Monday, September 28, 2020

SHALAT FARDHU

 

Penjelasan Singkat Terkait Shalat Fardhu

Shalat bertujuan untuk mendekatkan hamba dengan Penciptannya


MATERI 1

Pengertian Shalat Fardhu    

    Salah satu ibadah yang mendekatkan diri manusia kepada hambanya dalam Islam ialah shalat. Bentuk peribadatan ini salah satu tugas utama manusia diciptakan di dunia. shalat juga merupakan bentuk keimanan kita pada Allah SWT yang diwujudkan dengan perkataan, perbuatan, dan keyakinan hati. Sebenarnya apa sih pengertian dari sholat fardhu itu sendiri? Berikut penjelasannya.

    Sholat berasal dari bahasa arab yang artinnya ''do'a''. Sedangkan menurut isltilah sholat adalah ibadah yang dimulai dengan bacaan takbiratul ikhrom dan diakhiri dengan mengucap salam dengan syarat dan ketentuan tertentu. Segala perkataan dan perbuatan yang termasuk rukun sholat mempunyai arti dan makna tertentu yang bertujuan untuk mendekatkan hamba dengan Penciptannya.

Shalat Fardhu Terdiri dari 2 Macam.

Salat fardhu ialah salat yang diwajibkan untuk mengerjakannya. Salat fardhu terbagi lagi menjadi dua, yaitu:

  1. Fardu ain adalah kewajiban yang diwajibkan kepada mukalaf langsung berkaitan dengan dirinya dan tidak boleh ditinggalkan ataupun dilaksanakan oleh orang lain, seperti salat lima waktu, dan salat Jumat (fardhu 'ain untuk pria).
  2. Fardu kifayah adalah kewajiban yang diwajibkan kepada mukalaf tidak langsung berkaitan dengan dirinya. Kewajiban itu menjadi sunnah setelah ada sebagian orang yang mengerjakannya. Akan tetapi bila tidak ada orang yang mengerjakannya maka kita wajib mengerjakannya dan menjadi berdosa bila tidak dikerjakan, seperti salat jenazah.

Rasulullah shallallahu alaihi wa salam bersabda,

“Islam itu dibangun di atas lima perkara, yaitu: bersaksi bahwa tiada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah dan sesungguhnya Muhammad adalah utusan Allah, menegakkan sholat, mengeluarkan zakat, mengerjakan haji ke Baitulloh, dan berpuasa pada bulan Romadhon.” (HR Muslim 16).

Materi lain terkait shalat lihat disini:

Shalat Sunah

Akibat Meninggalkan Shalat

Shalat Jamak plus Qashar

Tata Cara Shalat Jamak dan Qashar


Syarat Wajib Shalat Fardhu

  1. Beragama Islam. Syarat wajib shalat yang pertama yaitu beragama Islam (muslim). Maka orang kafir tidak punya kewajiban untuk melaksanakan shalat dan mengqadhainya ketika masuk islam. 
  2. Sudah Baligh. Syarat wajib shalat yang kedua, yaitu sudah baligh atau dewasa, Ada sedikit perbedaan antara balighnya perempuan dan laki-Laki. Perempuan baligh, yaitu perempuan yang sudah keluar darah haid atau jika belum haid, batas balighnya sampai berumur 15 tahun. Laki-Laki baligh, yaitu laki-laki yang sudah pernah ihtilam  atau jika belum ihtilam, batas balighnya sampai berumur 15 tahun.
  3. Berakal Sehat. Syarat wajib Shalat yang ke tiga, yaitu berakal sehat, Maka orang gila atau orang yang tidak berakal sehat, tidak diwajibkan untuk melaksanakan shalat.
  4. Telah tiba waktu shalat. Shalat tidak wajib dilaksanakan sebelum datang waktunya secara tepat.


MATERI 2

Rukun Shalat Fardhu

    Rukun salat adalah setiap perkataan atau perbuatan yang akan membentuk hakikat salat. Jika salah satu rukun ini tidak ada, maka salat pun tidak teranggap secara syar’i dan juga tidak bisa diganti dengan sujud sahwi.

  1. Berdiri bagi yang mampu.
  2. niat dalam hati
  3. Takbiratul ihram.
  4. Membaca surat Al Fatihah pada tiap rakaat.
  5. Rukuk dan tuma’ninah.
  6. Iktidal setelah rukuk dan tumakninah.
  7. Sujud dua kali dengan tumakninah.
  8. Duduk antara dua sujud dengan tumakninah.
  9. Duduk tasyahud akhir
  10. membaca tasyahud akhir.
  11. Membaca salawat nabi pada tasyahud akhir.
  12. Membaca salam yang pertama.
  13. Tertib melakukan rukun secara berurutan.


Hal-hal Yang Membatalkan Shalat

    Dalam menjalankan ibadah sholat, tidak hanya mengetahui rukun dan syarat sholat, tapi seorang muslim juga sebaiknya mengetahui hal-hal apa saja yang dapat membatalkan sholat. Karena mengetahui penyebab batalnya sholat, juga sama pentingnya dengan mengetahui rukun dan syarat sholat.

    Untuk menjaga ibadah tetap khusyu dan sah, berikut ini beberapa penyebab batalnya sholat yang wajib diketahui oleh setiap umat muslim.

1.Makan dan minum dengan sengaja. 

2.Berbicara dengan sengaja, bukan untuk kepentingan pelaksanaan shalat.

“Dari Zaid bin Arqam Radhiallaahu anhu, ia berkata, ’Dahulu kami berbicara di waktu shalat, salah seorang dari kami berbicara kepada temannya yang berada di sampingnya sampai turun ayat: ‘Dan hendaklah kamu berdiri karena Allah (dalam shalatmu) dengan khusyu’([2]), maka kami pun diperintahkan untuk diam dan dilarang berbicara.” (Muttafaq ‘alaih)

3.Meninggalkan salah satu rukun shalat atau syarat shalat yang telah disebutkan di muka, 

4.Banyak melakukan gerakan, karena hal itu bertentangan dengan pelaksanaan ibadah dan membuat hati dan anggota tubuh sibuk dengan urusan selain ibadah.

Adapun gerakan yang sekadarnya saja, seperti memberi isyarat untuk menjawab salam, membetulkan pakaian, menggaruk badan dengan tangan, dan yang semisalnya, maka hal itu tidaklah membatalkan shalat.

5.Tertawa sampai terbahak-bahak.

6.Tidak berurutan dalam pelaksanaan shalat, 

seperti mengerjakan shalat Isya sebelum mengerjakan shalat Maghrib, maka shalat Isya itu batal sehingga dia shalat Maghrib dulu, karena berurutan dalam melaksanakan shalat-shalat itu adalah wajib, dan begitulah perintah pelaksanaan shalat itu.

7.Kelupaan yang fatal, seperti menambah shalat menjadi dua kali lipat, umpamanya shalat Isya’ delapan rakaat, karena perbuatan tersebut merupakan indikasi yang jelas, bahwa ia tidak khusyu’ yang mana hal ini merupakan ruhnya shalat.


MATERI 3

Melakukan Shalat Fardhu Dalam Kehidupan Sehari-hari

    SEBAGAI umat Islam, kita diwajibkan melaksanakan shalat lima waktu dalam sehari semalam, yakni subuh, zuhur, asar, magrib dan isya. Kemudian, salat lima waktu itu hukumnya wajib dan berdosa kalau tidak melaksanaannya. Shalat dalam Islam adalah sebagai tiang agama. Orang yang mendirikan salat berarti yang bersangkuta telah menegakkan agama, sebaliknya, bila orang tersebut tidak melaksanakan salat berarti dia telah meruntuhkan agamanya

Firman Allah SWT. QS. Taha : 14  Artinya : “Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah salat untuk mengingat Aku.” (QS. Taha : 14).


Hikmah Sholat yang Wajib Dipahami Setiap Muslim

Mencegah dari Perbuatan Mungkar

Sholat yang dilakukan dengan khusyuk akan membentuk pribadi yang mencegah seorang Muslim dari perbuatan buruk. Allah berfirman dalam surat Al-Ankabut ayat 45 yang artinya: “Sesungguhnya shalat itu mencegah dari perbuatan keji dan mungkar.”

Mendidik menjadi Pribadi yang Disiplin

Sholat adalah ibadah yang dilakukan pada waktu-waktu tertentu. Bila sudah tiba waktunya harus segera dilaksanakan. Sehingga, secara tidak langsung perintah sholat tepat waktu mengajarkan manusia untuk disiplin dan bertanggung jawab.

Melatih menjadi Pribadi yang Tangguh

Orang yang sering berkeluh kesah biasanya tidak mempunyai sandaran hidup. Ia mudah goyah dan terombang ambing. Sedangkan orang yang khusyuk saat sholat akan merasa memiliki sandaran hidup, yaitu Allah.

Membersihkan Kesalahan dan Dosa

Orang yang sholat dengan khusyuk akan selalu berusaha untuk menjaga lahir dan batinnya selalu bersih. Untuk kebersihan batin mencakup soal kebersihan rumah, badan, hingga pakaian.

Meraih Pertolongan Allah

Ketika sholat, seorang hamba berada pada posisi yang sangat dekat dengan Allah. Kedekatan tersebut sangat baik untuk dimaksimalkan dengan berdoa dan memohon pertolongan-Nya.


MATERI 4

Keutamaan Shalat Fardhu

Sholat berjamaah 27 derajat lebih baik. Dari Abdullah Ibnu Umar, Rasulullah ﷺ bersabda:

"Sholat berjamaah lebih utama dua puluh tujuh derajat daripada sholat sendirian.” (HR Bukhari).

Pergi ke masjid untuk sholat wajib akan mendapatkan pahala yang besar. Pahala akan dihitung berdasarkan jarak yang ditempuh. Demikian mereka yang menunggu sholat lima waktu dari satu ke lainnya dengan ibadah akan diganjar pahala.

Sholat pada awal waktu jadi amalan yang paling dicintai Allah SWT

Dari Abdullah bin Masud RA, dia berkata, “Aku bertanya kepada Nabi SAW, 'Amalan apa yang paling dicintai Allah?' Beliau menjawab, 'Sholat awal waktu.'”

Laki-laki yang terpaut dengan masjid dinaungi Allah SW hari kiamat kelak

Didoakan malaikat

“Malaikat akan mendoakan seseorang dari kalian selama berada di tempat sholatnya dan belum berhadas. Malaikat berkata, “Ya Allah ampunilah dia, ya Allah rahmatilah dia.”


Ketentuan Waktu Shalat Fardhu

    Sholat fardhu ini harus dilaksanakan setelah dikumandangkan azan hingga sebelum batas akhir waktu sholat berikutnya. Hal ini dapat dipahami, bahwa sholat fardhu tidak boleh dilakukan sebelum memasuki waktu sebab hukumnya menjadi tidak sah. Berikut beberapa ketentuan waktu pelaksanaan sholat fardhu:

Sholat Subuh, Sholat subuh dilaksanakan mulai dari terbitnya fajar sidiq hingga terbitnya matahari.

Sholat Dhuhur, Sholat dhuhur dilaksanakan mulai sejak tergelincirnya matahari dari ufuk barat hingga memasuki waktu azan ashar. 

Sholat Ashar, Sementara itu, azan ashar sebagai tanda dimulainya dholat ashar, yaitu ketika bayangan benda sama panjangnya dengan benda tersebut, hingga batas terbenamnya matahari. 

Sholat Magrib, Selanjutnya, sholat magrib dimuai sejak terbenamnya matahari hingga hilangnya awan berwarna merah dari cakrawala.

Sholat Isya, Terakhir sholat isya dimulai sejak selesai waktu magrib hingga terbitnya waktu fajar sebagai pertanda masuknya ibadah subuh. Dibandingkan beberapa sholat fardhu lain, sholat isya memang mempunyai rentang waktu yang lebih panjang. Namun jika dilaksanakan ketika waktu subuh telah tiba, jelas sholat tersebut menjadi tidak sah.






Sunday, September 27, 2020

RPP Pendidikan Aqidah Akhlak Kelas 7 - SMP/MTs

   

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

(RPP)


Satuan Pendidikan :  SMP Muhammadiyah 1 Moyudan

Mata Pelajaran :  Pendidikan Aqidah Akhlak

Kelas/ Semester :  VII/Satu

Materi Pokok :  Iman Kepada Kitab Allah

Alokasi Waktu :  2 pertemuan (4 JP)


A.Kompetensi Inti

KI 1 : Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya.

KI 2 : Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, percaya diri dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya.

KI 3 : Memahami pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata.

KI 4 : Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori.


B.Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi

No. Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi

1 1.1Beriman kepada Allah 1.1.1Menjelaskan pengertian beriman kepada Allah

1.1.2Menyebutkan dalil naqli tentang iman kepada Allah

2 2.1Dalil naqli beriman kepada Allah 2.1.1Patuh pada tata pada aturan Allah 

2.1.2Mengamalkan ajaran Rasulullah

3 3.1Menyajikan dalil naqli tentang beriman kepada Kitab-kitab Allah Swt 3.1.1Mengumpulkan contoh perilaku yang mencerminkan iman kepada Allah

3.1.2Mendemonstrasikan makna dan contoh perilaku yang mencerminkan iman kepada Allah


C.Tujuan Pembelajaran

Pertemuan 1

 Setelah melalui pembelajaran dengan metode diskusi  dan evertone is a teacherhere siswa dapat menjelaskan pengertian iman kepada Allah swt

1.Setelah melalui pembelajaran dengan metode diskusi  dan evertone is a teacherhere siswa dapat menjelaskan danil naqli iman kepada Allah.

Pertemuan 2

1.Setelah melalui pembelajaran dengan metode diskusi dan evertone is a teacherhere siswa dapat diberikan kesempatan untuk menjelaskan dalil aqli iman kepada Allah.

2.Setelah melalui pembelajaran dengan metode diskusi  dan evertone is a teacherhere siswa dapat menjelaskan contoh perilaku yang mencerminkan iman kepada kitab-kitab Allah.


D.Materi Pembelajaran

1.Pengertian Iman kepada Allah

Iman kepada Allah berarti membenarkan dengan hati, mengikrarkan dengan lisan dan mengamalkan dengan anggota badan. Mengamalkan segala perintah Allah dan menjauhi segala larangannya.

2.Dalil Naqli Tentang Iman Kepada Allah

QS An Nisa : 136


يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ ءَامِنُواْ بِٱللَّهِ وَرَسُولِهِۦ وَٱلۡكِتَٰبِ ٱلَّذِي نَزَّلَ عَلَىٰ رَسُولِهِۦ وَٱلۡكِتَٰبِ ٱلَّذِيٓ أَنزَلَ مِن قَبۡلُۚ وَمَن يَكۡفُرۡ بِٱللَّهِ وَمَلَٰٓئِكَتِهِۦ وَكُتُبِهِۦ وَرُسُلِهِۦ وَٱلۡيَوۡمِ ٱلۡأٓخِرِ فَقَدۡ ضَلَّ ضَلَٰلَۢا بَعِيدًا  

Artinya : Wahai orang-orang yang beriman tetaplah beriman kepada Allah dan Rasul Nya dan kepada kitab yang Allah turunkan kepada RasulNya serta kitab yang Allah turunkan sebelumnya. Barang siapa yang kafir kepada Allah, malaikat-malaikatNya, kitab-kitabNya, Rasul-rasulNya dan hari kemudian, maka sesungguhnya orang itu telah sesat sejauh-jauhnya, ( QS An Nisa : 136)

3.Dalil Aqli Tentang Iman Kepada Allah

Diantar bukti adanya Allah adalah :

-Adanya Al Quran yang telah dijamin kebenarannya

-Terciptanya alam semesta dan isinya

-Semua peristiwa alam yang terjadi. Seperti pergantian siang dan malam, pergantian musim dan sebagainya.


E.Metode Pembelajaran

1.Pembelajaran berkelompok

2.Strategi pembelajaran Everyone is a teacherhere


F.Media Pembelajaran

1.Media

a.Video Pembelajaran tentang kisah Nabi dan Rasul

b.Power Point

2.Alat dan Bahan 

a.Laptop.

b.LCD Projector


G.Sumber Belajar

1.Buku pelajaran Pendidikan Akidah Akhlak SMP Muhammadiyah kelas 7

2.Al Quran dan terjemahan kemenag

3.Himpunan Putusan Tarjih Muhammadiyah


H.Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran

1.Pertemuan 1

a.Pendahuluan  (10 menit)

1)Guru membuka pembelajaran dengan salam dan berdoa bersama dipimpin oleh seorang peserta didik dengan penuh khidmat.

2)Guru memulai pembelajaran dengan pembacaan al-Quran surah ayat pilihan yang dipimpin oleh salah seorang peserta didik.

3)Guru memperhatikan kesiapan diri peserta didik dengan mengisi lembar kehadiran dan memeriksa kehadiran, kerapihan pakaian, posisi, dan tempat duduk peserta didik.

4)Guru memberikan motivasi dan mengajukan pertanyaan secara komunikatif yang berkaitan  dengan  materi pembelajaran.

5)Guru menyampaikan kompetensi inti, kompetensi dasar, dan tujuan yang akan dicapai.

6)Guru mengkondisikan peserta didik untuk duduk secara berkelompok.


b.Kegiatan inti (60 menit)

1)Mengamati:

a)Peserta didik memahami pengertian iman kepada iman kepada Allah

b)Guru memandu siswa dalam pembelajaran.

c)Guru membagikan selembar kertas kosong kepada siswa dan setiap siswa menuliskan pertanyaan yang sesuai dengan materi Iman Kepada Allah dan dalil naqli QS An Nisa ayat 136.

d)Guru mengumpulkan pertanyaan yang telah ditulis siswa lalu bagikan kesemua siswa.

e)Secara acak guru meminta siswa untuk menjawab pertanyaan dan guru memberikan ulasan.

2)Menanya:

a)Setiap siswa mengajukan pertanyaan yang berkaitan dengan bacaan.

b)Siswa saling mengajukan pertanyaan yang berkaitan dengan materi pembelajaran.


3)Mengumpulkan informasi:

a)Guru mengamati semua kegiatan siswa yang sedang berdiskusi.

b)Guru memandu siswa mempresentasikan hasil pertanyaan temannya secara  bergantian.

c)Guru memandu siswa untuk mendengarkan dan menanggapi hasil kerja dari kelompok yang mempresentasikan.


4)Mengasosiasi:

a)Peserta didik menunjukkan kesadaran akan pentingnya iman kepada Allah.

b)Dengan bimbingan guru, peserta didik mengetahui materi iman kepada Allah.


5)Mengomunikasi:

a)Setiap siswa secara bergiliran mempresentasikan hasil jawabannya.

b)Setiap siswaa memberikan tanggapan atas presentasi teman lainnya.


c.Penutup (10 menit)

1)Guru bersama-sama para peserta didik melakukan refleksi terhadap pembelajaran yang telah dilaksanakan.

2)Guru memberikan reward kepada “peserta didik terbaik”.

3)Secara Bersama-sama siswa membaca QS. An Nisa ayat 136.

4)Guru menjelaskan materi yang akan dipelajari pada pertemuan berikutnya dan menyampaikan tugas mandiri terstruktur.

5)Guru bersama-sama peserta didik menutup pelajaran dengan berdoa.


2.Pertemuan 2

a.Pendahuluan (10 menit )

1)Guru membuka pembelajaran dengan salam dan berdoa bersama dipimpin oleh seorang peserta didik dengan penuh khidmat;

2)Guru memulai pembelajaran dengan pembacaan al-Quran surah/ayat pilihan (Sesuai dengan ayat pada bab yang bersangkutan) yang dipimpin oleh salah seorang peserta didik;

3)Guru memperlihatkan kesiapan diri dengan mengisi lembar kehadiran dan memeriksa kerapihan pakaian, posisi, dan tempat duduk disesuaikan dengan kegiatan pembelajaran.

4)Guru memberikan motivasi dan mengajukan pertanyaan secara komunikatif yang berkaitan  dengan  materi pembelajaran.

5)Guru menyampaikan kompetensi inti, kompetensi dasar, dan tujuan yang akan dicapai.

6)Guru meminta peserta didik berkelompok seperti pertemuan sebelumnya.


b.Kegiatan inti (60 menit)

1)Mengamati:

f)Peserta didik memahami materi sebelumnya terkait pengertian iman kepada Allah.

g)Guru memandu siswa dalam pembelajaran.

h)Guru membagikan selembar kertas kosong kepada siswa dan setiap siswa.

i)Setiap siswa menuliskan pertanyaan yang sesuai dengan materi dalil Aqli Iman Kepada Allah dan perilaku yang mencerminkan iman kepada Allah.

j)Guru mengumpulkan pertanyaan yang telah ditulis siswa lalu bagikan kesemua siswa.

k)Secara acak guru meminta siswa untuk menjawab pertanyaan dan guru memberikan ulasan.

7)Menanya:

a)Setiap siswa mengajukan pertanyaan yang berkaitan dengan materi iman kepada Allah.

b)Siswa saling mengajukan pertanyaan yang berkaitan dengan materi pembelajaran iman kepada Allah.


8)Mengumpulkan informasi:

a)Guru mengamati semua kegiatan siswa yang sedang berdiskusi.

b)Guru memandu siswa mempresentasikan hasil pertanyaan temannya secara  bergantian.

c)Guru memandu siswa untuk mendengarkan dan menanggapi hasil kerja dari kelompok yang mempresentasikan.


9)Mengasosiasi:

a)Peserta didik menunjukkan kesadaran akan pentingnya iman kepada Allah.

b)Dengan bimbingan guru, peserta didik mengetahui materi iman kepada Allah. 

c)Dengan bimbingan guru, peserta didik mengetahui materi persamaan dan perbedaan Allah.


10)Mengomunikasi:

a)Setiap siswa secara bergiliran mempresentasikan hasil jawabannya.

b)Setiap siswaa memberikan tanggapan atas presentasi teman lainnya.


c.   Penutup (10 menit)

1)Guru bersama-sama para peserta didik melakukan refleksi terhadap pembelajaran yang telah dilaksanakan.

2)Guru memberikan reward kepada “ peserta didik terbaik dan teraktif”.

3)Guru menjelaskan materi yang akan dipelajari pada pertemuan berikutnya.

4)Guru bersama-sama para peserta didik menutup pelajaran dengan berdoa.


I. Penilaian 

1.Penilaian Sikap Spiritual

No Teknik Bentuk Instrumen Contoh buti intrumen Waktu Pelaksanaan Keterangan

1 Observasi Jurnal Lampiran 1 Saat pembelajaran berlangsung Penilaian untuk dan pencapaian pembelajaran

2 Penilaian antar teman Lembar penilaian antar teman Lampiran 2 Setelah pembelajaran selesai Penilaian sebagai pembelajaran


2.Sikap Sosial

No Teknik Bentuk Instrumen Contoh buti intrumen Waktu Pelaksanaan Keterangan

1 Observasi Jurnal Lampiran 1 Saat pembelajaran berlangsung Penilaian untuk dan pencapaian pembelajaran

2 Penilaian antar teman Lembar penilaian antar teman Lampiran 2 Setelah pembelajaran selesai Penilaian sebagai pembelajaran


3.Penilaian Pengetahuan

No Teknik Bentuk Instrumen Contoh buti intrumen Waktu Pelaksanaan Keterangan

1 Tertulis Soal esay Lampiran 3 Setelah pembelajaran usai Penilaian pencapaian pembelajaran

2 Portofolio Sempel pekerjaan terbaik hasil penugasan atau tes tertulis Saat pembelajaran usai Data untuk penulisan deskripsi pencapaian pengetahuan


4.Peniaian Keterampilan

No Teknik Bentuk Instrumen Contoh buti intrumen Waktu Pelaksanaan Keterangan

1 Produk Soal keterampilan produk Lampiran 4 Saat pembelajaran berlangsung/ setelah usai Penilaian untuk, sebagai, dan/ atau pencapaian pembelajaran

2 Portofolio Sempel pekerjaan terbaik hasil penugasan atau tes tertulis Saat pembelajaran usai Data untuk penulisan deskripsi pencapaian pengetahuan


5.Pembelajaran Remidial

Pembelajaran remidial siswa diminta mencari “Perilaku yang mencerminkan beriman kepada Allah dalam kehidupan siswa di lingkungan sekolah dan masyarakat” baik melalui buku-buku ataupun dari internet yang mencantumkan sumber aslinya.

6.Pembelajaran Pengayaan

Pembelajaran pengayaan, para siswa menghafal terjemahan QS. Al Nisa : 136 dan hadis nabi


     Moyudan, 3 Februari 2020


Kepala Sekolah



Sudarmono S.Ag

NBM. 1148 772

Guru Mata Pelajaran



Nur Hadi, M.Pd.I

NBM. 1201 853



Lampiran 1 : Instrumen Penilaian (Aspek Sikap Spiritual)

Petunjuk:

a.Amati perkembangan sikap siswa menggunakan instrumen jurnal pada setiap pertemuan.

b.Isi jurnal dengan menuliskan sikap atau perilaku siswa yang menonjol, baik yang positif maupun yang negatif. Untuk siswa yang pernah memiliki catatan perilaku kurang baik dalam jurnal, apabila telah menunjukkan perilaku (menuju) yang diharapkan, perilaku tersebut dituliskan dalam jurnal (meskipun belum menonjol).

No Waktu Nama Siswa Catata Perilaku Butir Sikap Tanda Tangan Tindak Lanjut

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

13

14

15


………………., Tanggal : ……..……...

Guru Mata Pelajaran


(………………………………....………….)


Lampiran 2 : Instrumen Penilaian (Aspek Sikap Sosial)

Nama Siswa yang dinilai

Kelas/Semester :

: ..........................................

VII / Gasal

Teknik Penilaian : Penilaian Antar teman .


Petunjuk:

a.Dibuat kelompok peserta didik dengan anggota masing-masing  5 – 10 orang.

b.Tiap-tiap anggota kelompok menilai anggota lain dalam kelompoknya, termasuk menilai dirinya sendiri.

c.Membuat rekap penilaian untuk tiap-tiap peserta didik dalam kelompok secara keseluruhan.


No. Pernyataan Pilihan Jawaban Skor

Selalu Sering Kadang-

kadang Tidak Pernah

1 Bersikap dengan baik saat bertemu dengan teman

2 Berdoa saat akan beraktifitas

3 Membaca Al Quran setelah sholat

4 Selalu menjaga ucapan dan perilaku sesua Al Quran

Jumlah Skor

Keterangan Nilai Nilai Akhir

Pilihan

Selalu

Sering

Kadang-kadang

Tidak pernah Positif

= Skor 4

= Skor 3

= Skor 2

= Skor 1 Negatif

= Skor 1

= Skor 2

= Skor 3

= Skor 4 Skor yang 

diperoleh

-------------------- X  100  =  -----

Skormaksimal

Catatan:  

………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………



……………………., Tanggal : ……..……...

Siswa Penilai,



(………………………………..…………….)


Lampiran 3 : Instrumen Penilaian (Aspek Pengetahuan)

Kelas / Semester : VII / Gasal

Kompetensi Dasar

Indikator : Siswa mampu membaca Al Quran setiap hari

Siswa mampu menjelaskan perngertian beriman kepada Allah.

Siswa mampu menunjukan dalil Naqli tentang beriman kepada Allah. 

Siswa mampu menunjukan dalil Aqli tentang beriman kepada Allah.

Penilai : Guru


No. Indikator Instrumen

1. menjelaskan perngertian beriman Allah. Jelaskan pengertian beriman kepada Allah!

2. Siswa mampu menunjukan dalil Naqli tentang beriman kepada Allah. Jelaskan dalil Naqli tentang beriman kepada Allah!

3. Siswa mampu menunjukan dalil Aqli tentang beriman kepada Allah. Jelaskan dalil Aqli tentang beriman kepada Allah.

No Jawaban

1. Iman kepada Allah adalah yakin dan membenarkan dengan sepenuh hati bahwa Allah itu benar Tuhan kita dan mengamalkan perintah Allah serta menjauhi laranganNya.

2. QS. An Nisa ayat 136

3. Bukti adanya Allah

1.Adanya Al Quran

2.Terciptanya alam semesta

3.Semua peristiwa alam yang terjadi



……………………., Tanggal : ……..……...

Guru Mata Pelajaran,


(…………………………………………….)



Lampiran 4 : Instrumen Penilaian (Aspek Ketrampilan)

NamaPesertadidik : …………………………………………………

Kelas / Semester : VII / Gasal

Kompetensi Dasar : Beriman kepada Allah

Teknik Penilaian : Tes Praktek

Penilai : Guru

No. Indikator Instrumen

1. Menghafal QS An Nisa :136 dan artinya

Praktekkan  Menghafal QS An Nisa :136 dan artinya  dengan baik dan benar

RUBRIK PENILAIAN

No. Nama Siswa Kriteria Skor

Hafalan ayat Hafalan arti

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

Skor Tertinggi

Keterangan Nilai Nilai Akhir

Fashih

Tartil

Kurang Tartil

Tidak Tartil = Skor 4

= Skor 3

= Skor 2

= Skor 1 Skor yang 

diperoleh

-------------------- X  100  = ----

Skormaksimal

Catatan Guru

………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………

……………………., Tanggal : ……..……...

Guru Mata Pelajaran,


(………………………………………….)








Tuesday, August 11, 2020

Iman kepada Hari Akhir


Iman kepada Hari Akhir


Kehidupan di akhirat itu kekal tidak ada unjungnya


MATERI 1

    SETIAP umat Islam meyakini bahwa kehidupan di dunia bersifat sementara. Namun, keyakinan tersebut belum banyak mempengaruhi sebagaian besar umat Muslim, khususnya di Indonesia. Hal ini dibuktikan dengan masih banyaknya orang yang takut akan kematian atau masih cenderung mementingkan kehidupan dunia.

    Pada kesempatan kali ini kita akan membahas tentang “Iman”, Agama Islam memiliki 6 Rukun Iman yang Wajib kita ketahui dan diamalkan, yaitu Iman Kepada Allah, Malaikat Allah, Kitab-kitab Allah, Rasul Allah, Hari Akhir, Qada dan Qadar Allah. Rukun Iman (bahasa Arab: أركان الإيمان, translit. arkān al-īmān‎) yaitu pilar-pilar keimanan dalam Islam yang harus dimiliki seorang muslim. man secara bahasa berarti tashdiq (membenarkan). Pengertian iman menurut istilah ialah yang membenarkan dan meyakinkan dengan hati di ucapkan dengan lisan, dan di amalkan dengan perbuatan. 

    Hari akhir atau akhirat merupakan masa yang akan dihadapi seseorang setelah berakhirnya kehidupan di dunia. Berbeda dengan kehidupan di dunia yang berakhir dengan kematian, kehidupan di akhirat itu kekal tidak ada unjungnya.

    Dengan kata lain, kehidupan di dunia bersifat sementara, sedangkan kehidupan di akhirat lebih utama dari kehidupan di dunia. Namun, Allah SWT dan Rasulullah SAW memerintahkan manusia untuk meraih kebahagian di dunia dan di akhirat.

    Beriman kepada Hari Akhir adalah meyakini dengan sepenuh hati bahwa hari kiamat atau akhir zaman pasti akan terjadi. Seluruh alam semesta akan mengalami kehancuran dan manusia akan dibangkitkan di kuburnya untuk mempertanggungjawabkan setiap amalan selama hidup di dunia.

    Pada Hari Akhir, setiap manusia akan diperhitungkan amal perbuatannya. Betapapun kecilnya kebaikan seseorang, dia akan mendapatkan balasan yang setimpal. Demikian juga, betapapun kecilnya keburukan seseorang, dia kaan mendaptkan balasan yang setimpal. Peristiwa pembalasan amal manusia pasti akan terjadi pada Hari Akhir. Firman Allah SWT dalam surat Al-Hajj [22] ayat 7 sebagai berikut.


وَأَنَّ ٱلسَّاعَةَ ءَاتِيَةٌ لَّا رَيْبَ فِيهَا وَأَنَّ ٱللَّهَ يَبْعَثُ مَن فِى ٱلْقُبُورِ


Artinya :

“Dan sungguh, (hari) Kiamat itu pasti datang, tidak ada keranguan padanya; dan sungguh, Allah akan membangkitkan siapa pun yang di dalam kubur” (Q.S. Al-Hajj : 7)


Pentingnya Iman Kepada Hari Akhir dan Pengaruhnya Terhadap Prilaku Manusia

    Iman kepada segala hal yang terjadi pada hari Akhir dan tanda-tandanya merupakan keimanan terhadap hal ghaib yang tidak bisa dijangkau oleh akal, dan tidak ada jalan untuk mengetahuinya kecuali dengan nash melalui wahyu. Kehidupan menurut pandangan Islam bukanlah sekedar kehidupan di dunia yang sangat pendek dan terbatas, Sesungguhnya kehidupan menurut pandangan Islam sangatlah panjang, berlanjut sampai tidak ada batasnya.

Artinya : “Sesungguhnya orang-orang mukmin , orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani dan orang-orang Shabiin, siapa saja di antara mereka yang benar-benar beriman kepada Allah, hari akhir dan beramal shalih, mereka akan menerima pahala dari Tuhan mereka, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati.“ (QS Al Baqarah : 62) 

    Seperti yang di jelaskan pada surat Al Baqarah ayat 62, bila kita mengimani hari akhir secara ikhlas dan benar, maka Allah telah menjanjikan kita dengan pahala besar. Selain itu, jika kita mempercayai hari akhir maka kita tidak akan khawatir akan datangnya hari akhir dan tak akan mengira – ira kapan hari akhir itu datang karena di Al Qur’an sudah dituliskan ciri – ciri akan datangnya hari akhir.

Artinya : “Wahai orang-orang yang beriman! Tetaplah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya (Muhammad) dan kepada kitab (Al Qur’an) yang Allah turunkan kepada Rasul-Nya, serta kitab yang diturunkan sebelumnya. Barang siapa ingkar kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, dan hari Kemudian, maka sungguh orang itu telah tersesat sangat jauh.” (An Nisa ayat 136)

    Dari ayat di atas, An Nisa ayat 136 dapat kita lihat bahwa jika seorang muslim sudah tidak memiliki iman kepada hari akhir, maka dia sudah tersesat terlalu jauh dari ajaran Allah SWT. Iman kepada hari akhir dapat menjauhkan kita dari sifat tercela, seperti maksiat dan musrik. Manfaat lainnya adalah kita akan semakin rajin beribadah dan mengerjakan amal sholeh lainnya untuk mengejar kebahagian di akhirat nanti.


MATERI 2

Perbedaan Kiamat Sugra dan Kubra Beserta Tandanya yang Perlu Dipahami

        Hari akhir adalah sesuatu yang pasti bagi semua manusia yang diberi kehidupan oleh Allah SWT. Hari akhir juga disebut dengan kiamat. Dalam firman Allah telah disebutkan bahwa terdapat dua jenis kiamat yang dapat menimpa manusia yakni kiamat sugra dan kiamat kubra. Di antara keduanya terdapat beberapa perbedaan yang mendasar. Pada hari tersebut, manusia akan dibangkitkan kembali, dikumpulkan di Padang Mahsyar kemudian segala amal perbuatan dihisab.

        Namun datangnya kiamat kecil (suhra) dan kiamat besar (kubra) sudah diperingatkan oleh Rasulullah SAW, meski kekasih paling dicintai Allah SWT inipun tidak tahu kapan datangnya hari akhir tersebut. Allah berfirman dalam Surah Al A’raf:


يَسْأَلُونَكَ عَنِ السَّاعَةِ أَيَّانَ مُرْسَاهَا ۖ قُلْ إِنَّمَا عِلْمُهَا عِندَ رَبِّي ۖ لَا يُجَلِّيهَا لِوَقْتِهَا إِلَّا هُوَ ۚ

Artinya: "Mereka menanyakan kepadamu tentang kiamat, 'Bilakah terjadinya?' Katakanlah, 'Sungguh pengetahuan tentang kiamat itu adalah pada sisi Tuhanku. Tidak seorang pun yang dapat menjelaskan waktu kedatangannya selain Dia." (QS. Al A’raf ayat 187)

Tanda Kiamat Sugra

        Kiamat sugra atau biasa disebut dengan nama kiamat kecil merupakan berakhirnya kehidupan sebagian makhluk di dunia ini, baik itu secara individu maupun secara kelompok. Pasti, semua makhluk hidup yang bernyawa di dunia ini akan mengalami kematian. Tak ada makhluk di dunia ini yang akan kekal abadi. Semua musnah dan binasa.

        Contoh kiamat sughra adalah meninggalnya seseorang, bencana alam seperti banjir, gempa bumi, gunung Meletus dan lainnya. Bahkan, beberapa bencana alam terjadi secara tak alami. Contohnya seperti kelaparan, yakni kekurangan bahan pangan dalam jumlah yang cukup besar, yang mana hal ini disebabkan oleh faktor manusia dan alam.

Tanda Kiamat Kubra

        Kiamat kubra alias kiamat besar merupakan seluruh berakhirnya kehidupan makhluk yang ada di dunia ini. Siapa saja tak akan pernah bisa mengetahui datangnya dari kiamat kubra ini.

        Bahkan, dengan ilmu pengetahuan dan teknologi yang canggih sekalipun yang bisa di luar nalar manusia, tetap tak akan bisa memprediksi kapan datangnya dari kiamat kubra ini.

        Bahkan, para Rasul dan Malaikat juga tak diberi tahu oleh Allah SWT secara pasti kapan tiba hari kiamat, apalagi hanya kita manusia biasa. Kiamat besar ini mutlak menjadi rahasia milik Allah SWT.

Tanda-tanda kiamat kubra atau besar adalah :

  1. Ditiupnya sangkakala, setelah semua tanda kiamat muncul , maka ditiupkanlah sangkakala yang akan mematikan seluruh mahluk hidup kemudian dibangkitkan kembali untuk dihisab.
  2. Bumi digoncang dengan goncangan dahsyat sehingga mengeluarkan isinya.
  3. Datang suara memekakan dan semua manusia bingung dan lari ketakutan tanpa arah.
  4. Bumi dan gunung diangkat lalu dibenturkan.
  5. Matahari digulung dan bintang-bintang berjatuhan.

Saat itu para sahabat masih bertanya-tanya tentang kebenaran adanya kiamat. Jawaban Rasul SAW dengan menyebutkan tanda-tanda tersebut bertujuan agar para sahabat tidak menghabiskan waktunya untuk selalu memikirkan kiamat.

Selain itu, ketidakpastian tanda-tanda kiamat yang ada dalam hadis Rasul SAW ini hanya sebagai penguat bahwa kiamat memang ada, tetapi tidak akan disebutkan kapan terjadi.

Semuanya ini bertujuan agar orang Mukmin senantiasa beribadah kapan dan di mana saja tanpa mengenal waktu. Jika kiamat dan tanda-tandanya sudah jelas, maka setiap orang akan meremehkan ibadahnya dan hanya beribadah ketika mendekati kiamat. Wallahu a’lam.


MATERI 3

Hikmah Kepada Hari Akhir

Memahamai kehidupan di dunia adalah fana

        Semua manusia harus memahamai kehidupan di dunia adalah fana, karena akhirat adalah kehidupan yang kekal dan abadi. 

Takut akan bahaya dosa

        Orang yang beriman kepada hari akhir pasti akan menaati peraturan agama, negara maupun masyarakat. Dalam melakukan perbuatan pasti akan diperhitungkan benar dan salahnya.

Meningkatkan Keimanan dan Ketaqwaan Kepada Allah SWT

        Mereka yang beriman kepada hari akhir pasti akan semakin beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT. Hari akhir adalah kuasa dan penentuan Allah SWT semata. Hanya kepada Allah SWT kita bisa meminta perlindungan agar pada hari akhir kita diselamatkan dari api neraka.

Menjauhkan Diri dari Segala Hal yang Buruk dan Maksiat

        Manusia yang beriman kepada hari akhir akan mendekatkan diri kepada kebaikan. Ia tidak akan mencari kebahagiaan duniawi, tetapi mencari kebahagiaan di akhirat. Ia akan memprioritaskan kewajibannya dalam beragama, lebih banyak memberikan hartanya untuk infaq daripada berfoya-foya, dan tidak tergoda akan kebahagiaan duniawi.


Kedudukan Hari Akhir dalam Kehidupan Manusia

        Kedudukan beriman kepada hari akhir merupakan suatu rukun iman yang mana dia wajib untuk kita percayai, mengimani adany surga dan neraka, mengimani adany hari pembalasan, mengimani adany hari kebangkitan.

        Pembahasan hari akhir merupakan suatu hari di mana pada saat itu tidak ada hari lain setelahnya dan orang yang mempercayai adanya hari akhir pastinya dia juga mempercayai bahwa akan adanya hari kebangkitan dan juga hari pertanggung jawaban yang mana pada hari itu kita akan di hitung segala amalan yang telah kita perbuat selama kita hidup di dunia dan orang yang mempercayai hari akhir pasti dia juga akan percaya dengan adanya hari pembalasan setelah hari perhitungan amal yang mana di sana dia akan di lihat apakah dia akan masuk ke surge atau neraka  

Sifat Kompetitif Dalam Kepribadian Manusia

Beriman Kepada Kitab Allah


Iman kepada Kitab Allah

Al Quran sebagai kitab suci penyempurna kitab-kitab sebelumnya

MATERI 1

    Pada kesempatan kali ini kita akan membahas tentang “Iman”, Agama Islam memiliki 6 Rukun Iman yang Wajib kita ketahui dan diamalkan, yaitu Iman Kepada Allah, Malaikat Allah, Kitab-kitab Allah, Rasul Allah, Hari Akhir, Qada dan Qadar Allah. Berbicara mengenai Iman kepada Kitab Allah, ini merupakan salah satu dari rukun iman dan membuat kita berfikir banyak untuk lebih mendalami baik dari segi pengertian, manfaat, hikmah serta perilaku yang mencerminkan keimanan kita seperti bagaimana.

    Rukun Iman (bahasa Arab: أركان الإيمان, translit. arkān al-īmān‎) yaitu pilar-pilar keimanan dalam Islam yang harus dimiliki seorang muslim. man secara bahasa berarti tashdiq (membenarkan). Pengertian iman menurut istilah ialah yang membenarkan dan meyakinkan dengan hati di ucapkan dengan lisan, dan di amalkan dengan perbuatan. 

    Pengertian iman kepada Kitab Allah itu adalah menyakini dengan sepenuh hati bahwa Allah menurunkan kitab suci sebagai penyempurna kitab-kitab sebelumnya dan sebagai pedoman hidup manusia hingga akhir zaman nanti.


Dalil Naqli Tentang Iman Kepada Kitab Allah

Beriman kepada kitab Allah merupakan rukun Iman yang ketiga. Sebagai umat Muslim kita wajib mengimani dan percaya sepenuh hati bahwa semua kitab yang diturunkan Allah pasti benar. Untuk memberikan pemahaman yang mendalam agar kita beriman kepada kitab-kitab Allah maka dijelaskan dalam firman Allah yang terkandung dalam kitab suci Al Quran surat An-Nisa Ayat 136

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ ءَامِنُوا۟ بِٱللَّهِ وَرَسُولِهِۦ وَٱلْكِتَٰبِ ٱلَّذِى نَزَّلَ عَلَىٰ رَسُولِهِۦ وَٱلْكِتَٰبِ ٱلَّذِىٓ أَنزَلَ مِن قَبْلُ ۚ وَمَن يَكْفُرْ بِٱللَّهِ وَمَلَٰٓئِكَتِهِۦ وَكُتُبِهِۦ وَرُسُلِهِۦ وَٱلْيَوْمِ ٱلْءَاخِرِ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَٰلًۢا بَعِيدًا

Artinya :

“ Wahai orang-orang yang beriman, tetaplah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan kepada kitab yang Allah turunkan kepada Rasul-Nya serta kitab yang Allah turunkan sebelumnya. Barangsiapa yang kafir kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, dan hari kemudian, maka sesungguhnya orang itu telah sesat sejauh-jauhnya” (An-Nisa Ayat 136)

    Penjelasan singkat mengenai kandungan surat An-Nisa Ayat 136 yang pada intinya Allah mendorong orang yang beriman dalam menyiratkan langkah dalam berkeyakinan. Karena jika salah satu saja dari rukun iman tersebut kita mengingkarinya maka kita akan disebut sudah kafir. 


Dalil Aqli Iman Kepada Kitab Allah

    Dalil adalah suatu hal yang menunjuk pada apa yang dicari; berupa alasan, keterangan dan pendapat yang merujuk pada pengertian, hukum dan hal-hal yang berkaitan dengan apa yang dicari. Dalil naqli sudah pasti benar hukumnya. Sementara, dalil aqli merupakan dalil yang diperoleh dari bukti ilmu pengetahuan dan argumentasi ulama (orang-orang yang memiliki kemampuan pengetahuan tentang hal tersebut) argumen yang dihasilkan oleh para pemikir Islam atau disebut sebagai ijtihad ulama. Beberapa contoh dari dalil aqli iman ikepada Kitab Allah :

  1. Kelemahan manusia dalam memperbaiki jasmani dan ruhaninya itu menghendaki turunnya kitab-kitab Allah yang berisi undang-undang dan hokum-hukum yang mewujudkan kesempurnaan pada manusia, serta apa saja yang manusia butuhkan dalam kehidupan di dunia.
  2. Allah SWT tahu bahwa manusia merupakan makhluk yang lemah. Allah SWT adalah Tuhan yang maha pengasih dan maha penyayang, sehingga Allah berkehendak memberi bimbingan kepada manusia supaya menjadi makhkul yang paling mulia di sisi-Nya lewat kitab suci lengkap dengan contoh tauladan yang baik berupa seorang Nabi dan Rasul.
  3. Jika kita diperintahkan Allah untuk melakukan Ibadah dan lain sebagainya, tentunya kita diberi buku pedoman atau buku petunjuk tata cara beribadah, dan buku tentang petunjuk tata cara beribadah itu berupa Kitab, karena itu kita harus beriman kepada Kitab-kitab Allah.



MATERI 2

Nama Kitab Allah dan Rasul Penerimanya

        Kitab Allah adalah kitab-kitab yang diturunkan Allah kepada Nabi atau Rasul. Dalam Al-Qur’an tidak disebut jumlah serta nama kitab Allah. Kita mengetahui jumlah dan nama kitab berdasarkan Al-Qur’an dan Hadis Nabi Muhammad saw. Diturunkannya kitab-kitab di tersebut tentu bukan tanpa sebab. Allah Swt memiliki alasan mengapa manusia diberi pedoman hidup meski pada dasarnya manusia telah diberi akal oleh Allah Swt. Keterbatasan manusia dalam mengetahui segala sesuatu menjadi salah satu alasannya. Allah Swt lebih mengetahui bahwasanya apabila manusia diberi kebebasan sepenuhnya tanpa pedoman, maka yang terjadi adalah perbedaan cara mendefinisikan sesuatu yang justru akan membuat kekacauan baik ketika hidup di dunia hingga akhirat.

1.Kitab Taurat

Nabi Musa a.s. menerima kitab Taurat. Dalam kitab Taurat terdapat beberapa syariat dan hukum agama yang sesuai dengan tempat dan kondisi masa itu. Taurat antara lain menerangkan aqidah yang benar, janji-janji Allah, dan ancaman-ancaman-Nya. Kitab Taurat menerangkan dengan tegas tentang akan datangnya Nabi Muhammad saw, sebagai kunci para Nabi dan Rasul untuk menggantikan ajaran-ajaran sebelumnya. Kitab Taurat diturunkan kepada Nabi Musa a.s. secara sekaligus.

2.Kitab Zabur

Nabi Daud a.s. menerima Kitab Zabur. Kitab Zabur berisi antara lain beberapa doa, zikir, pengajaran, dan hukmah. Kitab Zabur tidak memuat hukum agama dan syariat, karena Nabi Daud mengikuti dan melaksanakan Kitab Taurat yang diturunkan kepada Nabi Musa a.s. Kitab Zabur berisi pujian-pujian terhadap Allah swt. Nabi Daud seorang seniman yang memiliki suara sangat indah.

3.Kitab Injil

Kitab Injil yang diwahyukan kepada Nabi Isa a.s. bertujian menerangkan beberapa hukum dan mengajarkan manusia kembali kepada aqidah tauhid (monotheisme). Nabi Isa a.s. bertugas memperbaiki agama Bani Israil yang telah kacau dan menyeleweng. Injil menerangkan tentang kedatangan Nabi Muhammad saw. Kitab ini jua menhikuti Taurat yang diturunkan kepada Nabi Musa a.s.

4.Kitab Al Quran

Al-Qur’an yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad saw. Melalui Malaikat Jibril mempunyai keistimewaan dibanding dengan Kitab-kitab yang terdahulu. Keistimewaan tersebut adalah sebagai berikut.

  • Kitab-kitab suci sebelum Al-Qur’an hanya ditujukan kepada suatu golongan tertentu. Sedangkan Al-Qur’an ditujukan untuk seluruh umat manusia dan golongan serta berlaku sepanjang zaman.
  • Kitab suci Al-Qur’an yang ada sekarang masih asli seperti yang pernah diturunkan kepada Nabi Muhammad saw. 16 abad yang lalu. Tidak ada perubahan sedikit pun baik titik maupun hurufnya.
  • Al-Qur’an turun dalam bahasa yang dipakai oleh bangsa Arab sehingga disebut bahasa arab, dan semua orang yang membacanya tidak dapat mengganti dengan bahasa lainnya.
  • Al-qur’an membenarkan Kitab allah yang diturunkan kepada Nabi dan Rasul sebelum Nabi Muhammad saw.
  • Al-Qur’an sebagai penyempurna dari ajaran-ajaran yang telah diturunkan pada Kitab terdahulu.
  • Al-Qur,an diturunkan tidak sekaligus tetapi berangsur-angsur, ayat demi ayat , surah demi surah.

Adapun Kitab-Kitab Allah yang wajib kita percayai dan kita yakini dapat dilihat dalam table berikut:




MATERI 3

Perilaku yang Mencerminkan Iman Kepada Kitab Allah
  • Memiliki rasa hormat dan menghargai kitab suci sebagai kitab yang memiliki kedudukan di atas segala kitab yang lain
  • Berusaha menjaga kesucian kitab suci dan membelanya apabila ada pihak lain yang meremehkannya
  • Mau mempelajari dengan sungguh-sungguh petunjuk-petunjuk yang ada di dalamnya, baik dengan membaca sendiri maupun menghadiri majlis ta’lim
  • Berusaha untuk mengamalkan petunjuk-petunjuknya sesuai dengan kemampuan yang dimiliki
  • Berusaha untuk menyebarluaskan petunjuk-petunjuknya kepada orang lain, baik di lingkungan keluarga sendiri maupun masyarakat
  • Berusaha untuk memperbaiki bacaannya dengan mempelajari ilmu tajwid
  • Tunduk kepada hukum yang ada di dalam kitab suci dalam menyelesaikan suatu permasalahan
Hikmah Beriman Kepada Allah
  • Memperkuat keimanan kepada Allah SWT
  • Al-Qur’an bisa menjawab hal yang tidak dapat dijawab oleh ilmu pengetahuan dan akal, sehingga kehidupan tidak akan tersesat
  • Menambah ilmu pengetahuan, karena Al-Qur’an selain berisi perintah dan larangan juga berisi pokok-pokok seluruh ilmu pengetahuan.
  • Terjaga ketakwaan nya kepada Allah dan menjauhi larangan-Nya. Hidup jadi akan lebih tertata
  • Menumbuhkan sikap optimis untuk meraih kebahagiaan dan kesuksesan dunia akhirat.
  • Akan mendapat syafa’at (pertolongan) di akhirat kela

Cara beriman kepada kitab Allah:
  • Mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.sebagai khalifah bumi kita harus mengingatkan Alquran sebagai kitab Allah dan melibatkan dalam urusan kita
  • Mempercayai kitab-kitab tersebut sebagai wahyu dari Allah swt.kita harus percaya bahwa kitab-kitab tersebut sebagai pedoman hidup manusia
  • Memahami maksud atau isinya.untuk dapat mengamalkannya kita harus paham maksud kenapa kitab-kitab tersebut diturunkan oleh Allah swt.
  • Menyakini kebenarannya

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengimaninya menurut pandangan para ulama.
  • Kita harus mengimani bahwa kitab-kitab Allah yang diturunkan itu benar-benar dari Allah Swt
  • Hafal nama-nama kitab di atas termasuk kepada siapa kitab itu diturunkan
  • Memercayai berita-berita yang terkandung di dalam kitab Al-Qur'an maupun kitab-kitab terdahulunya
  • Mengamalkan hukum-hukum yang tidak dihapus dari kitab terdahulu serta ridha dan tunduk menerimanya, baik kita mengetahui hikmahnya maupun tidak



Saturday, July 25, 2020

HARTA DAN PENGELOLAANNYA DALAM ISLAM




Harta Dan Pengelolaannya


Semua harta telah diatur dengan ketentuan dan tata cara pembelanjaan

MATERI 1

    DALAM bahasa Arab (Islam) harta disebut sebagai Maal. Maal berarti “Segala sesuatu yang dimiliki oleh seseorang atau kelompok berupa kekayaan, atau barang perdagangan, rumah, uang, hewan dan lain sebagainya yang cenderung ingin dimiliki, dikuasai dan dimanfaatkan oleh manusia. 
Allah SWT berfirman yang artinya:
“Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu : wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak, dan sawah lading. Itulah kesenangan hidup di dunia dan disisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).”  ( QS. Ali Imran : 14 )

    Allah SWT telah menganugerahkan kepada manusia sumber daya (harta) yang melimpah dari seluruh penjuru bumi dan langit. Manusia diberi tugas untuk mewujudkan kemakmuran dan kesejahteraannya di muka bumi dengan memanfaatkan sumber daya yang telah diberikan sesuai dengan tuntunan-Nya.
    Semua harta yang dimiliki umat Islam telah diatur dengan ketentuan dan tata cara pembelanjaan. Dari sudut pandang Islam, pertanggung jawaban seseorang atas harta yang pernah dimiliki akan dilihat dari 2 sudut pandang yakni: darimana dan bagaimana ia mendapatkannya lalu kemana dan bagaimana penggunaannya. Adapun macam-macam pembelanjaan dapat dilihat bagan dibawah. Untuk lebih mudahnya perhatikan peta konsep berikut :
    Penggunaan dan pemanfaatan harta diatur dan dijelaskan dalam syariat Islam yang mulia dan sempurna. Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,


«لاَ تَزُولُ قَدَمَا عَبْدٍ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حَتَّى يُسْأَلَ عَنْ عُمْرِهِ فِيمَا أَفْنَاهُ وَعَنْ عِلْمِهِ فِيمَا فَعَلَ وَعَنْ مَالِهِ مِنْ أَيْنَ اكْتَسَبَهُ وَفِيمَا أَنْفَقَهُ وَعَنْ جِسْمِهِ فِيمَا أَبْلاَهُ»

Artinya : “Tidak akan bergeser dua telapak kaki seorang hamba pada hari kiamat sampai dia ditanya (dimintai pertanggungjawaban) tentang umurnya kemana dihabiskannya, tentang ilmunya bagaimana dia mengamalkannya, tentang hartanya; dari mana diperolehnya dan ke mana dibelanjakannya, serta tentang tubuhnya untuk apa digunakannya” (HR Tirmidzi dan Abu Ya’la)

    Hadits diatas menunjukkan kewajiban mengatur pembelanjaan harta dengan menggunakannya untuk hal-hal yang baik dan diridhai oleh Allah, karena pada hari kiamat nanti manusia akan dimintai pertanggungjawaban tentang harta yang mereka belanjakan sewaktu di dunia

Kedududukan Harta Dalam Alqur’an

Harta sebagai amanah dari Allah 
Harta adalah amanah dari Allah yang harus dipertanggungjawabkan. Setiap kondisi, entah baik atau pun buruk, yang kita alami sudah menjadi ketentuan dari Allah Swt., dan mesti kita hadapi secara baik sesuai dengan keinginan yang memberi amanah.
Harta sebagai perhiasan hidup manusia
Manusia memiliki kecenderungan yang kuat untuk memiliki, menguasai, dan menikmati harta. Namun demikian manusia harus sadar bahwa harta yang dimilikinya hanyalah merupakan perhiasan selama ia hidup di dunia. Sebagai  perhiasan hidup, harta seringkali menyebabkan keangkuhan, kesombongan, serta kebanggaan diri.
Harta sebagai ujian keimanan.
Harta adalah ujian. Yang jadi ujian bukan hanya kemiskinan, tetapi kekayaan juga merupakan ujian. Persoalannya bukan pada kaya atau miskin, tetapi persoalannya adalah bagaimana menghadapinya. Kedua kondisi itu ada pada manusia, yang tujuannya di balik itu cuma satu, yaitu Allah ingin mengetahui siapa yang terbaik amalannya. Bagi yang berharta, tentunya, ada kewajiban-kewajiban yang mesti dilakukan terhadap harta itu.
Harta sebagai bekal ibadah.           
Dengan memiliki harta maka kita dapat melaksanakan perintah Allah Swt. dan melaksanakan muamalah di antara sesama manusia melalui kegiatan zakat, infak dan sedekah. Penggunaan atau pembelanjaan harta wajib dibatasi pada sesuatu yang halal dan sesuai syariah. Dengan demikian, harta kita jangan sampai digunakan untuk perjudian, membeli minuman keras dan barang-barang yang diharamkan dan lainnya.
Harta adalah alat
Islam memandang harta suatu alat (sarana) dan bukan tujuan akhir. Harta dianggap baik apabila berada pada orang mukmin dan dinafkahkannya pada kebaikan, agar ia mendapat kehormatan di dunia dan kebahagiaan di akhirat. Allah berfirman:



MATERI 2

ZAKAT MAL

Pengertian Zakat Mal (harta)
     MENURUT bahasa, zakat adalah bersih, terpuji dan suci. Ini sesuai dengan fungsi zakat yang sebagai pembersih diri. Selain zakat fitrah yang dibayarkan setiap tahun sebelum malam Idul Fitri, Islam juga mengenal zakat mal. Adapun pengertian zakat mal adalah jenis zakat yang dikeluarkan individu maupun lembaga atas harta/penghasilan yang diperolehnya dengan syarat dan ketentuan yang sudah ditetapkan. 
     Menurut pengertian syariat mal adalah segala sesuatu yang dapat dimiliki atau dikuasai dan dapat digunakan 9dimanfaatkan) sebagaimana lazimnya. Segala sesuatu yang dapat disebut mal apabila memenushi dua syarat yaitu: dapat dimiliki, disimpan, dihimpun, dikuasai dan diambil manfaatnya sebagaimana lazimnya. Termasuk juga zakat profesi. Hanya saja, istilah zakat mal identik dengan zakat harta kekayaan berupa tabungan, uang, perdagangan atau pun emas dan perak.
Contoh barang atau harta yang kena zakat mal adalah:
1.Rumah
2.Mobil
3.Emas
4.Uang
5.Ternak
6.Hasil pertanian, padi, jagung, gandum, jenis buah-buahan dan lainnya

Keutamaan Zakat Mal
Dalam melaksanakan ibadah akan selalu ada kebaikan yang bisa diterima. Kebaikan tidak hanya mengenai harta, tapi kesehatan, kenyamanan, dan kenikmatan juga menjadi rezeki kebaikan yang didapatkan dari melaksanakan ibadah.
Bahkan yang bisa merasakan kebaikan ini tidak hanya kamu saja, orang lain juga bisa merasakan dampak baiknya. Begitu juga dalam zakat mal, ada beberapa keutamaan yang bisa didapatkan dari zakat mal, di antaranya:
1.Menghindari kesenjangan sosial.
2.Pilar amal jamai antara yang kaya dengan para mujahid dan dai yang berjuang dalam rangka meninggikan kalimat Allah.
3.Membersihkan dan mengikis akhlak buruk.
4.Mewujudkan tatanan masyarakat yang sejahtera, di mana hubungan seseorang dengan yang lainnya menjadi rukun, damai, dan harmonis.
5.Ungkapan rasa syukur atas nikmat Allah SWT.

Hukum Zakat Mal
Hukum memberikan zakat mal adalah fardhu ain atau wajib. Perintah mengeluarkan zakat mal, sama halnya mengeluarkan zakat fitrah.
Untuk zakat mal, baik perdagangan, peternakan, emas, perak, surat berharga dan tabungan, dikeluarkan sekali setiap tahun. Berbeda dengan zakat pertanian, dikeluarkan setiap kali panen dan mencapai nishab (653 kg beras).

Perintah untuk mengambil zakat supaya dapat membersihkan dan mensucikan harta, terdapat dalam Al Quran Surat At-Taubah Ayat 103

 خُذْ مِنْ أَمْوَٰلِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيهِم بِهَا وَصَلِّ عَلَيْهِمْ ۖ إِنَّ صَلَوٰتَكَ سَكَنٌ لَّهُمْ ۗ وَٱللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ 

Terjemah Arti: 
“Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan mendoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (At-Taubah Ayat 103)



MATERI 3

Ketentuan Zakat 
  1. Beragama islam dan merdeka
  2. Baligh atau dewasa
  3. Memiliki akal sempurna
  4. Mempunyai harta yang lebih dari pada kebutuhannya sehari-hari untuk dirinya dan orang-orang di bawah tanggungan pada hari raya dan malamnya

Adapun hukumnya yang tidak wajib dengan syarat-syarat berikut:
  1. Orang yang meninggal sebelum terbenam matahari pada akhir Ramadhan
  2. Anak yang lahir selepas terbenam matahari pada akhir Ramadhan,
  3. Orang yang baru memeluk agama Islam sesudah matahari terbenam pada akhir Ramadhan
  4. Tanggungan istri yang baru saja dinikahi selepas matahari terbenam pada akhir Ramadhan
Ketentuan harta wajib dizakati 
  1. Jumlah hartanya sudah mencukupi atau melebihi kebutuhan pokoknya.
  2. Harta sudah mencapai haul (bertahan selama setahun; tidak digadaikan/dijual).
  3. Harta milik sendiri seutuhnya.
  4. Sudah memiliki harta yang mencapai satu nisab (zakat mal).
  5. Harta tergolong jenis simpanan yang wajib dizakati, misal emas, perak, hasil pertanian, hasil perniagaan, hasil tambang, dll.

Perhitungan & Penentuan ‎Nisab Zakat Maal Berdasarkan Hartanya

Binatang Ternak
    Seseorang yang memiliki binatang ternak juga wajib untuk mengeluarkan zakat apabila telah
mencapai nisab dan haul. Untuk hewan ternak yang berupa unta, nisabnya adalah 5 ekor. Untuk sapi atau lembu atau kerbau, nisabnya 5 ekor. Sedangkan untuk kambing atau domba, nisabnya 40 ekor.
Di dalam fiqih, binatang ternak yang wajib dizakati hanya ada tiga macam, yaitu unta, sapi, dan kambing. Ketiga binatang ternak di atas wajib dizakati jika memenuhi empat syarat:
a)Mencapai nishab (batas minimum wajib zakat) seperti nishabnya sapi. Nisab adalah batasan antara apakah harta itu wajib zakat atau tidak
b)Melewati haul (setahun Hijriah)
c)Digembalakan. Maksudnya, sepanjang tahun binatang ternak tersebut diberi makan dengan cara digembalakan di lahan umum atau lahan milik sendiri, tidak dengan dicarikan rumput.
d)Tidak dipekerjakan, seperti untuk membajak sawah, mengangkut barang dan lain sebagainya.

Harta Perniagaan
    Harta perniagaan merupakan harta yang digunakan untuk keperluan jual beli, baik itu baik berupa barang seperti alat-alat, makanan, pakaian, perhiasan, dan lain sebagainya. Sama halnya dengan harta simpanan, seluruh harta yang berhubungan dengan perdaganggan juga wajib untuk dikeluarkan zakatnya. Nisab harta perniagaan ini dihitung sesuai dengan zakat emas, yakni apabila nilainya setara dengan 85 gram emas.

Syarat-syaratnya adalah
a)Muzakki menjadi menjadi pemilik komoditas yang diperjual belikan
b)Berniat untuk memperdagangkan komoditas
c)Mencapai nisab, nisab adalah batasan antara apakah kekayaan itu wajib zakat atau tidak
d)Kepemilikan telah melewati 1 tahun penuh. Perusahaan juga termasuk wajib zakat karena aktivitas perusahaan berporos pada kegiatan perniagaan.


MATERI 4 

ZAKAT FITRAH
Pengertian Zakat Fitrah
        Zakat fitrah adalah zakat yang harus ditunaikan bagi seorang muzakki yang telah memiliki kemampuan untuk menunaikannya. Zakat fitrah adalah zakat wajib yang harus dikeluarkan sekali setahun yaitu saat bulan ramadhan menjelang idul fitri. Pada prinsipnya, zakat fitrah haruslah dikeluarkan sebelum sholat idul fitri dilangsungkan. Hal tersebut yang menjadi pembeda zakat fitrah dengan zakat lainnya. Zakat fitrah berarti menyucikan harta, karena dalam setiap harta manusia ada sebagian hak orang lain. 
        Zakat fitrah hukumnya wajib ditunaikan bagi setiap muslim yang mampu. Besar zakat fitrah yang harus dikeluarkan sebesar satu sha’ yang nilainya sama dengan 2,5 kilogram beras, gandum, kurma, sagu, dan sebagainya atau 3,5 liter beras yang disesuaikan dengan konsumsi per-orangan sehari-hari. 

Tata Cara Membayar Zakat Fitrah
        Zakat fitrah dapat disalurkan melalui Lembaga Amil Zakat terpercaya di Indonesia. Zakat fitrah dapat dikeluarkan sebelum waktu sholat idul fitri di hari-hari terakhir bulan suci ramadhan. Itulah dasar pokok yang membedakan zakat fitrah dengan sedekah-sedekah lainnya. Sebagaimana tercantum pada hadits Rasulullah shalallahu alaihi wassalam yang berbunyi :
“Barangsiapa yang menunaikan zakat fitri sebelum shalat Id maka zakatnya diterima dan barangsiapa yang menunaikannya setelah shalat Id maka itu hanya dianggap sebagai sedekah di antara berbagai sedekah.” (HR. Abu Daud).

INFAK
        Pengertian infaq adalah berasal dari kata anfaqa–yunfiqu yang artinya membelanjakan atau membiayai yang berhubungan dengan usaha realisasi perintah-perintah Allah. Selain itu, infaq adalah pemberian (sumbangan) harta dan sebagainya (selain zakat wajib) untuk kebaikan.
Perintah Infaq Adalah untuk Kebaikan
        Tujuannya bisa untuk kebaikan seperti donasi atau sesuatu yang bersifat untuk diri sendiri. Perintah supaya seseorang membelanjakan harta tersebut untuk dirinya sendiri ada di dalam firman Allah SWT  QS Al Baqarah 261 sebagai berikut:
Artinya: “Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui” ( QS Al Baqarah 261)

SHADAQAH 
        Kata sedekah berasal dari bahasa Arab yang berarti pemberian kepada orang lain secara sukarela. Dengan kata lain, pemberian cuma-cuma tanpa melihat jumlah dan waktunya. Sedekah berbeda dengan zakat maupun infak. Zakat memiliki ketentuan tersendiri, mulai dari waktu dan takarannya. Sedangkan sedekah bisa dilakukan kapan saja jika Anda memiliki kelapangan atau kelebihan rezeki yang bisa dibagikan kepada yang membutuhkan.
        Keutamaan sedekah salah satunya dapat menghapus dosa. Dalam sebuah hadis bahkan sedekah diibaratkan seperti air yang dapat memadamkan api. Hal tersebut menggambarkan keutamaan sedekah dalam menghapus dosa-dosa diri sendiri dan sekaligus meringankan beban orang lain.


MATERI 5 

WAKAF
Pengertian Wakaf
    Wakaf adalah perbuatan hukum wakif, si pemberi wakaf, untuk memisahkan dan/atau menyerahkan sebagian harta benda miliknya untuk dimanfaatkan selamanya atau untuk jangka waktu tertentu sesuai dengan kepentingannya guna untuk keperluan ibadah dan/atau kesejahteraan umum menurut syariah.
    Salah satu ibadah yang amalannya tidak akan terputus bahkan setelah seseorang tersebut meninggal adalah wakaf. Bagi umat Islam, istilah wakaf tentu sudah tidak asing lagi. Wakaf sering disamakan dengan ibadah sedekah. Harta yang biasa diwakafkan adalah sebuah tanah. Sedikit berbeda dengan sedekah, biasanya sedekah memberikan sesuatu yang habis pakai, misalnya memberikan makanan untuk orang yang membutuhkan.

Rukun-rukun dan syarat wakaf
  • Orang yang mewakafkan hartanya atau wakif. Orang yang ingin mewakfkan hartanya memiliki syarat seperti baligh, berakal dan merdeka atau bukan hamba sahaya.
  • Barang yang diwakafkan atau mauquf. Barang yang diwakafkan harus berupa barang yang sudah ditentukan. Selain itu barang yang ingin diwakafkan bisa dialihkan hak miliknya.
  • Tidak diiringi syarat tertentu
  • Harus jelas kepada siapa mewakafkannya.
HIBAH
Pengertian Hibah
    Kata hibah berasal dari bahasa Arab Al-Hibattu yang memiliki arti pemberian yang dilakukan seseorang kepada orang lain tanpa mengharapkan pamrih atau imbalan dalam bentuk apa pun. Pemberian ini dilakukan saat seseorang masih hidup dan wujudnya dapat berupa harta secara fisik atau benda-benda lainnya yang tidak tergolong sebagai harta atau benda berharga. Dengan lebih sederhana lagi, pengertian hibah adalah hadiah. Namun secara bahasa berarti pemberian secara sukarela kepada orang lain.

Syarat Hibah
  • Ijab, pernyataan pemberian oleh pemberi.
  • Qabul, pernyataan penerimaan oleh si penerima.
  • Qabdhah, proses penyerahan barang.
Rukun hibah berdasarkan hukum Islam
Pada sisi pemahaman Islam, dikenal dengan istilah rukun atau syarat hibah, yang mana ketentuannya sebagai berikut :
  • Kehadiran pihak pemberi.
  • Kehadiran pihak penerima.
  • Barang bersangkutan terlihat dengan jelas, yaitu dapat berupa barang bergerak maupun barang tidak bergerak.
  • Serah terima barang disertai akad antara pemberi dan penerima secara nyata dan ikhlas.
HADIAN
Pengertian Hadiah
    Hadiah atau hibah atau kado adalah pemberian uang, barang, jasa yang dilakukan tanpa ada kompensasi balik seperti yang terjadi dalam perdagangan, walaupun dimungkinkan pemberi hadiah mengharapkan adanya imbal balik, ataupun dalam bentuk nama baik (wibawa) atau kekuasaan. Dalam hubungan manusia, tindakan pertukaran hadiah berperan dalam meningkatkan kedekatan sosial.
    Istilah hadiah dapat juga dikembangkan untuk menjelaskan apa saja yang membuat orang lain merasa lebih bahagia atau berkurang kesedihannya, terutama sebagai kebaikan, termasuk memaafkan (walaupun orang lain yang diberi tidak baik).

Maksud pemberian hadiah antara lain:
  • Pernyataan cinta atau persahabatan
  • Pernyataan terima kasih untuk hadiah yang diterima sebelumnya
  • Perasaan kasihan, dalam bentuk amal
  • Pernyataan kebersamaan, dalam bentuk bantuan bersama
  • Membagi harta yang dimiliki
  • Menolong yang ditimpa kemalangan
  • Memberikan cendera mata perjalanan



SHALAT SUNAH



Dasar Hukum Shalat Sunah


Penjelasan shalat sunah secara singkat

MATERI 1

SHALAT MERUPAKAN ibadah wajib bagi umat muslim. Ibadah shalat ini bahkan diwajibkan bagi mereka yang sedang dalam perjalanan ataupun sedang sakit. Selain itu shalat juga merupakan rukun Islam setelah syahadat, maka dari itu bisa dibilang shalat merupakan sesuatu yang sangat penting untuk ditegakkan setiap umatnya agar agama Islam tetap berdiri di muka Bumi. Meskipun shalat merupakan ibadah wajib, akan tetapi ada pula shalat yang sifatnya sunnah yang bisa dikerjakan untuk memetik pahala lebih, atau bahkan dikerjakan sesuai dengan kebutuhan atau keinginan kamu.
Shalat sunah atau shalat nawafil (jamak: nafilah) adalah shalat yang dianjurkan untuk dilaksanakan namun tidak diwajibkan sehingga tidak berdosa bila ditinggalkan dengan kata lain apabila dilakukan dengan baik dan benar serta penuh ke ikhlasan akan tampak hikmah dan rahmat dari Allah SWT yang begitu indah. 

Shalat sunah menurut hukumnya terdiri atas dua golongan yakni:
1.Muakad, adalah salat sunah yang dianjurkan dengan penekanan yang kuat (hampir mendekati wajib), seperti salat dua hari raya, salat sunah witr dan salat sunah thawaf.
2.Ghairu Muakad, adalah salat sunah yang dianjurkan tanpa penekanan yang kuat, seperti salat sunah Rawatib dan salat sunah yang sifatnya insidentil (tergantung waktu dan keadaan, seperti salat kusuf/khusuf hanya dikerjakan ketika terjadi gerhana).

Berdasar pelaksanaannya, Shalat sunnah terbagi dua yaitu:
1.Shalat sunnah yang dilaksanakan secara berjamah. Shalat sunnah jenis ini status hukumnya adalah muakkad, contohnya: shalat idul fitri, idul adha, terawih, istisqa, kusuf dan khusuf.
2.Shalat sunnah yang dikerjakan secara munfarid ( sendiri-sendiri ). Status hukumnya ada yang muakkad seperti: shalat sunnah rawatib dan tahajud. Ada pula yang status hukumnya sunnah biasa ( ghairu muakkad ) seperti: shalat tahiyatul masjid, shalat dhuha, shalat witir, dan lain-lain.



MATERI 2

Macam-macam Shalat Sunah

Shalat sunah termasuk ibadah khusus (mahdlah) yaitu ibadah yang telah ditentukan macam, waktu dan tatacara melaksanakannya. Tata cara shalat sunah sudah dicontohkan oleh Rasulullah SAW. Shalat sunah yang dituntunkan Rasulullah SAW dan diikuti oleh Muhammadiyah melalui Majelis Tarjih pada Muktamar Tarjih di Wiradesa Pekalongan Jawa Tengah tahun 1972 telah diputuskan tentang Shalat-shalat Tathawwu’ sesuai dengan tuntunan dari Nabi Muhammad SAW, yang berdasarkan dalil yang kuat ada 11 macam, yaitu :

1.Shalat Tahiyyatul Masjid
Sholat tahiyatul masjid adalah sholat sunnah yang bertujuan untuk memuliakan masjid sebagai tempat beribadah. Tahiyyatul masjid artinya menghormati masjid. Cara menghormatinya adalah kalau kita masuk masjid maka kita sholat sebelum kita duduk.
Jumlah rakaatnya adalah dua rakaat dikerjakan saat memasuki masjid dan sebelum duduk. Sholat tahiyatul masjid dilakukan ketika seorang muslim datang ke masjid setelah adzan selesai dikumandangkan dan dapat dilakukan saat mendekati waktu iqomah.

Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Jabir bin Abdillah –radhiyallahu ‘anhu– berkata,


جَاءَ سُلَيْكٌ الْغَطَفَانِيُّ يَوْمَ الْجُمُعَةِ وَرَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَخْطُبُ, فَجَلَسَ. فَقَالَ لَهُ: يَا سُلَيْكُ قُمْ فَارْكَعْ رَكْعَتَيْنِ وَتَجَوَّزْ فِيهِمَا! ثُمَّ قَالَ: إِذَا جَاءَ أَحَدُكُمْ يَوْمَ الْجُمُعَةِ وَالْإِمَامُ يَخْطُبُ فَلْيَرْكَعْ رَكْعَتَيْنِ وَلْيَتَجَوَّزْ فِيهِمَا

Artinya
“Sulaik Al-Ghathafani datang pada hari Jum’at, sementara Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sedang berkhutbah, dia pun duduk. Maka beliau langsung bertanya padanya, “Wahai Sulaik, bangun dan shalatlah dua raka’at, kerjakanlah dengan ringan.” Kemudian beliau bersabda, “Jika salah seorang dari kalian datang pada hari Jum’at, sedangkan imam sedang berkhutbah, maka hendaklah dia shalat dua raka’at, dan hendaknya dia mengerjakannya dengan ringan.” (HR. Al-Bukhari no. 49 dan Muslim no. 875)

Keutamaan Salat Sunnah Tahiyatul Masjid

1.Menyempurnakan Salat Wajib
Oleh Mustafa al-Khin dan Musthafa al-Bugha, Al-Fiqh al-Manhaji ala Madzhab al-Imam al-Syfii :
Pahala kesunnahan salat tahiyatul masjid ini bisa dihasilkan dengan ia mengerjakan salat fardhu atau salat sunnah lainnya, karena tujuan utamanya ialah agar seseorang jangan tergesa-gesa duduk di dalam masjid tanpa ia melakukan salat.
2.Memuliakan Masjid dan Tuhan
Menurut jumhur ulama, kedudukan salat Tahiyatul Masjid layaknya kita yang mengucapkan salam ketika masuk rumah. Imam Nawawi rahimahullaah yang mengatakan,
3.Menghapus Dosa
Rasulullah SAW. Beliau bersabda :
“Hendaklah engkau memperbanyak sujud (perbanyak shalat) kepada Allah. Karena tidaklah engkau memperbanyak sujud karena Allah melainkan Allah akan meninggikan derajatmu dan menghapuskan dosamu. Lalu Madan berkata, Aku pun pernah bertemu Abu Darda dan bertanya hal yang sama. Lalu sahabat Abu Darda menjawab sebagaimana yang dijawab oleh Tsauban padaku” (HR. Muslim).


2.Shalat Sunah Rawatib
Salat Rawatib adalah salat sunah yang dilakukan sebelum atau sesudah salat lima waktu. Salat yang dilakukan sebelumnya disebut salat qabliyah, sedangkan yang dilakukan sesudahnya disebut salat ba'diyah.
Salat sunah rawatib ini terbagi dua bagian, yaitu sunah muakkad dan sunah ghairu muakkad. Salat sunah rawatib muakkad amat besar kemuliaannya dan dijanjikan ganjaran yang besar apabila menunaikannya. Salat sunat rawatib ghairu muakkad kurang sedikit kemuliaannya berbanding dengan salat sunat muakkad.
Salat sunah rawatib berfungsi sebagai penyempurna jika terjadi kekurangan dalam salat fardu seseorang. Salat fardu sendiri hukumnya wajib bagi muslim. Salat fardu ini pula yang menjadi amalan pertama yang dihisab dalam Hari Perhitungan. Oleh karenanya, menunaikan salat sunah rawatib sangat dianjurkan.

Keutamaan Salat Sunah Rawatib
Diriwayatkan dari Tirmizi, bahwa "Allah merahmati seseorang yang salat sunah empat rakaat sebelum ashar."
Dan Rasulullah Shalallahu’alaihi wa Sallam selalu menjaga ke-12 rakaat tersebut ketika beliau sedang tidak bepergian. Beliau bersabda,

من صلى ثنتي عشرة ركعة تطوعا في اليوم والليلة ، بني له بهن بيت في الجنة

Artinya : 
“barangsiapa yang shalat sunnah 12 rakaat dalam sehari semalam, Allah akan bangunkan untuknya rumah di surga” (HR. Muslim no. 728).

Dua rakaat yang dikerjakan sebelum salat subuh atau biasa disebut salat fajar juga lebih baik daripada dunia dan isinya.
Keutamaan lain bisa didapatkan saat menggelar salat sunah sebelum dan sesudah salat duhur. Seperti dalam hadis,
Artinya : "Barangsiapa melaksanakan empat rakaat sebelum zuhur dan 4 rakaat sesudahnya, maka Allah mengharamkan baginya api neraka." (H.R. Tirmizi).

Rincian jumlah rakaat salat sunah rawatib adalah sebagai berikut.




MATERI 3

3.Shalat Tahajud, Lail, Witir, Qiyamu Ramadhan, Tarawih
    Tata Cara Sholat Tahajud Qiyamul Lail atau Ibadah Malam Hari Anjuran Rasulullah
Shalat Tahajud (bahasa Arab: صلاة التهجد, translit. ṣalātu-at-tahajjud‎) adalah salat sunah muakad yang didirikan pada malam hari atau sepertiga malam setelah terjaga dari tidur. Salat ini bukanlah bagian dari salat lima waktu yang diwajibkan bagi umat Muslim dan dapat dikerjakan sedikitnya dua rakaat dan sebanyak-banyaknya tidak terbatas
Allah SWT memanggil para hamba-Nya yang shalih untuk melaksanakan  shalat tahajjud dalam Al Quran surat al Muzzammil ayat 1-4

يٰۤاَيُّهَا الۡمُزَّمِّلُ
قُمِ الَّيۡلَ اِلَّا قَلِيۡلًا
نِّصۡفَهٗۤ اَوِ انْقُصۡ مِنۡهُ قَلِيۡلًا
اَوۡ زِدۡ عَلَيۡهِ وَرَتِّلِ الۡقُرۡاٰنَ تَرۡتِيۡلًا


Artinya :
1. Wahai orang yang berselimut (Muhammad)!
2. Bangunlah (untuk shalat) pada malam hari, kecuali sebagian kecil,
3. (yaitu) separuhnya atau kurang sedikit dari itu,
4. atau lebih dari (seperdua) itu, dan bacalah Al-Qur'an itu dengan perlahan-lahan.

Waktu pelaksanaan shalat tahajud
    Waktu pelaksanaan shalat sunnah tahajud dilakukan setelah bangun tidur di malam hari. Meskipun, ada beberapa ulama berpendapat bahwa melaksanakan sholat tahajud diperbolehkan untuk tidak tidur terlebih dahulu. Misalnya, pada waktu malam hari kemudian anda belum tidur dan ingin melaksanakan sholat tahajud itu diperbolehkan.
    Mengerjakan shalat tahajud sangat dianjurkan secara rutin setiap malam karena Allah akan memberikan pahala yang berlimpah bagi seorang mukmin yang melaksanakan sholat tahajud.

Tata cara shalat tahajud
    Dalam mengerjakan shalat tahajud atau lail atau tarawih pada malam bulan Ramadhan sama dengan shalat sunah. Waktu paling utama dikerjakan di waktu sepertiga malam terakhir dan dilakukan setelah bangun tidur dimalam hari. Akan tetapi, ada sebagian ulama yang berpendapat bahwa sholat tahajud dapat dilakukan sebelum tidur. Pada umumnya, tata cara shalat tahajud sama dengan shalat fardu, hal yang membedakan yaitu terletak pada niat shalat tahajud selain itu juga dalam jumlah rakaatnya, sebagaimana ketentuan berikut
  1. Dilaksanakan sebanyak 11 rakaat dengan rangkaian antara lain 4-4-3 atau 2-2-2-2-3 atau 2-2-2-2-2-1
  2. Didahului dengan shalat iftitah 2 rakaat
  3. Dilaksanakan setelah shalat isya’ sampai sebelum terbit fajar atau shalat subuh
  4. Ditutup dengan shalat witir dengan ketentuan pada rakaat pertama membaca surat al-a’la, rakaat kedua surat al kafirun, rakaat ketiga surat al ikhlas
  5. Setelah selesai shalat witir, hendaklah

Keutamaan Shalat Malam atau Shalat Tahajud
  1. Mendapatkan kemuliaan dan kebaikan dari Allah SWT
  2. Akan termasuk ke dalam golongan penghuni syurga
  3. Akan mendapatkan pahala sholat yang utama setelah sholat fardhu
  4. Segala kesalahan akan dihapuska oleh Allah SWT dan ia akan terhindar dari perbuata dosa
  5. Akan terhindar dari segala godaan syaitan
  6. Menjadi seorang muslim yang mulia dan berwibawa

MATERI 4

4. Shalat Dhuha
Pengertian Shalat Dhuha
        Umat Islam pasti sangat akrab dengan shalat dhuha, karena shoaat dhuha adalah salah satu shalat sunnah yang istimewa dengan keutamaan yang luar biasa. Shalat Dhuha (Arab: صلاة الضحى) adalah shalat sunah yang dilakukan seorang muslim ketika waktu dhuha. Waktu dhuha adalah waktu ketika matahari mulai naik kurang lebih 7 hasta sejak terbitnya (kira-kira pukul tujuh pagi) hingga waktu zuhur. Jumlah rakaat shalat dhuha minimal 2 rakaat dan maksimal 12 rakaat. Dan dilakukan dalam satuan 2 rakaat sekali salam.

Keutamaan dan Manfaat Shalat Dhuha
1. Shalat dhuha adalah wasiat amalan harian dari Rasulullah
Seperti yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah, Rasulullah pernah mewasiatkan kepada Abu Hurairah untuk menjadikan shalat dhuha sebagai amalan ajaran islam yang dilakukan setiap hari.
“kekasihku – Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mewasiatkan tiga hal padaku: berpuasa tiga hari setiap bulannya, melaksanakan sholat dhuha dua rakaat dan sholat witie sebelum tidur”.(Mutafaq ‘alaih)

2. Dicukupkan rezekinya
Manfaat atau faedah shalat dhuha yang dapat diperoleh dan dirasakan oleh orang yang melaksanakan shalat dhuha adalah dapat melapangkan dada dalam segala hal terutama dalam hal rizki, sebab banyak orang yang terlibat dalam hal ini. Terlebih lagi shalat dhuha tidak hanya berguna untuk mempersiapkan diri menghadapi hari dengan rangkaian gerakan teraturnya, tetapi juga menangkal stress yang mungkin timbul dalam kegiatan sehari-hari,
Keutamaan melaksanakan shalat dhuha empat rakaat mampu memberikaan kecukupan rezeki, seperti firman Allah dalam hadits qudsi
Allah ‘Azza wa jalla berfirman,” wahai anak Adam, janganlah engkau luput dari empat rakaat diawal harimu, niscaya aku cukupkan untukmu disepanjang hari itu.” (HR. Ahmad)

3. Berpahala seperti orang pergi Haji dan Umroh
Keutamaan shalat dhuha akan mendapatkan pahala setara orang naik haji dan umroh. Sesuai yang diriwayatkan Anas bin Malik RA, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasalla bersabda:
“Barang siapa melaksanakan sholat subuh berjamaah kemudian ia duduk sambil berdzikir pada Allah hingga terbit matahari, lalu ia mengerjakan shalat dua rakaat, maka ia seperti memperoleh pahalanya haji dan umroh.” (HR. Tirmidzi No. 586)

5. Shalat Istikharah
        Salat Istikharah (Arab: صلاة_الاستخارة ) adalah salat sunnah yang dikerjakan untuk meminta petunjuk Allah oleh mereka yang berada di antara beberapa pilihan dan merasa ragu-ragu untuk memilih atau saat akan memutuskan sesuatu hal. Spektrum masalah dalam hal ini tidak dibatasi.
Pada dasarnya salat istikharah dapat dilaksanakan kapan saja namun dianjurkan pada waktu sepertiga malam terakhir. Nabi Muhammad menjelaskan jika umatnya memiliki keinginan atau memilih keputusan yang terbaik maka disunnahkan untuk melakukan salat ini.

Tata Cara Shalat Istikharah
        Sholat Istikharah sama seperti shalat sunnah lainnya, yakni dengan jumlah dua rakaat. Sebelum itu, hendaknya bersikap senetral mungkin terhadap pilihan-pilihan yang ada. Kemudian, memantapkan hati dengan kepasrahan sepenuhnya kepada kehendak Allah SWT.
Pada rakaat pertama, setelah membaca surat al-Fatihah dilanjutkan dengan membaca surat al-Kafirun. Dan pada rakaat kedua usai membaca al-Fatihah, dilanjutkan dengan membaca surat al-Ikhlas.

Tanda Jawaban Sholat Istikharah
        Sebagaimana dijelaskan oleh Imam An-Nawawi rahimahullah, "Setelah istikharah, seseorang harus mengerjakan apa yang dirasa baik untuknya. Di samping itu, hendaknya ia benar-benar bebas dari kehendak pribadi. Jadi jangan sampai ada perasaan ini pilihan terbaik, sebelum mengerjakan shalat istikharah. Karena jika demikian, sama halnya tidak istikharah atau kurang tawakkal pada pengetahuan dan kekuasaan Allah."



6. Shalat Idain (Idul Fitri dan Idul Adha)
        Salat Id adalah ibadah salat sunah yang dilakukan setiap hari raya Idul Fitri dan Idul Adha. Salat Id termasuk dalam salat sunah muakkad, artinya salat ini walaupun bersifat sunah, tetapi sangat penting sehingga sangat dianjurkan untuk tidak meninggalkannya.
        Idul fitri diartikan sebagai hari suci atau hari dimana umat islam seperti terlahir kembali dan bersih dari dosa. Idul fitri atau yang biasa disebut dengan hari lebaran adalah salah satu momen yang ditunggu oleh umat islam baik di Indonesia atau di negara lain dan dirayakan pada tanggal 1 Syawal. 
        Pada hari raya idul fitri kita menyaksikan banyak umat islam yang melaksanakan ibadah shalat id di sebuah tanah lapang hal ini sesuai hadits rasullullah SAW yang menyatakan bahwa shalat idul fitri di sebuah tanah lapang lebih afdhol daripada shalat id dalam masjid

Persiapan Shalat 
  1. Mandi dan mensucikan diri
  2. Memakai pakaian terbaik
  3. Mandi, berhias, memakai pakaian sebaik-baiknya, dan bertakbir saat keluar rumah.
  4. Makan terlebih dahulu pada salat Idul Fitri pada Salat Idul Adha sebaliknya.
  5. Berjalan kaki dan menempuh jalan yang berlainan
  6. Melafalkan takbir

MATERI 5

7.Shalat Istisqa
    Salat istisqa (bahasa Arab: صلاة الاستسقاء) adalah salat sunah yang dilakukan untuk meminta diturunkannya hujan. Salat ini dilakukan bila terjadi kemarau yang panjang atau karena dibutuhkannya hujan untuk keperluan/hajat tertentu.

Tata Cara Salat Istisqa
    Tata Cara Shalat Istisqa atau Meminta Hujan salat istisqa dilakukan dua rakaat, serupa dengan salat Id.Meskipun demikian, terdapat perbedaan dalam tata cara khatib berkhotbah. Pada hari pelaksanaan, seluruh penduduk diperintahkan untuk berkumpul (bahkan membawa binatang ternak) di tempat yang telah dipersiapkan untuk salat istisqa (tanah lapang). 

8.Shalat Gerhana (kusuf dan khusuf)
    Salat dua gerhana atau salat kusufain berarti salat dua gerhana atau salat yang dilakukan saat terjadi gerhana bulan maupun matahari. Salat yang dilakukan saat gerhana bulan disebut dengan salat khusuf; sedangkan saat gerhana matahari disebut dengan salat kusuf.
    Waktu shalat gerhana itu adalah sejak mulai kusuf hingga berakhirnya. Jika waktu itu terlewatkan, maka tidak ada kada (qadha) atau diganti waktu lain. Apabila gerhana berakhir ketika shalat masih berlangsung, maka shalatnya diselesaikan dengan dipersingkat.
    Hukum salat gerhana adalah sunnah muakkad berdasarkan hadis Aisyah.[butuh rujukan] Nabi dan para sahabat melakukan di masjid dengan tanpa azan dan iqamah

Tata cara pelaksanaan
    Shalat gerhana dilakukan dua rakaat dengan 4 kali rukuk yaitu pada rakaat pertama, setelah rukuk dan Iktidal membaca Al Fatihah lagi kemudian rukuk dan iktidal kembali setelah itu sujud sebagaimana biasa. Begitu pula pada rakaat kedua.
Bacaan Al-Fatihah pada salat gerhana bulan dinyaringkan sedangkan pada gerhana Matahari tidak. Dalam membaca surat yang sunnat pada tiap rakaat, disunnatkan membaca yang panjang.

Hikmah Shalat Sunah
  • Menutupi Kekurangan dalam Sholat Fardhu
  • Ibadah Sunnah Paling Afdhal
  • Bisa Menemani Nabi di Surga
  • Dosanya Berguguran Ketika Ruku' dan Sujud
  • Doanya Mustajab

Panduan Orisinal: Membuat Bakalan Bonsai dari Cangkok Teknik: cangkok udara (air layering) Contoh tanaman: beringin/Ficus Tujuan: mendapatka...