Sunday, January 10, 2021

SHALAT JUMAT

 SHALAT JUMAT



MATERI 1 

Pengertian Shalat Jumat

umat dan Dasar Hukum

Salat Jumat (Arab: صلاة الجمعة, Salāt al-Jum`ah) adalah aktivitas ibadah salat wajib yang dilaksanakan secara berjama'ah bagi lelaki muslim setiap hari Jumat yang menggantikan salat zuhur namun pelaksanaannya berbeda dengan shalat Dzuhur. Jika shalat Dzuhur ini berjumlah empat rakaat, shalat Jumat mempunyai jumlah dua rakaat, yang sebelum pelaksanaannya didahului dengan dua khutbah terlebih dahulu. 

Hukum shalat jumat adalah wajib ‘ain, yaitu kewajiban yang harus dilaksanakan oleh setiap individu yang telah memenuhi syarat wajib shalat jumat terutama bagi laki-laki dewasa. Perintah melaksanakan shalat jumat telah disebutkan dalam Al Quran surat Al Jumu’ah ayat 9, Allah berfitman :

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ إِذَا نُودِيَ لِلصَّلَوٰةِ مِن يَوۡمِ ٱلۡجُمُعَةِ فَٱسۡعَوۡاْ إِلَىٰ ذِكۡرِ ٱللَّهِ وَذَرُواْ ٱلۡبَيۡعَۚ ذَٰلِكُمۡ خَيۡرٞ لَّكُمۡ إِن كُنتُمۡ تَعۡلَمُونَ

Artinya : 

“Wahai orang-orang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat Jum´at, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Demikian itu adalah baik bagimu sekalian jika kamu mengetahui” (QS Al Jumu’ah : 9)


Syarat-syarat dan Rukun Khutbah Jumat

Syarat - Syarat dalam Khutbah Jumat

Apabila seorang khatib akan berkhutbah, maka ada beberapa syarat yang harus diperhatikan ketika berkhutbah. Adapun syarat-syarat dalam menyampaikan khutbah Jum’at ini adalah :

  1. Sudah masuk waktu shalat Jum’at
  2. Orang yang berkhutbah (khotib) sedang dalam keadaan suci serta tertutup auratnya
  3. Menyampaikan materi khutbah dengan suara yang jelas
  4. Mensederhanakan materi khutbah (tidak berkepanjangan)
  5. Duduk sejenak antara khutbah pertama dan kedua
  6. Setelah Khutbah kedua selesai kemudian dilanjutkan shalat


Rukun - Rukun dalam Khutbah Jumat

Rukun ini adalah sesuatu yang tidak boleh ditinggalkan dalam suatu ibadah, dalam hal ini khutbah Jumat. Rukun-rukun ini harus dipenuhi orang yang berkhutbah (khotib) dalam khutbah Jumat yang disampaikainnya,  adapun rukun-rukun khutbah Jumat ini adalah :

  1. Diawali dengan syukur kepada Allah swt. dengan mengucapkan kalimat tahmid (alhamudulillaah) pada setiap kali khutbah. Baik khutbah yang pertama maupun yang khutbah yang kedua.
  2. Membaca dua kalimat syahadat.
  3. Membaca sholawat kepada nabi Muhammad saw.
  4. Berwasiat taqwa. Wasiat ini adalah wasiat yang isinya mengandung kalimat ajakan  atau peringatan untuk senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada para jamaah yang hadir dalam shalat jumat.
  5. Membaca ayat-ayat al-Qur’an pada setiap khutbah (pertama maupun kedua)
  6. Membaca doa, untuk keselamatan seluruh kaum muslimin (muslimat) pada khutbah yang ke dua


MATERI 2

Ketentuan Shalat Jumat
  1. Bagi yang hendak sholat Jumat disarankan mandi sebelum menunaikan ibadah wajib bagi laki-laki tersebut.
  2. Ibadah sunnah selanjutnya adalah potong kuku dan kumis yang dilakukan sebelum sholat Jumat. 
  3. Mereka yang hendak sholat disarankan memakai pakaian yang rapi, bersih, dan diutamakan berwarna putih. 
  4. Mengenakan parfum atau wangi-wangian 
  5. Tiap aktivitas sebaiknya diawali doa yang mengharapkan berkah dan perlindungan dari Allah SWT. 
  6. Jika tidak ada aktivitas lain, sebaiknya segera menuju masjid untuk menunaikan ibadah lain sebelum sholat Jumat.
  7. Setelah sampai, sebaiknya segera masuk masjid dengan kaki kanan terlebih dulu.
  8. Saat masuk masjid pastikan masih dalam keadaan bersuci sehingga bisa sholat Tahiyatul Masjid.
  9. Ketika sudah berada di masjid sangat disarankan tidak banyak bicara, tenang, dan memperbanyak doa serta dzikir.

Syarat Wajib Shalat Jumat
  1. Islam
  2. Laki-laki
  3. Merdeka
  4. Aqil Baligh
  5. Sehat dan mampu
  6. Bermukim atau menetap

Tata Cara Shalat Jumat
  1. Tentu saja tata cara sholat jumat juga diatur. Sholat jumat sendiri berjumlah dua rakaat dengan dua khutbah. Tata cara sholat jumat sebenarnya hampir sama dengan sholat pada umumnya. Dan berikut ini tata cara sholat jumat :
  2. Khatib segera naik mimbar
  3. Adzan dikumandangkan
  4. Khatib melakukan khutbah dan membaca rukun dua khutbah
  5. Setelah selesai khutbah ke dua lalu Iqamah
  6. Imam memimpin shalat jumat samapi selesai

MATERI 3

Keutamaan Shalat Jumat
    Menunaikan ibadah sholat Jumat sebagai kewajiban memang harus dijalani tapi dibalik Allah mewajibkan sholat Jumat ini ada banyak hikmah dan manfaat yang bisa didapatkan. Keutamaan sholat Jumat dijelaskan langsung oleh Allah SWT dalam Al Quran dan diperkuat oleh Nabi Muhammad SAW dalam hadits-haditsnya :
  1. Terdapat waktu yang mustajab dalam shalat jumat yakni antara imam duduk dimimbar sampai selesai shalat.
  2. Jadi salah satu keutamaan melaksanakan sholat Jumat adalah dicukupkan nikmatnya dan disempurnakan oleh Allah agamanya.
  3. Pahala yang besar untuk yang bersegera datang untuk sholat Jumat
  4. Setiap langkahnya diberi pahala sholat dan puasa selama satu tahun

Amalan Sunah pada Hari Jumat
    Dalam agama Islam, hari Jumat memanglah hari yang diistimewakan. Maka, laki-laki muslim disunahkan melaksanakan amalan-amalan sunah. Adapun, amalan sunah yang bisa dilakukan laki-laki muslim, yaitu seperti berikut:
  1. Memotong kuku dan rambut
  2. Mandi bersih atau mandi keseluruhan sebelum melaksanakan salat Jumat
  3. Menggunakan parfum atau wewangian
  4. Berpakaian bersih—anjuran warna putih—dan memakai pakaian yang paling bagus
  5. Berangkat ke masjid lebih awal
  6. Sampai di masjid, melaksanakan salat sunah tahiyat masjid sebelum duduk zikir
  7. Perbanyaklah zikir kepada Allah Swt.
  8. Mengucapkan salawat
  9. Membaca Al-Qur’an
  10. Kalau khatib sudah berdiri dan melaksanakan khutbah, dengarkanlah dengan khusyuk






Wednesday, January 6, 2021

Materi AKIDAH AKHLAK Semester Genap - SMP Muhammadiyah 1 Moyudan

 MATERI MAPEL AKIDAH AKHLAK KELAS 7

IMAN KEPADA MALAIKAT

    Sebelum kita belajar secara lebih dalam pada mata pelajaran Akidah Akhlak kelas 7, sebaiknya kita mengetahui materi-materi apa saja yang akan kita bahas pada bab 6. Pada bab enam kita akan membahas tentang IMAN KEPADA MALAIKAT

    Pengertian Iman Kepada Malaikat yakni yakin dan membenarkan dengan sepenuh hati bahwa malaikat itu ada yang selalu taat melaksanakan perintah Allah SWT. Untuk lebih mudahnya perhatikan peta konsep berikut :

Tujuan pembelajaran diharapkan siswa mampu :
1. Menjelaskan Iman Kepada Malaikat
2. Menunjukkan dalil naqli Iman Kepada Malaikat Allah
3. Menunjukkan tuugas-tugas malaikat
4. Menemukan contoh perilaku Iman Kepada Malaikat



MATERI MAPEL AKIDAH AKHLAK KELAS 8
BERIMAN KEPADA NABI DAN RASUL

    Sebelum kita belajar secara lebih dalam pada mata pelajaran Akidah akhlak kelas 8, sebaiknya kita mengetahui materi-materi apa saja yang akan kita bahas pada bab 5. Pada bab kelima kita akan membahas tentang BERIMAN KEPADA NABI DAN RASUL.
    Beriman kepada Nabi dan Rasul termasuk rukun iman yang ke empat. Beriman kepada rasul merupakan meyakini dengan sepenh hati bahwa nabi dan rasul adalah orang yang dipilih Allah untuk menerima wahyu dan disampaikannya kepada umat manusia untuk dijadikan pedoman hidup. 
Untuk lebih mudahnya perhatikan peta konsep berikut :


Tujuan pembelajaran diharapkan siswa mampu :
1. Siswa mampu menjelaskan pengertian Nabi dan Rasul
2. Mampu menjelaskan pengertian iman kepada Rasul
3. Mampu menunjukkan dalil naqli tentang beriman kepada Rasul
4. Mampu menjelaskan hikmah beriman kepada Rasul



MATERI MAPEL AKIDAH AKHLAK KELAS 9
BERIMAN KEPADA QADHA DAN QADHAR

    Sebelum kita belajar secara lebih dalam pada mata pelajaran Akidah akhlak kelas 9, sebaiknya kita mengetahui materi-materi apa saja yang akan kita bahas pada bab 5. Pada bab kelima kita akan membahas tentang BERIMAN KEPADA QADHA DAN QADHAR.
    Iman kepada qadha dan qadar adalah percaya dengan sepenuh hati bahwa Allah telah menetapkan segala ketentuan, undang-undang, peraturan hukum secara pasti untuk segala yang ada, yang mengikat antara sebab dan akibat segala sesuatu yang terjadi. 
. Untuk lebih mudahnya perhatikan peta konsep berikut :
Tujuan pembelajaran diharapkan siswa mampu :
1. Mampu menjelaskan Qadha
2. Mampu menjelaskan Qadhar
3. Mampu menjelaskan Iman kepada Qadha dan Qadhar
4. Menunjukkan dalil naqli Iman kepada Qadha dan Qadhar
5. Menjelaskan hikmah beriman kepada Qadha dan Qadhar








Sunday, January 3, 2021

Materi FIKIH Semester Genap - SMP Muhammadiyah 1 Moyudan

MATERI MAPEL FIKIH KELAS 7
SHALAT JUMAT

    Sebelum kita belajar secara lebih dalam pada mata pelajaran Fikih kelas 7, sebaiknya kita mengetahui materi-materi apa saja yang akan kita bahas pada bab 4. Pada bab empat kita akan membahas tentang SHALAT JUMAT
    Pengertian Shalat Jumat yakni ibadah shalat 2 rakkaat yang dikerjakan dihari jumat dan dilaksanakan setelah khutbah pada waktu dhuhur. Untuk lebih mudahnya perhatikan peta konsep berikut :


Tujuan pembelajaran diharapkan siswa mampu :
1. Melaksanakan shalat jumat
2. Memperhatikan khutbah jumat dengan cermat
3. Bertanggung jawab Bersama melaksanakan ibadah shalat jumat
4. Memiliki kepedulaian untuk mengajak orang lain melaksanakan shalat jumat
5. Menjelaskan pengertian dan dasar hokum shalat jumat
6. Menjelaskan urutan syarat-syarat khutbah jumat dan rukuk khutbah jumat
7. Menjelaskan keutamaan dan ketentuan shalat jumat
8. Melaksanakan shalat jumat berjamaah




MATERI MAPEL FIKIH KELAS 8
PUASA RAMADHAN

    Sebelum kita belajar secara lebih dalam pada mata pelajaran Fikih kelas 8, sebaiknya kita mengetahui materi-materi apa saja yang akan kita bahas pada bab 5. Pada bab kelima kita akan membahas tentang PUASA RAMADHAN.
    Puasa merupakan menahan diri dari makan minum dan segala hal yang membatalkan pasa dari terbit fajar sampai terbenam matahari diiringi niat mendekatkan diri kepada Allah. 
Untuk lebih mudahnya perhatikan peta konsep berikut :


Tujuan pembelajaran diharapkan siswa mampu :
1. Melaksanakan puasa Ramadhan
2. Mengenali pasa wajib selain Ramadhan
3. Menerima ketentuan walam waktu Ramadhan
4. Mengklasifikasi puasa wajib (puasa Ramadhan, nadzar dan kafarat
5. Pengertian dan dasar hokum puasa
6. Syarat wajib dan rukn puasa
7. Keutamaan dan amalan bulan ramadhan




MATERI MAPEL FIKIH KELAS 9
HARI RAYA IDUL ADHA

Sebelum kita belajar secara lebih dalam pada mata pelajaran Fikih kelas 9, sebaiknya kita mengetahui materi-materi apa saja yang akan kita bahas pada bab 5. Pada bab kelima kita akan membahas tentang HARI RAYA IDUL ADHA
Pada hari raya idul adha dilaksanakan penyembelihar hewan kurban sebagaimana dengan contoh yang dilaksanakan nabi Ibrahim. 
Untuk lebih mudahnya perhatikan peta konsep berikut :

\
Tujuan pembelajaran diharapkan siswa mampu :
1. Siswa menjadi siswa yang bersyukur telah diberikan kesempatan beribadah kepada Allah
2. Dapat memahami dan menjelaskan hari raya idul adha
3. Dapat melaksanakan tata cara shalat dan khutbah Idul Adha



Sunday, November 15, 2020

Jual Beli dan Qiradl

 Jual Beli dan Qiradl



Pengertian Jual Beli (Bai’)

    Arti jual beli secara bahasa adalah menukar sesuatau dengan sesuatu. Jual beli menurut syara’ adalah akad tukar menukar harta dengan harta yang lain melalui tata cara yang telah ditentukan oleh hukum Islam. Yang dimaksud kata “harta” adalah terdiri dari dua macam, Pertama; harta yang berupa barang, misalnya buku, rumah, mobil, dll. Kedua harta yang berupa manfaat (jasa), misalnya pulsa telephone, pulsa listrik dll.


Syarat Penjual dan Pembeli atau pihak yang bertransaksi (akid) adalah

a) Baligh

b) Berakal

c) Ruṣdu (memiliki kemampuan untuk bisa melaksanakan urusan agama dan mengelola keuangan dengan baik)

d) Suka sama suka, yakni atas kehendak sendiri, tanpa ada paksaan dari orang lain :

Rasulullah Saw. bersabda:

“Nabi Muhammad Saw.  bersabda  sesungguhnya jual beli itu sah, apabila dilakukan

atas dasar suka sama suka” (HR. Ibnu Hibban dan Ibnu Majjah)


Syarat Barang yang diperjualbelikan atau Objek jual beli (Ma’qud alaih)

a) Suci

b) Bermanfaat

c) Dalam kekuasaaan penjual dan pembeli

d) Dapat diserah terimakan

e) Barangnya, kadar dan sifat harus diketahui oleh penjual dan pembeli


Pengertian Qiraḍ

    Qiraḍ adalah penyerahan harta dari Shahib al mal (pemilik dana) kepada pengelola dana, sebagai modal usaha. Keuntungan nya di bagi sesuai dengan nisbah (perbandingan laba rugi) yang disepakati.

    Qiraḍ dalam perbankan Syari’ah sering disebut dengan istilah muḍarabah, yakni bentuk pinjaman modal tanpa bunga dengan perjanjian bagi hasil. Modal 100% dari pemilik dana/ Lembaga Keuangan Syari’ah (LKS) dan pengelola usahanya adalah nasabah (Peminjam).

    Dari penjelasan di atas dapat di ambil kesimpulan, bahwa Qiraḍ/ Muḍarabah adalah : Usaha Bersama antara pemilik modal (Perseorangan atau LKS : BMT, BPR Syari’ah, dll) dengan orang yang menjalankan usaha dengan system bagi hasil, dengan syarat-syarat tertentu.

Hukum Qiraḍ

Hukum Qiraḍ /Muḍarabah adalah boleh atau dibolehkan. Qiraḍ mengandung unsur saling tolong menolong, antara pemilik modal (Perseorangan / LKS ) dengan pelaku usaha yang membutuhkan dana atau modal.

Dalam Hadis Nabi riwayat Imam Ṭabrani :

“Abbas bin Abdul Muthalib jika menyerahkan harta sebagai Muḍarabah, ia mensyaratkan kepada mudharibnya agar tidak melewati lautan dan menuruni lembah, dan tidak membeli hewan ternak, Jika persyaratan itu di langgar, Ia (mudharib) harus menaggung resikonya. Ketika persyaratan yang ditetapkan Abbas itu di dengar Rasulullah Saw., beliau membolehkannya” (HR. Ṭabrani)


Rukun dan Syarat Qiraḍ

a. Rukun Qiraḍ ada enam, seperti yang di sebutkan dalam kitab Hasyiyah al-Baijuri, juz 2, hlm. 22

Rukun Qiraḍ ada 6 :

1). Malik / Pemilik modal 2). Amil / Pengelola

3). Mal / Modal / dana 4). ‘Amal / usaha

5). Ribh / Laba / Keuntungan

6). Ṣigat ijab kabul / ucapan serah terima (akad)


Syarat Qiraḍ

1). Pemilik dan pengelola modal sudah dewasa dan sehat akal dan ada kerelaan (tidak boleh ada paksaan ). Pengelola modal tidak boleh menyalahi hukum

2). Modal harus di ketahui jumlah dan jenisnya.

3). Kegiatan usaha pengelola dana (nasabah) tidak ada campur tangan pemilik dana tapi berhak melakukan pengawasan.

4). Pembagian keuntungan harus dinyatakan di awal dan di catat dalam perjanjian (akad)

5). Akad Ijab kabul harus dinyatakan oleh kedua pihak untuk menunjukan tujuan kerjasama, dan sebaiknya tertulis




Friday, November 6, 2020

Hizbul Wathan

MENGENAL LEBIH DALAM TENTANG HIZBUL WATHAN


Logo Kepanduan Hizbul Wathan


MATERI 1

Apa Itu Hizbul Wathan?

    Bermula dari perjalanan dakwah yangdilakukan Kiai Ahmad Dahlan ke Surakarta pada tahun 1920, berdirinya Hizbut Wathan merupakan inovasi terbuka dan kreatif untuk membina anak- anak muda dalam keagamaan dan pendidikan mereka. Ketika melewati alun-alun Mangkunegaran, Kiai Dahlan melihat anak-anak muda berseragam ( para anggota Javaannsche Padvinder Organisatie ), berbaris rapi, dan metakukan berbagai kegiatan yang menarik. Mereka kelihatan tegap dan disiplin. Sekembalinya di Yogyakarta, Kiai Dahlan memangit beberapa guru Muhammadiyah untuk membahas metodologi baru dalam pembinaan anak-anak muda Muhammadiyah, baik di sekolah-sekolahmaupun di masyarakat umum. Kiai Dahlan mengungkapkan bahwa alangkah baiknya kalau Muhammadiyah mendirikan padvinder untuk mendidik anak-anak mudanya agar memiliki badan yang sehat serta jiwa yang luhur untuk mengabdi kepada Allah.

    Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan (disingkat HW) adalah salah satu organisasi otonom (ortom) di lingkungan Persyarikatan Muhammadiyah. HW didirikan pertama kali di Yogyakarta pada 1336 H (1918 M) atas prakarsa KH Ahmad Dahlan, yang merupakan pendiri Muhammadiyah. Prakarsa itu timbul saat dia selesai memberi pengajian di Solo, dan melihat latihan Pandu di alun-alun Mangkunegaran. Gerakan ini kemudian meleburkan diri ke dalam Gerakan Pramuka pada 1961, dan dibangkitkan kembali oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah. 

Asas dan Tujuan HW

HW berasaskan Islam. HW didirikan untuk menyiapkan dan membina anak, remaja, dan pemuda yang memiliki aqidah, mental dan fisik, berilmu dan berteknologi serta berakhlak karimah dengan tujuan terwujudnya pribadi muslim yang sebenar-benarnya dan siap menjadi kader persyarikatan, umat, dan bangsa. 

Tujuan HW:

  1. Menjadikan manusia yang berarti, bertaqwa kepada Allah, berbudi luhur, kuat mental dan bermoral tinggi.
  2. Memiliki kecerdasan yang tinggi dan mempunyai ketrampilan yang handal.
  3. Berbadan sehat, kuat, tangkas jasmaninya.
  4. Menjadi warga Negara RI yang setia, patuh serta menjadi anggota masyarakat yang berguna bagi diri sendiri, masyarakat, bangsa dan Negara.
  5. Menegakkan  dan  menjunjung  tinggi  Agama  Islam,  sehingga  terwujud  masyarakat  Kepanduan yang Islami.


MATERI 2

Sifat HW

HW adalah sistem pendidikan untuk anak, remaja, dan pemuda di luar lingkungan keluarga dan sekolah

  • bersifat nasional, artinya ruang lingkup usaha HW meliputi seluruh wilayah Negara Kesatuan Repulik Indonesia.
  • bersifat terbuka, artinya keanggotaan HW terbuka untuk seluruh lapisan masyarakat, tanpa membedakan gender, usia, profesi, atau latar belakang pendidikan. Penggolongan keanggotaan HW menurut usia hanyalah untuk membedakan status sebagai peserta didik atau anggota dewasa (pembina)
  • bersifat sukarela, artinya dasar seseorang menjadi anggota HW adalah suka dan rela, tanpa paksaan atau tekanan orang lain.
  • tidak berorientasi pada partai politik, artinya secara organisatoris HW tidak berafiliasi kepada salah satu partai politik dan HW tidak melakukan aktivitas politik praktis. Induk organisasi HW adalah Persyarikatan Muhammadiyah.

Identitas HW

  1. HW adalah kepanduan islami, artinya pendidikan kepanduan yang dilakukan oleh HW adalah untuk menanamkan aqidah Islam dan membentuk peserta didik berakhlak mulia.
  2. HW adalah organisasi otonom Muhammadiyah yang tugas utamanya mendidik anak, remaja, dan pemuda dengan sistem kepanduan

UNDANG-UNDANG PANDU HW :
1. Pandu Hizbul Wathan itu dapat dipercaya
2. Pandu Hizbul Wathan itu setia dan teguh hati
3. Pandu Hizbul Wathan itu siap menolong dan wajib berjasa
4. Pandu Hizbul Wathan itu cinta perdamaian dan persaudaraan
5. Pandu Hizbul Wathan itu sopan santun dan perwira
6. Pandu Hizbul Wathan itu menyayangi semua makhluk
7. Pandu Hizbul Wathan itu siap melaksanakan perintah tanpa membantah
8. Pandu Hizbul Wathan itu sabar dan pemaaf
9. Pandu Hizbul Wathan itu teliti dan hemat
10. Pandu Hizbul Wathan itu suci dalam hati, pikiran, perkataan dan perbuatan.


JANJI PANDU HIZBUL WATHAN :
Mengingat harga perkataan saya, maka saya berjanji dengan sungguh-sungguh :
1. Setia mengerjakan kewajiban saya terhadap Allah, Undang-Undang, dan Tanah Air.
2. Menolong siapa saja semampu saya.
3. Setia menepati Undang-Undang Pandu Hizbul Wathan

MATERI 3

Tanda Pengenal dan Atribut HW

    Seragam dalam pengertiannya adalah satu ragam atau satu kesamaan jadi pakaian bisa dikatakan sebagai seragam bila dipakai lebih dari 2 orang dan memiliki warna, bentuk, cara pemakaian, waktu penggunaan yang sama. Untuk ketentuan seragam Pandu Pengenal yang digunakan sudah ditentukan oleh Kwartir Pusat Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan. berikut ulasanya.

    Fungsi dari pakaian pandu HW adalah untuk menyatakan jati diri, mempekuat jiwa karsa, menambah daya tarik, mengendalikan disiplin, menjalin kebersamaan dan mencerminkan kerapian.

    Atribut merupakan kelengkapan/tanda-tanda yang dikenakan seorang pandu untuk menunjukkan lokasi, jabatan, kecakapan yang telah ditempuh dan lain sebagainya.

1.Topi untuk Pandu Pengenal Putra dan Putri

  • Topi Pandu Pengenal putra adalah baret berwarna dasar hijau dengan tanda baret berwarna merah.
  • Topi pandu pengenal putri adalah topi dengan pet lebar, berwarna dasar hijau dan bergaris merah dengan tanda topi berwarna merah,


2.Tanda Topi dan Baret untuk Putra dan Putri

  • Tanda topi dan baret Pandu pengenal persegi panjang dengan sudut tumpul dan ditengahnya terdapat gambar matahari bersinar 12 ditengahnya terdapat gambar melati dan di kanan kiri terdapat sayap.
  • Tanda topi berwarna merah



3.Jilbab Putri

  • Jilbab Pandu Pengenal berwarna kheky atau berwarna sama dengan atasan kemeja Hizbul Wathan.
  • Penggunaan jilbab pandu pengenal dimasukkan ke dalam kemeja.
4.Hasduk untuk Putra dan Putri
  • Hasduk/Kacu pandu pengenal berbentuk segitiga dengan warna dasar hijau dengan garis berwarna merah putih
  • Lambang Hizbul Wathan dengan diameter 8 cm pada bagian runcing garis.



5.Ring Hasduk Putra dan Putri

  • Ring pengikat Hasduk pandu Pengenal terbuat dari Rotan

6.Ikat Pinggang Pandu Pengenal

  • Ikat pinggang berwarna Hitam

7.Kemeja Pandu Pengenal Putri

  • kemeja pandu pengenal berwarna keky.
  • menggunakan lidah pundak berkancing.
  • menggunakan 4 buah saku 2 diatas ikat pinggang, 2 dibawah ikat pinggang.
  • Lengan menggunakan manset berkancing.
  • saat digunakan kemeja tidak dimasukkan ke celana.

8.Kemeja Pandu Pengenal Putra

  • kemeja pandu pengenal berwarna keky.
  • menggunakan lidah pundak berkancing.
  • menggunakan 2 buah saku diatas.
  • Lengan menggunakan manset berkancing.
  • saat digunakan kemeja dimasukkan ke celana

9.Celana Pandu Pengenal Putra dan putri

  • Celana Pandu Pengenal berwarna biru dongker.dengan 2 buah saku disamping kanan dan  kiri (mambo).

10.Badge Lokasi Kwartir Wilayah/ Propinsi

  • untuk gambar bagian bawah disesuaikan dengan daerah masing-masing dipasang di lengan kanan kemeja.


11.Badge Lokasi Kwartir Daerah/Kota/Kabupaten

  • untuk nama Kwartir/Qobilah juga disesuaikan dengan daerah masing-masing.
  • dipasang di lengan kanan kemeja di atas badge lokasi Kwartir Wilayah.


12.Tanda Pelantikan Umum Pandu Pengenal

  • warna dasar merah dengan gambar kuning/ emas.
  • dipasang ditengah saku kiri.




Wednesday, November 4, 2020

 PERILAKU JUJUR DAN MENEPATI JANJI


MATERI 1

Pengertian Jujur

    Jujur berasal dari Bahasa Arab yaitu ash shidiqu yang berarti memiliki arti nyata atau berkata benar. Artinya kejujuran merupakan bentuk kesesuaian antara ucapan dan perbuatan atau antara informasi dan kenyataan. Istilah ini juga dijadikan julukan untuk Nabi Muhammad Saw. yaitu siqiq Yang memiliki arti atau sifat jujur. Ada sebuah hadist mengatakan bahwa orang munafik adalah orang yang berkata dusta. 

    Jujur merupakan salah satu sifat mulia dari empat sifat wajib Nabi Muhammad SAW yang merupakan sosok mulia dan teladan sempurna bagi seluruh umat manusia. Nabi Muhammad SAW sudah dikenal sebagai pribadi yang jujur dan amanah bahkan sejak beliau belum diangkat menjadi seorang Nabi/Rasul. Orang yang jujur akan dicintai oleh Allah SWT. Jujur membutuhkan keteguhan hati, terkadang terasa berat, pahit, dan mengundang resiko. Tetapi segala sesuatu yang diniatkan karena Allah tentu akan mendapatkan jaminan balasan yang terindah dari Allah pula yaitu berupa surga yang penuh dengan kenikmatan dan keabadian.


Dalil naqli

(QS. Al ahzab 70-71)

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ وَقُولُوا۟ قَوْلًا سَدِيدًا

يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَٰلَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ ۗ وَمَن يُطِعِ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا

Artinya :

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar,

Niscaya Allah memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan mengampuni bagimu dosa-dosamu. Dan barangsiapa mentaati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar.” (QS. Al ahzab 70-71)


Manfaat Perilaku Jujur

  • Hidup menjadi lebih mudah.
  • Dipercaya banyak orang.
  • Membimbing kita kepada kebaikan dan surga.
  • Memberi pahala.
  • Membebaskan kita dari golongan orang-orang munafik

Contoh penerapan sikap jujur dikehidupan sehari hari antara lain:

  • Tidak menyontek ketika ujian.
  • Tidak melakukan titip absen kepada temannya demi bisa membolos.
  • Tidak malu bertanya kepada guru apabila belum memahami materi pembelajaran yang disampaikan.
  • Membayar harga barang yang dibeli sesuai ketentuan kantin sekolah.
  • Mengembalikan buku yang dipinjam dari perpustakan sesuai tenggang waktu yang ditentukan.

Hikmah Berperilaku Jujur

  • Perasaan enak dan hati tenang.
  • Mendapat kemudahan dalam hidupnya.
  • Selamat dari azab dan bahaya.
  • Dijamin masuk surga.
  • Dicintai Allah SWT dan Rasul-Nya.   
Berbagai akibat atau dampak negatif dari perbuatan tidak jujur!

Berbagai akibat negatif dari perbuatan tidak jujur yang dapat kita dan orang lain rasakan, antara lain :
  • Menjadikan diri tidak tenang dan senantiasa was-was karena takut kebohongannya terbongkar.
  • Dijauhi orang-orang disekitar kita karena hilangnya rasa kepercayaan mereka terhadap kita.
  • Mendatangkan keburukan-keburukan yang banyak baik bagi diri sendiri dan orang lain.
  • Menjadi pribadi yang suka berkhianat dan berbohong.
  • Menjadi manusia yang senantiasa terkena dosa-dosa.

MATERI 2

PENGERTIAN MENEPATI JANJI
    Janji menurut Kamus Bahasa Indonesia adalah perkataan yang menyatakan kesediaan dan kesanggupan untuk berbuat. Pengertian lain menyebutkan, bahwa yang disebut dengan janji adalah pengakuan yang mengikat diri sendiri terhadap suatu ketentuan yang harus ditepati atau dipenuhi. Menepati janji berarti berusaha untuk memenuhi semua yang telah dijanjikan kepada orang lain di masa yang akan datang. Orang yang menepati janji orang yang dapat memenuhi semua yang dijanjikannya. Lawan dari menepati janji adalah ingkar janji.

Dalil naqli
Surat Al-Ma’idah Ayat 1

 يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ أَوْفُوا۟ بِٱلْعُقُودِ ۚ أُحِلَّتْ لَكُم بَهِيمَةُ ٱلْأَنْعَٰمِ إِلَّا مَا يُتْلَىٰ عَلَيْكُمْ غَيْرَ مُحِلِّى ٱلصَّيْدِ وَأَنتُمْ حُرُمٌ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ يَحْكُمُ مَا يُرِيدُ 

Terjemah Arti: 
“Hai orang-orang yang beriman, penuhilah aqad-aqad itu. Dihalalkan bagimu binatang ternak, kecuali yang akan dibacakan kepadamu. (Yang demikian itu) dengan tidak menghalalkan berburu ketika kamu sedang mengerjakan haji. Sesungguhnya Allah menetapkan hukum-hukum menurut yang dikehendaki-Nya.” (surat al-maidah-1)

MACAM-MACAM JANJI
Sayyid Ridha dalam tafsir Al Manar, membagi janji itu ke dalam tiga bagian, yaitu : janji kepada Allah janji kepada diri sendiri janji kepada sesama manusia. Bagi kita insan beriman, ketiga-tiganya biasa kita lakukan :
  1. Janji kita kepada AllahSWT
  2. Ketika kita menjalankan shalat, pada doa iftitah
  3. JanjiTerhadapDiriSendiri
  4. Misalnya seorang mahasiswa mengatakan, “Jika saya lulus ujianku, aku akan menyembelih kambing untuk dibagikan kepada orang lain”.
  5. JanjiTerhadapSesamaManusia
  6. Ini banyak ragamnya. Ada yang beijanji dengan seseorang untuk hidup semati, ada yang janji mau membayar hutang setelah rumahnya laku terjual, ada yang janji memberangkatkan haji kepada orang tuanya nanti setelah proyeknya seselai.dll seperti yang sudah kami sebut.



DAMPAK MINUMAN KERAS, PERJUDIAN DAN PERTENGKARAN

 DAMPAK MINUMAN KERAS, PERJUDIAN DAN PERTENGKARAN


MATERI 1

Pengertian Minuman Keras

    Khamar adalah minuman yang memabukan atau minuman keras (miras). Orang yang mengkonsumsi khamar dapat menyebabkan akalnya tertutup sehingga tidak dapat mengingat siapa dirinya sendiri (mabuk). Minuman keras dalam hukum Islam disebut khamr serta disebut dan identik dengan minuman beralkohol. Alkohol merupakan zat berbahaya dalam tubuh bila dikonsumsi.

    Rasulullah saw. menetapkan khamar(miras) tidak semata dari bahan untuk membuat khamar (miras), tetapi lebih dari pengaruh yang ditimbulkan, yaitu memabukkan.  Khamar yang dapat membuat seseorang menjadi mabuk dan dapat mengakibatkan hilangnya akal pikiran, seperti ganja, arak, Tuak, dan sejenisnya, hukumnya adalah haram.


Dalil Naqli Tentang Minuman Keras

يَسْـَٔلُونَكَ عَنِ ٱلْخَمْرِ وَٱلْمَيْسِرِ ۖ قُلْ فِيهِمَآ إِثْمٌ كَبِيرٌ وَمَنَٰفِعُ لِلنَّاسِ وَإِثْمُهُمَآ أَكْبَرُ مِن نَّفْعِهِمَا ۗ وَيَسْـَٔلُونَكَ مَاذَا يُنفِقُونَ قُلِ ٱلْعَفْوَ ۗ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ ٱللَّهُ لَكُمُ ٱلْءَايَٰتِ لَعَلَّكُمْ تَتَفَكَّرُونَ

Terjemah Arti:

 "Mereka bertanya kepadamu tentang khamar dan judi. Katakanlah: "Pada keduanya terdapat dosa yang besar dan beberapa manfaat bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfaatnya". Dan mereka bertanya kepadamu apa yang mereka nafkahkan. Katakanlah: "Yang lebih dari keperluan". Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu supaya kamu berfikir," (Al-Baqarah Ayat 219)


Dampak Fisik (Kesehatan Fisik/Fisiologis) 

  • Mengkonsumsi minuman beralkohol dapat membuat seseorang menjadi mabuk dan menyebabkan seseorang mengalami sakit kepala, mual, muntah serta nyeri pada bagian tubuh tertentu. 
  • Berat badan menjadi naik karena minuman beralkohol memiliki kadar kalori dan gula yang tinggi. Tekanan darah tinggi karena minuman beralkohol dapat pemicu tekanan darah. 
  • Menurunnya kekebalan tubuh dan tubuh dapat dengan mudah terserang infeksi. 
  • Semakin sering dan semakin banyak jumlah alkohol yang anda konsumsi, semakin besar resiko terjangkit penyakit kanker, penyakit jantung, gangguan pernafasan dan gangguan pada organ hati. 

Cara Menghindari 

  • Mendekatkan diri kepada Allah Swt. dan selalu ingat terhadap tujuan hidup kita. 
  • Menjaga diri kita dari hal-hal yang sekiranya merusak dan tidak berguna bagi diri sendiri atau orang banyak. 
  • Dapat membedakan mana yang boleh dilakukan dan mana yang tidak boleh dilakukan. 
  • Menanamkan sifat yang baik dan memberi contoh yang baik pada kepada anggota keluarga agar tidak terjerumus pada minuman keras dan pergaulan yang tidak wajar.


MATERI 2

Perjudian
        Al-maisir artinya mudah, yakni mengambil harta orang lain dengan mudah tanpa susah payah atau yang sering disebut dengan berjudi. 
Sedangkan menurut Imam Syaukani: setiap permainan yang tidak lepas dari merampas harta orang lain atau merugikan orang lain dinamakan berjudi. 
    Sehingga dari keterangan diatasdapat disimpulkan bahwa berjudi adalah suatu aktivitas yang direncanakan ataupun tidak dengan melakukan spekulasi ataupun rekayasa untuk mendapatkan kesenangan dengan menggunakan jaminan atau taruhan, sehingga yang menang akan diuntungkan dan yang kalah akan merasa dirugikan


Dalil naqli

Quran Surat Al-Baqarah Ayat 219 

۞ يَسْـَٔلُونَكَ عَنِ ٱلْخَمْرِ وَٱلْمَيْسِرِ ۖ قُلْ فِيهِمَآ إِثْمٌ كَبِيرٌ وَمَنَٰفِعُ لِلنَّاسِ وَإِثْمُهُمَآ أَكْبَرُ مِن نَّفْعِهِمَا ۗ وَيَسْـَٔلُونَكَ مَاذَا يُنفِقُونَ قُلِ ٱلْعَفْوَ ۗ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ ٱللَّهُ لَكُمُ ٱلْءَايَٰتِ لَعَلَّكُمْ تَتَفَكَّرُونَ 

Terjemah Arti: Mereka bertanya kepadamu tentang khamar dan judi. Katakanlah: "Pada keduanya terdapat dosa yang besar dan beberapa manfaat bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfaatnya". Dan mereka bertanya kepadamu apa yang mereka nafkahkan. Katakanlah: "Yang lebih dari keperluan". Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu supaya kamu berfikir,


Dampak Perjudian
  • Berjudi termasuk perbuatan setan yang dapat merugikan pribadi dan orang lain. 
  • Dapat merugikan ekonomi karena ketidakpastian usaha yang mereka lakukan dan dapat menimbulkan permusuhan dan kedengkian. 
  • Dapat menyebabkan kelalaian dalam melaksanakan kewajiban. 
  • Tertutupnya kepekaan rasa manusiawi dan hilangnya rasa malu dan kasih sayang sesama manusia. 
  • Seseorang menjadi malas bekerja sehingga dapat melakukan perbuatan yang dilarang agama. 
  • Dapat menghancurkan kestabilan, kerukunan, dan keharmonisan keluarga. 
  • Dapat menimbulkan kesedihan dan penyesalan dikemudian hari. 

Cara Menghindari Judi
  • Senantiasa beramar ma’ruf nahi mungkar di setiap kesempatan. 
  • Menyosialisasikan dengan jelas tentang bahaya judi. 
  • Menindak secara tegas para pelaku perjudian oleh aparat yang berwenang. 
  • Berusaha menghindari pergaulan dengan penjudi dan lebih banyak bergaul dengan orang yangjeias-jelas baik. 
  • Senantiasa berusaha mencari rizki yang halal dan qona’ah akan pemberian Allah Swt. 
  • Senantiasa beristighfar dan selalu memohon ampunan serta perlindungan dari Allah agar tidak terjerumus perjudian.


Kerja Keras dan Mandiri

Kerja Keras dan Mandiri 


MATERI 1 

Pengertian Kerja Keras

    Kerja keras adalah kegiatan yang dikerjakan secara sungguh-sungguh tanpa mengenal lelah atau berhenti sebelum target kerja tercapai dan selalu mengutamakan atau memperhatikan kepuasan hasil pada setiap kegiatan yang dilakukan. Kerja keras dapat diartikan bekerja mempunyai sifat yang bersungguh-sungguh untuk mencapai sasaran yang ingin dicapai. Mereka dapat memanfaatkan waktu optimal sehingga kadang-kadang tidak mengenal waktu, jarak, dan kesulitan yang dihadapainya. Mereka sangat bersemangat dan berusaha keras untuk meraih hasil yang baik dan maksimal. 

    Secara istilah, kerja keras memiliki makna semangat yang berkobar, memiliki kemampuan dan kemauan besar. Semua akan dilakukan secara sungguh-sungguh untuk mencapai hasil maksimal. Bekerja adalah suatu aktivitas agar manusia bisa memenuhi kebutuhan hidupnya. Setiap individu dapat meraih prestasi kerja, jika pekerjaannya ia lakukan secara sungguh-sungguh dan pantang menyerah. Pekerjaan pun senantiasa harus dilakukan dengan penuh semangat agar mencapai hasil terbaik.


Cara Membiasakan Perilaku Kerja Keras

Agar terbiasa bekerja keras dalam mengerjakan sesuatu, lakukanlah beberapa hal berikut ini.

  1. Bekerja harus dilandasi niat yang baik. Niatkan untuk beribadah kepada Allah swt.
  2. Awali suatu pekerjaan dengan menyebut nama Allah.
  3. Kerjakan dengan sepenuh hati dan sungguh-sungguh.
  4. Akhiri dengan menyebut nama Allah.Serahkan segalanya kepada Allah swt ( Tawakal ) .


Dalil Naqli

Dalam Al Quran banyak sekali kata yang memilikiarti bekerja. Perintah untuk bekerja terdapat dalam Al Quran surat Al Qashah ayat 77


وَٱبْتَغِ فِيمَآ ءَاتَىٰكَ ٱللَّهُ ٱلدَّارَ ٱلْءَاخِرَةَ ۖ وَلَا تَنسَ نَصِيبَكَ مِنَ ٱلدُّنْيَا ۖ وَأَحْسِن كَمَآ أَحْسَنَ ٱللَّهُ إِلَيْكَ ۖ وَلَا تَبْغِ ٱلْفَسَادَ فِى ٱلْأَرْضِ ۖ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُحِبُّ ٱلْمُفْسِدِينَ

Artinya : “Dan carilah (pahala) negeri akhirat dengan apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu, tetapi janganlah kamu lupakan bagianmu di dunia dan berbuatbaiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang berbuat kerusakan.” (Al-Qashash Ayat 77)


Terdapat nasihat yang sangat berguna dari ayat diatas, yaitu agar hidup secara seimbang dengan mengutamakan kebahagiaan akhirat dan juga merengkuh kehidupan dunia yang sesuai dengan ridha Allah. Jnagan hidup seperti qarun, tokoh serakah dan pengejar harta yang diceritakan dalam Al Quran. 



MATERI 2

Kerja keras adalah berusaha atau berjuang dengan keras atau bersungguh - sungguh dalam mengerjakan sesuatu untuk mencapai suatu tujuan, sedangkan menurut Islam kerja keras adalah bekerja atau bersungguh - sungguh untuk mencapai tujuan atau prestasi kemudian disertai dengan doa dan berserah diri kepada Allah SWT.

Adapun manfaat dari bekerja keras adalah sebagai berikut:

Kita bisa membantu mengembangkan potensi diri
Membentuk pribadi yang senantiasa selalu bertanggung jawab
Dapat meningkatkan taraf hidup dan juga kesejahteraan
Mampu mencukupi kebutuhan hidup
Mampu mengangkat harga dan martabat hidup

Perilaku yang mencerminkan bekerja keras :
Bersungguh-sungguh dalam mengerjakan sesuatu agar meraih hasil yang maksimal.
Menjalankan sebaik-baiknya tugas yang menjadi tanggung jawabnya.
Mengerjakan suatu tugas selalu tepat waktu.

Hikmah Bekerja Keras :
Mengembangkan kemampuan diri, baik bakat, minat ataupun hal lain.
Membentuk diri yang bertanggung jawab dan disiplin.
Mengangkat derajat dan martabat.
Meningkatkan taraf hidup.
Mendapat pahala dari Allah SW


Saturday, October 31, 2020

Ibadah Umrah

 Pengertian Ibadah Umrah


MATERI 1

Pengertian Umrah

    Umrah (bahasa Arab: عمرة‎) adalah salah satu kegiatan ibadah dalam agama Islam. Hampir mirip dengan ibadah haji, ibadah ini dilaksanakan dengan cara melakukan beberapa ritual ibadah di kota suci Mekkah, khususnya di Masjidil Haram.

    Pada istilah teknis syari'ah, Umrah berarti melaksanakan tawaf di Ka'bah dan sa'i antara Shofa dan Marwah, setelah memakai ihram yang diambil dari miqat. Sering disebut pula dengan haji kecil.Sebelum melaksanakan umroh, ada beberapa hal yang perlu diketahui oleh jamaah yang akan berangkat.


Dasar Hukum Umrah

Ulama berbeda pendapat tentang hukum umroh, yaitu:

1. Sunnah

Hukum Umroh adalah sunnah. Ulama yang berpendapat sunnah seperti Imam abu Hanifah, Imam Malik, riwayat dari Ibnu Mas’ud, dan pendapat yang dipilih Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah.

Umrah sunah setelah melakukan umrah wajib tidak ada ketentuan berapa kali. Namun menurut hadits Ibnu Abbas ra., umrah sunah yang lebih utama dilaksanakan pada bulan ramadhan.

2. Wajib

Hukum umroh adalah wajib. Pendapat kedua dan dianggap paling kuat hukum ibadahnya ialah wajib, karena berdasarkan dalil-dalil dalam Al-Quran dan hadist.

Salah satu ayat yang menguatkan hukum umroh yang wajib ialah, pada surah Al-Baqoroh ayat 196

“Dan sempurnakanlah ibadah haji dan ‘umroh karena Allah” (Q.S. Al-Baqarah: 196).


Ketentuan Umrah

Syarat umrah adalah

  1. Beragama Islam atau merupakan orang muslim.
  2. Baligh dan berakal.
  3. Merdeka dari perbudakan, atau bukan hamba sahaya.
  4. Memiliki kemampuan
  5. Adanya mahrom bagi perempuan.

Rukun Umroh

  1. Berihram atau berniat untuk memulai umroh.
  2. Thawaf yaitu mengelilingi Kabah sebanyak 7 putaran.
  3. Melakukan sa’i yang dimulai dari Bukit Shafa ke Bukit Marwa.
  4. Tahalul
  5. Tertib


MATERI 2

Tata Cara Ibadah Umroh Lengkap Sesuai Sunnah

1. Dari bandara menuju miqat Masjid Dzulhulaifah atau lebih dikenal Abyar 'Ali.

Di miqat yang terletak di Madinah ini, para jamaah melakukan persiapan sebelum ihram, mulai dengan mandi, mengenakan pakaian ihram, berwudhu dan mengerjakan sholat sunnah ihram 2 rakaat.

2.Setelah mengenakan pakaian ihram, seorang jamaah umroh dilarang untuk melakukan hal-hal yang sudah ditentukan syariat.

3. Menuju Masjidil Haram di Mekah

Dalam perjalanan, memperbanyak bacaan kalimat talbiyah yang selalu diucapkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika umroh dan haji.

4. Melakukan thawaf.

Sebelum masuk Masjidil Haram, jamaah dianjurkan berwudhu terlebih dahulu. Jamaah boleh masuk Masjidil Haram lewat pintu mana saja, tapi dianjurkan mengikuti contoh Rasulullah SAW yang masuk melalui pintu Babus Salam atau Bani Syaibah.

5.Sholat 2 rakaat di depan Maqom Ibrahim. 

Maqom Ibrahim bukanlah kuburan dan tidak pula tempat yang terkait dengan kuburan lain. Namun di tempat itu Nabi Ibrahim pernah berdiri dalam rangka membangun Kabah. 

6.Beristirahat sejenak dan minum air zam-zam.

7. Melakukan sai antara Safa dan Marwah 7 kali bolak balik.

Sai dimulai dari Safa ke Marwah yang dihitung sebagai satu kali perjalanan. Jadi, Safa ke Marwah 1, Marwah ke Safa 2, dan seterusnya. Sai berakhir di Marwah. Sai dikerjakan dengan berjalan.

8. Melakukan tahallul

Tahallul adalah akhir dari pelaksanaan ibadah umroh yang ditandai dengan bercukur. Untuk laki-laki lebih baik dicukur sampai gundul, tapi jika tidak sampai gundul tak mengapa. Sedangkan untuk tata cara umroh wanita hanya dicukur ala kadarnya.

Dengan melakukan tahallul, maka sudah sempurna tata cara ibadah umroh lengkap sesuai sunnah.


MATERI 3

Kapan Waktu Utama Melaksanakan Umrah?

    Dalam Islam, waktu pelaksanaan umrah memang bisa dilaksanakan kapan pun. Ini pula yang membedakannya dengan ibadah haji yang hanya bisa dilakukan pada Dzulhijjah atau pada 8-12 Dzulhijjah. Lalu adakah waktu-waktu utama melaksanakan umrah? Setidaknya ada beberapa keterangan dalam hadits Nabi Muhammad SAW yang menjelaskan bulan yang baik untuk melaksanakan umrah. Pertama, bulan Ramadhan. Seperti terdapat dalam hadits riwayat Imam Bukhari yang berbunyi "Umrah di bulan Ramadhan seperti berhaji bersama Rasulullah."

    Selain itu, bulan yang baik untuk berumrah adalah bulan Dzulqa'dah, sebab di bulan ini pula Rasulullah melaksanakan ibadah umrah. Berdasarkan sejumlah keterangan menyebutkan, semasa hidupnya Rasulullah melaksanakan umrah empat kali. Umrah yang dilaksanakan Rasul terutama pada umrah pertama berlangsung pada bulan tersebut.


Hikmah Menjalankan Ibadah Haji dan Umrah

  • Menghapus semua dosa kecil dan menyucikan diri dari perbuatan maksiat 
  • Diampuninya segala dosa karena Allah SWT Maha Pengampun, Maha Pemurah dan Maha Penyanyang, kecuali dosa yang berkaitan dengan hak sesama manusia sebab harus diselesaikan terlebih dahulu.
  • Menyucikan jiwa seseorang dan berbaik sangka kepada Allah SWT
  • Melatih sifat sabar dan disiplin
  • Menciptakan rasa persaudaraan dan kesatuan umat muslim di dunia









Dzikir dan Doa Dalam Islam

 DZIKIR DAN DO’A

MATERI 1

BERDZIKIR

Pengertian Dzikir

    Kata "dzikr" menurut bahasa artinya ingat. Sedangkan dzikir menurut pengertia syariat adalah mengingat Allah SWT dengan maksud untuk mendekatkan diri kepadaNya. Kita diperintahkan untuk berdzikir kepada Allah untuk selalu mengingat akan kekuasaan dan kebesaranNya sehingga kita bisa terhindar dari penyakit sombong dan takabbur.

"Hai orang-orang yang beriman, berzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, zikir yang sebanyak-banyaknya." (QS. Al-Ahzab : 41).

    Berdzikir dapat dilakukan dengan berbagai cara dan dalam keadaan bagaimamanapun, kecuali ditempat yang tidaksesuai dengan kesucian Allah. 

"(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka." (QS. Ali Imran : 191).


Manfaat Dzikir

Banyak sekali manfaat dari dzikir dan doa untuk sehari-hari. Manfaat yang ada tentu sangat berguna untuk mengembangkan kualitas diri. Simak dibawah ini manfaat doa dalam kehidupan sehari-hari :

Diberikan keridhaan

Semua manusia membutuhkan ridha dari Allah untuk menjalani kehidupan yang lebih baik. Jika tidak, bisa jadi kegiatan yang dijalani akan berakibat buruk. Tentu, hanya orang-orang yang baik dan aktivitas yang baik pula akan di ridha’i oleh Allah.

Menambah rizki

Rizki yang ada akan diberikan secara langsung oleh Allah jika dikehendaki. Maka, cara terbaik untuk meminta rizki yaitu dengan berdoa dan berdzikir dengan benar.

Mengusir syaitan

Syaitan yang mendengar bacaan dzikir serta doa akan merasakan panas dan tidak mudah untuk mendekat. Jadi, bagi anda yang memang ingin diri untuk terhindar dari syaitan maka wajib untuk melakukan amalan-amalan yang baik. 

Kontrol emosi

Selain itu, tidak disarankan untuk merusak diri dengan melakuakn kontrol emosi yang kurang baik. Terlebih bagi orang dewasa yang harus lebih pintar dalam mengolah diri. Islam selalu mengajarkan hal kebaikan kepada setiap umatnya. Bacalah dzikir dan doa setiap waktu, niscaya akan lebih mudah dalam kontrol diri.


Adab Berdzikir

    Orang yang melakukan zikir dianjurkan dalam keadaan paling sempurna. Orang yang melakukan zikir dianjurkan dalam keadaan paling sempurna. Namun tahukah kamu bagaimana adab dalam berzikir? Jika ia sambil duduk disuatu tempat, hendaklah menghadapkan dirinya ke arah kiblat dan duduk dengan sikap yang penuh rasa khusyuk, merendahkan diri, tenang, anggun dan menundukan kepala.

Berdzikir didalam hati atau dengan suara rendah. Bersikap merendahkan diri dihadapan Allah sebagaimana firman Allah :

Surat Al-A’raf Ayat 205


وَٱذْكُر رَّبَّكَ فِى نَفْسِكَ تَضَرُّعًا وَخِيفَةً وَدُونَ ٱلْجَهْرِ مِنَ ٱلْقَوْلِ بِٱلْغُدُوِّ وَٱلْءَاصَالِ وَلَا تَكُن مِّنَ ٱلْغَٰفِلِينَ


Terjemah Arti: "Dan sebutlah (nama) Tuhanmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, di waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai" (Al-A’raf Ayat 205)

    Ayat tersebut menjelaskan Allah memerintahkan menyebut nama Allah Rabbmu dengan khusyuk, rendah hati, dan disertai rasa takut. Dan panjatkanlah doamu dengan suara yang sedang, antara keras dan lirih di pagi hari dan petang hari, mengingat keutamaan dua waktu ini. Dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai dari mengingat Allah Waktu berdzikir dipagi hari dan petang hari. Ada beberapa lafal yang dibaca untuk berdzikir. Sebaiknya lafal tersebut dari Al Quran dan sunah maqbullah .


MATERI 2

BERDOA

Pengertian Berdoa

    Menurut bahasa "ad-du'aa" artinya memanggil, meminta tolong, atau memohon sesuatu. Sedangkan doa menurut pengertian syariat adalah memohon sesuatu atau memohon perlindungan kepada Allah SWT dengan merendahkan diri dan tunduk kepadaNya. Doa merupakan bagian dari ibadah dan boleh dilakukan setiap waktu dan setiap tempat, karena Allah SWT selalu bersama hamba-hambaNya.

"Dan Tuhanmu berfirman: "Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu." (QS. Al-Mu'min : 60).

    Bagi orang mu'min yang ingin mendapatkan keberhasilan dalam kehidupan ada dua hal yang harus dilakukan, yaitu berusaha atau kerja keras dan berdoa. Kedua cara tersebut harus ditempuh, karena di dalam kehidupan ini ada hal-hal yang tidak dapat dijangkau oleh pemikiran manusia. Oleh karena itu, di dalam memecahkan masalah ini kehidupan kedua cara ini harus ditempuh secara bersama-sama.


Adab Membaca Doa Setelah Sholat Wajib, Agar Mudah Diterima dan Dikabulkan Allah

  1. Diawali dengan Memuji Keagungan Allah, Berselawat, dan Memohon Ampun. 
  2. Menghadap Kiblat Sambil Mengangkat Tangan. 
  3. Khusyuk. 
  4. Dengan Suara Perlahan. 
  5. Yakin Doa akan Terkabul. 
  6. Mengulang Doa dan Tidak Terburu-buru. 
  7. Jangan Mendoakan Keburukan.


Wajtu Terbaik Untuk Berdoa

Rasulullah menunjukkan kepada kita ada beberapa waktu yang mustajab untuk kita gunakan berdoa, antara lain:

  1. Ketika beribadah puasa dan berbuka puasa
  2. Malam Lailatul Qadar
  3. Dalam sujud kepada Allah
  4. Setelah selesai salat wajib
  5. Saat sepertiga malam terakhir atau saat sahur
  6. Saat azan berkumandang / saat di antara azan dan iqamah
  7. Saat hari Jumat
  8. Saat turun hujan


MATERI 3


Bacaan Dzikir Sesudah Sholat

Berikut adalah bacaan dzikir yang dapat kita panjatkan dan amalkan sesudah melaksanakan sholat.

 

Astaghfirullahal’adzim, Alladzi la ilaha illa huwal hayyul qoyyumu wa atubu ilaihi (dibaca 3 kali)

“Aku minta ampun pada Allah yang Maha Agung , yang tidak ada Tuhan selain Dia yang Maha Hidup lagi Maha Berdiri sendiri, dan aku bertaubat kepadaNya”.

 

La ilaha illallahu wa’hdahula syariikalahu, lahulmulku walahul’hamdu yu’hyii wayumiitu wahuwa ‘alakulli syai’ing qodiiru (dibaca 3 kali)

“Tidak ada Tuhan kecuali Allah sendiri, tak ada Sekutu bagiNya. BagiNya-lah kerajaan dan bagiNya-lah segala pujian. Ia menghidupkan dan mematikan, dan Ia Maha Kuasa atas segala sesuatu”.

 

Allahumma angtassalamu wa mingkassalamu wa ilaika ya’uwdussalamu, fakhayyina rabbana bissalamu wa adkhilnaljannata darossalami tabarokta rabbana wa ta’alaita yadzaljalali wal ikromi.

“Wahai Allah! Engkaulah pemilik kedamaian, dari Engkaulah kedamaian, dan kepada Engkaulah kembalinya kedamaian. Oleh karena itu hidupkanlah kami, wahai Tuhan kami, dengan penuh kedamaian. Masukanlah kami ke dalam surga, tempat kedamaian. Engkau, ya Tuhan kami, Maha Suci dan Maha Tinggi, Wahai Zat Yang memiliki Kebesaran dan Kemuliaan”.

 

A’uudzu billahiminasy-syaithonirrojiim

Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk

 

Bismillahirrahmanirrahim

Dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang

 

alḥamdulillahirabbil ‘aalamīn. arraḥmaanirraḥiim. maaliki yaumiddiin. iyyaaka na’budu wa iyyaaka nasta’iin. ihdinaṣ-ṣiraatal-mustaqīm. ṣiraaṭallażiina an’amta ‘alaihim gairil-magḍụbi ‘alaihim wa laḍ-ḍaalliin

“Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam,” “Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang,” “Pemilik hari pembalasan.” “Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan.” Tunjukilah kami jalan yang lurus,”.(yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepadanya; bukan (jalan) mereka yang dimurkai, dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.“

 

Wa ilaahukum ilaahuw waa hidu laa ilaaha illaa huwar rohmaanur rohiimu. Allaahu laa ilaaha illaa huwal hayyulqoyyuumu. Laa ta’khudzuhu sinatuw wa laa nauum. Lahuu maa fissamaawaati wa maa fil ardhi. Man dzal ladzii yasfa’u ‘indahuu illaa bi idznihi. Ya’lamu maa baina aidiihim wa maa khalfahum. Wa laa yuhithuuna bi syai-in min ‘ilmihii illaa bi maasyaa-a. wasi’a kursiyyuhussamaawaati wal ardha. Wa laa ya-udhuu hifzhuhumaa wahuwal ‘aliyyul azhiim.

“Allah, tidak ada tuhan yang berhak disembah melainkan Dia Yang hidup kekal lagi terus menerus mengurus makhlukNya; tidak mengantuk dan tidak tidur. kepunyaanNya apa yang di langit dan dibumi. Tiada yang dapat memberi syafa’at disisi Allah tanpa izinNya? Allah mengetahui apa-apa yang dihadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendakiNya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.“

 

Ilahana robbana angtamaulana sub’hanallohi

“Wahai tuhanku/kami, engkau tuanku/kami pembimbing kami, Maha Suci Allah“

 

Sub’hanallah (dibaca 33 kali)

“Maha Suci Allah. “

 

Sub’hanallahi wabi’hambdihi da’iman abadan Al’hamdulillah

“Maha Suci Allah, yang Maha Agung, dan dengan MemujiNya selalu selama-lamanya dan abadi.”



Friday, October 30, 2020

Tata Cara Shalat Berjamaah dan Munfarid


MATERI 1

SHALAT BERJAMAAH

Pengertian Shalat Berjamaah

Salat jamaah (bahasa Arab: صلاة الجماعة adalah ibadah salat yang dilakukan secara bersamaan dan merupakan salah satu ibadah yang memiliki keutamaan dalam agama Islam. Dalam salat jamaah, seorang yang berdiri di depan dan orang-orang lain mengikutinya disebut dengan Imam dan orang-orang yang mengikuti dan berjamaah kepadanya disebut dengan makmum.

Shalat berjamaah merupakan salat yang dikerjakan oleh dua atau lebih orang secara bersama-sama dengan satu orang di depan sebagai imam dan yang lainnya di belakang sebagai makmum.

Shalat berjamaah minimal atau paling sedikit dilakukan oleh dua orang, namun semakin banyak orang yang ikut solat berjama'ah tersebut jadi jauh lebih baik. Shalat berjama'ah memiliki nilai 27 derajat lebih baik daripada sholat sendiri. Oleh sebab itu kita diharapkan lebih mengutamakan shalat berjamaah daripada solat sendirian saja. Shalat jama’ah boleh dikerjakan dirumah, surau , masjid, sekolah atau tempat-tempat lainnya. Akan tetapi tempat yang lebih utama untuk melaksanakn sholat jamaah ialah di masjid, terutama untuk laki-laki.


Hal Yang Perlu Diperhatikan Dalam Shalat Berjamaah

Syarat shalat Berjamaah

Syarat dalam berjamaah ada 3 yaitu, ada imam, makmum dan berniat mengikuti, serta shalat dikerjakan oleh dua orang atau lebih.

Syarat Sah Manjadi Imam Dalam Shalat Berjama'ah

Sebelum memulai shalat dengan makmumnya, seorang imam setelah muazin selesai mengumandangkan azan dan komat, maka imam berdiri paling depan dan menghadap makmum untuk mengatur barisan terlebih dahulu. Jika sudah lurus, rapat dan rapi imam menghadap kiblat untuk mulai ibadah sholat berjamaah dengan khusyuk.

Syarat Untuk Menjadi Imam Sholat Berjama'ah :

  1. Lebih banyak mengerti dan paham masalah ibadah Shalat.
  2. Lebih banyak hapal surat-surat Alquran.
  3. Lebih fasih dan baik dalam membaca bacaan-baca'an salat.
  4. Lebih senior / tua daripada jama'ah lainnya.
  5. Tidak mengikuti gerakan shalat orang lain.
  6. Laki-laki. Tetapi jika semua makmum adalah wanita, maka imam boleh perempuan.

Syarat Untuk Menjadi Makmum Sholat Berjama'ah:

  1. Niat untuk mengikuti imam dan mengikuti gerakan imam.
  2. Berada satu tempat dengan imam.
  3. Laki-laki dewasa tidak syah jika menjadi makmum imam perempuan.
  4. Jika imam batal, maka seorang makmum maju ke depan menggantikan imam.
  5. Jika imam lupa jumlah roka'at atau salah gerakan sholat, makmum mengingatkan dengan membaca Subhanallah dengan suara yang dapat didengar imam. Untuk ma'mum perempuan dengan cara bertepuk tangan.
  6. Makmum dapat melihat atau mendengar imam.
  7. Makmum berada di belakang imam.
  8. Mengerjakan ibadah sholat yang sama dengan imam.
  9. Jika datang terlambat, maka makmum akan menjadi masbuk yang boleh mengikuti imam sama seperti makmum lainnya, namun setelah imam salam masbuk menambah jumlah rakaat yang tertinggal. 


Posisi Imam dan Makmum Dalam Shalat Jamaah


1. Bila makmum satu orang, maka makmum berdiri di samping kanan imam. 


Berdasarkan hadits Ibnu Abbas, disebutkan: "Nabi juga berdiri dan shalat, maka akupun berdiri disebelah kiri Beliau. Beliau menarik daun telingaku dan memutar badanku berpindah ke sebelah kanan Beliau." (HR. Bukhari No. 6316 dan Muslim No. 763)

Hadits ini menunjukkan bahwa apabila makmum itu satu orang, maka posisinya sejajar dengan imam dan di sebelah kanan imam, tidak lebih ke depan dan tidak lebih ke belakang. 

2.Jumlah Makmum Dua Orang atau Lebih, maka makmum berdiri di belakang imam. 


Posisi makmum bila jumlahnya 2 (dua) atau lebih, maka posisinya berada di belakang imam sewaktu shalat.

3. Apabila Makmum Hanya Satu Wanita, maka posisinya di belakang imam laki-laki. 

Ibnu Abdil Bar Rahimahullah menyatakan: 'Para ulama telah bersepakat bahwa satu makmum wanita tetap berdiri di belakang shaf laki-laki sendirian. Sunnahnya ia berdiri tepat di belakang lelaki, tidak di sebelah kanannya. Tapi bila ia bukan mahram dan hanya sendiri saja, tentu saja haram untuk bermakmum dengan lelaki, berdasarkan hadits Ibnu Abbas  secara marfu' yang artinya: "Janganlah seorang di antara kalian bersendirian dengan wanita yg bukan mahramnya." (HR. Bukhari no. 1862 dan Muslim no. 1341)

4 Apabila Makmum Hanya Satu Orang Wanita dan Imamnya Juga Seorang Wanita, maka posisinya berdiri di sebelah imam. Seperti makmum laki-laki di samping imam laki-laki, yaitu di sebelah kanannya.  

Hal ini didasarkan pada keumuman Hadits Ibnu Abbas:

“.. dan menempatkan aku di sebelah kanannya” (HR Bukhari)

5. Makmum Wanita Lebih dari Satu dan Imamnya Juga Wanita, Maka Posisi Makmum Berdiri di Sebelah Kanan dan Kiri Imam. Imamnya tepat berdiri di tengah-tengah dalam satu shaf.

6. Posisi Kaum Laki-laki, Anak-Anak dan Kaum Wanita Bersama Imam. 


7. Makmum Harus Merapatkan Celah Kosong yang Terdapat Diantara Orang-Orang yang Sedang Melakukan Shalat 

Rasulullah telah memberikah dorongan untuk meluruskan shaf dan merapatkannya dan mengancam orang yang tidak merapatkannya. Abdullah bin Umar meriwayatkan, Rasulullah juga bersabda yang artinya: "Barangsiapa yang menyambung shaf, maka

Allah Ta'ala akan menyambung (memberikan) rahmat kepadanya dan barang siapa yang memutuskannya maka Allah Ta'ala akan memutusnya dari rahmat-Nya." (HR. Ahmad, II:97, Abu Dawud no. 666, An-Nasa'i II/93, dan Al-Hakim I/213)


MATERI 2

SHALAT MUNFARID

    Pernahkah kalian shala sendiri, tanpa imam dan ma’mum? Apabila kalian pernah mengerjakan shalat tersebut itu dinamakan shalat munfarid. Munfarid itu artinya sendiri. Yang dimaksud dengan MUNFARID adalah melaksanakan sesuatu (merujuk ke shalat) secara sendiri. Munfarid ini adalah lawan dari Jamaah atau berjamaah dimana sesuatu dilaksanakan secara bersama-sama atau kolektif.

    Istilah MUNFARID ini lekat dengan ibadah shalat. Adapun yang dimaksud dengan Shalat Munfarid adalah shalat yang dilaksanakan seorang hamba (baik fardhu atau sunnah) secara sendiri. Secara umum, jauh lebih utama melaksanakan shalat secara berjamaah namun memang ada shalat-shalat tertentu yang baiknya dilaksanakan secara munfarid, contohnya shalat tahajjud, shalat minta petunjuk, shalat tahiyyatul masjid dan lain sebagainya. Shalat munfarid ini pelaksanaannya tanpa imam juga makmum dan surah-surah yang dibaca dalam shalat pun sifatnya dipelankan.


Perbedaan shalat munfarid dan shalat berjamaah:

  • Niatnya berbeda
  • Shalat berjamaah ada imam dan ada makmum sedangkan munfarid tidk ada
  • Beda tata cara dan ketentuannya
  • Shalat berjamaah lebih utama daripada shalat sendiri


Apa keutamaan shalat berjamaah dibandingkan shalat munfarid

Berikut ini beberapa keutamaan salat berjamaah:

  • Menjadi syiar bagi masyarakat. Kita akan berkembang bersama orang-orang yang memiliki tradisi yang saleh. Yakni orang-orang yang memiliki tanggung jawab yang besar kepada Allah SWT
  • Meningkatnya kualitas salat. Kualitas salat terdiri dari dua tahap yaitu sahnya salat dan diterimanya salat. 
  • Pahala shalat berjamah lebih besar. Keutamaan salat berjamaah dibandingkan salat sendirian adalah pahalanya lebih besar. Dalam buku Mutiara Shalat Berjamaah Meraih Pahala 27 Derajat.
  • Keutamaan shalat berjamaah adalah dijauhkan dari sifat munafik. Karena diantara sifat orang munafik adalah yang bermalas-malasan dalam salat. 


Terdapat beberapa shalat sunah lebih utama dikerjakan secara munfarid atau sendiri daripada secara berjamaah. Salat-salat yang lebih baik dikerjakan sendiri diantaranya adalah sebagai berikut:

  • Salat Rawatib
  • Salat Duha
  • Salat Hajat
  • Salat Istikharah
  • Salat Tasbih
  • Salat Tahiyat Masjid
  • Salat Mutlaq
  • Salat Tahajud





Panduan Orisinal: Membuat Bakalan Bonsai dari Cangkok Teknik: cangkok udara (air layering) Contoh tanaman: beringin/Ficus Tujuan: mendapatka...