Monday, January 3, 2022

Peran Muhammadiyah Dalam Kebangkitan Nasional



Gambar para tokoh Muhammadiyah zaman kebangkitan Nasional


MATERI 1

A. Peran Amal Usaha Muhammadiyah Dalam Kebangkitan Nasional

Peran Muhammadiyah dalam Mencerdaskan Bangsa

    Sejak didirikan pada18 November 1912 oleh KH Ahmad Dahlan , Muhammadiyah saat ini bertepatan 18 November 2019 memasuki miladnya yang ke 107 tahun. Sebuah perjalanan yang panjang bagi pergerakan yang memiliki tujuan mewujudkan masyarakat Islam yang sebenar benarnya.

    Sejak awal didirikan Muhammadiyah sangat menyadari keadaan masyarakat dan bangsa akan maju dan berkembang ketika pendidikan menjadi pilar utama dalam pergerakannya. Sehingga Muhammadiyah sudah sejak awal mendirikan lembaga pendidikan sebagai prasyarat untuk mencerdaskan dan memajukan kehidupan bangsa.

    Ternyata apa yang dipikirkan Muhammadiyah sejalan dengan tujuan negara Indonesia dimana salah satunya adalah mencerdaskan kehidupan bangsa. Oleh karena itu sejatinya Muhammadiyah sangat berperan dalam membantu negara untuk mencapai tujuannya melalui pendidikan.


Peran Muhammadiyah dalam Memberikan Layanan Kesehatan

    Dalam bidang kesehatan, Muhammadiyah memulai gerakannya dengan mendirikan lembaga Penoeloeng Kesangsaraan Oemoem (PKO) pada 17 Juni 1920. Cikal bakal pendirian PKO adalah sebuah klinik sederhana yang dibangun pada 15 Februari 1923 di Jalan Jagang Notoprajan, Yogyakarta. .

Contoh peran Muhammadiyah dalam bidang kesehatan

  1. Muhammadiyah sebagai pemilik mempunyai sistem kesehatan nasional Muhammadiyah yang dirancang dengan baik dan dapat berjalan sejak dari pusat sampai ke daerah
  2. Statuta yang dibuat sebagai produk hokum, untuk masing-masing daerah agar dapat dimodifikasi sesuai daerah masing-masing tetapi tetap dalam koridor yang ditentukan
  3. Pemimpin yang visioner dan memimpin dengan hati
  4. Ada kesamaan visi antara pemilik, direktur dan komite klinik
  5. Ada manajemen dasar ala Muhammadiyah untuk pelayanan kesehatan yang ada sesuai tipe pelayanan kesehatannya6. Manusia bersumber daya yang ada di rumah sakit dikendalikan perilakunya dengan Sistem Informasi Manajemen dan Klinis,
  6. Kemandirian dalam hal pelayanan artinya mempunyai manusia bersumber daya sendiri, termasuk dokter spesialis

MATERI 2

Peran Muhammadiyah dalam Pemurnian dan Pembaruan Keagamaan
Muhammadiyah dalam Bidang Pemurnian Agama Islam berperan sebagai Pengajar dan Penyebar Agama Islam serta mengajarkan Ilmu Ilmu Agama Islam untuk Generasi Pemuda Muslim Indonesia.
Salah satu ciri yang cukup menonjol dalam gerakan Muhammadiyah adalah gerakan purifikasi (pemurnian0da modernisasi 9pembaruan. 
Purifikasi
Muhammadiyah dikenal dengan gerakan purifikasi, yaitu kembali kepada semangat dan ajaran Islam yang murni dan membebaskan umat Islam dari Tahayul, Bid'ah dan Khurafat. Cita-cita dan gerakan pembaruan yang dipelopori Muhammadiyah sendiri sebenarnya menghadapi konteks kehidupan keagamaan yang bercorak ganda; sinkretik dan tradisional.
Modernisasi
Modernisasi (tajdid) adalah gerakan pembaruan pemikiran Muhammadiyah untuk mencari pemecahan atas berbagai persoalan yang mereka hadapi. Yang merujuk pada Al- Qur'an dan As- Sunnah sebagai titik tolak atau landasan yang sekaligus juga memberi pengarahan, ke arah pemikiran itu harus dikembangkan.


MATERI 3

Profil Jenderal Sudirman


    Jenderal Besar TNI (Anumerta) Raden Soedirman (EYD: Sudirman; 24 Januari 1916 – 29 Januari 1950[a]) adalah seorang perwira tinggi Indonesia pada masa Revolusi Nasional Indonesia. Sebagai panglima besar Tentara Nasional Indonesia pertama, ia adalah sosok yang dihormati di Indonesia. 
    Soedirman menjadi tokoh terkenal dan dikagumi bukan hanya karena dia terpilih menjadi Panglima TNI yang pertama. Bukan hanya karena dia dikenal punya kemampuan strategi tempur yang hebat 
    Sebelum menjadi prajurit TNI, Soedirman adalah seorang pemimpin Pemuda Muhammadiyah dan kepanduan Hizbul Wathan di Karesidenan Banyumas, Jawa Tengah. Berkat kemampuan kepemimpinannya di Pemuda Muhammadiyah, Soedirman terpilih menjadi Komandan PETA daerah Banyumas. 
    Kariernya terus menanjak hingga akhirnya terpilih menjadi Panglima Besar Tentara Keamanan Rakyat (cikal bakal TNI) pada usia 29 tahun dalam musyawarah TKR di Yogyakarta pada 12 Nopember 1945. Soedirman mengalahkan Oerip Soemohardjo, tokoh militer yang usianya jauh lebih senior.

No comments:

Organisasi Otonom Muhammadiyah

  MATERI 1  Organisasi Otonom Muhammadiyah Organisasi otonom Muhammadiyah terdiri dari 7 bagian, yakni Aisyiyah, Pemuda Muhammadiyah, Nasyia...