Sunday, January 10, 2021

PUASA RAMADHAN

 PUASA RAMADHAN


MATERI 1

Pengertian Puasa

    Puasa dalam Bahasa Arab disebut as-shiyaam atau ash-Saum, yang berarti menahan diri atau mengekan
g, maka pengertian puasa mengandung makna menahan atau mengekang sesuatu.

    Sejatinya, puasa adalah tindakan sukarela untuk menahan nafsu makan, minum, perbuatan buruk, dan dari segala hal yang bisa membuat puasa batal untuk periode waktu tertentu. Kegiatan ini umumnya dilakukan sebagai bagian dari ibadah keagamaan atau alasan kesehatan tertentu.

    Puasa menjadi kewajiban bagi umat Muslim di seluruh penjuru dunia. Ternyata, kegiatan menahan lapar dan dahaga yang diwajibkan selama satu bulan ini memiliki banyak manfaat untuk tubuh, seperti menyehatkan jantung, ginjal, hati dan beberapa organ penting lain, juga melancarkan peredaran darah. Tak hanya itu, puasa juga mejauhkan diri dari segala pola makan dan gaya hidup yang tidak baik.


Macam-macam Puasa Wajib

Secara garis besar, puasa wajib dibedakan menjadi dua kategori, yaitu puasa wajib karena waktunya telah ditentukan oleh Allah dan puasa wajib karena sebab-sebab tertentu.

1. Puasa Ramadhan

    Ibadah puasa diperintahkan oleh Allah jauh sebelum kedatangan Nabi Muhammad, hanya saja tata cara dan bentuknya berbeda meski tujuannya sama yaitu mendekatkan diri kepada Allah. Puasa Ramadan merupakan puasa yang dilaksanakan pada bulan Ramadan yang jumlah harinya antara 29 dan 30 hari dalam puasa. Menurut ajaran Islam dalam puasa di bulan Ramadan dapat kita menghapus kesalahan atau terampuni dosa yang telah diperbuat selama ini. 

2. Dasar kewajiban puasa Ramadhan

Menurut ajaran Islam puasa pada bulan Ramadan merupakan puasa yang wajib dilaksanakan selama 1 bulan penuh rahmat. Sehingga jika dengan sengaja tidak melaksanakan ibadah puasa pada bulan Ramadan maka seseorang tersebut akan berdosa sesuai dengan Firman Allah dalam Qur'an Surah Al-Baqarah :183

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

artinya

" Hai orang-orang yang beriman diwajibkan atas kamu berpuasa atas kamu sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelium kamu, agar kamu sebagai orang yang bertaqwa.” (Al Baqarah : 184)

    Jadi firman Allah SWT di atas menjelaskan bahwa melaksanakan puasa Ramadhan adalah wajib hukumnya, di mana hal tersebut adalah bentuk pertanggungjawaban manusia kepada penciptanya secara langsung serta kegiatan yang menyangkut hablum minallah.

3. Syarat wajib puasa ramadhan

  • Beragama Islam
  • Aqil dan Baligh Tidak wajib puasa bagi anak kecil (belum baligh), orang gila (tidak berakal) dan orang mabuk.
  • Tidak dalam keadaan haid atau nifas Oleh sebab itu, jika perempuan yang sedang haid atau nifas, maka puasanya tidak sah
  • Sehat dan mampu Puasa Ramadan tidak diwajibkan atas orang sakit (tidak mampu). Konsekuensinya, harus menggantinya di hari lain selain bulan Ramadan saat ia sudah sehat.


MATERI 2

Hal yang membatalkan puasa

    Ketika menjalani puasa, umat Islam diwajibkan untuk menahan lapar, haus, dan hawa nafsu dari terbitnya fajar subuh hingga terbenamnya matahari atau waktu maghrib. Agar puasa dapat berjalan dengan lancar, penting mengetahui beberapa hal utama yang membatalkan puasa adalah sebuah keharusan :

  1. Masuknya sesuatu ke dalam lubang tubuh secara sengaja. 
  2. Memasukkan benda ke dalam salah satu jalan.
  3. Muntah secara disengaja. 
  4. Berhubungan seks secara sengaja. 
  5. Haid atau menstruasi.
  6. Nifas.
  7. Gila (junun)


Keutamaan puasa Ramadhan

Bulan penuh keberkahan

Dan juga bahwa setiap ibadah yang dilakukan di bulan Ramadan ini, maka Allah akan melipatgandakan pahalanya. Selain itu di dalam bulan yang penuh dengan kemuliaan dan keberkahan ini, maka tidak hanya keberkahan di dalam menuai pahala, melainkan banyak keberkahan lainnya.

Adanya Malam Lailatul Qadar

Di bulan Ramadan terdapat suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan, yaitu lailatul qadar (malam kemuliaan). Pada malam inilah yaitu 10 hari terakhir di bulan Ramadan adalah saat diturunkannya Alquranul Karim.

Dibukanya Pintu Surga dan Ditutupnya Pintu Neraka

Keutamaan puasa Ramadan lainnya adalah bahwa pintu-pintu surge terbuka dan pintu-pintu neraka tertutup serta setan-setan diikat.

Didoakan para malaikat

Para malaikat memohon ampun untuk orang-orang yang berpuasa sampai mereka berbuka puasa


Keringanan (rukhshah) puasa ramadhan

Di mana setiap Muslim yang sudah dewasa wajib menjalankan puasa. Tetapi, ada empat golongan yang diperbolehkan untuk tidak wajib menjalankannya yaitu :

1. Orang yang sakit 

Orang yang sakit diizinkan atau diperbolehkan untuk tidak menjalankan ibadah puasa apabila kondisinya sangat menyakitkan. Namun, jika sudah dalam kondisi sembuh, mereka harus mengqhada puasanya atau menggantinya di hari lain.

2. Musafir

Mereka yang melakukan perjalanan jauh atau musafir (bukan untuk maksiat tetapi beribadah) mendapatkan keringanan untuk tidak berpuasa. Namun, mereka akan tetap mempunyai pilihan untuk berpuasa atau tidak.

3. Orang yang sudah tua rentah atau dalam keadaan lemah 

Ketika orang lansia yang memiliki keadaan lemah dan sakit-sakitan serta merasa berat untuk menjalankan ibadah puasa, mereka diperbolehkan untuk tidak melaksanakannya, tetapi harus menggantinya dengan membayar fidyah.

4. Hamil dan menyusui 

Hal yang terjadi pada wanita ketika hamil dan menyusui, maka mereka mendapatkan rukhsah untuk tidak menjalankan puasa. Tetapi, tetap harus menggantinya di lain hari.jo


MATERI 3

Hikmah Puasa Ramadhan

    Ibadah puasa di bulan suci Ramadhan dapat melatih seseorang untuk meningkatkan ketaqwaan terhadap Allah SWT. Selain itu, masih banyak lagi hikmah puasa yang akan didapat apabila dijalankan dengan serius dan sepenuh hati.

Hikmah puasa secara umum yaitu bisa menaikkan derajat taqwa seseorang kepada Allah Swt dan Rasulullah Saw.

Hikmah Puasa Ramadhan Bisa Lebih Qanaah, Qanaah adalah rela atau menerima takdir yang diberikan oleh Allah Swt.

Pelajaran dari puasa Ramadhan berikutnya yaitu, bisa membantu mengontrol hawa nafsu.

Berikutnya, hikmah dari puasa Ramadan adalah belajar berbagi antar sesama.

Ketika sedang menjalankan ibadah puasa, alangkah baiknya menghabiskan waktu untuk mengerjakan hal-hal positif yang dapat menciptakan kebaikan dan kebahagiaan dunia serta akhirat.


Menetapkan awal bulan Ramadhan

Untuk mengetahui dan menetapkan kapan bulan Ramadhan dimulai dan kapan harus diakhiri, dalam ajaran Islam terdapat 2 cara yakni : 

    Hisab adalah perhitungan secara matematis dan astronomis untuk menentukan posisi bulan dalam menentukan dimulainya awal bulan pada kalender Hijriyah. Hisab secara harfiah 'perhitungan. Dalam dunia Islam istilah hisab sering digunakan dalam ilmu falak (astronomi) untuk memperkirakan posisi Matahari dan bulan terhadap bumi. Posisi Matahari menjadi penting karena menjadi patokan umat Islam dalam menentukan masuknya waktu salat. 

    Sementara posisi bulan diperkirakan untuk mengetahui terjadinya hilal sebagai penanda masuknya periode bulan baru dalam kalender Hijriyah. Hal ini penting terutama untuk menentukan awal Ramadhan saat muslim mulai berpuasa, awal Syawal (Idul Fithri), serta awal Dzulhijjah saat jamaah haji wukuf di Arafah (9 Dzulhijjah) dan Idul Adha (10 Dzulhijjah).

    Rukyat adalah aktivitas mengamati visibilitas hilal, yakni penampakan bulan sabit yang tampak pertama kali setelah terjadinya ijtimak (konjungsi). Rukyat dapat dilakukan dengan mata telanjang atau dengan alat bantu optik seperti teleskop. Rukyat dilakukan setelah Matahari terbenam. Hilal hanya tampak setelah Matahari terbenam (maghrib), karena intensitas cahaya hilal sangat redup dibanding dengan cahaya Matahari, serta ukurannya sangat tipis. Apabila hilal terlihat, maka pada petang (maghrib) waktu setempat telah memasuki bulan (kalender) baru Hijriyah. Apabila hilal tidak terlihat maka awal bulan ditetapkan mulai maghrib hari berikutnya.



No comments:

Organisasi Otonom Muhammadiyah

  MATERI 1  Organisasi Otonom Muhammadiyah Organisasi otonom Muhammadiyah terdiri dari 7 bagian, yakni Aisyiyah, Pemuda Muhammadiyah, Nasyia...