


وَٱبْتَغِ فِيمَآ ءَاتَىٰكَ ٱللَّهُ ٱلدَّارَ ٱلْءَاخِرَةَ ۖ وَلَا تَنسَ نَصِيبَكَ مِنَ ٱلدُّنْيَا ۖ وَأَحْسِن كَمَآ أَحْسَنَ ٱللَّهُ إِلَيْكَ ۖ وَلَا تَبْغِ ٱلْفَسَادَ فِى ٱلْأَرْضِ ۖ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُحِبُّ ٱلْمُفْسِدِينَ

Artinya : “Dan carilah (pahala) negeri akhirat dengan apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu, tetapi janganlah kamu lupakan bagianmu di dunia dan berbuatbaiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang berbuat kerusakan.” (Al-Qashash Ayat 77)


Terdapat nasihat yang sangat berguna dari ayat diatas, yaitu agar hidup secara seimbang dengan mengutamakan kebahagiaan akhirat dan juga merengkuh kehidupan dunia yang sesuai dengan ridha Allah. Jnagan hidup seperti qarun, tokoh serakah dan pengejar harta yang diceritakan dalam Al Quran. 



MATERI 2

Kerja keras adalah berusaha atau berjuang dengan keras atau bersungguh - sungguh dalam mengerjakan sesuatu untuk mencapai suatu tujuan, sedangkan menurut Islam kerja keras adalah bekerja atau bersungguh - sungguh untuk mencapai tujuan atau prestasi kemudian disertai dengan doa dan berserah diri kepada Allah SWT.

Adapun manfaat dari bekerja keras adalah sebagai berikut:

Kita bisa membantu mengembangkan potensi diri
Membentuk pribadi yang senantiasa selalu bertanggung jawab
Dapat meningkatkan taraf hidup dan juga kesejahteraan
Mampu mencukupi kebutuhan hidup
Mampu mengangkat harga dan martabat hidup

Perilaku yang mencerminkan bekerja keras :
Bersungguh-sungguh dalam mengerjakan sesuatu agar meraih hasil yang maksimal.
Menjalankan sebaik-baiknya tugas yang menjadi tanggung jawabnya.
Mengerjakan suatu tugas selalu tepat waktu.

Hikmah Bekerja Keras :
Mengembangkan kemampuan diri, baik bakat, minat ataupun hal lain.
Membentuk diri yang bertanggung jawab dan disiplin.
Mengangkat derajat dan martabat.
Meningkatkan taraf hidup.
Mendapat pahala dari Allah SW


Saturday, October 31, 2020

Ibadah Umrah

 Pengertian Ibadah Umrah


MATERI 1

Pengertian Umrah

    Umrah (bahasa Arab: عمرة‎) adalah salah satu kegiatan ibadah dalam agama Islam. Hampir mirip dengan ibadah haji, ibadah ini dilaksanakan dengan cara melakukan beberapa ritual ibadah di kota suci Mekkah, khususnya di Masjidil Haram.

    Pada istilah teknis syari'ah, Umrah berarti melaksanakan tawaf di Ka'bah dan sa'i antara Shofa dan Marwah, setelah memakai ihram yang diambil dari miqat. Sering disebut pula dengan haji kecil.Sebelum melaksanakan umroh, ada beberapa hal yang perlu diketahui oleh jamaah yang akan berangkat.


Dasar Hukum Umrah

Ulama berbeda pendapat tentang hukum umroh, yaitu:

1. Sunnah

Hukum Umroh adalah sunnah. Ulama yang berpendapat sunnah seperti Imam abu Hanifah, Imam Malik, riwayat dari Ibnu Mas’ud, dan pendapat yang dipilih Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah.

Umrah sunah setelah melakukan umrah wajib tidak ada ketentuan berapa kali. Namun menurut hadits Ibnu Abbas ra., umrah sunah yang lebih utama dilaksanakan pada bulan ramadhan.

2. Wajib

Hukum umroh adalah wajib. Pendapat kedua dan dianggap paling kuat hukum ibadahnya ialah wajib, karena berdasarkan dalil-dalil dalam Al-Quran dan hadist.

Salah satu ayat yang menguatkan hukum umroh yang wajib ialah, pada surah Al-Baqoroh ayat 196

Dan sempurnakanlah ibadah haji dan ‘umroh karena Allah” (Q.S. Al-Baqarah: 196).


Ketentuan Umrah

Syarat umrah adalah

  1. Beragama Islam atau merupakan orang muslim.
  2. Baligh dan berakal.
  3. Merdeka dari perbudakan, atau bukan hamba sahaya.
  4. Memiliki kemampuan
  5. Adanya mahrom bagi perempuan.

Rukun Umroh

  1. Berihram atau berniat untuk memulai umroh.
  2. Thawaf yaitu mengelilingi Kabah sebanyak 7 putaran.
  3. Melakukan sa’i yang dimulai dari Bukit Shafa ke Bukit Marwa.
  4. Tahalul
  5. Tertib


MATERI 2

Tata Cara Ibadah Umroh Lengkap Sesuai Sunnah

1. Dari bandara menuju miqat Masjid Dzulhulaifah atau lebih dikenal Abyar 'Ali.

Di miqat yang terletak di Madinah ini, para jamaah melakukan persiapan sebelum ihram, mulai dengan mandi, mengenakan pakaian ihram, berwudhu dan mengerjakan sholat sunnah ihram 2 rakaat.

2.Setelah mengenakan pakaian ihram, seorang jamaah umroh dilarang untuk melakukan hal-hal yang sudah ditentukan syariat.

3. Menuju Masjidil Haram di Mekah

Dalam perjalanan, memperbanyak bacaan kalimat talbiyah yang selalu diucapkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika umroh dan haji.

4. Melakukan thawaf.

Sebelum masuk Masjidil Haram, jamaah dianjurkan berwudhu terlebih dahulu. Jamaah boleh masuk Masjidil Haram lewat pintu mana saja, tapi dianjurkan mengikuti contoh Rasulullah SAW yang masuk melalui pintu Babus Salam atau Bani Syaibah.

5.Sholat 2 rakaat di depan Maqom Ibrahim. 

Maqom Ibrahim bukanlah kuburan dan tidak pula tempat yang terkait dengan kuburan lain. Namun di tempat itu Nabi Ibrahim pernah berdiri dalam rangka membangun Kabah. 

6.Beristirahat sejenak dan minum air zam-zam.

7. Melakukan sai antara Safa dan Marwah 7 kali bolak balik.

Sai dimulai dari Safa ke Marwah yang dihitung sebagai satu kali perjalanan. Jadi, Safa ke Marwah 1, Marwah ke Safa 2, dan seterusnya. Sai berakhir di Marwah. Sai dikerjakan dengan berjalan.

8. Melakukan tahallul

Tahallul adalah akhir dari pelaksanaan ibadah umroh yang ditandai dengan bercukur. Untuk laki-laki lebih baik dicukur sampai gundul, tapi jika tidak sampai gundul tak mengapa. Sedangkan untuk tata cara umroh wanita hanya dicukur ala kadarnya.

Dengan melakukan tahallul, maka sudah sempurna tata cara ibadah umroh lengkap sesuai sunnah.


MATERI 3

Kapan Waktu Utama Melaksanakan Umrah?

    Dalam Islam, waktu pelaksanaan umrah memang bisa dilaksanakan kapan pun. Ini pula yang membedakannya dengan ibadah haji yang hanya bisa dilakukan pada Dzulhijjah atau pada 8-12 Dzulhijjah. Lalu adakah waktu-waktu utama melaksanakan umrah? Setidaknya ada beberapa keterangan dalam hadits Nabi Muhammad SAW yang menjelaskan bulan yang baik untuk melaksanakan umrah. Pertama, bulan Ramadhan. Seperti terdapat dalam hadits riwayat Imam Bukhari yang berbunyi "Umrah di bulan Ramadhan seperti berhaji bersama Rasulullah."

    Selain itu, bulan yang baik untuk berumrah adalah bulan Dzulqa'dah, sebab di bulan ini pula Rasulullah melaksanakan ibadah umrah. Berdasarkan sejumlah keterangan menyebutkan, semasa hidupnya Rasulullah melaksanakan umrah empat kali. Umrah yang dilaksanakan Rasul terutama pada umrah pertama berlangsung pada bulan tersebut.


Hikmah Menjalankan Ibadah Haji dan Umrah

  • Menghapus semua dosa kecil dan menyucikan diri dari perbuatan maksiat 
  • Diampuninya segala dosa karena Allah SWT Maha Pengampun, Maha Pemurah dan Maha Penyanyang, kecuali dosa yang berkaitan dengan hak sesama manusia sebab harus diselesaikan terlebih dahulu.
  • Menyucikan jiwa seseorang dan berbaik sangka kepada Allah SWT
  • Melatih sifat sabar dan disiplin
  • Menciptakan rasa persaudaraan dan kesatuan umat muslim di dunia









Dzikir dan Doa Dalam Islam

 DZIKIR DAN DO’A

MATERI 1

BERDZIKIR

Pengertian Dzikir

    Kata "dzikr" menurut bahasa artinya ingat. Sedangkan dzikir menurut pengertia syariat adalah mengingat Allah SWT dengan maksud untuk mendekatkan diri kepadaNya. Kita diperintahkan untuk berdzikir kepada Allah untuk selalu mengingat akan kekuasaan dan kebesaranNya sehingga kita bisa terhindar dari penyakit sombong dan takabbur.

"Hai orang-orang yang beriman, berzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, zikir yang sebanyak-banyaknya." (QS. Al-Ahzab : 41).

    Berdzikir dapat dilakukan dengan berbagai cara dan dalam keadaan bagaimamanapun, kecuali ditempat yang tidaksesuai dengan kesucian Allah. 

"(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka." (QS. Ali Imran : 191).


Manfaat Dzikir

Banyak sekali manfaat dari dzikir dan doa untuk sehari-hari. Manfaat yang ada tentu sangat berguna untuk mengembangkan kualitas diri. Simak dibawah ini manfaat doa dalam kehidupan sehari-hari :

Diberikan keridhaan

Semua manusia membutuhkan ridha dari Allah untuk menjalani kehidupan yang lebih baik. Jika tidak, bisa jadi kegiatan yang dijalani akan berakibat buruk. Tentu, hanya orang-orang yang baik dan aktivitas yang baik pula akan di ridha’i oleh Allah.

Menambah rizki

Rizki yang ada akan diberikan secara langsung oleh Allah jika dikehendaki. Maka, cara terbaik untuk meminta rizki yaitu dengan berdoa dan berdzikir dengan benar.

Mengusir syaitan

Syaitan yang mendengar bacaan dzikir serta doa akan merasakan panas dan tidak mudah untuk mendekat. Jadi, bagi anda yang memang ingin diri untuk terhindar dari syaitan maka wajib untuk melakukan amalan-amalan yang baik. 

Kontrol emosi

Selain itu, tidak disarankan untuk merusak diri dengan melakuakn kontrol emosi yang kurang baik. Terlebih bagi orang dewasa yang harus lebih pintar dalam mengolah diri. Islam selalu mengajarkan hal kebaikan kepada setiap umatnya. Bacalah dzikir dan doa setiap waktu, niscaya akan lebih mudah dalam kontrol diri.


Adab Berdzikir

    Orang yang melakukan zikir dianjurkan dalam keadaan paling sempurna. Orang yang melakukan zikir dianjurkan dalam keadaan paling sempurna. Namun tahukah kamu bagaimana adab dalam berzikir? Jika ia sambil duduk disuatu tempat, hendaklah menghadapkan dirinya ke arah kiblat dan duduk dengan sikap yang penuh rasa khusyuk, merendahkan diri, tenang, anggun dan menundukan kepala.

Berdzikir didalam hati atau dengan suara rendah. Bersikap merendahkan diri dihadapan Allah sebagaimana firman Allah :

Surat Al-A’raf Ayat 205


وَٱذْكُر رَّبَّكَ فِى نَفْسِكَ تَضَرُّعًا وَخِيفَةً وَدُونَ ٱلْجَهْرِ مِنَ ٱلْقَوْلِ بِٱلْغُدُوِّ وَٱلْءَاصَالِ وَلَا تَكُن مِّنَ ٱلْغَٰفِلِينَ


Terjemah Arti: "Dan sebutlah (nama) Tuhanmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, di waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai" (Al-A’raf Ayat 205)

    Ayat tersebut menjelaskan Allah memerintahkan menyebut nama Allah Rabbmu dengan khusyuk, rendah hati, dan disertai rasa takut. Dan panjatkanlah doamu dengan suara yang sedang, antara keras dan lirih di pagi hari dan petang hari, mengingat keutamaan dua waktu ini. Dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai dari mengingat Allah Waktu berdzikir dipagi hari dan petang hari. Ada beberapa lafal yang dibaca untuk berdzikir. Sebaiknya lafal tersebut dari Al Quran dan sunah maqbullah .


MATERI 2

BERDOA

Pengertian Berdoa

    Menurut bahasa "ad-du'aa" artinya memanggil, meminta tolong, atau memohon sesuatu. Sedangkan doa menurut pengertian syariat adalah memohon sesuatu atau memohon perlindungan kepada Allah SWT dengan merendahkan diri dan tunduk kepadaNya. Doa merupakan bagian dari ibadah dan boleh dilakukan setiap waktu dan setiap tempat, karena Allah SWT selalu bersama hamba-hambaNya.

"Dan Tuhanmu berfirman: "Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu." (QS. Al-Mu'min : 60).

    Bagi orang mu'min yang ingin mendapatkan keberhasilan dalam kehidupan ada dua hal yang harus dilakukan, yaitu berusaha atau kerja keras dan berdoa. Kedua cara tersebut harus ditempuh, karena di dalam kehidupan ini ada hal-hal yang tidak dapat dijangkau oleh pemikiran manusia. Oleh karena itu, di dalam memecahkan masalah ini kehidupan kedua cara ini harus ditempuh secara bersama-sama.


Adab Membaca Doa Setelah Sholat Wajib, Agar Mudah Diterima dan Dikabulkan Allah

  1. Diawali dengan Memuji Keagungan Allah, Berselawat, dan Memohon Ampun. 
  2. Menghadap Kiblat Sambil Mengangkat Tangan. 
  3. Khusyuk. 
  4. Dengan Suara Perlahan. 
  5. Yakin Doa akan Terkabul. 
  6. Mengulang Doa dan Tidak Terburu-buru. 
  7. Jangan Mendoakan Keburukan.


Wajtu Terbaik Untuk Berdoa

Rasulullah menunjukkan kepada kita ada beberapa waktu yang mustajab untuk kita gunakan berdoa, antara lain:

  1. Ketika beribadah puasa dan berbuka puasa
  2. Malam Lailatul Qadar
  3. Dalam sujud kepada Allah
  4. Setelah selesai salat wajib
  5. Saat sepertiga malam terakhir atau saat sahur
  6. Saat azan berkumandang / saat di antara azan dan iqamah
  7. Saat hari Jumat
  8. Saat turun hujan


MATERI 3


Bacaan Dzikir Sesudah Sholat

Berikut adalah bacaan dzikir yang dapat kita panjatkan dan amalkan sesudah melaksanakan sholat.

 

Astaghfirullahal’adzim, Alladzi la ilaha illa huwal hayyul qoyyumu wa atubu ilaihi (dibaca 3 kali)

“Aku minta ampun pada Allah yang Maha Agung , yang tidak ada Tuhan selain Dia yang Maha Hidup lagi Maha Berdiri sendiri, dan aku bertaubat kepadaNya”.

 

La ilaha illallahu wa’hdahula syariikalahu, lahulmulku walahul’hamdu yu’hyii wayumiitu wahuwa ‘alakulli syai’ing qodiiru (dibaca 3 kali)

“Tidak ada Tuhan kecuali Allah sendiri, tak ada Sekutu bagiNya. BagiNya-lah kerajaan dan bagiNya-lah segala pujian. Ia menghidupkan dan mematikan, dan Ia Maha Kuasa atas segala sesuatu”.

 

Allahumma angtassalamu wa mingkassalamu wa ilaika ya’uwdussalamu, fakhayyina rabbana bissalamu wa adkhilnaljannata darossalami tabarokta rabbana wa ta’alaita yadzaljalali wal ikromi.

“Wahai Allah! Engkaulah pemilik kedamaian, dari Engkaulah kedamaian, dan kepada Engkaulah kembalinya kedamaian. Oleh karena itu hidupkanlah kami, wahai Tuhan kami, dengan penuh kedamaian. Masukanlah kami ke dalam surga, tempat kedamaian. Engkau, ya Tuhan kami, Maha Suci dan Maha Tinggi, Wahai Zat Yang memiliki Kebesaran dan Kemuliaan”.

 

A’uudzu billahiminasy-syaithonirrojiim

Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk

 

Bismillahirrahmanirrahim

Dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang

 

alḥamdulillahirabbil ‘aalamīn. arraḥmaanirraḥiim. maaliki yaumiddiin. iyyaaka na’budu wa iyyaaka nasta’iin. ihdinaṣ-ṣiraatal-mustaqīm. ṣiraaṭallażiina an’amta ‘alaihim gairil-magḍụbi ‘alaihim wa laḍ-ḍaalliin

“Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam,” “Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang,” “Pemilik hari pembalasan.” “Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan.” Tunjukilah kami jalan yang lurus,”.(yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepadanya; bukan (jalan) mereka yang dimurkai, dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.“

 

Wa ilaahukum ilaahuw waa hidu laa ilaaha illaa huwar rohmaanur rohiimu. Allaahu laa ilaaha illaa huwal hayyulqoyyuumu. Laa ta’khudzuhu sinatuw wa laa nauum. Lahuu maa fissamaawaati wa maa fil ardhi. Man dzal ladzii yasfa’u ‘indahuu illaa bi idznihi. Ya’lamu maa baina aidiihim wa maa khalfahum. Wa laa yuhithuuna bi syai-in min ‘ilmihii illaa bi maasyaa-a. wasi’a kursiyyuhussamaawaati wal ardha. Wa laa ya-udhuu hifzhuhumaa wahuwal ‘aliyyul azhiim.

“Allah, tidak ada tuhan yang berhak disembah melainkan Dia Yang hidup kekal lagi terus menerus mengurus makhlukNya; tidak mengantuk dan tidak tidur. kepunyaanNya apa yang di langit dan dibumi. Tiada yang dapat memberi syafa’at disisi Allah tanpa izinNya? Allah mengetahui apa-apa yang dihadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendakiNya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.“

 

Ilahana robbana angtamaulana sub’hanallohi

“Wahai tuhanku/kami, engkau tuanku/kami pembimbing kami, Maha Suci Allah“

 

Sub’hanallah (dibaca 33 kali)

“Maha Suci Allah. “

 

Sub’hanallahi wabi’hambdihi da’iman abadan Al’hamdulillah

“Maha Suci Allah, yang Maha Agung, dan dengan MemujiNya selalu selama-lamanya dan abadi.”



Friday, October 30, 2020

Tata Cara Shalat Berjamaah dan Munfarid


MATERI 1

SHALAT BERJAMAAH

Pengertian Shalat Berjamaah

Salat jamaah (bahasa Arab: صلاة الجماعة adalah ibadah salat yang dilakukan secara bersamaan dan merupakan salah satu ibadah yang memiliki keutamaan dalam agama Islam. Dalam salat jamaah, seorang yang berdiri di depan dan orang-orang lain mengikutinya disebut dengan Imam dan orang-orang yang mengikuti dan berjamaah kepadanya disebut dengan makmum.

Shalat berjamaah merupakan salat yang dikerjakan oleh dua atau lebih orang secara bersama-sama dengan satu orang di depan sebagai imam dan yang lainnya di belakang sebagai makmum.

Shalat berjamaah minimal atau paling sedikit dilakukan oleh dua orang, namun semakin banyak orang yang ikut solat berjama'ah tersebut jadi jauh lebih baik. Shalat berjama'ah memiliki nilai 27 derajat lebih baik daripada sholat sendiri. Oleh sebab itu kita diharapkan lebih mengutamakan shalat berjamaah daripada solat sendirian saja. Shalat jama’ah boleh dikerjakan dirumah, surau , masjid, sekolah atau tempat-tempat lainnya. Akan tetapi tempat yang lebih utama untuk melaksanakn sholat jamaah ialah di masjid, terutama untuk laki-laki.


Hal Yang Perlu Diperhatikan Dalam Shalat Berjamaah

Syarat shalat Berjamaah

Syarat dalam berjamaah ada 3 yaitu, ada imam, makmum dan berniat mengikuti, serta shalat dikerjakan oleh dua orang atau lebih.

Syarat Sah Manjadi Imam Dalam Shalat Berjama'ah

Sebelum memulai shalat dengan makmumnya, seorang imam setelah muazin selesai mengumandangkan azan dan komat, maka imam berdiri paling depan dan menghadap makmum untuk mengatur barisan terlebih dahulu. Jika sudah lurus, rapat dan rapi imam menghadap kiblat untuk mulai ibadah sholat berjamaah dengan khusyuk.

Syarat Untuk Menjadi Imam Sholat Berjama'ah :

  1. Lebih banyak mengerti dan paham masalah ibadah Shalat.
  2. Lebih banyak hapal surat-surat Alquran.
  3. Lebih fasih dan baik dalam membaca bacaan-baca'an salat.
  4. Lebih senior / tua daripada jama'ah lainnya.
  5. Tidak mengikuti gerakan shalat orang lain.
  6. Laki-laki. Tetapi jika semua makmum adalah wanita, maka imam boleh perempuan.

Syarat Untuk Menjadi Makmum Sholat Berjama'ah:

  1. Niat untuk mengikuti imam dan mengikuti gerakan imam.
  2. Berada satu tempat dengan imam.
  3. Laki-laki dewasa tidak syah jika menjadi makmum imam perempuan.
  4. Jika imam batal, maka seorang makmum maju ke depan menggantikan imam.
  5. Jika imam lupa jumlah roka'at atau salah gerakan sholat, makmum mengingatkan dengan membaca Subhanallah dengan suara yang dapat didengar imam. Untuk ma'mum perempuan dengan cara bertepuk tangan.
  6. Makmum dapat melihat atau mendengar imam.
  7. Makmum berada di belakang imam.
  8. Mengerjakan ibadah sholat yang sama dengan imam.
  9. Jika datang terlambat, maka makmum akan menjadi masbuk yang boleh mengikuti imam sama seperti makmum lainnya, namun setelah imam salam masbuk menambah jumlah rakaat yang tertinggal. 


Posisi Imam dan Makmum Dalam Shalat Jamaah


1. Bila makmum satu orang, maka makmum berdiri di samping kanan imam. 


Berdasarkan hadits Ibnu Abbas, disebutkan: "Nabi juga berdiri dan shalat, maka akupun berdiri disebelah kiri Beliau. Beliau menarik daun telingaku dan memutar badanku berpindah ke sebelah kanan Beliau." (HR. Bukhari No. 6316 dan Muslim No. 763)

Hadits ini menunjukkan bahwa apabila makmum itu satu orang, maka posisinya sejajar dengan imam dan di sebelah kanan imam, tidak lebih ke depan dan tidak lebih ke belakang. 

2.Jumlah Makmum Dua Orang atau Lebih, maka makmum berdiri di belakang imam. 


Posisi makmum bila jumlahnya 2 (dua) atau lebih, maka posisinya berada di belakang imam sewaktu shalat.

3. Apabila Makmum Hanya Satu Wanita, maka posisinya di belakang imam laki-laki. 

Ibnu Abdil Bar Rahimahullah menyatakan: 'Para ulama telah bersepakat bahwa satu makmum wanita tetap berdiri di belakang shaf laki-laki sendirian. Sunnahnya ia berdiri tepat di belakang lelaki, tidak di sebelah kanannya. Tapi bila ia bukan mahram dan hanya sendiri saja, tentu saja haram untuk bermakmum dengan lelaki, berdasarkan hadits Ibnu Abbas  secara marfu' yang artinya: "Janganlah seorang di antara kalian bersendirian dengan wanita yg bukan mahramnya." (HR. Bukhari no. 1862 dan Muslim no. 1341)

4 Apabila Makmum Hanya Satu Orang Wanita dan Imamnya Juga Seorang Wanita, maka posisinya berdiri di sebelah imam. Seperti makmum laki-laki di samping imam laki-laki, yaitu di sebelah kanannya.  

Hal ini didasarkan pada keumuman Hadits Ibnu Abbas:

“.. dan menempatkan aku di sebelah kanannya” (HR Bukhari)

5. Makmum Wanita Lebih dari Satu dan Imamnya Juga Wanita, Maka Posisi Makmum Berdiri di Sebelah Kanan dan Kiri Imam. Imamnya tepat berdiri di tengah-tengah dalam satu shaf.

6. Posisi Kaum Laki-laki, Anak-Anak dan Kaum Wanita Bersama Imam. 


7. Makmum Harus Merapatkan Celah Kosong yang Terdapat Diantara Orang-Orang yang Sedang Melakukan Shalat 

Rasulullah telah memberikah dorongan untuk meluruskan shaf dan merapatkannya dan mengancam orang yang tidak merapatkannya. Abdullah bin Umar meriwayatkan, Rasulullah juga bersabda yang artinya: "Barangsiapa yang menyambung shaf, maka

Allah Ta'ala akan menyambung (memberikan) rahmat kepadanya dan barang siapa yang memutuskannya maka Allah Ta'ala akan memutusnya dari rahmat-Nya." (HR. Ahmad, II:97, Abu Dawud no. 666, An-Nasa'i II/93, dan Al-Hakim I/213)


MATERI 2

SHALAT MUNFARID

    Pernahkah kalian shala sendiri, tanpa imam dan ma’mum? Apabila kalian pernah mengerjakan shalat tersebut itu dinamakan shalat munfarid. Munfarid itu artinya sendiri. Yang dimaksud dengan MUNFARID adalah melaksanakan sesuatu (merujuk ke shalat) secara sendiri. Munfarid ini adalah lawan dari Jamaah atau berjamaah dimana sesuatu dilaksanakan secara bersama-sama atau kolektif.

    Istilah MUNFARID ini lekat dengan ibadah shalat. Adapun yang dimaksud dengan Shalat Munfarid adalah shalat yang dilaksanakan seorang hamba (baik fardhu atau sunnah) secara sendiri. Secara umum, jauh lebih utama melaksanakan shalat secara berjamaah namun memang ada shalat-shalat tertentu yang baiknya dilaksanakan secara munfarid, contohnya shalat tahajjud, shalat minta petunjuk, shalat tahiyyatul masjid dan lain sebagainya. Shalat munfarid ini pelaksanaannya tanpa imam juga makmum dan surah-surah yang dibaca dalam shalat pun sifatnya dipelankan.


Perbedaan shalat munfarid dan shalat berjamaah:

  • Niatnya berbeda
  • Shalat berjamaah ada imam dan ada makmum sedangkan munfarid tidk ada
  • Beda tata cara dan ketentuannya
  • Shalat berjamaah lebih utama daripada shalat sendiri


Apa keutamaan shalat berjamaah dibandingkan shalat munfarid

Berikut ini beberapa keutamaan salat berjamaah:

  • Menjadi syiar bagi masyarakat. Kita akan berkembang bersama orang-orang yang memiliki tradisi yang saleh. Yakni orang-orang yang memiliki tanggung jawab yang besar kepada Allah SWT
  • Meningkatnya kualitas salat. Kualitas salat terdiri dari dua tahap yaitu sahnya salat dan diterimanya salat. 
  • Pahala shalat berjamah lebih besar. Keutamaan salat berjamaah dibandingkan salat sendirian adalah pahalanya lebih besar. Dalam buku Mutiara Shalat Berjamaah Meraih Pahala 27 Derajat.
  • Keutamaan shalat berjamaah adalah dijauhkan dari sifat munafik. Karena diantara sifat orang munafik adalah yang bermalas-malasan dalam salat. 


Terdapat beberapa shalat sunah lebih utama dikerjakan secara munfarid atau sendiri daripada secara berjamaah. Salat-salat yang lebih baik dikerjakan sendiri diantaranya adalah sebagai berikut:

  • Salat Rawatib
  • Salat Duha
  • Salat Hajat
  • Salat Istikharah
  • Salat Tasbih
  • Salat Tahiyat Masjid
  • Salat Mutlaq
  • Salat Tahajud





Sunday, October 11, 2020

Bacaan Shalat - Tulisan Arab, latin dan artinya

 Bacaan Shalat


Sholat Fardhu

Bacaan dalam Shalat

1. Takbiratul ihram

2. Do’a Iftitah


اَللّهُمَّ باَعِدْ بَيْنِى وَبَيْنَ خَطَاياَيَ كَمَا باَعَدْتَ بَيْنَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ

اَللّهُمَّ نَقِّنِى مِنَ الْخَطَاياَ كَماَ يُنَقَّى الثَّوْبُ اْلأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ

اَللّهُمَّ اغْسِلْ خَطَاياَيَ باِلْماَءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ.

Allaahumma baa’id bainii wabainaa khotoo yaa ya kamaa baa ‘adta bainal masyriqi wal maghrib.

Allaahumma naqqinii minal khotoo yaa kamaa yunqqots tsaubul abyadhuu minaddanas.

Allaahummaghsil khotoo yaa ya bil maa i wats tsalji walbarod.

     “Ya Allah, jauhkan lah aku dari pada kesalahan dan dosa sebagaimana Engkau telah menjauhkan antara timur dan barat”

     “Ya Allah, bersihkanlah aku dari segala kesalahan dan dosa sebagiamana bersihnya kain putih dari kotoran”

     “Ya Allah, sucikanlah segala kesalahanku dengan air, salju dan air embun sebersih-bersihnya.”


3. Membaca Al Fatihah dan surat pendek

4. Bacaan Ruku’

سُبْحَانَكَ اللّهُمَّ رَبَّناَ وَبِحَمْدِكَ اَللّهُمَّ اغْفِرْلِى

Subhaanaka allaahuma robbanaa wabihamdika allaahumaghfirlii.

     “Segala puji bagi-Mu, Ya Allah Tuhan kami, dan dengan memuji-Mu yan Allah ampunilah aku”


5. Do’a I’tidal

رَبَّنَا وَلَكَ اْلحَمْدُ حَمْدًا كَثِيْرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيْهِ

Robbanaa walakalhamdu hamdan katsiiran thayyiban mubaarokan fiihi.

     “Segala puji bagi-Mu, Ya Allah Tuhan kami, dan dengan memuji-Mu yan Allah ampunilah aku”


6. Bacaan Sujud

سُبْحَانَكَ اللّهُمَّ رَبَّناَ وَبِحَمْدِكَ اَللّهُمَّ اغْفِرْلِى

Subhaanaka allaahuma robbanaa wabihamdika allaahumaghfirlii.

    “Segala puji bagi-Mu, Ya Allah Tuhan kami, dan dengan memuji-Mu yan Allah ampunilah aku”


7. Bacaan iftirasy (duduk diantara dua sujud)

اَللّهُمَّ اغْفِرْلِى وَارْحَمْنِى وَاجْبُرْنِى وَاهْدِنِى وَارْزُقْنِى

Allaahummaghfirlii warhamnii wajburnii wahdinii warzuqnii.

      “Ya Allah maafkanlah aku. Kasihanilah aku. Cukupilah aku, Berilah petunjuk aku, dan berilah rizki untuk aku”


8. Do’a Tasyahud

اَلتَّحِيَّاتُ لِلّهِ وَالصَّلَوَاتُ وَالطَّيِّباَتُ. اَلسَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهاَ النَّبِيُّ

وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكاَتُهُ. اَلسَّلاَمُ عَلَيْناَ وَعَلَى عِباَدِاللهِ الصَّالِحِيْنَ.

أَشْهَدُ اَنْ لاَاِلَهَ اِلاَّ اللهِ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.

Attahiyyaatu lillaahi washsholawaatu waththoyyibaat. Assalaamu ‘alaika ayyuhannabiyyu warohmatullaahi wabarokaatuh. Assalaamu’alainaa wa’ala ‘ibaadillaahi shshoolihiin. Asyhadu anlaa ilaaha illallaah waasyhadu annamuhammadan ‘abduhu warosuuluh.   

      “Segala kehormatan, kebahagiaan dan kebagusan adalah kepunyaan Allah,”

      “Semoga keselamatan bagi Engkau, ya Nabi Muhammad, beserta rahmat dan kebahagiaan Allah.”

      “Mudah-mudahan keselamatan juga bagi kita sekalian dan hamba-hamba Allah yang baik-baik.”

      “Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad itu hamba Allah dan utusan-Nya.”


9. Do’a Shalawat Kepada Nabi

اَللّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى الِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَالِ إِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَالِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَالِ إِبْرَاهِيْمَ. إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.

Allaahumma sholli ‘alaa Muhammad wa’alaa aali Muhammad. Kamaa shollaita ‘alaa ibroohiim wa aali ibroohiim. Wabaarik ‘alaa Muhammad wa aali Muhammad. Kamaa baarokta ‘alaa ibroohiim wa aali ibroohiim. Innaka hamiidummajiid.

      “Ya Allah, limpahkanlah kemurahan-Mu kepada Muhammad dan keluarganya, sebagaimana Kau telah limpahkan kepada Ibrahim dan keluarganya,”

      “Dan berkahilah Muhammad dan keluarganya sebagaimana Kau telah berkahi Ibrahim dan keluarganya. Sesungguhnya Engkau yang Maha Terpuji dan Maha Mulia”.


10. Do’a Sesudah Tasyahud Akhir

اَللّهُمَّ إِنِّى أَعُوْذُبِكَ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ,  وَمِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ, وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْياَ وَالْمَمَاتِ, وَمِنْ شَرِّ فِتْنَةِ الْمَسِيْحِ الدَّجَّالِ


Allaahumma innii a’uudzubika min ‘adzaabi jahannam. Wamin ‘adzaabil qobri. Wamin fitnatil mahyaa walmamaati. Wamin syarri fitnatil masiihiddadjaal.

      “Ya Allah aku berlindung kepada Engkau dari siksa jahannam dan siksa kubur, begitu juga dari fitnah hidup dan mati, serta dari jahatnya fitnah dajjal.”


11. Salam


السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Assalaamua’alaikum warohmatullaahi wabarokaatuh.





Tuesday, October 6, 2020

ASMAUL HUSNA: AS SAMI’ DAN AL BASHIR

ASMAUL HUSNA: AS SAMI’ DAN AL BASHIR


MATERI 1

Pengertian Asmaul Husna

Asmaulhusna (bahasa Arab: الأسماء الحسنى,) adalah nama-nama Allah,, yang indah dan baik. Asma berarti nama (penyebutan) dan husna berarti yang baik atau yang indah, jadi asmaulhusna adalah nama nama milik Allah yang baik lagi indah.

Sejak dulu para ulama telah banyak membahas dan menafsirkan nama-nama ini, karena nama-nama Allah adalah alamat kepada zat yang mesti kita ibadahi dengan sebenarnya. Meskipun timbul perbedaan pendapat tentang arti, makna, dan penafsirannya, akan tetapi yang jelas adalah kita tidak boleh musyrik dalam mempergunakan atau menyebut nama-nama Allah.

Allah memiiki 99 asmaul husna yang dapat digunakan muslim ketika berdoa kepada Allah. Dalam pembelajaran ini kita fokuskan 2 asmaul husna 

As-Sami’

As-Sami’ artinya Maha Mendengar. Allah Swt. Maha Mendengar semua suara apapun yang ada di alam semesta ini. Pendengaran Allah Swt. tidak terbatas, tidak ada satu pun suara yang lepas dari pendengaran-Nya, meskipun suara itu sangat pelan. Dia dapat mendengar apa pun yang ada di dasar laut dan di dasar bumi. Bahkan suara hati manusia yang orang alain tidak mampu mendengarnya, tidak luput dari pendengaran Allah SWT. pendengaran Allah tidak terbatas oleh  jarak, tempat, dan waktu.

Ada 2 macam mendengar bagi Allah yaitu:

1.Mendengar dengan maksud mendengar dengan suara yaitu segala suara, baik yang lahir maupun batin, baik secara jelas maupun yang tersembunyi.

2.Mendengar dengan maksud mengabulkan setiap permintaan dan doa dari hamba-Nya, juga memberikan balasan pahala.

Al-Bashir

Al- Basir artinya Maha Melihat. Allah Maha Melihat segala sesuatu walaupun lembut dan kecil. Allah Swt melihat apa saja yang ada dilangit dan di bumi, bahkan seluruh alam semesta ini di pantau. Tidak ada satu pun gerak-gerikmakhluk yang luput dari pengawasan Allah. Sekecil dan sehalus apa pun gerakan makhluk, Allah swt pasti melihat. Tidaka ada satu pun makhluk yang luput dari pengawasan dan penglihatan Allah SWT. hanya Allah yang memiliki penglihatan yang tak terbatas oleh apapun. Maha Melihat Allah dapat menembus ruang dan waktu. Dan hanya Allah lah yang memiliki penglihatan


Dalil Naqli : Asmaul Husna As Sami’ dan Al Bashir

Asmaul Husna As Sami’ 

Al Quran Surat Al-Anbiya Ayat 4


قَالَ رَبِّى يَعْلَمُ ٱلْقَوْلَ فِى ٱلسَّمَآءِ وَٱلْأَرْضِ ۖ وَهُوَ ٱلسَّمِيعُ ٱلْعَلِيمُ

Terjemah Arti: 

Berkatalah Muhammad (kepada mereka): "Tuhanku mengetahui semua perkataan di langit dan di bumi dan Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui". (Al-Anbiya Ayat 4)

Anak diatas menjelaskan bahwa semua perkataan yang ada dilangit dan dibumi akan didengar oleh Allah. Masih banyak manusia yang belum sepenuhnya meyakini dengan asmaul husna as sami’. Karena banyak ditemukan kecurangan atau kebohongan yang ditemukan dalam berbagai kegiatan. Maka kita sebagai umat muslim harus selalu taat dan patuh sesuai ajaran Islam.

Asmaul husna Al Bashir

Al Quran Surat Al-Hujurat Ayat 18


 إِنَّ ٱللَّهَ يَعْلَمُ غَيْبَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ ۚ وَٱللَّهُ بَصِيرٌۢ بِمَا تَعْمَلُونَ 


Terjemah Arti:

Sesungguhnya Allah mengetahui apa yang ghaib di langit dan bumi. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan” (Al-Hujurat Ayat 18)

Ayat diatas menjelaskan bahwa semua hal yang ada dilangit dan dibumi, baik yang tampak dan tidak tampak pasti diketahui oleh Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui hal gaib di langit dan mengetahui hal gaib di bumi. Tidak ada sesuatu pun yang luput dari-Nya, dan Allah Maha Melihat apa yang kalian kerjakan, tidak ada sedikitpun dari perbuatan kalian yang luput dari-Nya, dan Dia akan membalas kalian atas kebaikan dan keburukan perbuatan kalian.


MATERI 2


Contoh Perilaku Meneladani Dalil Naqli : Asmaul Husna As Sami’ dan Al Bashir

Perilaku Yang Mencerminkan Sifat Allah Al-‘Alim, Al-Khobir,As-Sami’, dan Al-Bashir

1. Perilaku Yang Mencerminkan Sifat Allah Al-‘Alim

    Perilaku yang dapat diwujudkan dalam meyakini sifat Allah al-‘Alim adalah kita harus terus-menerus mencari ilmu-ilmunya Allah Swt. dengan cara belajar dan merenungi ciptaan-Nya. Penting juga untuk diperhatikan bahwa kita tidak boleh merasa paling pandai. Orang berilmu itu harus tetap rendah hati. Seperti pohon padi, semakin berisi semakin merunduk.

2. Perilaku Yang Mencerminkan Sifat Allah Al-Khobir

    Perilaku yang dapat diwujudkan bagi orang yang percaya bahwa Allah Swt. Mahawaspada adalah hendaklah kita harus waspada dan cermat terhadap apa yang kita lakukan atau yang akan kita lakukan. Kita harus waspada dan cermat dalam melaksanakan kegiatan, baik di sekolah, di rumah, maupun di tempat lainnya. Orang yang waspada akan mendapatkan hasil maksimal, dan tidak akan menyesal di kemudian hari.

3. Perilaku Yang Mencerminkan Sifat Allah As-Sami’

    Perilaku yang mencerminkan keimanan kepada Allah Swt. yang memiliki sifat Maha Mendengar adalah kita harus berupaya agar segala yang kita ucapkan merupakan perkataan yang baik dan berguna, karena kita meyakini bahwa Allah selalu mendengar segala yang kita ucapkan. Bahkan yang masih terbesit di dalam hati pun, di dengar oleh Allah Swt. As-Sami’ juga bisa diteladani dengan cara menjadi orang yang peka terhadap informasi. Sebagai generasi muslim kalian tidak boleh ketinggalan informasi. Di samping itu kalian harus terus berlatih untuk dapat memilah informasi yang baik dan yang buruk, yang hak dan yang batil.

4. Perilaku Yang Mencerminkan Sifat Allah Al-Bashir

    Perilaku yang mencerminkan keyakinan bahwa Allah Maha Melihat adalah hendaklah kita berusaha semaksimal mungkin untuk dapat melihat peristiwa-peristiwa yang terjadi di alam ini sebagai bahan renungan akan kebesaran Allah Swt. Kita diajarkan untuk pandai dan cermat dalam memandang berbagai persoalan di sekeliling kita. Namun jangan lupa, kita juga harus selalu introspeksi diri untuk melihat kelebihan dan kekurangan kita sendiri agar hidup menjadi lebih terarah. Sungguh hal ini sangat indah untuk diamalkan.


Hikmah Meyakini Asmaul Husna

Dengan meneladani dan meyakini asmaul husna kita dapayt menjadi manusia yang lebih baik dan memperoleh hikmah antara lain :

  • Mendapatkan kebahagiaan dan ketentraman jiwadalam menjalani hidup
  • Menjaga perkataan karena percaya Allah mendengar perkataan kita
  • Selalu jujur karena percaya bahwa kita selalu di awasi oleh Allah
  • Selalu berbuat baik
  • Bedoa sungguh sungguh karena Allah maha mendengar


ASMAUL HUSNA: AL ‘ALIM DAN AL KHABIR

ASMAUL HUSNA: AL ‘ALIM DAN AL KHABIR


MATERI 1

Pengertian Asmaul Husna

Asmaulhusna (bahasa Arab: الأسماء الحسنى,) adalah nama-nama Allah,, yang indah dan baik. Asma berarti nama (penyebutan) dan husna berarti yang baik atau yang indah, jadi asmaulhusna adalah nama nama milik Allah yang baik lagi indah.

Sejak dulu para ulama telah banyak membahas dan menafsirkan nama-nama ini, karena nama-nama Allah adalah alamat kepada zat yang mesti kita ibadahi dengan sebenarnya. Meskipun timbul perbedaan pendapat tentang arti, makna, dan penafsirannya, akan tetapi yang jelas adalah kita tidak boleh musyrik dalam mempergunakan atau menyebut nama-nama Allah.

Allah memiiki 99 asmaul husna yang dapat digunakan muslim ketika berdoa kepada Allah. Dalam pembelajaran ini kita fokuskan 2 asmaul husna 

Al ‘Alim


Al alim memiliki arti Maha Mengetahui. Allah SWT maha mengetahui baik yang tampak atau yang tidak tampak (ghaib), tidak ada batasan ruang maupun waktu, segalanya diketahui oleh Allah SWTT. Termasuk hal yang akan terjadi. Singkat kata Allah maha mengetahui dan pengetahuan Allah tiada batasnya. Segala aktivitas yang dilakukan oleh makhluk diketahui oleh Allah, bahkan peristiwa yang akan terjadi pun diketahui oleh Allah.

Al Khabir


Al Khabir berarti adalah Dzat yang mengetahui hal-hal yang tersembunyi dan mendetail pada segala sesuatu, Dzat yang ilmu-Nya sampai pada tingkatan meliputi perkara-perkara batin dan yang tersembunyi. Al-Khabir Yang mengetahui mata-mata yang khianat dan juga perkara-perkara yang disembunyikan dalam dada. Dan Dia Maha Mengetahui terhadap jiwa yang memiliki dada

Dalil Naqli : Asmaul Husna Al ‘Alim dan Al Khabir

Asmaul Husna Al ‘Alim

Dalam alquran surat al an’am ayat 59 bisa untuk memperkuat keyakinan tentang Maha Mengetahui Allah SWT.

Berikut bunyi ayat dimaksud.


۞ وَعِندَهُۥ مَفَاتِحُ ٱلْغَيْبِ لَا يَعْلَمُهَآ إِلَّا هُوَ ۚ وَيَعْلَمُ مَا فِى ٱلْبَرِّ وَٱلْبَحْرِ ۚ وَمَا تَسْقُطُ مِن وَرَقَةٍ إِلَّا يَعْلَمُهَا وَلَا حَبَّةٍ فِى ظُلُمَٰتِ ٱلْأَرْضِ وَلَا رَطْبٍ وَلَا يَابِسٍ إِلَّا فِى كِتَٰبٍ مُّبِينٍ

Artinya : “Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir biji-pun dalam kegelapan bumi, dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfudz)" (al an’am ayat 59)

    Ayat diatas menjelaskakn tentang, bagaimana Allah menyuruh kita untuk menggali ilmu sebanyak-banyaknya agar kalian mengetahui ciptaan-Nya baik yang ada dilangit maupun dibumi. Sesungguhnya Allah sangat mrnyukai orang yang rajin mrncari ilmu pengetahuan dan mengamalkannya.

Asmaul Husna Al Khabir


 أَمْ حَسِبْتُمْ أَن تُتْرَكُوا۟ وَلَمَّا يَعْلَمِ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ جَٰهَدُوا۟ مِنكُمْ وَلَمْ يَتَّخِذُوا۟ مِن دُونِ ٱللَّهِ وَلَا رَسُولِهِۦ وَلَا ٱلْمُؤْمِنِينَ وَلِيجَةً ۚ وَٱللَّهُ خَبِيرٌۢ بِمَا تَعْمَلُونَ 


Artinya : “Apakah kamu mengira bahwa kamu akan dibiarkan, sedang Allah belum mengetahui (dalam kenyataan) orang-orang yang berjihad di antara kamu dan tidak mengambil menjadi teman yang setia selain Allah, Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan” (QS At Taubah: 16)

    Dari keterangan ayat di atas dapat disimpulkan bahwa Allah memerintahkan hamba-hamba-Nya untuk berjihad, setelah itu Dia menjelaskan hikmah yang terkandung di dalam jihad. Yaitu untuk menguji hamba-hamba-Nya, siapakah di antara mereka yang taat kepada-Nya dan siapakah yang durhaka terhadap-Nya. Allah Swt. mengetahui apa yang telah ada, apa yang akan ada, dan apa yang tidak ada; seandainya ia ada, maka apakah yang bakal terjadi? Dia mengetahui sesuatu sebelum kejadiannya dan sesudah kejadiannya menurut apa adanya. Tidak ada Tuhan selain Dia, tidak ada Rabb selain Dia, dan tidak ada seorang pun yang dapat menolak apa yang telah ditakdirkan dan apa yang telah diputuskan­Nya.


MATERI 2

Contoh Perilaku Meneladani Dalil Naqli : Asmaul Husna Al ‘Alim dan Al Khabir

Hal penting yang harus kita lakukan adalah senantiasa merefresh pemaknaan kita terhadap sifat Allah Al Aliim ini. Mengimani asma Allah yang satu ini seharusnya menjadikan kita:

  • Berhati-hati dalam beramal
  • Tidak galau dalam menghadapi masalah
  • Produktif, yakni menghindari sifat malas dan mudah mneyerah.
  • Menegakkan syariat Islam
  • Semangat menuntut ilmu


Perilaku yang dapat diwujudkan bagi orang yang percaya bahwa Allah maha waspada adalah:

  • Berusaha mengenal jati dirinya
  • Mendalami dan mengetahui duduk perkara yang dilakukannya sehingga tidak bertindak keliru
  • Waspada dan cermat dengan apa yang kita lakukan
  • Waspada dan cermat dalam melaksanakan kegiatan disekolah, di rumah maupun tempat umum lainnya
  • Akan mendapatkan hasil yang maksimal


Hikmah Meyakini Asmaul Husna

Dengan meneladani dan meyakini asmaul husna kita dapayt menjadi manusia yang lebih baik dan memperoleh hikmah antara lain :

  • 1.mendekatkan diri kepada Allah SWT
  • 2.Untuk pertahanan dan keselamatan.
  • 3.Untuk kebahagiaan dunia dan akhirat.
  • 4.Untuk kesejahteraan anak cucu, dan kelapangan rezeki Anda.(membuka pintu rezeki)
  • 5.Ketenangan Jiwa.
  • 6.menyembuhkan penyakit
  • 7.Dapat melindungi kita ketika berniat berbuat maksiat
  • 8. memperoleh kemudahan


Organisasi Otonom Muhammadiyah

  MATERI 1  Organisasi Otonom Muhammadiyah Organisasi otonom Muhammadiyah terdiri dari 7 bagian, yakni Aisyiyah, Pemuda Muhammadiyah, Nasyia...