Friday, November 5, 2021

MENGENAL LEBIH DALAM TENTANG HIZBUL WATHAN

MENGENAL LEBIH DALAM TENTANG HIZBUL WATHAN




MATERI 1

MACAM - MACAM TANDA JEJAK

    Tanda jejak adalah sebuah pemberithuan kepada orang lain. Pada saat kita di dalam hutan atau dimana pun, tanda jejak ini berguna apabila kita berada di tengah hutan dan ingin memberitahukan kepada orang lain , sebenarnya tanda jejak ini bukan suatu yang asing bagi kita karna di lingkungan kitapun ada tanda jejak seperti lampu merah ,tanda stop,tanda belok kanan,tanda ada anak-anak dan mazih banyak lagi, tapi di Pramuka seperti ini tanda jejaknya :

    Tanda jejak digunakan sebagai salah satu materi dalam sebuah permainan besar (wide game). Wide game adalah permainan penjelajahan di alam terbuka dalam bentuk mencari jejak (orienteenering) dengan menggunakan tanda-tanda jejak, membuat peta, mencatat berbagai situasi dan dibagi dalam pos-pos.

    Setiap pos berisi tugas atau kegiatan menyelesaikan soal baik dengan menggunakan  morse, semaphore, sandi, tali temali, PPPK maupun berbagai jenis kegiatan lainnya.

    Tanda jejak juga dapat digunakan dalam sebuah kegiatan pengembaraan, penjelajahan, hiking, mendaki gunung, dan berbagai jenis kegiatan di alam bebas lainnya.

    Tanda jejak  adalah tanda untuk menunjukkan sesuatu, apakah itu arah, jalan atau bahkan hal-hal lain tentang peristiwa/kejadian. Dalam ke permukaan tanda jejak selalu bersifat rahasia.

    Untuk membuat tanda jejak, dapat dipakai batu, kayu, ranting, goresan, rumput dan benda-benda lain-lain benda yang dapat dijadikan sebagan tanda.







MATERI 2

ETIKA

    Pengertian etika adalah suatu ilmu tentang kesusilaan dan perilaku manusia di dalam pergaulannya dengan sesama yang menyangkut prinsip dan aturan tentang tingkah laku yang benar. Dengan kata lain, etika adalah kewajiban dan tanggungjawab moral setiap orang dalam berperilaku di masyarakat.

    Etika juga disebut ilmu normative, maka dengan sendirinya berisi ketentuan-ketentuan (norma-norma) dan nilai-nilai yang dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Etika dirumuskan dalam tiga arti, yaitu;

  • 1. Ilmu tentang apa yang baik dan apa yang buruk dan tentang hak dan kewajiban moral (akhlak).
  • 2. Kumpulan asas atau nilai yang berkenaan dengan akhlak.
  • 3. Nilai mengenai benar dan salah yang dianut suatu golongan atau masyarakat.

Manfaat Etika

  • Dapat menolong suatu pendirian dalam beragam suatu pandangan dan moral.
  • Dapat membedakan yang mana yang tidak boleh dirubah dan yang mana yang boleh dirubah.
  • Dapat menyelesaikan masalah-masalah moralitas ataupun suatu sosial lainnya yang membingungkan suatu masyarakat dengan suatu pemikiran yang sistematis dan kritis.
  • Dapat menggunakan suatu nalar sebagai dasar pijak bukan dengan suatu perasaan yang bikin merugikan banyak orang. Yaitu Berpikir dan bekerja secara sistematis dan teratur ( step by step).
  • Dapat menyelidiki 

Etika Pelajar saat Di Lingkungan Sekolah

  • Menghormati dan bersikap sopan terhadap guru
  • Selama kita berada dilingkungan sekolah, hormatilah peraturan sekolah. 
  • Bergaullah dengan semua teman, dengan tidak membeda bedakan status teman seperti kaya, miskin, agama dan suku tertentu
  • Sebagai pelajar yang baik harus bersemangat dalam menuntut ilmu, karena dengan ilmu pengetahuan, hidup seseorang akan lebih bermartabat
  • Apabila kalian berdebat dengan teman, janganlah ingin menang sendiri, hargailah pendapat orang lain.

MATERI 3

Sketsa dan Peta Wilayah

Pengertian sketsa
    Sketsa adalah gambar yang dibuat tanpa pengukuran langsung di lapangan dan hanya menggambarkan seperti yang ada dalam pikiran (peta mental). Sketsa disebut juga dengan istilah denah. Sketsa/denah menggambarkan lokasi suatu tempat yang wilayahnya relatif sempit tanpa memperhatikan skala seperti peta. Sketsa sendiri merupakan asal muasal dari peta.
Sketsa merupakan gambaran kasar tentang suatu wilayah berdasarkan hasil pengamatan langsung kelapangan.
Perbedaan peta sama sketsa ; peta di buat dengan ukuran yang sebenernya  dengan mengunakan skala, sketsa adalah gamabaran kasar yang di olah menjadi suatu peta dengan mengunakan skala yang sebenarnya.

Unsur-unsur sketsa
  1. Judul sketsa, judul sketsa biasanya cakupannya lebih sempit daripada peta. Contoh: sketsa ruang kelas 7A, sketsa rumah hingga sekolah, dan lain-lain.
  2. Orientasi arah, seperti pada peta, orientasi arah sketsa biasanya digambar menggunakan anak panah dengan arah orientasi adalah utara, tetapi lebih fleksibel karena tidak ada aturan baku.
  3. Garis Tepi, garis tepi berfungsi sebagai pembatas daerah, agar sketsa lebih fokus serta terlihat rapi dan indah.
  4. Simbol, simbol sketsa lebih sederhana daripada simbol peta. Umumnya berbentuk garis, persegi, segitiga, dan lain-lain.
  5. Keterangan, keterangan sketsa berisi keterangan simbol yang digunakan pada sketsa.

Tahap pembuatan peta
  • Pertama, tentukan objek geografi yang ingin di gambar,
  • Kedua, persiapkan peta dasar, yakni peta sebagai dasar untuk meletekan objek-objek geografi,
  • Ketiga, kumpulakan informasi mengenai objek geografi itu,
  • Keempat, harus menentukan simbol yang akan dipakai,
  • Kelima, gambarlah sesuai dengan aturan kartografi.

Membuat sketsa dan panorama
  • Obyek yang menjadi target titik tengah atau sentral.
  • Obyek yang bersifat permanen, tidak pindah tempat /hilang dalam situasi normal. Misal : gunung, sungai, danau, pohon
  • Obyek yang tidak permanen tidak perlu Digambar.
  • Bentuk yang rumit umumnya disederhanakan.
  • Obyek yang terlalu kecil biasanya tidak Digambar.
  • Benda yang jumlahnya banyak dan rapat Digambar dalam satu kelompok objek, seperti pegunungan, perbukitan dan hutan pepohonan.  






Sunday, October 3, 2021

SHALAT JENAZAH


MATERI 1

Shalat Jenazah

    Salat jenazah  adalah jenis salat yang dilakukan untuk jenazah muslim. Setiap muslim yang meninggal baik laki-laki maupun perempuan wajib disalati oleh muslim yang masih hidup dengan status hukum fardu kifayah. Nabi Muhammad tidak pernah mau menyalatkan jenazah yang meninggal masih memiliki utang dan mati karena bunuh diri, tetapi wajib disalatkan oleh umatnya atau masyarakat umum.

    Gerakan salat jenazah berbeda dengan gerakan salat pada umumnya. Pada salat jenazah, gerakan yang dilakukan hanyalah berdiri tegak. Salat jenazah diawali dengan gerakan takbir sebanyak empat kali. Perbedaan antara salat jenazah bagi jenazah laki-laki dan wanita hanya terletak pada posisi imam. Bagi jenazah laki-laki, imam akan berada di posisi samping kepala, sedangkan bagi wanita posisi imam di bagian pinggang.[


Beberapa cara mentalqin muslim yang akan meninggal

    Mentalqin adalah menuntun seseorang yang akan meninggal dunia untuk mengucapkan kalimat syahadat Laa Ilaaha Illa Allah. Mentalqin seseorang yang akan meninggal dunia disunnahkan bagi orang yang ada di sisi orang yang akan meninggal dunia, sebagaimana sabda Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam:

Tuntunlah seseorang yang akan meninggal dunia untuk mengucapkan kalimat: ‘Laa ilaaha illa Allah’”

    Imam Al Qurthubiy berkata: “Para ulama’ kami mengatakan bahwasanya mentalqin orang yang akan meninggal dunia adalah merupakan sunnah dari para pendahulu ummat ini, yang kemudian diamalkan oleh kaum muslimin hingga saat ini. Tujuannya adalah agar akhir ucapan yang keluar dari orang yang akan meninggal dunia adalah “Laa ilaaha illa Allah”. Sehingga dia menjadi orang yang berbahagia karena termasuk dalam golongan orang yang akan masuk surga


MATERI 2

Hal Yang Diperhatikan Saat Kematian Seseorang

    Sholat jenazah juga merupakan salah satu kewajiban umat Islam terhadap jenazah dan hukumnya fardhu kifayah. Arti fardhu kifayah adalah kewajiban yang bersifat kolektif, artinya kewajiban ini dianggap sudah terpenuhi bila di dalam suatu wilayah ada beberapa orang yang melakukannya. Namun jika tak ada yang menjalankannya :

Memejamkan mata jenazah

Setelah seseorang meninggal dunia, segeralah memejamkan matanya dan mendoakannya

Menutupi seluruh tubuh sang jenazah

Menutup seluruh badan jenazah dengan pakaian (kain), selain pakaian yang dikenakannya.

Menyegerakan pemakaman

Hukum mengurus jenazah adalah menyegerakan pemakaman jika telah nyata kematiannya.

Melunasi hutang-hutang sang jenazah

Hendaklah keluarga atau kerabat sang jenazah melunasi hutang-hutang sang jenazah dari harta yang dimiliki. Apabila sang jenazah tidak meninggalkan harta atau tidak mampu, hendaklah negara yang menanggungnya jika terbukti sang jenazah semasa hidupnya telah berusaha untuk melunasi seluruh hutangnya.

Mengumumkan kepada kerabat dan teman-temannya

Wednesday, September 1, 2021

TAUHID MULKIYAH



MATERI 1

Pengertian Tauhid

    Dari segi bahasa ‘mentauhidkan sesuatu’ berarti ‘menjadikan sesuatu itu esa’. Tauhid (Arab :توحيد) dilihat dari segi Etimologis yaitu berarti ”Keesaan Allah”, mentauhidkan berarti mengakui keesaan Allah; mengesakan Allah atau mengiktikadkan bahwa Allah SWT itu Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya.

    Tauhid diambil kata : Wahhada Yuwahhidu Tauhidan yang artinya mengesakan. Satu suku kata dengan kata wahid yang berarti satu atau kata ahad yang berarti esa. Dalam ajaran Islam Tauhid itu berarti keyakinan akan keesaan Allah. Kalimat Tauhid ialah kalimat La Illaha Illallah yang berarti tidak ada Tuhan melainkan Allah.Dari segi syari’ tauhid ialah ‘mengesakan Allah didalam perkara-perkara yang Allah sendiri tetapkan melalui Nabi-nabi Nya.


Pengertian Tauhid Mulkiyah

    Mulkiyah (dari kata Mulk: Kerajaan) merupakan gambaran Allah yang Kekal sebagai Al-Malik (Raja/Penguasa) di Alam Semesta. Semua kejadian pada alam semesta merupakan pelaksanaan dari KehendakNya sesuai Rubbubiyah Allah. Penciptaan, Penghancuran dan Pemeliharaan serta Pengaturan Alam Semesta yang dilakukan oleh Allah sesuai dengan kehendakNya sebagai Sang Raja.

    Pada pelaksanaannya, Mulkiyah Allah dilakukan oleh para Rasul yang diberi mandat sebagai Wakil Allah di muka bumi, untuk selanjutnya diteruskan oleh para Kalifah, sehingga manusia tetap bertindak sesuai prinsip-prinsip Allah dalam Rubbubiyah-Nya. Kekalifahan terdiri dari berbagai wilayah yang dipimpin oleh Imam (Pemimpin ummat), Amir(pemerintah / eksekutif), Wali(pemimpin regional / lokal) atau Sultan (pemimpin militer), tetapi mengakui hanya satu Kalifah sebagaimana halnya raja-raja Indonesia dahulu mengakui para Khalifah dari dinasti Ottoman sebagai pemimpin ummat Islam.

    Melalui sifat mulkiyah-Nya,Allah berhak menentukan apa saja untuk makhluk-Nya. Sebagai pemilik segala yang ada,Allah ada raja atau penguasa. Raja menjadi berfungsi sebagai penguasa manakala ia adalah pemimpin yang harus dipatuhi. Allah menjelaskan sifat-Nya sebagai pemimpim (Al-Waliyy) absolut alam semesta.

    Keberadaan keyakinan mulkiyah ini membedakan antara pribadi muslim dan bukan muslim. Orang-orang kafir menolak kepemimpinan Allah dan menolak hukum Allah. Kehidupan mereka hanyalah berorientasi kehidupan dunia belaka. Pemimpin mereka adalah thagut. Sebagai konsekuensi kepemimpinan thagut,dalam bertakhim mereka mengikuti syariat thagut dengan meninggalkan syariat Allah.


MATERI 2


Aplikasi Tauhid dalam Kehidupan

    Contoh penerapan tauhid dalam kehidupan sehari hari adalah dengan selalu mentaati perintah Nya dan menjauhi larangan Nya, seperti beribadah, puasa, nadzar, berdoa hanya kepada Allah, ibadah apapun yg dilakukan semata mata diniatkan hanya karna Allah, tidak berlebih-lebihan dalam mencintai sesuatu. Tawakal dan bersabar dalam menghadapi musibah.

    Aplikasi secara sederhana dari kalimat tauhid “laa ilaaha illallah” adalah keyakinan yang mutlak yang patut kita tanamkan dalam jiwa bahwa Allah Maha Esa dalam hal mencipta dalam penyembahan tanpa ada sesuatu pun yang mencampuri dan tanpa ada sesuatu pun yang sepadan dengan-Nya kemudian menerima dengan Ikhlas akan apa-apa yang berasal dari-Nya baik berupa perintah yang mesti dilaksanakan ataupun larangan yang mesti di tinggalkan semua itu akan mudah ketika hati ikhlas mengakui bahwa Allah SWT itu Maha Esa.


Contoh pengamalan tauhid Mlkiyah

-menyelesaikan segala urusan baik yang ada di langit maupun dibumi

-membenarkan adanya hari akhir

-membalas segala perbuatan makhluk-Nya


Makna tauhid mulkiyah yang benar

    Tauhid mulkiyah adalah meng-esa-kan Allah dalam segala perbuatan-Nya di akhirat kelak. Atau dengan kata lain tauhid mulkiyah adalah menetapkan keesaan Allah dalam kekuasaan-Nya di akhirat, terutama kekuasaan-Nya dalam menegakkan hari akhir, menyelesaikan segala urusan, menegakkan keadilan dan membalas semua perbuatan.

    Selama ini kita telah mengenal tauhid rububiyah yaitu meng-esa-kan Allah dalam segala perbuatan-Nya. Namun pada kenyataannya penjabaran tauhid rububiyah ini lebih kepada perbuatan Allah di dunia seperti mencipta, menguasai dan mengatur seluruh alam semesta. Sedangkan perbuatan Allah lainnya jarang sekali disebutkan terutama segala perbuatan-Nya di akhirat kelak.

    Oleh sebab itu, memang perlu untuk memisahkan tauhid mulkiyah ini dari tauhid rububiyah. Sebab demikianlah penggunaan kata “Rabb” (Tuhan) dan “Malik” (Raja) lebih dikhususkan dalam Al-Quran, terutama surat pertama dan terakhir.


Fungsi dan Hikmah Tauhid

    Perlu diketahui, bahwa pada hakikatnya tauhid ini bukan hanya sekedar diketahui dan dimiliki oleh seseorang, tetapi lebih dari itu, ia harus dihayati dengan baik dan benar, karena apabila tauhid telah dimiliki, dimengerti, dan dihayati dengan baik dan benar, maka kesadaran seseorang akan tugas dan kewajibannya sebagai hamba Allah akan muncul dengan sendirinya. inilah salah satu manfaat dari ilmu tauhid.

    Selain itu, tauhid juga berfungsi sebagai pembimbimbing umat manusia untuk menemukan kembali jalan yang lurus seperti yang telah dilakukan para Nabi dan Rasul, karena jika diibaratkan sebuah pohon, tauhid adalah pokok akar untuk menemukan kembali jalan Allah, yang dapat membawa umat manusia kepada puncak segala kebaikan



TAUHID ULUHIYAH

 


MATERI 1

Pengertian Tauhid

    Dari segi bahasa ‘mentauhidkan sesuatu’ berarti ‘menjadikan sesuatu itu esa’. Tauhid (Arab :توحيد) dilihat dari segi Etimologis yaitu berarti ”Keesaan Allah”, mentauhidkan berarti mengakui keesaan Allah; mengesakan Allah atau mengiktikadkan bahwa Allah SWT itu Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya.

    Tauhid diambil kata : Wahhada Yuwahhidu Tauhidan yang artinya mengesakan. Satu suku kata dengan kata wahid yang berarti satu atau kata ahad yang berarti esa. Dalam ajaran Islam Tauhid itu berarti keyakinan akan keesaan Allah. Kalimat Tauhid ialah kalimat La Illaha Illallah yang berarti tidak ada Tuhan melainkan Allah.Dari segi syari’ tauhid ialah ‘mengesakan Allah didalam perkara-perkara yang Allah sendiri tetapkan melalui Nabi-nabi Nya.


Pengertian Tauhid Uluhiyah

    Uluhiyah Allah adalah mengesakan seluruh bentuk ibadah kepada Allah, seperti berdo’a, meminta, tawakal, takut, berharap, menyembelih, bernadzar, harapan dalam cinta, dan selainnya dari jenis-jenis ibadah yang telah diajarkan Allah dan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam. Memperuntukkan satu jenis ibadah kepada selain Allah termasuk sikap Zalim yang besar di sisi-Nya yang sering diistilahkan dengan syirik kepada Allah. Dengan mengesakan Allah dengan tauhid uluhiyah-Nya maka, orang tersebut sudah bisa dikatakan orang beriman. Maka tak ayal, banyak ulama yang mengatakan bahwa tauhid uluhiyah memiliki keutamaan yang lebih dan paling penting dalam bertauhid. Berbeda dengan Tauhid rububiyah yang memang dimiliki oleh orang beriman maupun kafir, sehingga tidak menjadikan pelakunya sebagai orang yang beriman kepada Allah.


Contoh Tauhid Uluhiyah

1. Beribadah hanya kepada Allah

2. Takut hanya kepada Allah

3. Mencintai juga karena Allah


Nama-nama lain dari tauhid uluhiyah :

  1. Tauhid Ibadah, karena tauhid uluhiyah mengenai beribadahan / perbuatan hamba kepada Rabbnya
  2. Tauhid Amal, karena bentuk dari tauhid in iadalah amalan – amalan kebajikan yang dilakukan dengan iklas kepada ALLAH
  3. Tauhid at talabi , yaitu permintaan, karena dalam ibadah ada permintaan dan keinginan seorang hamba yang dipanjatkan dalam doa kepada ALLAH ta’ala
  4. Tauhid al Fiil , yaitu perbuatan, karena bentuk dari tauhid ini adalah perbuatan baik dalam hati maupun dalam seluruh anggota tubuh.
  5. Tauhid irodah , yaitu kehendak, karena dalam tauhid ini ditekankan oada keihlaksan untuk beribadah kepada ALLAH Ta’ala. Dan untuk mendapatkan ridhoNYA
  6. Tauhid Qosd, yaitu maksud, karena menjadikan peribadahan yang disertai keiklasan menjadikan ALLAH ta’ala sebagai maksud hidup.


Penyimpangan Tauhid Uluhiyah

    Contoh penyimpangan uluhiyah di antaranya saat kita mengalami musibah di mana ia berharap bisa terlepas dari musibah itu. Lalu orang itu datang kepada seorang dukun. Kita meminta di tempat itu supaya penghuni tempat itu atau sang dukun bisa melepaskannya dari musibah yang sedang menimpanya. Ia berharap dan takut jika tidak terpenuhi keinginannya.


MATERI 2

Dalil naqli  Tauhid Uluhiyah

يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ ٱعْبُدُوا۟ رَبَّكُمُ ٱلَّذِى خَلَقَكُمْ وَٱلَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ


Terjemah Arti: Hai manusia, sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu, agar kamu bertakwa,  (Al Baqarah ayat 21)


Perilaku mencerminkan tauhid uluhiyah

    Penerapannya dalam kehidupan sehari-hari adalah kita hanya melakukan ibada hanya untuk Allah, tidak untuk manusia atau hal lainnya. Ikhlas 100% untuk Allah. Berdoa kepada Allah, meminta kepada Allah, melibatkan Allah dalam semua aktivitas kita. Tidak mendatangi dukun, tidak mempercayai ramalan, dan tidak mencontek saat ujian, karena kita meyakini bahwa Allah Maha Melihat.

Contoh Tauhid Uluhiyah

1. Beribadah hanya kepada Allah

2. Takut hanya kepada Allah

3. Mencintai juga karena Allah


Fungsi dan Hikmah Tauhid

    Perlu diketahui, bahwa pada hakikatnya tauhid ini bukan hanya sekedar diketahui dan dimiliki oleh seseorang, tetapi lebih dari itu, ia harus dihayati dengan baik dan benar, karena apabila tauhid telah dimiliki, dimengerti, dan dihayati dengan baik dan benar, maka kesadaran seseorang akan tugas dan kewajibannya sebagai hamba Allah akan muncul dengan sendirinya. inilah salah satu manfaat dari ilmu tauhid.

    Selain itu, tauhid juga berfungsi sebagai pembimbimbing umat manusia untuk menemukan kembali jalan yang lurus seperti yang telah dilakukan para Nabi dan Rasul, karena jika diibaratkan sebuah pohon, tauhid adalah pokok akar untuk menemukan kembali jalan Allah, yang dapat membawa umat manusia kepada puncak segala kebaikan.




TAUHID RUBUBIYAH

 




MATERI 1

Pengertian Tauhid

    Dari segi bahasa ‘mentauhidkan sesuatu’ berarti ‘menjadikan sesuatu itu esa’. Tauhid (Arab :توحيد) dilihat dari segi Etimologis yaitu berarti ”Keesaan Allah”, mentauhidkan berarti mengakui keesaan Allah; mengesakan Allah atau mengiktikadkan bahwa Allah SWT itu Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya.

    Tauhid diambil kata : Wahhada Yuwahhidu Tauhidan yang artinya mengesakan. Satu suku kata dengan kata wahid yang berarti satu atau kata ahad yang berarti esa. Dalam ajaran Islam Tauhid itu berarti keyakinan akan keesaan Allah. Kalimat Tauhid ialah kalimat La Illaha Illallah yang berarti tidak ada Tuhan melainkan Allah.Dari segi syari’ tauhid ialah ‘mengesakan Allah didalam perkara-perkara yang Allah sendiri tetapkan melalui Nabi-nabi Nya.


Pengertian Tauhid Rububiyah

Tauhid artinya penegasan, keyakinan, kesaksian, serta keimanan manusia terhadap ke-Esa-an Allah dengan segala sifat kesempurnaan. Berdasarkan Al-Qur’an, ke-Esa-an Tuhan itu meliputi tiga hal, yaitu Esa Zat, Esa Sifat, serta Esa Af’al-Nya.

    Tauhid Rububiyah atau Rububiyah Allah adalah mengesakan Allah dalam tiga perkara yaitu penciptaan-Nya, kekuasaan-Nya, dan pengaturan-Nya. Semua hal bisa dilakukan Allah seperti menciptakan, menghidupkan, mematikan, memberi rizki, mendatangkan segala manfaat dan menolak segala mudharat. Dzat yang mengawasi, mengatur, penguasa, pemilik hukum dan selainnya dari segala sesuatu yang menunjukkan kekuasaan tunggal bagi Allah. Dari sini, seorang mukmin harus meyakini bahwa tidak ada seorangpun yang menandingi Allah dalam hal ini.


Ruang lingkup Tauhid Rububiyah Allah

    Maknanya, menyakini bahwa Allah adalah Dzat yang membikin, menghidupkan, mematikan, memberi rizki, mendatangkan segala mamfaat dan menolak segala mudharat. Dzat yang mengawasi, mengatur, penguasa, pemilik hukum dan selainnya dari segala sesuatu yang menunjukkan kekuasaan tunggal untuk Allah. Dari sini, seorang mukmin harus meyakini bahwa tak telah tersedia seorangpun yang menandingi Allah dalam hal ini. Allah mengatakan: “’Katakanlah!’ Dialah Allah yang Maha Esa. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya sgala sesuatu. Dia tak beranak dan tak diperanakkan. Dan tak telah tersedia seorangpun yang setara dengan-Nya.” (QS. Al Ikhlash: 1-4)


Sebutkan 10 perbuatan syirik yg dapat merusak tauhid.

  • Bersumpah Dengan Selain Allah.
  • Memakai Gelang dan Benang Penangkal.
  • Mengalungkan Jimat.
  • Ruqyah (Mantera atau Jampi)
  • Sihir.
  • Tanjim (Ramalan Perbintangan)
  • Tiwalah: Sihir dan Syirik.
  • Perdukunan dan Ramalan.


MATERI 2

Dalil naqli Tauhid Rububiyah


وَفِى خَلْقِكُمْ وَمَا يَبُثُّ مِن دَآبَّةٍ ءَايَٰتٌ لِّقَوْمٍ يُوقِنُونَ


Artinya: “Dan pada penciptakan kamu dan pada binatang-binatang yang melata yang bertebaran (di muka bumi) terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) untuk kaum yang meyakini” ( QS Al-Jatsiyah Ayat 4)

    Dalil naqli selain ayat diatas Tauhid rububiyah juga dijelaskan dengan sangat lengkap dalam surat Al-Ikhlas ayat 1-4 yang berisi tentang bagaimana Allah berkuasa dan pengesaan Allah. Allah sangat jelas menyatakannya dalam surat Al Ikhlas,

Artinya: “Katakanlah!’ Dialah Allah yang Maha Esa. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya sgala sesuatu. Dia tidak beranak dan tidak diperanakkan. Dan tidak ada seorangpun yang setara dengan-Nya.” (QS. Al Ikhlash: 1-4)


Contoh Tauhid Rububiyyah Dalam Kehidupan Sehari-hari

    Tauhid rububiyah dapat diyakini melalui kejadian-kejadian yang hanya bisa dilakukan oleh Allah. Contohnya seperti menciptakan makhluk, menghidupkan makhluk, mematikan makhluk, memberi serta membagi rizki kepada seluruh makhluk, mengubah takdir, atau mendatangkan  manfaat dan pertolongan kepada makhluk bahkan menolak dan mendatangkan segala mudharat atau kerusakan.

Percaya Allah yang Mampu Menciptakan

Salah satu contoh tauhid rububiyah adalah percaya bahwa hanya Allah yang mampu menciptakan segala sesuatunya bukan mahluk atau zat lainnya. Tidak ada zat lain yang mampu menciptakan alam semesta, bahkan sebuah biji yang paling kecil pun adalah ciptaan Allah. Tidak ada mahluk lain yang memiliki kemampuan menciptakan seperti Allah. 

Percaya Allah yang Mengatur Semua

Tidak ada mahluk atau zat lain yang mampu mengatur seluruh isi alam semesta kecuali Allah SWT 

Percaya Allah yang Memberi Rezeki

Hanya Allah lah yang mampu memberikan rezeki kepada setiap mahluk karena sesungguhnya semua mahluk tidak akan bisa mendapatkan rezekinya sendiri kecuali atas ridho Allah SWT.


Fungsi dan Hikmah Tauhid

    Perlu diketahui, bahwa pada hakikatnya tauhid ini bukan hanya sekedar diketahui dan dimiliki oleh seseorang, tetapi lebih dari itu, ia harus dihayati dengan baik dan benar, karena apabila tauhid telah dimiliki, dimengerti, dan dihayati dengan baik dan benar, maka kesadaran seseorang akan tugas dan kewajibannya sebagai hamba Allah akan muncul dengan sendirinya. inilah salah satu manfaat dari ilmu tauhid.

    Selain itu, tauhid juga berfungsi sebagai pembimbimbing umat manusia untuk menemukan kembali jalan yang lurus seperti yang telah dilakukan para Nabi dan Rasul, karena jika diibaratkan sebuah pohon, tauhid adalah pokok akar untuk menemukan kembali jalan Allah, yang dapat membawa umat manusia kepada puncak segala kebaikan.



Wednesday, March 24, 2021

HORMAT PATUH TERHADAP ORANG TUA DAN GURU

HORMAT PATUH TERHADAP ORANG TUA DAN GURU



MATERI 1

Pengertian Hormat dan Patuh

    Sebelum kita membahas lebih dalam, terlebih dahulu kita pahami beberapa pengertian istilah yang terkait dengan tema materi :

Hormat adalah perilaku yang yang dilakukan untuk merendahkan diri kepada orang yang lebih tua.

    Kepatuhan berasal dari kata patuh, menurut Kamus Umum Bahasa Indonesia, patuh artinya suka dan taat kepada perintah atau aturan, dan berdisiplin. Kepatuhan berarti sifat patuh, taat, tunduk pada ajaran atau peraturan.

    Taat adalah menerima, melakukan,atau melaksanakan perintah. Secara istilah taat berarti mengikuti dan menuruti keinginan atau perintah dari luar diri kita. Dengan kata lain, taat artinya tunduk, patuh saat kita mendapat perintah atau larangan untuk dihindari.


Hormat dan Patuh Terhadap Orang Tua 

    Orang tua merupakan orang yang paling berjasa dalam hidup kita. Bagaimana cara membalas kebaikan orang tua? Salah satu cara membalas kebaikan orang tua yaitu bersikap patuh kepada orang tua. Selain kepada orang tua, kita harus bersikap patuh kepada guru dan sesama anggota keluarga lainnya.

    Sebagai contoh dari kegiatan di dalam berhubungan dengan hormat dan patuh kepada orang tua adalah sikap untuk berbakti kepada orang tua yang dimana kemudian merupakan sebuah kewajiban dari anak kepada orang tuanya. Kemudian berbakti kepada orang tua sendiri adalah sebuah dari amalan yang dimana merupakan amalan saleh dan juga amatlah mulia. Karena dengan berbakti kepada orang tua merupakan sebuah perbuatan yang dimana termasuk ke dalam al-quran.

    Taat dan berbakti kepada kedua orang tua adalah sikap dan perbuatan yang terpuji. Sebagaimana yang telah dijelaskan bahwa Allah Swt. memerintahkan kepada umat manusia untuk menghormati orang tua. Seorang anak selayaknya meminta doa restu dari kedua orang tuanya pada setiap keinginan dan kegiatannya, hal itu karena restu Allah Swt. disebabkan restu orang tua. Anak yang berbakti kepada orang tua doanya akan lebih mudah dikabulkan oleh Allah Swt.

Dalil Naqli

Dalil-dalil tentang perintah Allah Swt. tersebut antara lain pada Surah Al-Isra' ayat 23-24:

Artinya:

Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapak. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah engkau membentak keduanya, dan ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik. Dan rendahkanlah dirimu terhadap keduanya dengan penuh kasih sayang dan ucapkanlah, “Wahai Tuhanku! Sayangilah keduanya sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku pada waktu kecil.” (Q.S. al-Isra’/17: 23-24)


MATERI 2

Pengertian Birrul Walidain

Birrul Walidain adalah bagian dalam etika Islam yang menunjukan kepada tindakan berbakti (berbuat baik) kepada kedua orang tua. Yang mana berbakti kepada orang tua ini hukumnya fardhu (wajib) ain bagi setiap Muslim, meskipun seandainya kedua orang tuanya adalah non muslim. Setiap muslim wajib mentaati setiap perintah dari keduanya selama perintah tersebut tidak bertentangan dengan perintah Allah. Birrul walidain merupakan bentuk silaturahim yang paling utama.


Cara Menghormati dan Patuh Kepada Orang Tua, diantaranya :

Berikut ini adalah beberapa penerapan birrul walidain dalam kehidupan sehari-hari: 

  1. Mendoakan Orangtua
  2. Meringankan Beban Orangtua, cara paling sederhana yang dapat dilakukan untuk orangtua adalah membantu pekerjaan rumah. 
  3. Tidak Membentak Orangtua
  4. Mengikuti keinginan orang tua selama tidak bertentangan dengan agama

Cara menghormati orang tua yang sudah meninggal :

  1. Menyelenggarakan jenazahnya dengan sebaik-baiknya
  2. Melunasi hutang-hutangnya
  3. Melaksanakan wasiatnya
  4. Meneruskan silaturahmi yang telah dibinanya ketika masih hidup
  5. Memuliakan sahabat-sahabatnya

Hikmah Menghormati dan Patuh Kepada Orang Tua

  1. Hikmah dan Manfaat Hormat dan Patuh Kepada Orangtua Adapun hikmah yang bisa diambil dari berbakti kepada kedua orang tua dan guru, antara lain seperti berikut :
  2. Berbakti kepada kedua orang tua merupakan amal yang paling utama.  
  3. Apabila orang tua kita riḍa atas apa yang kita perbuat, Allah Swt. pun riḍa. 
  4. Berbakti kepada kedua orang tua dapat menghilangkan kesulitan yang sedang dialami, yaitu dengan cara bertawasul dengan amal saleh tersebut.
  5. Berbakti kepada kedua orang tua akan diluaskan rezeki dan dipanjangkan umur.
  6. Berbakti kepada kedua orang tua dapat menjadikan kita dimasukkan ke jannah (surga) oleh Allah Swt.
  7. Berbakti dan Menghormati Orangtua dapat Melebur Dosa-Dosa Besar. 
  8. Berbakti Kepada Orangtua Merupakan Bagian dari Jihad fi Sabilillah (Berjuang di Jalan Allah Swt.)






Sunday, March 21, 2021

Shalat Hari Raya Idul Fitri

Pengertian Shalat Hari Raya Idul Fitri
 

MATERI 1

Pengertian Shalat Hari Raya Idul Fitri

    Setelah sebulan penuh menjalankan ibadah puasa ramadhan (baca puasa ramadhan dan fadhilahnya) dan merasakan keistimewaan ramadhan, seluruh umat islam di dunia akan merayakan hari besar yakni idul fitri, yang bertepatan pada tanggal 1 syawal sesuai kalender hijriyah. 

    Idul fitri diartikan sebagai hari suci atau hari dimana umat islam seperti terlahir kembali dan bersih dari dosa. Idul fitri atau yang biasa disebut dengan hari lebaran adalah salah satu momen yang ditunggu oleh umat islam baik di Indonesia atau di negara lain dan dirayakan pada tanggal 1 Syawal. Saat idul fitri kita melakukan satu ibadah yang hanya dilaksankana pada hari raya idul fitri saja yakni shalat idul fitri atau yang biasa disebut sebagai shalat id.

    Shalat idul fitri adalah salah satu shalat yang hanya dikejakan saat perayaan hari raya idul fitri. Shalat idul fitri berbeda dengan shalat sunnah lainnya seperti shalat dhuha (baca keutamaan shalat dhuha), shalat tahajud  (baca keutamaan shalat tahajud)  shalat witir dan shalat wajib  dalam hal cara melaksanakan. Shalat idul fitri dilaksanakan pada pagi hari saat hari raya idul fitri dan umat islam akan beramai-ramai mengunjungi mesjid atau lapangan untuk melaksanakan shalat idul fitri secara berjamaah.

    Shalat idul fitri dilksanakan setiap satu tahun sekali, yaitu pada tanggal 1 syawal. Waktu pelaksanaan Shalat idul fitri adalah setelah matahari terbit sampai tergelincir, diutamakan agar pelaksanaannya tidak terlalu pagi.

    Niat salat ini, sebagaimana juga salat-salat yang lain cukup diucapkan di dalam hati, yang terpenting adalah niat hanya semata karena Allah semata dengan hati yang ikhlas dan mengharapkan Ridho Nya.


MATERI 2

Hukum Shalat Idul Fitri

    Meskipun shalat idul fitri termasuk shalat sunnah, namun beberapa hadist dan dalil menyatakan bahwa hukum melaksanakan shalat idul fitri adalah wajib. Berikut adalah beberapa dalil tentang shalat idul fitri.

Shalat eid diwajibkan berdasarkan beberapa pendapat. Seperti yang dijelaskan berikut ini :

  1. Rasullullah memerintahkan umatnya untuk melaksanakan shalat idul fitri dan bila seseorang memiliki uzur ia tetap harus keluar rumah dan pergi ketempat dilaksanakannya shalat namun tetap harus menjaga jaraknya
  2. Rasullullah selalu melaksanakan shalat id dan tidak pernah meninggalkannya
  3. Perintah Allah SWt dalam surat Al Kautsar ayat 2 “Dirikanlah shalat dan berqurbanlah (an nahr).” (QS. Al Kautsar: 2)
  4. Boleh meninggalkan shalat jum’at jika pagi harinya telah melaksanakan shalat id (jika idul fitri jatuh pada hari jum’at) hal ini ditafsirkan bahwa seseuatu yang sifatnya wajib bisa gugur karena sesuatu yang wajib pula.


MATERI 3

Amalan sunnah yang dapat dilakukan di hari raya Idul Fitri:

anggal 1 Syawwal tahun Hijriah adalah hari yang istimewa bagi ummat Islam di seluruh dunia. Pasalnya pada tanggal itu merupakan hari raya Idul Fitri. Agar mendapatkan pahala dan keberkahan di hari raya Idul Fitri, Rasulullah SAW mewariskan beberapa amalan sunnah. Berikut ini amalan sunnah yang dapat dilakukan di hari raya Idul Fitri:

  • Mandi sebelum berangkat shalat Ied
  • Berhias diri dan memakai pakaian yang terbaik
  • Makan sebelum berangkat shalat Ied
  • Memperbayak takbir hinga shalat Ied tiba
  • Shalat Ied
  • Mengucapkan selamat (at-tahni’ah) kepada sesama muslim
  • Melewati jalan pergi dan pulang yang berbeda
  • Sebagai ummat Nabi Muhammad SAW seharusnya kita menjalankan sunnah-sunnah yang telah Nabi ajarkan.


Waktu dan Tempat Pelaksanaan Salat Idul Fitri

    Salat Idul Fitri dikerjakan setelah matahari terbit dan berketinggian dua kali panjangnya penggalah (kurang lebih 6 m), sedangkan salat Idul Adha setelah matahari meninggi kurang lebih satu penggalah (yaitu setelah lewat sekitar setengah jam sejak terbitnya). Jadi waktu salat Idul Fitri dan Idul Adlha itu sama dengan waktu salat dluha.

    Salat Id diselenggarakan di lapangan, tidak di masjid, kecuali kalau hari hujan yang tidak memungkinkan melaksanakan salat Id di lapangan. Hal ini sesuai dengan sunnah Rasulullah saw yang senantiasa mengerjakan salat Id di lapangan.

    Beliau mengerjakan salat Id di mushallaa, yaitu tanah lapang yang terletak 1000 hasta (200 meter) dari masjidnya pada waktu itu. Beliau tidak pernah mengerjakan salat Id di masjid, kecuali sekali karena hari hujan. Hal ini berdasarkan hadis berikut ini:

Artinya: Diriwayatkan dari Abu Sa‘id al-Khudri bahwa ia berkata: Nabi Muhammad saw selalu keluar pada hari Idul Fitri dan hari Idul Adlha menuju lapangan, lalu hal pertama yang ia lakukan adalah salat … [HR. al-Bukhari].


MATERI 4

Tata Cara Pelaksanaan Shalat Idul Fitri

    Salat Idul Fitri dilaksanakan pada pagi hari dengan berjamaah. Namun salat Idul Fitri dapat dilaksanakan sendiri (munfarid) jika berhalangan untuk melaksanakannya secara berjamaah. Melaksanakan Shalat Idul Fitri secara berjamaah dianjurkan untuk dilaksanakan di tanah lapang. Hadist dari Abu Sa’id Al Khudri radhiyallahu ‘anhu, “Rasulullah shallalahu ‘alaihi wa sallam biasa keluar pada hari raya Idul Fitri dan Idul Adha menuju tanah lapang. (HR. Bukhari dan Muslim).

Tata Cara Salat Idul Fitri sebagai berikut : 

  1. Membaca niat shalat Idul Fitri
  2. Setelah membaca niat shalat Idul Fitri, takbiratul ihram sambil mengangkat kedua tangan
  3. Melakukan takbir selama 7 kali.
  4. Di setiap takbir membaca, "Subhanallah wal hamdulillah walaa ilaaha illallah wallahu akbar." / Artinya : “Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada tuhan selain Allah, Allah maha besar.”
  5. Membaca surat Al-Fatihah dan dilanjutkan dengan membaca surat pendek
  6. Dilanjutkan dengan ruku’, I’tidal, sujud, duduk diantara dua sujud, sujud kedua dan kembali berdiri ke rakaat kedua.
  7. Di rakaat kedua, melakukan takbir selama 5 kali dengan membaca, “Subhanallah wal hamdulillah walaa ilaaha illallah wallahu akbar." / Artinya : “Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada tuhan selain Allah, Allah maha besar.”
  8. Setelah itu membaca Surat Al-Fatihah dan dilanjutkan dengan membaca surat pendek
  9. Dilanjutkan dengan ruku’, I’tidal, sujud, duduk diantara dua sujud, sujud kedua dan duduk tasyahud akhir dan kemudian salam
  10. Setelah melaksanakan shalat Idul Fitri, khutbah Idul Fitri akan dibacakan oleh khatib. Demikian informasi Niat dan Tata Cara Shalat Idul Fitri. 


Tata Cara Contoh Khutbah Idul Fitri

Khotbah shalat Idul Fitri dilakukan dengan dua khotbah dan di antara keduanya dipisahkan oleh duduk sejenak. Hal itu sebagaimana diungkapkan dalam hadis Ubaidullah bin Abdullah bin Utbah yang berkata:

 "Sunah seorang Imam berkhotbah dua kali pada saat hari raya (Idul Fitri dan Idul Adha) dan memisahkan keduanya dengan duduk," (HR Asy-Syafii).

Adapun panduan kaifiat khutbah Idul Fitri di antaranya sebagai berikut :

1. Khutbah Id hukumnya sunnah yang merupakan kesempuranaan sholat Idul Fitri.
2. Khutbah Id dilaksanakan dengan dua khutbah, dilaksanakan dengan berdiri dan di antara keduanya dipisahkan dengan duduk sejenak.
3. Khutbah pertama dilakukan dengan cara sebagai berikut:

  • Membaca takbir sebanyak sembilan kali
  • Memuji Allah dengan sekurang-kurangnya membaca alhamdulillah
  • Membaca shalawat nabi antara lain dengan membaca Allahumma Sholli Ala Sayyidina Muhammad
  • Berwasiat tentang takwa
  • Membaca ayat Alquran.

4. Khutbah kedua dilakukan dengan cara sebagai berikut:

  • Membaca takbir sebanyak tujuh kali
  • Memuji Allah dengan sekurang-kurangnya alhamdulillah
  • Membaca shalawat Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam antara lain dengan membaca Allahumma Sholli Ala Sayyidina Muhammad
  • Berwasiat tentang takwa
  • Mendoakan kaum Muslimin

 

Wednesday, January 13, 2021

IMAN KEPADA QADA QADHAR

Iman Kepada Qada dan Qadhar

Perbedaan Qada dan Qadhar Allah

MATERI 1

Pengertian Qada dan Qadhar

    Secara istilah qadha berarti putusan Allah tentang suatu perkara sejak zaman azali. Sedangkan qadhar berarti ukuran ata aturan yang diciptakan Allah untuk suatu aturan.

    Iman kepada Qada dan Qadar berarti percaya dan yakin sepenuh hati bahwa Allah SWT mempunyai kehendak, ketetapan, keputusan atas semua makhluk-Nya termasuk segala sesuatu yang meliputi semua kejadian yang menimpa makhluk.

    Kejadian itu bisa berupa hal baik atau buruk, hidup atau mati, kemunculan atau kemusnahan. Semua menjadi bukti dari kebesaran Allah SWT. Segala sesuatu telah ditetapkan oleh Allah.


Qada berarti:

  • hukum atau keputusan (Q.S. Surat An- Nisa’ ayat 65)
  • mewujudkan atau menjadikan (Q.S. Surat Fussilat ayat 12)
  • kehendak  (Q.S. Surat Ali Imron ayat 47)
  • perintah  (Q.S. Surat Al- Isra’ ayat 23)

Qadar berarti:

  • mengatur atau menentukan sesuatu menurut batas-batasnya (Q.S. Surat Fussilat ayat 10)
  • ukuran (Q.S. Surat Ar- Ra’du ayat 17)
  • kekuasaan atau kemampuan (Q.S. Surat Al- Baqarah ayat 236)
  • ketentuan atau kepastian (Q.S. Al- Mursalat ayat 23)
  • perwujudan kehendak Allah swt terhadap semua makhluk-Nya dalam bentuk-bentuk batasan tertentu (Q.S. Al- Qomar ayat 49)


Qadar atau takdir mempunai 4 tingkatan, yaitu :

    Tingkatan Pertama: Al-‘Ilm (Ilmu). Yaitu, beriman bahwa Allah mengetahui segala sesuatu, baik secara global maupun terperinci, azali (sejak dahulu) dan abadi, baik hal itu berkaitan dengan perbuatan-perbuatan-Nya maupun perbuatan-perbuatan para hamba-Nya,

    Tingkatan Kedua: Al-Kitaabah (Penulisan). Yaitu, mengimani bahwa Allah telah mencatat apa yang telah diketahui-Nya dari ketentuan-ketentuan para makhluk hingga hari Kiamat dalam al-Lauhul Mahfuzh.

    Tingkatan ketiga: Al-Masyii-ah (kehendak) yaitu Allah mempunyai segala kehendak atas segala sesuatu.

    Tingkatan keempat: Al-Khalq (penciptaan) yaitu Allah pencipta segala sesuatu, tidak ada pencipta selain Allah dan tidak ada Tuhan selain Allah. 


MATERI 2


Contoh Peristiwa yang Berhubungan dengan Qada dan Qadar

Contoh Qada

  • Allah swt telah menetapkan matahari terbit pada siang hari serta bulan dan bintang tampak pada malam hari .Allah swt telah menetapkan kapan laut harus pasang dan surut .
  • Allah swt telah enetapkan setiap mahluk pasti akan mati .
  • Allah swt telah menetapkan mahluk-Nya untuk berjenis kelamin laki-laki atau perempuan.
  • Allah swt telah menetapkan kelahiran seseorang .


Contoh Qadar

Qadar atau takdir dibagi menjadi dua macam :

1. Takdir Mubram. Yang mesti terjadi dan tidak bisa diubah. Misalnya :

  • Matahari hanya akan ada pada siang hari, Sementara bulan dan bintang hanya ada pada malam hari.
  • Kejadian laut pasang dan surut.
  • Kematian setiap mahluk.
  • Mahluk berjenis kelamin laki-laki atau perempuan.
  • Peristiwa kelahiran seseorang

2. Takdir mualak . Yang bisa saja diubah dengan jalan ikhtiar dan berdoa . Misalnya :

  • Orang yang bodoh akan cerdas apabila orang tersebut giat belajar dan selalu berdoa kepada Allah swt.
  • Orang miskin akan menjadi kaya apabila dia berusaha dan berdoa.
  • Bencana alam tidak akan menimbulkan korban yang banyak jika manusia telah mempersiapkan diri dalam menghadapinnya dengan menggunakan kemampuan atau yang telah Allah berikan.


Perilaku yang Mencerminkan Keimanan Qada dan Qadar

Ada banyak prilaku yang merupakan cerminan dari iman kepada qada dan qadar antara lain sebagai berikut :

  1. Senantiasa menyadari dan memahami bahwa semua yang terjadi pada diri kita adalah atas izin dari Allah oleh sebab itu satu-satunya pilihan adalah menerima kenyataan dengan senantiasa berusaha memperbaiki diri.
  2. Bersikap sabar atas segala hal yang terjadi pada diri kita.
  3. Rajin dan giat dalam berusaha sebab meyakini tak ada usaha yang sia-sia di mata Allah SWT, semua akan mendapatkan balasan.
  4. Berprasangka baik dan optimis dalam menjalani hidup.
  5. Selalu berusaha tawakkal dalam keadaan apapun.
  6. Jauh dari kesombongan dan keangkuhan sebab meyakini semua kelebihan, prestasi dan keberhasilan yang dicapai adalah ketentuan yang datangnya dari Allah SWT.

Hikmah Iman Kepada Qada dan Qadar

  1. Melatih diri agar lebih bersyukur kepada Allah swt.
  2. Selalu mendekatkan diri kepada Allah swt.
  3. Melatih Mahkluk khususnya manusia agar menjadi orang yang giat berusaha dan tidak cepat putus asa.
  4. Menghindar dari sifat sombong.
  5. Menentramkan jiwa.
  6. Melatih diri agar bersabar dan bertawakal kepada Allah swt.










IMAN KEPADA NABI DAN RASUL

 

Iman Kepada Nabi dan Rasul Allah

Nama Nabi dan Rasul Allah


MATERI 1

Pengertian Nabi dan Rasul

    Keimanan seseorang tidak sah sampai dia mengimani semua nabi dan rasul Allah dan membenarkan untuk membimbing umat manusia. Pengertian Nabi dan Rasul telah dijelaskan keberadaannya sebagai utusan Allah di dunia. 

    Nabi merupakan sebuah kata yang berasal dari kata Bahasa Arab Naba yang artinya “ dari tempat yang tinggi”. Pengertian Nabi adalah seorang manusia dari hamba Allah Swt yang diberikan kepercayaan berupa wahyu dari Allah Swt untuk dirinya sendiri dan tidak wajib menyampaikan kepada umat manusia.

    Sedangkan kata rasul berasal dari kata Bahasa arab risalah yang artinya penyampaian. Sehingga Rasul adalah seorang laki-laki yang mendapat wahyu dari Allah Swt untuk dirinya sendiri dan wajib menyampaikan wahyu tersebut kepada umat manusia.

    Pengertian Beriman Nabi dan Rasul. Beriman kepada rasul berarti percaya dan yakin bahwa rasul itu benar-benar utusan Allah SWT yang ditugaskan untuk membimbing umatnya agar menempuh jalan yang benar dan diridhoi oleh Allah sehingga selamat dunia dan akhirat.


Dalil naqli Beriman Nabi dan Rasul

    Untuk memberi pemahaman yang mendakam agar kita beriman kepada Rasul Allah, maka dijeaskan dalam firman Allah yang terkandung dalam kitab suci Al Quran. Adapun dalil naqlinya sebagaimana firman Allah sebagai berikut :

QS AlAnbiyaa’ : 7

وَمَآ أَرْسَلْنَا قَبْلَكَ إِلَّا رِجَالًا نُّوحِىٓ إِلَيْهِمْ ۖ فَسْـَٔلُوٓا۟ أَهْلَ ٱلذِّكْرِ إِن كُنتُمْ لَا تَعْلَمُونَ 

Artinya :

Kami tiada mengutus rasul rasul sebelum kamu (Muhammad), melainkan beberapa orang-laki-laki yang Kami beri wahyu kepada mereka, maka tanyakanlah olehmu kepada orang-orang yang berilmu, jika kamu tiada mengetahui” (QS AlAnbiyaa’ : 7)


QS Al Kahfi : 110

قُلْ إِنَّمَآ أَنَا۠ بَشَرٌ مِّثْلُكُمْ يُوحَىٰٓ إِلَىَّ أَنَّمَآ إِلَٰهُكُمْ إِلَٰهٌ وَٰحِدٌ ۖ فَمَن كَانَ يَرْجُوا۟ لِقَآءَ رَبِّهِۦ فَلْيَعْمَلْ عَمَلًا صَٰلِحًا وَلَا يُشْرِكْ بِعِبَادَةِ رَبِّهِۦٓ أَحَدًۢا 

Artinya :

Katakanlah: Sesungguhnya aku ini manusia biasa seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku: “Bahwa sesungguhnya Tuhan kamu itu adalah Tuhan yang Esa”. Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya, maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Tuhannya” QS Al Kahfi : 110)



IMAN KEPADA MALAIKAT

 Iman Kepada Malaikat

Nama-nama Malaikat Allah

MATERI 1

Pengertian Iman Kepada Malaikat

    Malaikat berbeda dengan manusia, manusia diciptakan Allah dari Tanah sedangkan Malaikat diciptakan Allah dari cahaya (nur). Malaikat merupakan salah satu makhluk ciptaan Allah yang tidak bisa dilihat oleh mata manusia, kecuali untuk siapa saja yang Dia kehendaki. 

    Iman kepada malaikat adalah bagian dari Rukun Iman. Iman kepada malaikat maksudnya adalah meyakini adanya malaikat, walaupun kita tidak dapat melihat mereka, dan bahwa mereka adalah salah satu makhluk ciptaan Allah. Mereka menyembah Allah dan selalu taat kepada-Nya, mereka tidak pernah berdosa. Tak seorang pun mengetahui jumlah pasti malaikat, hanya Allah saja yang mengetahui jumlahnya.

    Malaikat merupakan salah satu makhluk ciptaan Allah, selalu menyembah Allah dan selalu taat kepada-Nya. Tidak pernah melakukan dosa, dan tidak ada satu orang pun yang mengetahui jumlah pasti malaikat, hanya Allah yang mengetahui jumlahnya. Tetapi kita wajib mengetahui 10 malaikat dan tugasnya.


Sifat-sifat malaikat yang diyakini oleh umat Islam adalah sebagai berikut :

  1. Selalu bertasbih siang dan malam tidak pernah berhenti.
  2. Suci dari sifat-sifat manusia dan jin, seperti hawa nafsu, lapar, sakit, makan, tidur, bercanda, berdebat, dan lainnya.
  3. Selalu takut dan taat kepada Allah.
  4. Tidak pernah maksiat dan selalu mengamalkan apa saja yang diperintahkan-Nya.
  5. Mempunyai sifat malu.
  6. Bisa terganggu dengan bau tidak sedap, anjing dan patung.
  7. Tidak makan dan minum.
  8. Mampu mengubah wujudnya.
  9. Memiliki kekuatan dan kecepatan cahaya.


Dalil Naqli Beriman Kepada Malaikat

Quran Surat Al-Anbiya Ayat 19-20

 وَلَهُۥ مَن فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ ۚ وَمَنْ عِندَهُۥ لَا يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِهِۦ وَلَا يَسْتَحْسِرُونَ 

يُسَبِّحُونَ ٱلَّيْلَ وَٱلنَّهَارَ لَا يَفْتُرُونَ

Artinya : 

Dan kepunyaan-Nya-lah segala yang di langit dan di bumi. Dan malaikat-malaikat yang di sisi-Nya, mereka tiada mempunyai rasa angkuh untuk menyembah-Nya dan tiada (pula) merasa letih. Mereka selalu bertasbih malam dan siang tiada henti-hentinya”  (al-anbiya-ayat : 19-20)


Quran Surat At Tahrim Ayat 6 

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ قُوٓا۟ أَنفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا ٱلنَّاسُ وَٱلْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَٰٓئِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَّا يَعْصُونَ ٱللَّهَ مَآ أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ 

Artinya: 

Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan” (QS At Tahrim : 6)


MATERI 2

Nama dan Tugas Malaikat
    Malaikat memiliki sifat-sifat yang juga wajib diimani. Sifat itu meliputi selalu beribadah kepada Allah, tidak memiliki hawa nafsu, mengamalkan perintah Allah, serta tidak makan dan minum. Dengan mempercayai keberadaan malaikat beserta tugasnya, manusia hendaknya dapat berperilaku dengan baik dan beramal saleh.
    Allah menciptakan banyak malaikat dengan berbagai tugas. Hanya Allah yang mengetahui jumlah malaikat. Terdapat 10 malaikat beserta tugasnya yang wajib dipercaya.
  1. Malaikat Jibril bertugas menyampaikan wahyu
  2. Malaikat Mikail bertugas menyampaikan rezeki
  3. Malaikat Israfil bertugas meniup sangkakala
  4. Malaikat Izrail bertugas mencabut nyawa
  5. Malaikat Munkar bertugas menanya ruh di alam kubur
  6. Malaikat Nakir bertugas menanya ruh di alam kubur
  7. Malaikat Raqib bertugas mencatat amal baik manusia
  8. Malaikat Atid bertugas mencatat amal buruk manusia
  9. Malaikat Ridwan bertugas menjaga pintu surga
  10. Malaikat Malik bertugas menjaga pintu neraka

Perilaku yang Mencerminkan Beriman Kepada Malaikat
    Orang yang senantiasa mengimani adanya malaikat, akan menggunakan seluruh anggota tubuh atau anggota badan untuk tetap berusaha berhati-hati dalam berkata-kata dan berbuat di dalam kesehariannya.
    Beberapa di bawah ini merupakan contoh perilaku yang mencerminkan beriman kepada malaikat-malaikat Allah SWT  :
  1. Berkata dan berbuat jujur, karena di mana dan ke mana pun pasti malaikat akan senantiasa ada untuk mengawasi kita.
  2. Patuh dan taat terhadap hukum-hukum Allah SWT dan segala bentuk peraturan yang telah dibuat oleh pemerintah.
  3. Melaksanakan tugas yang telah diemban kepada kita dengan rasa penuh tanggung jawab dan rasa ikhlas.
  4. Bertindak dengan hati-hati dan penuh perhitungan di segala bentuk perkataan dan perbuatan
  5. Senantiasa untuk tetap berusaha dalam memperbaiki diri sendiri dari waktu ke waktu.

Dalam mempelajari tugas para malaikat, ada beberapa hikmah yang dapat diperoleh, diantaranya :
  • Semakin Beriman Kepada Allah. Dengan mempercayai adanya malaikat yang mencatat segala perbuatan kita baik dan buruk maka kita akan berusaha untuk selalu istiqomah menjalankan ibadah.
  • Memunculkan rasa syukur kepada Allah SWT
  • Berhati-hati dalam bertindak
  • Yakin Akan Pertolongan Allah SWT



Sunday, January 10, 2021

HARI RAYA IDUL ADHA

 HARI RAYA IDUL ADHA


MATERI 1

Pengertian Hari Raya Idul Adha

    Idul adha (bahasa Arab: عيد الأضحى‎) adalah sebuah hari raya Islam. Pada hari ini diperingati peristiwa kurban, yaitu ketika Nabi Ibrahim, yang bersedia untuk mengorbankan putranya Ismail untuk Allah, kemudian sembelihan itu digantikan oleh-Nya dengan domba.

    Pada hari raya ini, umat Islam berkumpul pada pagi hari dan melakukan salat Id bersama-sama di tanah lapang atau di masjid, seperti ketika merayakan Idulfitri. Setelah salat, dilakukan penyembelihan hewan kurban, untuk memperingati perintah Allah kepada Nabi Ibrahim yang menyembelih domba sebagai pengganti putranya.

    Iduladha jatuh pada tanggal 10 bulan Zulhijah, hari ini jatuh persis 70 hari setelah perayaan Idulfitri. Hari ini juga beserta hari-hari Tasyrik diharamkan puasa bagi umat Islam.


Hukum Shalat Idul Adha

    Apakah hukum shalat id pada kedua hari raya Idul Fitri dan Idul Adha sunnah atau wajib?, dan apakah berdosa bagi yang meninggalkannya? Shalat idul fitri dan idul adha hukum keduanya adalah fardhu kifayah. Sebagian para ulama mengatakan: fardu ‘ain seperti shalat jum’at. Tidak selayaknya bagi seorang muslim meninggalkannya.

    Apa Hukum Shalat Jumat Setelah Melaksanakan Sholat Idul Adha? Dua momentum itu sebagai bertemunya dua Lebaran atau 'idain. Dalam kajian fiqih sholat Idul Adha sunat muakkadah, sedangkan shalat Jumat hukumnya adalah wajib, Terdapat keringanan tidak melaksanakan shalat jumat, keringanan tersebut muncul karena adanya faktor jarak antara tempat tinggal seorang muslim dengan tempat atau masjid pelaksanaan shalat Jumat.


Tata Cara Pelaksanaan Shalat Idul Adha

    Syarat serta rukun shalat Idul Adha tidak terlalu jauh berbeda dengan shalat Idul Fitri. Tidak terdapat adzan serta iqamah yang mendahului kedua shalat tersebut, begitu pula niat serta takbir dalam shalatnya. Pelaksanaan shalat Idul Adha sedikit lebih awal dibandingkan shalat Idul Fitri.

    Shalat Idul Adha dimulai ketika matahari sudah setinggi tombak hingga waktu zawal (saat matahari bergeser ke arah barat). Hal tersebut dimaksudkan untuk memberikan kesempatan bagi masyarakat yang ingin melaksanakan kurban setelah shalat Idul Adha dilaksanakan, sedangkan shalat Idul Fitri dilaksanakan lebih akhir untuk memberikan kesempatan pada umat muslim yang belum menunaikan zakat fitrah.


MATERI 2

Tata Cara Pelaksanaan Khutbah Shalat Idul Adha

    Setelah melaksanakan shalat Idul Adha, umat muslim disunahkan untuk mendengarkan khutbah. Pasalnya, khutbah Idul Adha merupakan kesempurnaan shalat Idul Adha.

    Khutbah setelah shalat Idul Adha dilaksanakan dengan dua khutbah, yaitu dilaksanakan dengan berdiri dan di antara keduanya dipisahkan dengan duduk sejenak.

1. Khutbah Pertama

Adapun tata cara khutbah pertama dilakukan sebagai berikut :

  1. Membaca takbir sebanyak 9 kali
  2. Memuji Allah dengan membaca "alhamdulillah"
  3. Membaca shalawat Nabi SAW, sebagai berikut: “allahumma shalli ala sayyidina muhammad"
  4. Berwasiat tentang takwa
  5. Membaca ayat Al-Quran.

2. Khutbah Kedua

Setelah melakukan khutbah pertama, kemudian dilanjutkan dengan khutbah kedua. Adapun tata cara khutbah Idul Adha ialah sebagai berikut :

  1. Membaca takbir sebanyak 7 kali
  2. Memuji Allah sekurang-kurangnya membaca "alhamdulillah"
  3. Membaca shalawat Nabi Muhammad SAW "allahumma shalli ala sayyidina muhammad"
  4. Berwasiat tentang takwa
  5. Menutup dengan mendoakan kaum muslimin.


Hikmah Idul Adha 

  • Kesungguhan dalam beribadah kepada Allah SWT. Sebab, di momen yang bersamaan dengan ibadah haji ini kesempatan berangkat ke Mekkah merupakan keistimewaan.
  • Selain itu, hikmah Idul Adha yang lain adalah sebuah perjuangan. Sebab, rangkaian ibadah haji di tanah suci saat bulan Dzulhijjah bisa menjadi cerminan perjuangan. Maka, laksanakan lah semua yang dilakukan dengan hati ikhlas dan penuh perjuangan.
  • Hikmah lainnya yakni kepedulian dengan sesame, dengan membagikan daging kurban kepada yang membutuhkan. Dibagikan kepada semua umat musli tanpa terkecuali.


PUASA RAMADHAN

 PUASA RAMADHAN


MATERI 1

Pengertian Puasa

    Puasa dalam Bahasa Arab disebut as-shiyaam atau ash-Saum, yang berarti menahan diri atau mengekan
g, maka pengertian puasa mengandung makna menahan atau mengekang sesuatu.

    Sejatinya, puasa adalah tindakan sukarela untuk menahan nafsu makan, minum, perbuatan buruk, dan dari segala hal yang bisa membuat puasa batal untuk periode waktu tertentu. Kegiatan ini umumnya dilakukan sebagai bagian dari ibadah keagamaan atau alasan kesehatan tertentu.

    Puasa menjadi kewajiban bagi umat Muslim di seluruh penjuru dunia. Ternyata, kegiatan menahan lapar dan dahaga yang diwajibkan selama satu bulan ini memiliki banyak manfaat untuk tubuh, seperti menyehatkan jantung, ginjal, hati dan beberapa organ penting lain, juga melancarkan peredaran darah. Tak hanya itu, puasa juga mejauhkan diri dari segala pola makan dan gaya hidup yang tidak baik.


Macam-macam Puasa Wajib

Secara garis besar, puasa wajib dibedakan menjadi dua kategori, yaitu puasa wajib karena waktunya telah ditentukan oleh Allah dan puasa wajib karena sebab-sebab tertentu.

1. Puasa Ramadhan

    Ibadah puasa diperintahkan oleh Allah jauh sebelum kedatangan Nabi Muhammad, hanya saja tata cara dan bentuknya berbeda meski tujuannya sama yaitu mendekatkan diri kepada Allah. Puasa Ramadan merupakan puasa yang dilaksanakan pada bulan Ramadan yang jumlah harinya antara 29 dan 30 hari dalam puasa. Menurut ajaran Islam dalam puasa di bulan Ramadan dapat kita menghapus kesalahan atau terampuni dosa yang telah diperbuat selama ini. 

2. Dasar kewajiban puasa Ramadhan

Menurut ajaran Islam puasa pada bulan Ramadan merupakan puasa yang wajib dilaksanakan selama 1 bulan penuh rahmat. Sehingga jika dengan sengaja tidak melaksanakan ibadah puasa pada bulan Ramadan maka seseorang tersebut akan berdosa sesuai dengan Firman Allah dalam Qur'an Surah Al-Baqarah :183

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

artinya

" Hai orang-orang yang beriman diwajibkan atas kamu berpuasa atas kamu sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelium kamu, agar kamu sebagai orang yang bertaqwa.” (Al Baqarah : 184)

    Jadi firman Allah SWT di atas menjelaskan bahwa melaksanakan puasa Ramadhan adalah wajib hukumnya, di mana hal tersebut adalah bentuk pertanggungjawaban manusia kepada penciptanya secara langsung serta kegiatan yang menyangkut hablum minallah.

3. Syarat wajib puasa ramadhan

  • Beragama Islam
  • Aqil dan Baligh Tidak wajib puasa bagi anak kecil (belum baligh), orang gila (tidak berakal) dan orang mabuk.
  • Tidak dalam keadaan haid atau nifas Oleh sebab itu, jika perempuan yang sedang haid atau nifas, maka puasanya tidak sah
  • Sehat dan mampu Puasa Ramadan tidak diwajibkan atas orang sakit (tidak mampu). Konsekuensinya, harus menggantinya di hari lain selain bulan Ramadan saat ia sudah sehat.


MATERI 2

Hal yang membatalkan puasa

    Ketika menjalani puasa, umat Islam diwajibkan untuk menahan lapar, haus, dan hawa nafsu dari terbitnya fajar subuh hingga terbenamnya matahari atau waktu maghrib. Agar puasa dapat berjalan dengan lancar, penting mengetahui beberapa hal utama yang membatalkan puasa adalah sebuah keharusan :

  1. Masuknya sesuatu ke dalam lubang tubuh secara sengaja. 
  2. Memasukkan benda ke dalam salah satu jalan.
  3. Muntah secara disengaja. 
  4. Berhubungan seks secara sengaja. 
  5. Haid atau menstruasi.
  6. Nifas.
  7. Gila (junun)


Keutamaan puasa Ramadhan

Bulan penuh keberkahan

Dan juga bahwa setiap ibadah yang dilakukan di bulan Ramadan ini, maka Allah akan melipatgandakan pahalanya. Selain itu di dalam bulan yang penuh dengan kemuliaan dan keberkahan ini, maka tidak hanya keberkahan di dalam menuai pahala, melainkan banyak keberkahan lainnya.

Adanya Malam Lailatul Qadar

Di bulan Ramadan terdapat suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan, yaitu lailatul qadar (malam kemuliaan). Pada malam inilah yaitu 10 hari terakhir di bulan Ramadan adalah saat diturunkannya Alquranul Karim.

Dibukanya Pintu Surga dan Ditutupnya Pintu Neraka

Keutamaan puasa Ramadan lainnya adalah bahwa pintu-pintu surge terbuka dan pintu-pintu neraka tertutup serta setan-setan diikat.

Didoakan para malaikat

Para malaikat memohon ampun untuk orang-orang yang berpuasa sampai mereka berbuka puasa


Keringanan (rukhshah) puasa ramadhan

Di mana setiap Muslim yang sudah dewasa wajib menjalankan puasa. Tetapi, ada empat golongan yang diperbolehkan untuk tidak wajib menjalankannya yaitu :

1. Orang yang sakit 

Orang yang sakit diizinkan atau diperbolehkan untuk tidak menjalankan ibadah puasa apabila kondisinya sangat menyakitkan. Namun, jika sudah dalam kondisi sembuh, mereka harus mengqhada puasanya atau menggantinya di hari lain.

2. Musafir

Mereka yang melakukan perjalanan jauh atau musafir (bukan untuk maksiat tetapi beribadah) mendapatkan keringanan untuk tidak berpuasa. Namun, mereka akan tetap mempunyai pilihan untuk berpuasa atau tidak.

3. Orang yang sudah tua rentah atau dalam keadaan lemah 

Ketika orang lansia yang memiliki keadaan lemah dan sakit-sakitan serta merasa berat untuk menjalankan ibadah puasa, mereka diperbolehkan untuk tidak melaksanakannya, tetapi harus menggantinya dengan membayar fidyah.

4. Hamil dan menyusui 

Hal yang terjadi pada wanita ketika hamil dan menyusui, maka mereka mendapatkan rukhsah untuk tidak menjalankan puasa. Tetapi, tetap harus menggantinya di lain hari.jo


MATERI 3

Hikmah Puasa Ramadhan

    Ibadah puasa di bulan suci Ramadhan dapat melatih seseorang untuk meningkatkan ketaqwaan terhadap Allah SWT. Selain itu, masih banyak lagi hikmah puasa yang akan didapat apabila dijalankan dengan serius dan sepenuh hati.

Hikmah puasa secara umum yaitu bisa menaikkan derajat taqwa seseorang kepada Allah Swt dan Rasulullah Saw.

Hikmah Puasa Ramadhan Bisa Lebih Qanaah, Qanaah adalah rela atau menerima takdir yang diberikan oleh Allah Swt.

Pelajaran dari puasa Ramadhan berikutnya yaitu, bisa membantu mengontrol hawa nafsu.

Berikutnya, hikmah dari puasa Ramadan adalah belajar berbagi antar sesama.

Ketika sedang menjalankan ibadah puasa, alangkah baiknya menghabiskan waktu untuk mengerjakan hal-hal positif yang dapat menciptakan kebaikan dan kebahagiaan dunia serta akhirat.


Menetapkan awal bulan Ramadhan

Untuk mengetahui dan menetapkan kapan bulan Ramadhan dimulai dan kapan harus diakhiri, dalam ajaran Islam terdapat 2 cara yakni : 

    Hisab adalah perhitungan secara matematis dan astronomis untuk menentukan posisi bulan dalam menentukan dimulainya awal bulan pada kalender Hijriyah. Hisab secara harfiah 'perhitungan. Dalam dunia Islam istilah hisab sering digunakan dalam ilmu falak (astronomi) untuk memperkirakan posisi Matahari dan bulan terhadap bumi. Posisi Matahari menjadi penting karena menjadi patokan umat Islam dalam menentukan masuknya waktu salat. 

    Sementara posisi bulan diperkirakan untuk mengetahui terjadinya hilal sebagai penanda masuknya periode bulan baru dalam kalender Hijriyah. Hal ini penting terutama untuk menentukan awal Ramadhan saat muslim mulai berpuasa, awal Syawal (Idul Fithri), serta awal Dzulhijjah saat jamaah haji wukuf di Arafah (9 Dzulhijjah) dan Idul Adha (10 Dzulhijjah).

    Rukyat adalah aktivitas mengamati visibilitas hilal, yakni penampakan bulan sabit yang tampak pertama kali setelah terjadinya ijtimak (konjungsi). Rukyat dapat dilakukan dengan mata telanjang atau dengan alat bantu optik seperti teleskop. Rukyat dilakukan setelah Matahari terbenam. Hilal hanya tampak setelah Matahari terbenam (maghrib), karena intensitas cahaya hilal sangat redup dibanding dengan cahaya Matahari, serta ukurannya sangat tipis. Apabila hilal terlihat, maka pada petang (maghrib) waktu setempat telah memasuki bulan (kalender) baru Hijriyah. Apabila hilal tidak terlihat maka awal bulan ditetapkan mulai maghrib hari berikutnya.



SHALAT JUMAT

 SHALAT JUMAT



MATERI 1 

Pengertian Shalat Jumat

umat dan Dasar Hukum

Salat Jumat (Arab: صلاة الجمعة, Salāt al-Jum`ah) adalah aktivitas ibadah salat wajib yang dilaksanakan secara berjama'ah bagi lelaki muslim setiap hari Jumat yang menggantikan salat zuhur namun pelaksanaannya berbeda dengan shalat Dzuhur. Jika shalat Dzuhur ini berjumlah empat rakaat, shalat Jumat mempunyai jumlah dua rakaat, yang sebelum pelaksanaannya didahului dengan dua khutbah terlebih dahulu. 

Hukum shalat jumat adalah wajib ‘ain, yaitu kewajiban yang harus dilaksanakan oleh setiap individu yang telah memenuhi syarat wajib shalat jumat terutama bagi laki-laki dewasa. Perintah melaksanakan shalat jumat telah disebutkan dalam Al Quran surat Al Jumu’ah ayat 9, Allah berfitman :

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ إِذَا نُودِيَ لِلصَّلَوٰةِ مِن يَوۡمِ ٱلۡجُمُعَةِ فَٱسۡعَوۡاْ إِلَىٰ ذِكۡرِ ٱللَّهِ وَذَرُواْ ٱلۡبَيۡعَۚ ذَٰلِكُمۡ خَيۡرٞ لَّكُمۡ إِن كُنتُمۡ تَعۡلَمُونَ

Artinya : 

Wahai orang-orang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat Jum´at, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Demikian itu adalah baik bagimu sekalian jika kamu mengetahui” (QS Al Jumu’ah : 9)


Syarat-syarat dan Rukun Khutbah Jumat

Syarat - Syarat dalam Khutbah Jumat

Apabila seorang khatib akan berkhutbah, maka ada beberapa syarat yang harus diperhatikan ketika berkhutbah. Adapun syarat-syarat dalam menyampaikan khutbah Jum’at ini adalah :

  1. Sudah masuk waktu shalat Jum’at
  2. Orang yang berkhutbah (khotib) sedang dalam keadaan suci serta tertutup auratnya
  3. Menyampaikan materi khutbah dengan suara yang jelas
  4. Mensederhanakan materi khutbah (tidak berkepanjangan)
  5. Duduk sejenak antara khutbah pertama dan kedua
  6. Setelah Khutbah kedua selesai kemudian dilanjutkan shalat


Rukun - Rukun dalam Khutbah Jumat

Rukun ini adalah sesuatu yang tidak boleh ditinggalkan dalam suatu ibadah, dalam hal ini khutbah Jumat. Rukun-rukun ini harus dipenuhi orang yang berkhutbah (khotib) dalam khutbah Jumat yang disampaikainnya,  adapun rukun-rukun khutbah Jumat ini adalah :

  1. Diawali dengan syukur kepada Allah swt. dengan mengucapkan kalimat tahmid (alhamudulillaah) pada setiap kali khutbah. Baik khutbah yang pertama maupun yang khutbah yang kedua.
  2. Membaca dua kalimat syahadat.
  3. Membaca sholawat kepada nabi Muhammad saw.
  4. Berwasiat taqwa. Wasiat ini adalah wasiat yang isinya mengandung kalimat ajakan  atau peringatan untuk senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada para jamaah yang hadir dalam shalat jumat.
  5. Membaca ayat-ayat al-Qur’an pada setiap khutbah (pertama maupun kedua)
  6. Membaca doa, untuk keselamatan seluruh kaum muslimin (muslimat) pada khutbah yang ke dua


MATERI 2

Ketentuan Shalat Jumat
  1. Bagi yang hendak sholat Jumat disarankan mandi sebelum menunaikan ibadah wajib bagi laki-laki tersebut.
  2. Ibadah sunnah selanjutnya adalah potong kuku dan kumis yang dilakukan sebelum sholat Jumat. 
  3. Mereka yang hendak sholat disarankan memakai pakaian yang rapi, bersih, dan diutamakan berwarna putih. 
  4. Mengenakan parfum atau wangi-wangian 
  5. Tiap aktivitas sebaiknya diawali doa yang mengharapkan berkah dan perlindungan dari Allah SWT. 
  6. Jika tidak ada aktivitas lain, sebaiknya segera menuju masjid untuk menunaikan ibadah lain sebelum sholat Jumat.
  7. Setelah sampai, sebaiknya segera masuk masjid dengan kaki kanan terlebih dulu.
  8. Saat masuk masjid pastikan masih dalam keadaan bersuci sehingga bisa sholat Tahiyatul Masjid.
  9. Ketika sudah berada di masjid sangat disarankan tidak banyak bicara, tenang, dan memperbanyak doa serta dzikir.

Syarat Wajib Shalat Jumat
  1. Islam
  2. Laki-laki
  3. Merdeka
  4. Aqil Baligh
  5. Sehat dan mampu
  6. Bermukim atau menetap

Tata Cara Shalat Jumat
  1. Tentu saja tata cara sholat jumat juga diatur. Sholat jumat sendiri berjumlah dua rakaat dengan dua khutbah. Tata cara sholat jumat sebenarnya hampir sama dengan sholat pada umumnya. Dan berikut ini tata cara sholat jumat :
  2. Khatib segera naik mimbar
  3. Adzan dikumandangkan
  4. Khatib melakukan khutbah dan membaca rukun dua khutbah
  5. Setelah selesai khutbah ke dua lalu Iqamah
  6. Imam memimpin shalat jumat samapi selesai

MATERI 3

Keutamaan Shalat Jumat
    Menunaikan ibadah sholat Jumat sebagai kewajiban memang harus dijalani tapi dibalik Allah mewajibkan sholat Jumat ini ada banyak hikmah dan manfaat yang bisa didapatkan. Keutamaan sholat Jumat dijelaskan langsung oleh Allah SWT dalam Al Quran dan diperkuat oleh Nabi Muhammad SAW dalam hadits-haditsnya :
  1. Terdapat waktu yang mustajab dalam shalat jumat yakni antara imam duduk dimimbar sampai selesai shalat.
  2. Jadi salah satu keutamaan melaksanakan sholat Jumat adalah dicukupkan nikmatnya dan disempurnakan oleh Allah agamanya.
  3. Pahala yang besar untuk yang bersegera datang untuk sholat Jumat
  4. Setiap langkahnya diberi pahala sholat dan puasa selama satu tahun

Amalan Sunah pada Hari Jumat
    Dalam agama Islam, hari Jumat memanglah hari yang diistimewakan. Maka, laki-laki muslim disunahkan melaksanakan amalan-amalan sunah. Adapun, amalan sunah yang bisa dilakukan laki-laki muslim, yaitu seperti berikut:
  1. Memotong kuku dan rambut
  2. Mandi bersih atau mandi keseluruhan sebelum melaksanakan salat Jumat
  3. Menggunakan parfum atau wewangian
  4. Berpakaian bersih—anjuran warna putih—dan memakai pakaian yang paling bagus
  5. Berangkat ke masjid lebih awal
  6. Sampai di masjid, melaksanakan salat sunah tahiyat masjid sebelum duduk zikir
  7. Perbanyaklah zikir kepada Allah Swt.
  8. Mengucapkan salawat
  9. Membaca Al-Qur’an
  10. Kalau khatib sudah berdiri dan melaksanakan khutbah, dengarkanlah dengan khusyuk






Organisasi Otonom Muhammadiyah

  MATERI 1  Organisasi Otonom Muhammadiyah Organisasi otonom Muhammadiyah terdiri dari 7 bagian, yakni Aisyiyah, Pemuda Muhammadiyah, Nasyia...