Tuesday, April 28, 2020

GEMAR BERAMAL SHALEH DAN BERBAIK SANGKA

Dengan beramal shaleh akan tercipta kehidupan yang tentram dan Bahagia

MATERI 1

GEMAR BERAMAL SHALEH

          AMAL sahleh adalah melakukan pekerjaan baik yang bermanfaat bagi dirinya sendiri dan orang lain berdasarkan syariat Islam serta ikhlas kepada Allah, karena hal tersebut merupakan termasuk perintah Allah. Dengan beramal shaleh akan tercipta kehidupan yang tentram dan Bahagia. 
Amal saleh dikerjakan tidak untuk Tuhan, tetapi untuk kebaikan manusia itu sendiri baik di dunia dan di akhirat. Orang yang sudah berbuat baik janganlah merasa sudah berbuat baik untuk Tuhan. Tak hanya itu, amal saleh juga disebut mendorong terkabulnya doa.
        Amal salih adalah amal yang mengikuti petunjuk Allah (Al-Quran) dan sunnah Nabi-Nya. Artinya, amal salih itu ialah setiap amal yang disyariatkan oleh Allah dan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, baik itu amal yang wajib maupun yang sunnah. Oleh karena itu, untuk bisa beramal salih juga disyariatkan adanya ilmu. Tanpa ilmu yang benar, bisa jadi kita akan melakukan amal yang salah (bukan amal salih).

Dalil Naqli Tentang Beramal Shaleh
Allah Ta’ala berfirman dalam Al Qur’an:


وَمَنْ يَعْمَلْ مِنَ الصَّالِحَاتِ مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَأُولَئِكَ يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ وَلَا يُظْلَمُونَ نَقِيرًا

Artinya : “Barangsiapa yang mengerjakan amal-amal saleh, baik laki-laki maupun wanita sedang ia orang yang beriman, maka mereka itu masuk ke dalam surga dan mereka tidak dianiaya walau sedikitpun.” (QS. An-Nisa : 124)


MATERI 2

Macam-macam Amal Shaleh

Bertaqwa kepada Allah SWT
    Bertakwa adalah takut kepada Allah berdasarkan kesadaran dengan mengerjakan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya serta takut terjerumus dalam perbuatan dosa. 

Birrul walidain (berbakti kepada orang tua)
    Birrul walidain artinya berbakti kepada orang tua. Birrul walidain adalah hal yang diperintahkan dalam agama. Oleh karena itu bagi seorang muslim, berbuat baik dan berbakti kepada orang tua bukan sekedar memenuhi tuntunan norma susila dan norma kesopanan, namun yang utama adalah dalam rangka menaati perintah Allah Ta’ala dan Rasul-Nya
Bentuk berbakti kepada orang tua:
  • Tidak berkata kasar
  • Berlaku hormat dan santun
  • Mendoakan orang tua
  • Tidak meninggikan suara ketika berbicara dengan orang tua
  • Tidak mendahului mereka dalam berkata-kata
  • Jagalah kehormatan mereka

Berbuat baik kepada sesama
    Berbuat baik yang dimaksud adalah tidak meragukan orang lain, bersikap jujur, tidak menyakiti, ramah, tolong menolong dalam kebaikan dan taqwa serta lainnya. Berbuat baik kepada seseorang itu hukumnya wajib. Terlebih kepada sesama muslim haruslah berbuat dan menyebarkan kebaikan. Karena ketika kita berbuat baik kepada sesorang maka kebaikan itu akan berbalik kepada kita sendiri.

Berbuat baik kepada lingkungan
Adapun wujudnya sebagai berikut:
  • Memanfaatkan sumber daya alam dengan sebaik-baiknya.
  • Menjaga kelestarian alam.
  • Tidak merusak ekosistem alam baik untuk jangka Panjang maupun pendek.

Amal shaleh terhadap diri sendiri
Adapun wujudnya sebagai berikut:
  • Beribadah kepada Allah
  • Tidak membiarkan diri jatuh kedalam dosa
  • Menjauhkan sikap tercela
  • Menjauhkan sikap malas belajar, malas bekerja, pesimis, penakut, tergesa-gesa dan lainnya.

MATERI 3

Berbaik Sangka Kepada Sesama (Husnudzan)
    Huznudzon adalah berbaik sangka secara istilah. Namun huznudzon ini juga dapat diartikan ke dalam bahasa yakni berpikir atau menduga sesuatu yang baik kepada sesama umat manusia dan juga Allah SWT. Sebagai umat Islam yang baik, berbaik sangka memang sangat dianjurkan.
    Apabila seorang muslim mendengar berita bahwa saudaranya sesama muslim melakukan keburukan misalnya, maka hendaklah ia menyikapinya dengan arif. Yaitu dengan memberi seribu kemungkinan atau alasan mengapa ia sampai melakukan keburukan tersebut. Sebaliknya, jika berita tentang saudaranya itu adalah suatu kebaikan, maka hendaklah ia bahagia karenanya serta mengartikan kebaikan itu dengan kebaikan pula.

Sabda Rasul Tentang Perintah Huznudzon
    Huznudzon merupakan sikap berbaik sangka atau berpikir baik kepada Allah SWT dan juga sesama umat manusia. Sikap ini sangat dianjurkan oleh Rasulullah SAW di dalam agama Islam.
Artinya : “Rasulullah SAW bersabda, "Jauhilah dari kalian prasangka buruk, karena prasangka buruk adalah sedusta-dusta pembicaraan. Janganlah kalian saling memata-matai, saling mencari aib orang lain, saling berlomba-lomba mencari kemewahan dunia, saling dengki, saling memusuhi, dan saling memutuskan. Jadilah hamba-hamba Allah yang bersaudara." (HR Bukhari)

Dampak Positif Berbaik Sangka
Dampak positif dari husnuzan terhadap Allah :
  • Selalu optimis terhadap apa yang ia lakukan karena iya yakin Allah SWT akan membantunya. 
  • Tidak mudah putus asa, tetap berusaha dan pantang menyerah.
  • Memiliki jiwa yang takwa, sabar, tabah dan tawakal.

Dampak positif dari husnuzan terhadap sesama manusia :
  • Hubungan persaudaraan lebih harmonis atau lebih baik.
  • Selalu bahagia atas kebahagiaan orang lain.
  • Senantiasa dicintai oleh sesama, karena orang lain tidak pernah dirugikan oleh dirinya.
  • Terhindar dari penyesalan dalam hubungan dengan sesama manusia.
  • Menjauhkan seseorang dari perbuatan keluh kesah, iri, dengki, memfitnah, mengadu domba, dendam dan menggunjing.



Bersikap Cerdas Dalam Kehidupan


Menurut Islam cerdas memiliki arti luas, tak hanya masalah dunia tetapi juga menyangkut akhirat

Kecerdasan Dalam Islam
UMUMNYA manusia beranggapan bahwa kecerdasan itu berkorelasi kuat dengan kemampuan daya cipta dalam hal sains dan teknologi. Tetapi, lupa mengaitkan secara erat dengan pengamalan agama sehingga kehidupan dunia yang sejatinya sarana malah berubah menjadi tujuan.
Allah SWT mengajarkan  kepada Nabi Muhammad SAW tentang pentingnya kecerdasan bagi manusia, sesuai dengan firman-Nya dalam Al Quran surat Al Alaq ayat 1-5

ٱقْرَأْ بِٱسْمِ رَبِّكَ ٱلَّذِى خَلَقَ
خَلَقَ ٱلْإِنسَٰنَ مِنْ عَلَقٍ
ٱقْرَأْ وَرَبُّكَ ٱلْأَكْرَمُ
ٱلَّذِى عَلَّمَ بِٱلْقَلَمِ
عَلَّمَ ٱلْإِنسَٰنَ مَا لَمْ يَعْلَمْ
Artinya :
1.    Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan,
2.    Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.
3.    Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah,
4.    Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam,
5.    Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.

Seperti Apa Ciri-Ciri Orang Cerdas Menurut Islam? Menurut asumsi banyak orang secara umum, cerdas berarti orang pintar secara akademis, mendapat nilai baik, dan bijak dalam mengambil keputusan. Memang tak ada yang salah dengan arti cerdas menurut pendapat umum, hanya saja menurut Islam cerdas memiliki arti luas, tak hanya masalah dunia tetapi juga menyangkut akhirat.
Islam mencirikan orang yang cerdas adalah orang yang tak hanya mengingat dunia, tetapi orang yang lebih sering mengingat kematian. Sebab orang berakal tahu bahwa ada yang harus dipersiapkan untuk kematian bil saatnya tiba.
Jadi, seberapa pun kepintaran seseorang, punya IPK tinggi, menyandang berbagai gelar, dan ahli dan ilmu tertentu, semua akan sia-sia jika tidak mempersiapkan kehidupan di akhirat. Sebab itu hanya akan menjadi sejarah seseorang hidup di dunia.

Macam-macam kecerdasan - Kecerdasan Intelektual (IQ), Emosional (EQ), serta Spritual (SQ)
Kecerdasan Intelektual (IQ)
Kecerdasan intelektual adalah kesanggupan seseorang untuk menyesuaikan diri pada hal-hal baru dengan menggunakan berpikiran menurut tujuan yang ingin dicapai. Kemampuan intelektual juga merujuk kepada seseorang untuk dapat bertindak secara terarah, berpikir secara bermakna dan dapat berinteraksi secara mudah dengan lingkungannya.

Kecerdasan Emosi (EQ)
Merupakan kemampuan pengendalian diri, semangat dan ketekunan serta kemampuan untuk memotivasi diri untuk menghadapi frustasi. Kecerdasan emosi merupakan hal yang dianggap penting untuk menentukan keberhasilan seseorang.

Kecerdasan Spiritual (SQ)
Kecerdasan spiritual merupakan penghubung antar kecerdasan intelektual dengan kecerdasan emosional. Spiritual membantu seseorang untuk lebih memahami akan arti dari kehidupan yang sebenarnya. Kecerdasan spiritual juga sebagai kecerdasan untuk menghadapi persoalan makna atau nilai,

Sunday, April 26, 2020

Macam-macam Puasa Sunah Serta Keutamaannya

Puasa sunnah merupakan ibadah yang sangat dianjurkan untuk dilaksanakan



Keutamaan-keutamaan Dalam Puasa Sunnah
Puasa sunnah menurut ajaran Islam merupakan salah satu bagian ibadah sunnah yang dilakukan untuk mendapatkan cinta atau kasih sayang Allah SWT. Menurut ajaran Islam puasa sunnah merupakan salah satu ibadah yang sangat dianjurkan untuk dilaksanakan. Dengan melaksanakan puasa sunnah seseorang dapat mendapatkan beberapa keuntungan yaitu keuntungan untuk menjadi orang-orang yang disayangi Allah serta mendapatkan pundi pahala. Dengan puasa sunnah seseorang bisa sehat dan kuat.
Selama masa hidupnya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah melewatkan satu bulan pun tanpa berpuasa sunnah. Mengapa Rasul terus berpuasa? Karena beliau tau bahwa keutamaan puasa sangat tinggi dan ibadah puasa sangat disenangi oleh Allah.
Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

“Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Setiap amalan manusia adalah untuknya kecuali puasa. Amalan puasa adalah untuk-Ku”.” (HR. Bukhari no. 1904)

Ada banyak macam puasa sunah yang diajarkan oleh Rasulullah. Meski bukan ibadah yang sifatnya wajib, namun apabila seorang muslim melaksanakan puasa sunah, maka ia akan mendapatkan banyak manfaat. Berikut telah dirangkum dari berbagai sumber, macam-macam puasa sunah, beserta keutamaannya.

Keutamaan Puasa Senin Kamis
Puasa ini adalah puasa yang dilakukan di hari Senin dan Kamis.
- Hari senin adalah hari Nabi Muhammad dilahirkan
- Rasulullah selalu melakukan perjalanan di hari Kamis
- Segala amal perbuatan manusia diperiksa malaikat di hari Senin dan Kamis

Puasa Arafah
Puasa Arafah dilaksanakan pada tanggal 9 Dzulhijjah.
Keutamaan puasa Arafah adalah menghapuskan dosa selama satu tahun sebelumnya dan satu tahun sesudahnya. Sebagaimana dalam hadits, Rasulullah bersabda, "Puasa pada hari Arafah itu bisa menghapus dosa-dosa dua tahun, yaitu setahun yang lampau dan setahun yang akan datang".

Puasa Asyura
Puasa ini dilaksanakan setiap tanggal 10 Muharram.
Keutamaan puasa Asyura:
- Puasa paling utama setelah puasa Ramadan
- Menghapus dosa selama setahun sebelumnya

Puasa Syawal
Puasa ini dikerjakan selama enam hari pada bulan Syawal.
Keutamaan puasa syawal adalah mendapatkan pahala sebagaimana orang yang berpuasa selama satu tahun sebagiamana dalam hadits, Rasulullah bersabda, "Barangsiapa puasa enam hari sesudah Hari Raya Idul Fitri, adalah serupa sempurna setahun, barangsiapa mengerjakan kebaikan, maka ia mendapat pahala sepuluh kali ganda".

Puasa Ayyamul Bidh (Puasa putih)
Puasa ini dilaksanakan setiap bulan Qamariyah, yakni pada tanggal 13, 14, dan 15 Hijriyah.
Keutamaannya disebutkan dalam suatu hadits bahwa puasa pada tiga hari setiap bulannya adalah seperti puasa sepanjang tahun.

Puasa Daud
Puasa Daud dilaksanakan dengan sehari berpuasa, sehari tidak, dan seterusnya.
Keutamaannya:
- Puasa yang disukai Allah
- Meningkatkan ketaatan kepada Allah

Saturday, April 25, 2020

Shalat Jamak plus Qasar (Jamak Qasar)


Umat muslim sedang melaksanakan sholat


MATERI 1

Pengertian Shalat Jamak plus Qasar (Jamak Qasar)

       Sholat lima waktu sebagaimana yang telah dimaklumi adalah sholah satu rukun Islam yang harus ditegakkan pelaksanaannya oleh setiap muslim, manakala tiba waktunya. Dalam kondisi normal (tanpa udzur/halangan) Islam mengajarkan pelaksanaan sholat untuk sesuai dengan waktu yang ditetapkan untuk masing-masing, juga dengan kaifiyah (tatacara) yang telah ditetapkan.
Sholat jamak qasar adalah menggabungkan dua sholat fardu dalam satu waktu sekaligus meringkas (qasar) dari 4 rakaat menjadi dua rakaat. Hukum dan syaratnya sama dengan sholat jamak dan sholat qasar. Sholat jamak qasar dapat dilaksanakan secara takdim maupun ta’khir.
Waktu-waktu yang boleh dijamak qasar, yaitu
Sholat dhuhur dengan ashar dikerjakan dalam satu waktu dengan jumlah rakaat dhuhur 2 rakaat dan ashar 2 rakaat.
Sholat maghrib dan isya’ dikerjakan dalam satu waktu dengan rakaat sholat maghrib tetap 3 rakaat dan isya’ dikerjakan 2 rakaat.

Praktik Sholat Jamak Qasar
Salat Jamak Qasar: misalnya sholat Dzuhur dengan Ashar. Tata caranya sebagai berikut:
1. Berniat dalam hati untuk menjamak qasar sholat Dzuhur dengan jamak takdim.
2. Takbiratul ihram.
3. Sholat Dzuhur dua rakaat (diringkas)
4. Salam.
5. Berdiri dan niat dalam hati untuk sholat Ashar.
6. Takbiratul ihram.
7. Sholat Ashar dua rakaat (diringkas).
8. Salam

Syarat-Syarat Sah Shalat Jamak, Qasar dan Jamak Qashar
      Umat Islam dapat melakukan sholat fardlu dengan cara jamak qasar apabila memenuhi syarat yang diajarkan oleh Rasulullah. Sholat jamak dan qashar memang diperuntukan bagi umat muslim yang sedang melakukan perjalanan jauh atau karena halangan lain sehingga tidak dapat mengerjakan shalat fardu tepat pada waktunya. Hal ini meliputi:
Melakukan perjalanan jauh minimal 81 kilometer (sesuai kesepakatan para ulama)
Perjalanan tidak bertujuan untuk hal negatif atau berbuat dosa
Sedang dalam keadaan bahaya; hujan lebat disertai angin kencang, perang atau bencana lainnya.

Sholat subuh, sesuai dengan tuntunan Rasululah SAW tidak boleh dijama’ maupun diqasar. Sholat subuh harus dikerjakan pada waktunya dan jumlah rakaatnya tetap 2 rakaat. Keringanan atau kemudahan (rukhshah) yang diberikan itu diungkapkan dalam ajaran Islam melalui ayat Al Qur’an berikut :


 يُرِيدُ اللَّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ 


Artinya : “Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu.” (QS Al Baqarah : 185)

Rasulullah SAW bersabda yang artinya : “Diriwayatkan dari Ibnu Abbas ra, ia berkata: Bahwa Nabi saw sholat di Madinah tujuh dan delapan rakaat; dhuhur, ashar, maghrib dan isya’.” (Muttafaq ‘Alaih)


MATERI 2

Sebab diperbolehkan shalat jama’
Berikut ini beberapa contoh adanya masyaqqah sehingga diperbolehkan untuk menjamak shalat :
  • Sedang bepergian jauh atau musafir, yang kesulitan untuk beribadah dalam perjalanan.
  • Selesai shalat Magrib di masjid, hujan turun sangat deras dan diperkirakan lama. Sehingga ada kesulitan kalau jamaah kembali lagi ke masjid untuk shalat Isya. Dalam kondisi ini, imam boleh menjamak shalat Magrib dengan Isya.
  • Ada orang yang terkena penyakit sehingga orang tersebut boleh jamak, karena adanya masyaqqah.
  • Seseorang masih berada di rumahnya ketika shalat Zuhur dan hendak berangkat safar bersama rombongan. Diperkirakan, ketika waktu shalat Ashar habis, dia masih berada di tengah perjalanan. Orang tersebut diperbolehkan menjamak shalat, karena adanya masyaqqah untuk shalat Ashar sesuai dengan waktunya.
Shalat Yang Boleh di Jamak
    Pengertian sholat jamak adalah menghimpun dua sholat fardhu dalam satu waktu tanpa mengurangi jumlah rakaatnya. Sholat jamak terbagi menjadi dua yakni Taqdim (memajukan sholat fardhu ke awal waktu), dan takhir (mengakhirkan sholat fardhu ke waktu yang akan datang).
    Adapun, sholat yang boleh dijamak adalah Jamak Taqdim, yakni sholat Ashar dikerjakan pada waktu Dzuhur dan Sholat Isya dikerjakan pada waktu Magrib. Kemudian, Jamak Takhir yakni sholat Dzuhur yang dikerjakan di waktu Ashar dan sholat Magrib yang dikerjakan di waktu Isya.

Dalil yang Melandasi Sholat Jamak
    Dalil yang menjadi landasan dalam melaksanakan dan cara menjamak sholat jamak adalah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Daud dan Al-Turmudzi dari sahabat Mu’adz. Mengutip dari publikasi oleh uinsuska.ac.id, dalil-dalil tersebut berbunyi:

"Dari Muadz bin Jabal, bahwasannya Nabi SAW dalam perang tabuk, apabila beliau berangkat sebelum tergelincir matahari, beliau menta’khirkan shalat Zhuhur hingga beliau kumpulkan dengan shalat Ashar, beliau gabungkan keduanya (Zhuhur dan Ashar) waktu Ashar, dan apabila berangkat sesudah tergelincir matahari, beliau kerjakan shalat Zhuhur dan Ashar sekaligus, kemudian beliau berjalan. Dan apabila beliau berangkat sebelum Maghrib, beliau menta’khirkan Maghrib hingga beliau melakukan shalat Maghrib beserta Isya’ dan apabila beliau berangkat sesudah waktu Maghrib beliau segerakan shalat Isya’ dan beliau menggabungkan shalat Isya’ bersama Maghrib." (HR. Abu Daud).


MATERI 3

Pengertian Sholat Qasar 
    Selain sholat jamak juga terdapat sholat qashar. Jika sholat jamak menggabungkan dua sholat pada satu waktu, sholat qashar meringkas empat rakaat menjadi dua rakaat. Sholat qasar adalah istilah fikih yang mengisyaratkan kepada hukum syariat salat seorang musafir dimana dia (jika memenuhi syarat) wajib mendirikan salat-salat empat rakaatnya menjadi dua rakaat dengan kata lain meringkas/mengurangi jumlah rakaat salat yang bersangkutan. Salat Qasar merupakan keringanan yang diberikan kepada mereka yang sedang melakukan perjalanan (safar). Salat qashar merupakan salah satu keringanan yang diberikan Allah. Salat qasar hanya boleh dilakukan oleh orang yang sedang bepergian (musafir). Dan diperbolehkan melaksanakannya bersama Salat Jamak.

Allah berfirman dalam Al Qur’an surat An Nisa ayat 101 yang artinya:

وَإِذَا ضَرَبْتُمْ فِى ٱلْأَرْضِ فَلَيْسَ عَلَيْكُمْ جُنَاحٌ أَن تَقْصُرُوا۟ مِنَ ٱلصَّلَوٰةِ إِنْ خِفْتُمْ أَن يَفْتِنَكُمُ ٱلَّذِينَ كَفَرُوٓا۟ ۚ إِنَّ ٱلْكَٰفِرِينَ كَانُوا۟ لَكُمْ عَدُوًّا مُّبِينًا


Artinya : “Dan apabila kamu beprgian di muka bumi, maka tidak mengapa kamu menqashar salatmu, jika kamu takut diserang orang-orang kafir, sesungguhnya orang-orang kafir itu musuh yang nyata bagimu,(Q.S. An Nisa: 101)


Sebab Diperbolehkan Sholat Qasar
    Ketika di perjalanan, kita tidak memungkinkan untuk melaksanakan shalat, maka kita bisa mengqasharnya atau meringkas shalat (yang asalnya empat rakaat menjadi dua rakaat). Akan tetapi, tidak sembarangan kita melaksanakannya. Kita lihat dulu, apakah kita termasuk dalam syarat-syarat diperbolehkannya qashar. Lalu, apa sajakah syarat-syarat tersebut?
Syarat-syarat untuk diperbolehkannya shalat qashar ada tujuh, yaitu:
  1. Jarak kepergiannya sudah mencapai dua marhalah (sekitar 80,64 kilometer atau 82 kilometer menurut Al-Habib Zain bin Samith).
  2. Kepergiannya tidak karena dorongan maksiat.
  3. Mengetahui diperbolehkannya shalat qashar.
  4. Niat qashar ketika takbiratul ihram.
  5. Shalat yang qashar harus yang empat rakaat.
  6. Tetapnya (terus-menerus) bepergiannya hingga selesainya shalat.
  7. Orang yang mengqashar tidak boleh makmum dengan orang yang tidak mengqashar walau pun dalam gerakan yang sedikit.

Tata Cara Sholat Qasar 
    Adapun sholat yang dapat diqasar adalah salat Dzuhur, Ashar dan ‘isya, di mana rakaat yang aslinya berjumlah 4 dikurangi/diringkas menjadi 2 raka'at saja dan tidak boleh mengqasar salat subuh dengan zuhur dan harus berpasangan Dzuhur dengan Ashar dan Maghrib dengan ‘isya. 
    Sebab diperbolehkan sholat qasar diantaranya karena sedang bepergian jauh, dalam keadaan sakit, perjalanan tidak untuk maksiat serta dalam keadaan sangat ketakutan atau tidak aman semisal sedang berperang maupun terjadi bencana alam.

Saturday, April 11, 2020

Sains dan Teknologi dalam Pandangan Islam


Ilustrasi ilmuwan dalam dunia Islam



TOLAK ukur era modern ini adalah sains dan teknologi. Sains dan teknologi mengalami perkembangan yang begitu pesat bagi kehidupan manusia. Dalam setiap waktu para ahli dan ilmuwan terus mengkaji dan meneliti sains dan teknologi sebagai penemuan yang paling canggih dan modern. Keduanya sudah menjadi simbol kemajuan dan kemodernan pada abad ini. Oleh karena itu, apabila ada suatu bangsa atau negara yang tidak mengikuti perkembangan sains dan teknologi, maka bangsa atau negara itu dapat dikatakan negara yang tidak maju dan terbelakang.
Islam tidak pernah mengekang umatnya untuk maju dan modern. Justru Islam sangat mendukung umatnya untuk melakukan research dan bereksperimen dalam hal apapun, termasuk sains dan teknologi. Bagi Islam sains dan teknologi adalah termasuk ayat-ayat Allah yang perlu digali dan dicari keberadaannya. Ayat-ayat Allah yang tersebar di alam semesta ini, dianugerahkan kepada manusia sebagai khalifah di muka bumi untuk diolah dan dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya.
Pandangan Islam tentang sains dan teknologi dapat diketahui prinsip-prinsipnya dari analisis wahyu pertama yang diterima oleh Nabi Muhammad saw.

اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ (1) خَلَقَ الْإِنْسَانَ مِنْ عَلَقٍ (2) اقْرَأْ وَرَبُّكَ الْأَكْرَمُ (3) الَّذِي عَلَّمَ بِالْقَلَمِ (4) عَلَّمَ الْإِنْسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْ (5)
Artinya : “Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah, Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah, Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam, Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya” (Q.S. Al-Alaq : 1-5)

Peradaban Islam pernah memiliki khazanah ilmu yang sangat luas dan menghasilkan para ilmuwan yang begitu luar biasa. Ilmuwan-ilmuwan ini ternyata jika kita baca, mempunyai keahlian dalam berbagai bidang. Sebut saja Ibnu Sina. Dalam umurnya yang sangat muda, dia telah berhasil menguasai berbagai ilmu kedokteran. Mognum opusnya al-Qanun fi al-Thib menjadi sumber rujukan utama di berbagai Universitas Barat.
Selain Ibnu Sina, al-Ghazali juga bisa dibilang ilmuwan yang representatif untuk kita sebut di sini. Dia teolog, filosof, dan sufi. Selain itu, dia juga terkenal sebagai orang yang menganjurkan ijtihad kepada orang yang mampu melakukan itu. Dia juga ahli fiqih. Al-Mushtasfa adalah bukti keahliannya dalam bidang ushul fiqih. Tidak hanya itu, al-Ghazali juga ternyata mempunyai paradigma yang begitu modern. Dia pernah mempunyai proyek untuk menggabungkan, tidak mendikotomi ilmu agama dan ilmu umum. Baginya, kedua jenis ilmu tersebut sama-sama wajib dipelajari oleh umat Islam.
Adapun kondisi umat Islam sekarang yang mengalami kemunduran dalam bidang sains dan teknologi adalah disebabkan oleh berbagai hal. Sains Islam mulai terlihat kemunduran yang signifikan adalah selepas tahun 1800 disebabkan faktor eksternal seperti pengaruh penjajahan yang dengan sengaja menghancurkan sistem ekonomi lokal yang menyokong kegiatan sains dan industri lokal. Contohnya seperti apa yang terjadi di Bengali, India, saat sistem kerajinan industri dan kerajinan lokal dihancurkan demi mensukseskan “revolusi industri” di Inggris.
Sains dan teknologi adalah simbol kemodernan. Akan tetapi, tidak hanya karena modern, kemudian kita mengabaikan agama sebagaimana yang terjadi di Barat dengan ideologi sekularisme. Karena sains dan teknologi tidak akan pernah bertentangan dengan ajaran Islam yang relevan di setiap zaman.
Di dunia Islam, ilmu pengetahuan modern mulai menjadi tantangan nyata sejak akhir abad ke-18, terutama sejak Napoleon menduduki Mesir pada 1798 dan makin meningkat setelah sebagian besar dunia Islam menjadi wilayah jajahan atau pengaruh Eropa. Serangkaian peristiwa kekalahan berjalan hingga mencapai puncaknya dengan jatuhnya Dinasti Usmani di Turki. Proses ini terutama disebabkan oleh kemajuan teknologi militer Barat.
Ketika sains dan teknologi Muslim tertinggal dari Eropa dan berusaha mengejar ketertinggalan itu maka timbulah dua sikap, yaitu merumuskan sikap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi peradaban Barat modern, serta sikap terhadap tradisi Islam. Kedua unsur ini masih mewarnai pemikiran Muslim hingga kini.
Saat ini sains teknologi telah dikuasai dunia Barat yang jelas-jelas ingin menghancurkan umat Islam, seperti yang dilakukan oleh Israel terhadap Palestina. Karena teknologi yang tidak dilandasi dengan akhlakul kharimah akan menjadi penghancur dan merusak bumi. Padahal Islam sejak turunnya kitab suci Al Qur’an dan diutusnya Nabi Muhammad saw. sebagai Rasulullah. Menunjukkan bahwa teknologi yang terkandung di dalam kitab suci Al-Qur’an akan membawa rahmat bagi segenap umat di muka bumi ini.
Contoh lainnya, kemajuan dalam dunia farmasi. Banyak obat-obatan disalahgunakan seperti narkoba, yang dilakukan oleh orang-orang tak bertanggung jawab untuk menghancurkan generasi muda. Begitu juga melalui media-media dengan memasukan unsur-unsur pornografi dan pornoaksi yang mencoba menghancurkan akhlak dan menyebarkan kemaksiatan di muka bumi.
Karena itu marilah kita umat Islam yang sedang giat-giatnya mengejar ketertinggalan teknologi dari dunia Barat agar pandai memilah dan memilih teknologi yang pantas kita kembangkan atau tidak. Semoga Allah melindungi umat Islam dari bahaya kemajuan teknologi Barat yang saat ini tengah membumi.






Sunday, April 5, 2020

Pengertian Disiplin dan Macam-macam Disiplin

Pentingnya membiasakan disiplin dalam kehidupan kita


Pengertian Disiplin
Disiplin adalah rasa taat dan patuh terhadap nilai yang dipercata dan menjadi tanggung jawabnya. Dengan kata lain disiplin adalah patuh terhadap peraturan atau tunduk pada pengawasan dan pengendalian. Tanpa ada suatu peraturan maka tidak akan tercapai suatu kedisiplinan. Sedangkan pendisiplinan adalah sebuah usaha yang dilaksanakan untuk menanamkan nilai atau pemaksaan supaya subjek mentaati sebuah peraturan. Disiplin merupakan sikap yang selalu tepat janji, sehingga orang lain percaya karena modal seseorang dalam wirausaha adalah mendapat kepercayaan dari orang lain.
Untuk mencapai suatu keberhasilan seseorang harus mulai hidup disiplin. Kedisiplinan dimulai sejak dari kecil agar disaat dewasa seseorang sudah terbiasa dengan hidup disiplin tanpak dipaksakan suatu keadaan atau kondisi. Kedisiplinan dimulai dari lingkungan keluarga, kemudian lingkungan sekolah dan lingkungan desa atau masyarakat sekitar.
Islam memerintahkan umatnya untuk selalu konsisten terhadap peraturan Allah SWT yang telah ditetapkan. Hal ini sesuai dengan firman Allah SWT dala Al Quran surat Huud ayat 112 :

فَاسْتَقِمْ كَمَا أُمِرْتَ وَمَنْ تَابَ مَعَكَ وَلَا تَطْغَوْا ۚ إِنَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ

Artinya: “Maka tetaplah kamu pada jalan yang benar, sebagaimana diperintahkan kepadamu dan (juga) orang yang telah taubat beserta kamu dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Dia Maha Melihat apa yang kamu kerjakan”. (Huud ayat 112)
Dari ayat tersebut menunjukkan bahwa disiplinbukan hanya tepat waktu saja tetapi juga patuh terhadap peraturan-peraturan yang ada. Melaksanakan segala yang diperintahkan serta menjauhi segala larangan-Nya. Disamping itu juga melakukan perbuatan tersebut secara teratur dan terus menerus meskipun hanya sedikit.



Macam-macam Disiplin
Disiplin Dalam Menggunakan Waktu
Disiplin dalam menggunakan waktu maksudnya kita dapat menggunakan waktu untuk hal-hal yang bermanfaat, membagi waktu dengan baik, mana yang harus diutamakan dan mana yang harus di tinggalkan. Dengan dapatnya kita menghargai waktu maka akan terciptalah suatu kedisiplinan dalam kehidupan kita. Kita diharapkan dapat menggunakan dan membagi waktu dengan baik. Karena waktu sangat berharga dan salah satu kunci kesuksesan adalah dengan bisa menggunakan waktu sebaik mungkin.

Disiplin Dalam Beribadah
Adalah senantiasa beribadah dengan aturan-aturan yang terdapat didalamnya. Pengertian yang lebih luas dalam ajaran Islam, ibadah berarti tunduk dan merendahkan diri hanya kepada Allah yang disertai dengan perasaan cinta kepada-Nya. Kedisiplinan disini sangat diperlukan, Allah SWT senantiasa menganjurkan hamba-Nya untuk disiplin.
Dalam ibadah mahdah (disebut juga ibadah khusus) aturan-aturannya tidak boleh semaunya akan tetapi harus mengikuti aturan yang sudah ditetapkanoleh Allah dan Rasul-Nya. Dalan ibadah ghaira mahdah (disebut ibadah umum) orang dapat menentukan aturannya yang terbaik, kecuali yang jelas dilarang oleh Allah SWT. Tentu suatu perbuatan dicatat sebagai ibadah kalau niatnya ikhlas. 

Disiplin Dalam Masyarakat
Disiplin dimasyarakat memang harus dilaksanakan. Karena dimasyarakatlah mulainya proses interaksi antara seseorang dengan orang lain. Jika kita tidak disiplin dirumah maka kita juga akan tidak disiplin dimasyarakat. Disinilah orang akan menilai perilaku kita. Dengan mengikuti segala aturan yang ada didalam masyarakat berarti kita sudah disiplin dimasyarakat.
Di masyarakat biasanya tidak ada aturan tertulis. Aturan masyarakat berbentuk norma sopan santun. Baik dan buruk menurut kebiasaan masyarakat. Berikut contoh aturan dimasyarakat, Menjaga kebersihan lingkungan, Menjaga keamanan lingkungan, tidak mengganggu tetangga, membuang sampah pada tempatnya, dan tidak melanggar tata tertib masyarakat.

Disiplin Dalam Kehidupan Berbangsa Dan Bernegara
Negara merupakan alat untuk memperjuangkan keinginan bersama berdasarkan kesepakatan yang dibuat oleh para anggota atau warga negara tersebut. Tanpa adanya masyarakat yang menjadi warganya, negara tidak akan terwujud. Sebagai warga masyarakat yang baik juga patuh kepada aturan pemerintah misalkan disiplin dalam membayar pajak tepat waktu, mengikuti upacara adat dengan tenangdan tertib, mengikuti peraturan sebagai warga negara indonesia yang taat serta banyak contohnya.

Saturday, April 4, 2020

Pengertian Aqiqah, Tata Cara dan Hikmah Aqiqah

Pelaksanaan aqiqah bagi bayi baru lahir

Pengertian Aqiqah
     AQIQAH menurut bahasa, aqiqah artinya memotong atau memisahkan. Menurut istilah, aqiqah artinya memotong atau menyembelih kambing sehubungan dengan kelahiran bayi pada hari ketujuh sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah. Hewan aqiqah yang biasanya dipilih antara lain : Kambing dan domba. Peraturannya 2 ekor kambing bagi bayi laki-laki dan 1 ekor kambing bagi bayi perempuan. Bagi seorang ayah yang mampu hendaknya menghidupkan sunah ini hingga ia mendapat pahala. Dengan syariat ini, ia dapat berpartisipasi dalam menyebarkan rasa cinta di masyarakat dengan mengundang para tetangga dalam walimah akikah tersebut.

Dasar Hukum Aqiqah
     Hukum aqiqah adalah sunnah muakkad bagi orang yang mampu melaksanakannya, yaitu bagi orang tua anak yang dilahirkan. Kalau kepala keluarga belum mampu mengaqiqahkan si bayi maka si anak boleh mengaqiqahkan dirinya ketika sudah dewasa kelak

 عَنْ سَمُرَةَ بْنِ جُنْدَبٍ اَنَّ رَسُوْلَ اللهِ ص قَالَ: كُلُّ غُلاَمٍ رَهِيْنَةٌ بِعَقِيْقَتِهِ تُذْبَحُ عَنْهُ يَوْمَ سَابِعِهِ وَ يُحْلَقُ وَ يُسَمَّى

Artinya : “Dari Samurah bin Jundab dia berkata : Rasulullah bersabda : “Semua anak bayi tergadaikan dengan aqiqahnya yang pada hari ketujuhnya disembelih hewan (kambing), diberi nama dan dicukur rambutnya.” [Shahih, Hadits Riwayat Abu Dawud dan Tirmidzi 1552]

Tata Cara Pelaksanaan Aqiqah
Kegiatan aqiqah dilaksanakan untuk semua anak bayi laki-laki maupun perempuan. Pelaksanaan aqiqah pada hari ketujuh dengan disembelih hewan (kambing), diberi nama dan dicukur rambutnya. Waktu aqiqah yang paling utama adalah hari ke-7 dari awal kelahirannya. Bahkan jika berhalangan anda tetap dapat melaksanakannya hingga hari ke-14 atau ke-21. Jika seorang ayah mampu untuk menyembelih akikah pada hari ketujuh, maka sebaiknya ia menyembelihnya pada hari tersebut. Namun, jika ia tidak mampu pada hari tersebut, maka boleh baginya untuk menyembelihnya pada waktu kapan saja.
Dalam tata cara aqiqah menurut islam, membagikan daging aqiqah berbeda halnya dengan qurban. Dalam aqiqah, kamu harus membagikan daging yang sudah disembelih tadi dalam kondisi sudah masak. Dalam kondisi seperti ini, kamu dan keluarga disunnahkan pula untuk mengkonsumsi daging aqiqah. Sedangkan daging sepertiganya, dihadiahkan kepada tetangga dan fakir miskin. 

Hikmah Aqiqah
Menurut Drs. Zaki Ahmad dalam bukunya "Kiat Membina Anak Sholeh" disebutkan manfaat-manfaat yang akan didapat dengan berakikah, di antaranya :
1. Membebaskan anak dari ketergadaian
2. Pembelaan orang tua pada hari kemudian
3. Menghindarkan anak dari musibah dan kehancuran, sebagaimana pengorbanan Nabi Ismail dan Ibrahim
4. Pembayaran hutang orang tua kepada anaknya
5. Pengungkapan rasa gembira demi tegaknya Islam dan keluarnya keturunan yang di kemudian hari akan memperbanyak umat Nabi Muhammad SAW
6. Memperkuat tali silahturahmi di antara anggota masyarakat dalam menyambut kedatangan anak yang baru lahir
7. Sumber jaminan sosial dan menghapus kemiskinan di masyarakat

8. Melepaskan bayi dari godaan setan dalam urusan dunia dan akhirat


Macam-macam Puasa Sunah Dalam Agama Islam

Puasa sunah dalam agama Islam

Pengertian Puasa Sunah
Puasa sunah atau juga di sebut puasa tathawwu' adalah menurut ajaran Islam merupakan salah satu bagian ibadah sunnah yang dilakukan untuk mendapatkan cinta atau kasih sayang Allah SWT. Secara hukum fikih puasa sunah bersifat anjuran. Puasa sunnah adalah amalan yang dapat melengkapi kekurangan amalan wajib. Selain itu pula puasa sunnah dapat meningkatkan derajat seseorang menjadi wali Allah yang terdepan (as saabiqun al muqorrobun). Menurut ajaran Islam puasa sunnah merupakan salah satu ibadah yang sangat dianjurkan untuk dilaksanakan karena banyak sekali manfaatnya. Ada beberapa puasa sunah yang dilaksanakan Rasulullah diantaranya adalah :

Puasa Senin Kamis
Senin dan kamis merupakan dua nama hari dalam kalender Hijriyah dan Masehi. Namun hari itu memiliki keistimewaan tersendiri, karena pada hari itu Rasulullah Muhammad SAW menganjurkan umatnya untuk melaksanakan puasa sunnah pada hari-hari itu. Puasa Senin dan Kamis adalah puasa yang paling sering dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW.
Hari senin dan kamis adalah hari dimana Rasulullah dilahirkan, hari diutus, dan dihari itu wahyu diturunkan. Sedangkan pada hari kamis semua amal ibadah umat manusia dikumpulkan dihadapan Allah oleh para malaikat.

Puasa Arafah
Puasa 'Arafah adalah puasa pada Hari Arafah, yaitu hari kesembilan dari bulan Dzulhijjah. Puasa ini sangat dianjurkan bagi umat muslim yang tidak pergi haji, karena sebagaimana dikatakan dalam sekian banyak hadits, puasa 'arafah dapat menghapuskan dosa selama dua tahun.
Puasa Arafah adalah puasa pada Hari Arafah, yaitu hari kesembilan dari bulan Dzulhijjah atau satu hari menjelang hari raya Idul Adha. Puasa ini sangat dianjurkan bagi umat muslim yang tidak pergi haji, adapun bagi yang sedang menunaikan ibadah haji puasa Arafah tidak boleh dikerjakan. Keutamaan puasa Arafahsesuai dalam hadits : "Puasa hari arafah dapat menghapus dosa dua tahun yang telah lalu dan akan datang, dan puasa Asyura (tanggal 10 Muharram) menghapus dosa setahun yang lalu," dikutip HR Muslim.
Puasa Asyura
Hari ‘Asyura berasal dari bahasa arab yang artinya hari ke sepuluh di bulan Muharram. Hari tersebut memiliki keistimewaan tersendiri di dalam Islam. Nabi Muhammad saw. biasa berpuasa pada hari itu dan memerintahkan umatnya untuk melakukan hal serupa.
Berbicara soal Hukum puasa Asyura adalah sunah. Meski demikian, puasa Muharram atau puasa asyura ini adalah puasa sunah yang dianjurkan oleh Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam. Manfaat dari puasa Asyura adalah akan menghapus dosa setahun yang lalu.
Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam mendorong kita melakukan puasa pada bulan Muharram sebagaimana sabdanya,
"Puasa yang paling utama setelah (puasa) Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah – Muharram. Sementara shalat yang paling utama setelah shalat wajib adalah shalat malam." (HR. Muslim dari Abu Hurairah).

Puasa Syawal
Puasa Syawal adalah berpuasa 6 hari di bulan Syawal setelah berakhirnya puasa Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri. Puasa syawal ini adalah ujian pertama setelah kita menyelesaikan latihan menahan diri sebulan penuh di waktu Ramadhan, setelah kebebasan dilepas - yang haram kembali dihalalkan.
Untuk melaksanakan puasa syawal tidak disyaratkan dilakukan berturut-turut, sehingga boleh saja dilakukan langsung setelah berbuka (pada hari raya) atau terpisah antara keduanya, atau dilakukan berturutan, atau secara acak.
Orang yang melakukan satu kebaikan akan mendapatkan sepuluh kebaikan yang semisal. Puasa ramadhan adalah selama sebulan berarti akan semisal dengan puasa 10 bulan. Puasa syawal adalah enam hari berarti akan semisal dengan 60 hari yang sama dengan 2 bulan. Oleh karena itu, seseorang yang berpuasa ramadhan kemudian berpuasa enam hari di bulan syawal akan mendapatkan puasa seperti setahun penu

Puasa Ayyamul Bidh (Puasa putih)
Ayyamul bidh bisa diartikan 'hari-hari putih'. Karena itulah ibadah sunnah yang satu ini juga dikenal dengan nama puasa putih. Harap dibedakan dengan puasa mutih yang dijalankan sebagai bagian dari tradisi di Jawa.
Puasa ayyamul bidh dijalankan selama tiga hari, yaitu tanggal 13, 14, dan 15 setiap bulan Qamariyyah dalam kalender Hijriah. Walaupun begitu, puasa ayyamul bidh memiliki keutamaan yang lebih besar jika dilakukan di bulan-bulan tertentu seperti Syawal yang disebut bulan baik.
Keutamaan menjalankan ibadah puasa ayyamul bidh selama tiga hari akan mendapatkan ganjaran pahala yang sama dengan puasa selama sebulan. Jika dilakukan setiap bulan, maka dianggap sama dengan menjalankan ibadah puasa selama setahun.

Puasa Daud
 Puasa daud adalah salah satu jenis puasa sunah. Tata cara pelaksanaan puasa ini adalah dengan berselang-seling hari, satu hari puasa, dan hari berikutnya tidak. Disebut Puasa Daud karena puasa ini merupakan puasanya Nabi Daud ‘alaihis salam. Untuk umat Nabi Muhammad, puasa ini hukumnya sunnah. Dibandingkan puasa sunnah lainnya, Puasa Daud lebih disukai Allah SWT. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW.
Artinya : “Puasa yang paling disukai oleh Allah adalah puasa Nabi Daud. Ia berpuasa satu hari lalu berbuka satu hari. Dan sholat yang paling disukai oleh Allah adalah sholat Nabi Daud. Ia tidur seperdua malam, bangun sepertiganya, lalu tidur seperenamnya”. (HR. Bukhari)
Dari aspek kesehatan tubuh, manfaat puasa Daud untuk kesehatan dari diri manusia adalah mencegah sering sakit. Dengan puasa yang berselang sehari, kondisi tubuh menjadi sehat terutama pada saluran pencernaan. Selain itu, puasa ini membantu proses detoksifikasi dalam tubuh manusia.


Tata Cara Sholat Jamak dan Qasar


Tata Cara Sholat Jamak dan Qasar 

MATERI 1

Pengertian Sholat Jamak
    Kata jama’ dari bahasa arab berarti mengumpulkan atau menggabungkan. Hukum shalat jama’ adalah boleh bagi orang-orang dalam kondisi tertentu (sulit) seperti perjalanan jauh atau musafir. Menjamak adalah keringanan yang diberikan oleh Allah kepada hambanya untuk melakukan ibadah setiap saat dalam kondisi tertentu.
    Pengertian shalat jamak yaitu meringkas dua waktu shalat dalam satu waktu. Tetapi tidak setiap perjalanan yang ditempuh bisa melakukan jamak karena ada ketentuan-ketentuan yang membolehkan seseorang melakukan sholat jamak. Pasalnya, ada syarat-syarat sebelum diperbolehkan melakukan shalat jamak. 

Sebab diperbolehkan shalat jama’
Berikut ini beberapa contoh adanya masyaqqah sehingga diperbolehkan untuk menjamak shalat :
  • Sedang bepergian jauh atau musafir, yang kesulitan untuk beribadah dalam perjalanan.
  • Selesai shalat Magrib di masjid, hujan turun sangat deras dan diperkirakan lama. Sehingga ada kesulitan kalau jamaah kembali lagi ke masjid untuk shalat Isya. Dalam kondisi ini, imam boleh menjamak shalat Magrib dengan Isya.
  • Ada orang yang terkena penyakit sehingga orang tersebut boleh jamak, karena adanya masyaqqah.
  • Seseorang masih berada di rumahnya ketika shalat Zuhur dan hendak berangkat safar bersama rombongan. Diperkirakan, ketika waktu shalat Ashar habis, dia masih berada di tengah perjalanan. Orang tersebut diperbolehkan menjamak shalat, karena adanya masyaqqah untuk shalat Ashar sesuai dengan waktunya.
MATERI 2

Shalat Yang Boleh di Jamak
    Pengertian sholat jamak adalah menghimpun dua sholat fardhu dalam satu waktu tanpa mengurangi jumlah rakaatnya. Sholat jamak terbagi menjadi dua yakni Taqdim (memajukan sholat fardhu ke awal waktu), dan takhir (mengakhirkan sholat fardhu ke waktu yang akan datang).
    Adapun, sholat yang boleh dijamak adalah Jamak Taqdim, yakni sholat Ashar dikerjakan pada waktu Dzuhur dan Sholat Isya dikerjakan pada waktu Magrib. Kemudian, Jamak Takhir yakni sholat Dzuhur yang dikerjakan di waktu Ashar dan sholat Magrib yang dikerjakan di waktu Isya.

Dalil yang Melandasi Sholat Jamak
Dalil yang menjadi landasan dalam melaksanakan dan cara menjamak sholat jamak adalah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Daud dan Al-Turmudzi dari sahabat Mu’adz. Mengutip dari publikasi oleh uinsuska.ac.id, dalil-dalil tersebut berbunyi:

"Dari Muadz bin Jabal, bahwasannya Nabi SAW dalam perang tabuk, apabila beliau berangkat sebelum tergelincir matahari, beliau menta’khirkan shalat Zhuhur hingga beliau kumpulkan dengan shalat Ashar, beliau gabungkan keduanya (Zhuhur dan Ashar) waktu Ashar, dan apabila berangkat sesudah tergelincir matahari, beliau kerjakan shalat Zhuhur dan Ashar sekaligus, kemudian beliau berjalan. Dan apabila beliau berangkat sebelum Maghrib, beliau menta’khirkan Maghrib hingga beliau melakukan shalat Maghrib beserta Isya’ dan apabila beliau berangkat sesudah waktu Maghrib beliau segerakan shalat Isya’ dan beliau menggabungkan shalat Isya’ bersama Maghrib." (HR. Abu Daud).


Thursday, April 2, 2020

Berbaik Sangka Kepada Sesama (Husnuzan)

Keep calm and always husnudzan

SECARA bahasa kata Husnudzon berasal dari bahasa Arab "husnu" yang berarti baik dan az.-zan yang berarti prasangka. Dari kedua kata ini Husnudzon dapat diartikan sebagai baik sangka atau berprasangka baik. Secara istilah Husnudzon memiliki maksud sikap mental dan cara pandang yang menyebabkan seseorang melihat sesuatu secara positif atau melihat dari sisi positif. Dengan kata lain berpandangan yang mulia terhadap apa yang ada dipikiran atau berprasangka baik terhadap apa yang menimpa dirinya meskipun apa yang menimpanya sangat membebani dirinya.
Jika kita membahas apa itu husnuzan maka kita akan juga mengkaitkannya dengan suudzan, karena kata husnuzan itu sendiri berlawanan dengan kata suudzon yang memiliki arti buruk sangka. Suudzon adalah sebuah sikap mental atau cara pandang yang memandang segala sesuatunya dari sisi negatif, jelek dan dipandang tidak indah.
Seseorang yang memiliki sikap seperti Husnuzan akan melihat segala sesuatu dengan pikiran, dan hati yang jernih dan akan terbebas dari prasangka yang belum tentu benar. Setiap muslim dianjurkan untuk mengedepankan sikap Husnudzon dalam menghadapi sesuatu. Dengan begitu, setiap muslim akan menampilkan wajah ramahnya terhadap sesuatu yang datang kepadanya. Islam juga menekankan sikap hati-hati dalam melihat sesuatu yang belum jelas kebenarannya. Sikap positif yang melandasi pandangan kita selaku seorang muslim tidak boleh mengabaikan sikap hati-hati agar tidak terjerumus pada suatu kesalahan.
Sikap Husnuzan ini juga memiliki beberapa manfaat untuk diambil hikmah nya, dengan kesadaran umat manusia bahwa segala sesuatu di alam semesta ini harus dilakukan sesuai dengan aturan dan hukum yang telah ditetapkan oleh Allah SWT. Dalam Al Qur’an surat Al Hujurat : 12


يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ ۖ وَلَا تَجَسَّسُوا وَلَا يَغْتَبْ بَعْضُكُمْ بَعْضًا ۚ أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَنْ يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ تَوَّابٌ رَحِيمٌ

Artinya : “Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang” (Al Hujurat : 12
Hadits dari Rasulullah tentang buruk sangka diantaranya sebagai berikut :
Rasulullah Saw bersabda: “Jauhkanlah dirimu dari berprasangka buruk, karena berprasangka buruk itu sedusta-dusta pembicaraan (yakni jauhkan dirimu dari menuduh seseorang berdasarkan sangkaan saja).” (H.R. Bukhari dan Muslim)
Dalil naqli tersebut menjelaskan tentang anjuran kepada kita untuk menghindari tuduhan tanpa ada sebab-sebab dan alasan yang tepat, karena sebagian dari prasangka itu dosa seperti berburuk sangka kepada orang yang secara lahir tampak baik. 
Contoh-contoh Perilaku Husnuzan
Ada beberapa contoh dan prilaku perbuatan Husnuzan, diantaranya adalah sebagai berikut.
1. Husnudzan kepada Allah SWT
Selalu berprasangka yang baik terhadap Allah terhadap hamba-Nya itu baik.
Cara menunjukkan sikap Husnuzan terhadap Allah diantaranya.
Selalu patuhi perintah Allah SWT
Terima kasih dan berssyukur jika dikasih kesenangan.
Bersabar dan tulus ketika mendapatkan ujian dan cobaan
Percayalah bahwa di balik semua penderitaan dan kegagalan akan mendapatkan ketenangan.
2. Husnudzan kepada diri sendiri
Husnuzan untuk diri sendiri adalah sebuah sikap yang ramah dengan memikirkan dirinya sendiri dan percaya pada kemampuan dan potensinya, untuk dirinya sendiri. Dan dapat menunjukan sikap yang optimis upaya mencapai sesuatu yang telah ditentukan oleh Allah SWT. dengab sikap yang memiliki harapan yang positif dari segalanya. Adanya berbagai cobaan misalnya, miskin, cacat, sakit, dan sebagainya kita harus tetap bersuyukur kepada Allah SWT yang telah mencipkan sebaik-baiknya makhluk. Sikap yang menunjukkan husnudzan kepada diri sendiri antara lain gigih, berinisiatif, dan rela berkorban.
3. Husnudzan kepada sesama manusia
Husnuzan kepada sesama manusia adalah sikap selalu bijaksana dan menunjukan dalam sikap penuh dengan kebahagiaan dari pemikiran yang positif. Sikap ini ditunjukkan dengan rasa senang, berpikir positif, dan sikap hormat kepada orang lain tanpa ada rasa curiga, dengki, dan perasaan tidak senang tanpa alasan yang jelas.
Husnudzon kepada sesama merupakan tindakan terpuji. Sikap ini membawa kita pada pikiran positif kepada sesama. Dengan adanya pikiran positif itu, kita dapat memandang orang lain dengan ramah. Sikap saling mencurigai akan hilang dengan sendirinya, apabila hubungan antarsesama dilandasi dengan baik sangka tanpa kecurigaan yang tidak perlu. Jika hal tersebut dilakukan maka kehidupan akan berjalan dengan indah. Berhusnudzon kepada orang lain tidak berarti mengikuti apa pun keinginan dan kata-kata yang mereka sampaikan. Oleh karena itu, saat kita mendapatkan informasi tentang suatu hal, sangat perlu bagi kita untuk melakukan tabayyun atau konfirmasi atas informasi yang kita dapatkan tersebut. 

Organisasi Otonom Muhammadiyah

  MATERI 1  Organisasi Otonom Muhammadiyah Organisasi otonom Muhammadiyah terdiri dari 7 bagian, yakni Aisyiyah, Pemuda Muhammadiyah, Nasyia...